ANAK PUNGUT YANG MALANG

ANAK PUNGUT YANG MALANG
PERJALANAN DI MULAI


__ADS_3

Fano masuk kedalam kamar melihat keadaan istrinya, dia membawa sepiring nasi dan sup hangat, lengkap dengan satu mangkok buah-buahan segar untuk istrinya


Nampak nya Dina sudah terlihat membaik, Fano memberitahu Binca untuk memeriksa kembali kaka ipar nya


” Apa yang kaka ipar rasakan sekarang? Apa perut nya sakit, Tanya Binca sambil memeriksa Dina


” Tidak, aku sungguh baik-baik saja, Aku memang suka mabuk kalau perjalan jauh, Tapi setelah tenang dan istirahat, aku akan merasa lebih baik lagi, jawab Dina


” Syukurlah, kaka harus makan sekarang, vitamin sama obat nya harus di minum, Suruh Binca


Dina menuruti saja apa yang mereka bicarakan, meskipun pada kenyataan nya dia tidak mau makan apapun sekarang, yang dia inginkan hanya minuman yang rasa nya asam, Karena tidak ingin membuat semua orang khawatir dan tidak mau harus kembali pulang karena keadaan nya lemah, mau ga mau Dina harus makan agar dia bisa kembali sehat


” Sayang apa kamu kuat untuk melanjutkan perjalan? Tanya Fano


” Aku kuat, tenang aja sayang, jangan cemas seperti itu, semakin kamu terlihat cemas itu membuat ku tidak semangat, jawab Dina agar suami nya itu tidak terlihat cemas lagi


” Kamu memang paling bisa bikin aku tenang, peluk Fano


Dina menghabiskan makan nya, Setelah itu dia meminum obat dan vitamin nya,


” Kemana orang-orang? Tanya Dina


” Mereka semua sedang istirahat di kamar nya masing-masing, jawab Fano


” Apa aku boleh berjalan-jalan sebentar ke luar, untuk menghirup udara, sepertinya akan menyegarkan tubuhku,


” Baiklah aku akan mengantarmu, tapi pakailah jaket mu, aku tidak mau nantinya kamu malah masuk angin, suruh Fano


Dina selalu menuruti apa perkataan suaminya, sedikitpun dia tidak ingin membuat suaminya cemas,


Fano mengantar Dina ke luar hotel, terlihat tidak begitu banyak kendaraan disana, udara yang cukup sejuk hawa dingin nya mampu membuat Dina merasakan bahwa di luar terasa dingin


” Sayang udara disini sangat sejuk, aku sangat menyukai nya, ini persis seperti Villa yang waktu itu kita kunjungi saat ulang tahun pernikahan kita, Kata Dina


” Kamu memang sama sepertiku, sangat menyukai cuaca seperti ini, sangat menyukai kesendirian saat kita sedang tidak nyaman. jawab Fano


” Maksudnya, Tanya Dina


” Iyah, apa ketika kamu sedang merasa kesakitan kamu lebih suka menyendiri? tanya Fano


” Kenapa kamu tau sayang?


” Aku baru tau, alasan kamu pernah mengusirku saat kamu sedang merasa kesakitan, ternyata itu semua bisa membuat mu merasa lebih nyaman, tapi itu sangat membuatku cemas juga, kata Fano


” Maafkan aku sayang, entah kenapa, saat aku sedang sakit, dan di posisi ku saat itu sedang ada orang, itu bukan membuatku merasa lebih baik, tapi semakin membuat ku tambah tidak nyaman, jawab Dina


” Apa saat aku sakit nanti, kamu tidak akan tersinggung jika aku menyuruhmu meninggalkan ku, Tanya Fano


” Mungkin aku akan sedikit tersinggung karena di saat seperti itu kamu tidak membutuhkan ku dan memilih untuk sendiri saja, jawab Dina

__ADS_1


” Itu yang aku rasakan saat kamu melakukan itu, Jawab Fano


” Aku tidak akan mengulangi nya lagi jika itu membuat kamu tidak nyaman, maafkan aku, Jawab Dina


” Benarkah? Tanya Fano


” Ya, mulai sekarang ingin kamu saja yang berada di dekat ku saat aku sedang kesakitan, aku tidak akan menyuruh mu pergi, kata Dina


” Begitupun denganku, kenapa kamu selalu mengerti apa yang ku mau, tanya Fano


” Karena kamu suamiku, dan aku tidak mau membuat kamu kecewa, jawab Dina


” Aku sangat beruntung bisa mempunyai istri seperti kamu, ini alasan tuhan menyatukan kita, kamu bisa membawaku ke dalam kedamaian, aku menyayangi mu, Kata Fano sambil memeluk tubuh istrinya


