ANAK PUNGUT YANG MALANG

ANAK PUNGUT YANG MALANG
SUGUHAN MAKAN SIANG


__ADS_3

Acara makan siang yang penuh drama dan perjuangan karena banyak nya air mata dan keringat yang keluar dari mereka akhirnya sudah selesai, namun semua masih berisik karena rasa pedas yang mereka rasakan masih nempel di mulut lidah mereka


” hah kapan rasa pedas ini akan berakhir, aku ingin berteriak, kata Fano sambil mengusap-ngusap wajah nya


” Minumlah ini, Dina memberi teh tawar hangat untuk meredakan rasa pedas pada suaminya


Fano meminum nya, namun dia berteriak lagi karena minuman itu terasa menyengat lidah nya, tapi seketika menghilangkan rasa pedas di lidah nya


Semua mengikuti cata Fano agar mereka juga bisa menghilangkan rasa pedas itu, mereka berteriak pengaruh dari minuman teh panas yang menyengat lidah nya, namun semuanya lega karena rasa pedas nya mulai memudar


” Makanlah ini, kata Dina


” Apa itu nak? Tanya Nining


” Ini kue ali agrem, rasanya manis pasti bisa menghilangkan rasa pedas itu, jawab Dina


” Bukankah itu donat kecil, itu seperti donat, apa itu donat jco versi desa ini? Tanya Tio


” Bodoh apa kau tidak bisa membandingkan kue dan donat, kata Fano


” Lihat saja tuan, bentuknya seperti donat kecil, jawab Tio


kira-kira bentuk nya seperti👇👇



FHOTO BYE GOOGLE 😘


” Ya sudah anggap saja ini donat jco versi kw nya, makan nih, Kata Fano sambil menyuapi Tio kue tersebut ke mulut nya,


” Rasanya enak, tidak begitu buruk, saya menyukai nya, Kata Tio


” kamu harus mencoba nya, Tio menawarkannya pada Rini


” Aku sudah tau, sudah pernah makan, jawab Rini


” Hemmm jangan mesra-mesra"an depan yang jomblo napa dah, kata Binca


” Siapa yang mesra-mesraan cuma nawarin donat aja, jawab Tio


” Kue cin-cin itu kalau di kota nama nya, jawab Rini


” Mmmm bagus juga, Apa aku boleh mempergunakan kue cin-cin ini saat aku nanti aku menikah, tanya Fano

__ADS_1


” kamu terlihat sangar dan cerdas saat sedang bekerja denganku, kenapa disini kamu sangat bodoh, jawab Fano


Melihat tingkah laku Tio yang dari tadi seperti komedian, yang lain hanya bisa tertawa menyaksikan nya


Dina meninggalkan Fano dan keluarga nya sebentar, Dia sangat ingin menyapa dan ngobrol dengan keluarga dia yang selama ini dia rindukan,


Fano merasa kesepian saat tidak ada istrinya itu, dia terus-terusan mengajak Tio berbicara agar tidak merasa kesepian,


Rini pergi keluar karena melihat pemandangan yang indah dari dekat jendela yang sedang dia duduki,


” Mau kemana kamu? tanya Tio


” Aku mau keluar dulu sebentar, sepertinya di luar pemandangan nya sangat indah, kata Rini


” Kamu mau di kerubunin orang-orang di luar, besok pagi saja, lihatlah mereka sangat banyak di luar sana, kata Tio


Rini menunda rencana nya untuk melihat pemandangan indah di luar sana, dia hanya memandangi dari balik jendela itu


Semua focus pada obrolan nya masing-masing, Dina sudah selesai berbincang-bincang dengan keluarga nya, dia menghampiri Rini yang sedang duduk sendiri melihat ponsel nya dari tadi


” Hey kenapa diam saja, Tanya Dina sambil menepuk punggung Rini


” Eh Din kamu ngagetin aku saja, sepi tau dari tadi ga ada temen ngobrol, kamu dari mana? tanya Rini


” Duh din aku ikut seneng deh, akhirnya kamu bisa bertemu lagi sama keluarga kamu, kata Rini


” Aku juga sangat senang, makasih ya kamu sudah mau ikut kesini, kata Dina


” Eh Din, tu nenek lampir ngapa baik banget d


sekarang sama kamu, so baik, apa karena di di depan Keluarga kamu aja, pasti tuh drama banget nenek lampir satu ini, kata Rini


” Eeeh suuut ga boleh gitu, panjang ceritanya, mau denger ga? kata Dina


” Boleh-boleh, Rini antusias


” Yuk kita ke samping rumah, di sawah itu ada tempat duduk kita bisa ngobrol disana, ajak Dina


” Tapi kan banyak orang nnti ga di ijinin sama Fano, kata Rini


” Tenang aja, disana tidak ada yang bisa masuk, udah di pager, jawab Dina


Mereka pergi ke luar, Fano dan Tio hanya memperhatikan saja, mereka tidak mengetahui Rini dan Dina pergi ke samping rumah, kalau tau mungkin mereka mau ngintil ya ga reader😂

__ADS_1


” Duh Din sumpah gue betah banget disini, ini rumah ko bisa di kelilingi sawah kaya gini ya, kata Rini


” makan nya dulu aku betah banget tinggal disini, ga pernah bosen liat pemandangan disini, kata Rini


” Eh cepet ceritain, nanti keburu di cariin suami kamu, kata Rini


Dina langsung memulai ceritanya, dari mulai Nining dan Jaya di buat sangat kapok oleh Fano dan Dina memilih pergi dan tidak ingin melihat lagi Nining Jaya, namun takdir berkata lain, Dia malah bertemu lagi dengan ortu angkat nya, yang lebih tidak menyangka lagi, Nining dan Jaya sangat menyesali semua kesalahan dan penderitaan yang sudah mereka lakukan pada anak angkat nya itu


Rini terharu dan berlinag air mata, Dia bahagia karena pada akhirnya teman dia satu-satunya bisa mendapatkan kebahagiaan yang seutuh nya,


” Kamu tau ga, aku itu sangat bangga sama kamu, kamu bisa memaafkan mereka begitu saja yang sudah sangat menyakiti kamu, bahkan dunia luarpun kamu tidak mengetahui nya, kamu hanya di sibukan seperti babu dan benar-benar di kurung, aaaaaa aku sakit hati, tapi aku bahagia karena kamu sekarang sudah dapat kebahagiaan yang seutuh nya, kata Rini


” tidak ada alasan bagiku untuk tidak memaafkan mereka, bagaimanapun mereka itu sudah membesarkanku, walaupun cara nya seperti itu, jawab Dina


” Sumpah kamu itu membawa kebaikan banget jadi orang, Kamu juga beruntung punya suami yang sayang banget sama kamu, iri deh , kata Rini


” Kan kamu juga bakal nikah sama Tio, jawab Dina


” Ih apaan sih kesel banget, ga mungkin, orang sombong kaya gitu, kata Rini


” cieee Hahahha, Dina terus saja mengejek teman nya itu yang sudah terlihat bete namun lagi-lagi mereka kembali tertawa


” Kamu belum tau ya kalau aku lagi hamil? Tanya Dina


” Serius demi apa, aaaaaa aku bakal punya ponakan yang lucu aaaa gemes, Selamat ya, mmmm kamu tuh kenapa baru ngasih tau sih, pantes aja pas kemaren kamu mabuk separah itu, orang-orang juga sangat khawatir, kata Rini


” Sebenarnya aku ingin menahan nya karena tidak mau semua orang khawatir, jawab Dina


” kamu tuh ga boleh gitu, jangan suka nyiksa diri sendiri, apa-apa pengen sendiri apa-apa ga mau bikin orang khawatir, ga boleh gitu, kita semua sayang sama kamu tau, kata Rini


Setelah berbagi cerita, mereka kembali masuk ke dalam rumah,


” Dari mana kamu? tanya Fano


” cari angin, jawab Dina


” Sudah diam disini, jangan tebar pesona,kata Fano


Dina tidak menjawab, dia hanya menggelengkan kepala nya saja mendengar ocehan suaminya itu,


Si Fano nih, udah tau istri hamil di bilang tebar pesona dasar kau ni ah😂


🌻🌻LANJUT READER🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2