” Aku juga menyayangi mu, Dina membalas pelukan suaminya


Mereka duduk di bangku pinggiran jalan, saling mengobrol dan bercanda,


” Maaf Tuan menganggu, Sapa Tio


” Kenapa? Jawab Fano


” Nyonya menyuruh anda segera istirahat, karena khawatir nanti Nona Dina masuk angin, jawab Tio


” Ibu tau dari mana kalau saya san Dina disini? Tanya Fano


” Itu, Tio menunjuk ke arah balkon atas tepat ada Ibu nya Fano disana sedang berdiri dan melambaikan tangan


” darimana kalian nak? tanya Ibu Dina yang keluar dari kamar nya


” Dari luar bu, nyari angin, udaranya seger, jawab Dina


” Tidak baik berlama-lama di luar, apalagi kamu sedang hamil, Kata Ibunya Dina


” Iya kita akan segera istirahat dan tidak akan mengulangi nya lagi, Jawab Dina


Fano dan Dina masuk ke dalam kamar nya


mereka menggati baju nya dengan piyama, dan segera membaringkan tubuh nya


” Sayang aku melihat kamu itu perempuan yang sangat baik dan penurut, kata Fano


” Memang nya kenapa, menurut itu kan hal yang mudah asal untuk kebaikan kita, jawab Dina


” Aku yakin anak kita nanti akan sebaik kamu, kata Fano


” Pastinya akan sebaik kamu juga, Jawab Dina


” Kalau aku kan memang baik dan tampan, kaya dan pintar, kata Fano

__ADS_1


” Mmmm iya deh iya, mulai kan menyombongkan diri nya, kata Dina


” itu kenyataan, jawab Fano


” Hmmmm baiklah ayo kita tidur ini sudah sangat malam, aku akan membangunkan mu nanti pagi, Selamat malam suamiku,😘 Dina mengecup kening suami nya dan Fano membalas nya


Mereka langsung larut dalam mimpi nya masing-masing, posisi saling berhadapan dan memeluk, sungguh indah melihat kedamaian dari kedua pasangan ini,


Semua orang sudah terlelap, hanya sebagian pengawal saja yang masih terjaga, sebagian lagi mereka sudah beristirahat untuk bergantian agar Tuan nya tetap terjaga





🌄SELAMAT PAGI 🌻


Tidak terasa, waktu sudah menunjukan pukul Enam pagi, para anggota keluarga yang berada di sana sudah terbangun dari tidur nya, semua membuka jendela kamar nya, agar matahari yang sudah muncul menyinari dan menghangatkan pagi hari


” Hmmmmmmaaaah, Udara disini memang sangat sejuk, Fano menghembuskan nafas nya tepat di depan jendela kamar nya


” Sayang bangunlah lihat udara nya sangat sejuk, ayo mandi,kita harus sarapan dan segera melanjutkan perjalanan kita hari ini, Kata Fano


Dengan mata yang masih terasa ngantuk Dina terbangun daru tidur nya, Dia duduk sebentar setelah merasa ngantuk nya hilang dia langsung menuju kamar mandi, Setelah dia beres lalu gantian giliran Fano yang segera mandi,


Dina bersiap-siap sambil menunggu Fano yang sedang membersihkan diri, Dia mengganti baju nya dan menyiapkan baju untuk suami nya juga,


Semua orang sudah siap,mereka semua segera menuju tempat sarapan yang sudah di siapkan oleh hotel,


” sebentar sayang aku mau lihat Rini dulu, ijin Dina pada Fano


” Jangan kamu duduk saja, Biar Tio saja yang ngurusin temanmu itu, jawab Fano


Dina tidak jadi untuk melihat teman nya dan Fano menyuruh Tio untuk melihat Rini di kamar nya, Tio segera pergi melihat Rini karena dia belum juga keluar dari kamar nya


Tok..tok..tok.. Tio mengetuk pintu kamar Rini


” Sebentar, jawaban Rini dari dalam kamar, namun Tio tidak menunggu nya, dia membuka pintu yang ternyata tidak di kunci oleh Rini


” Aaaa, Rini teriak,


” Kamu sedang apa, semua orang sudah siap, cepat turun atau kamu akan saya tinggalkan, bikin repot saja, kata Tio


” iyah maaf pak, saya udah beres, ayo kita pergi, ajak Rini


” Dasar bocah lelet banget, kata Tio di belakang Rini, Rini bisa mendengar nya namun dia hanya menyunggingkan senyuman nya saja


Semua orang sedang menikmati sarapan nya, Setelah semua orang sudah beres, kini mereka berkumpul kembali untuk melanjutkan perjalanan nya

__ADS_1


mereka semua berdoa lalu segera masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu di depan hotel sesuai dengan urutan yang sudah di tetapkan, semua supir membukakan pintu mobil untuk mereka


__ADS_2