
*Hallo semuanya SELAMAT MEMBACA OKE*
Fano terlihat tampak cool dengan setelan jas yang di kenakannya untuk berkencan malam ini..kemudian Fano turun untuk segera pergi menjemput Dina.
Tio sudah menunggu di depan rumah Fano untuk mengantarkan tuannya
Tio turun dari mobil dan membukakan pintu untuk tuannya . kemudian fano pun masuk mobil
" sekretaris Tio apa kamu sudah menyiapkan semuanya untuk malam ini beserta tempatnya . tanya tio
" sudah tuan, bahkan saya sudah mengirimkan nona Dina gaun untuk di kenakan malam ini ..
_____________________
Di kediaman pa jaya Dina masih bersiap" dengan penampilannya dina bingung kenapa Fano memberinya gaun semahal itu..
" kenapa dia mengirimku gaun yah,padahal aku kan mau pake bajuku yang ada di lemari saja, aku lebih suka menggunakan baju yang aku punya . gaun ini tampak indah, baiklah Terimakasih tuan fano sudah memberiku gaun ini
Dina adalah perempuan yang sangat" sederhana pendiam dan pemalu, itu karena waktu kecil dina sering di bentak oleh bu nining dan yang awalnya dina anak periang semenjak menjadi anak angkat nya bu nining dina menjadi anak yang tidak percaya diri,,Dan dina pun tidak seperti anak" yang lainnya yang suka kumpul dan bermain bersama temannya karena di larang oleh bu nining untuk keluar rumah.bu nining selalu memarahi dina kalau dina ketahuan main dengan teman"nya
mobil yang di tumpangi Fano pun sampai di halaman rumah pa jaya . Tio pun turun untuk menjemput Dina sesuai perintah Fano karena Fano sebenarnya terpaksa dengan kencan pertama ini..
" sekretaris Tio tolong kamu turun dan jemput dia ke dalam kalau dia menanyakan kenapa bukan saya yang menjemput bilang saja saya malas..perintah Fano pada Tio
" Baik tuan saya akan menjemput nona ke dalam .. saya permisi tuan
__ADS_1
Fano pun hanya mengangguk tanpa menjawab dengan suara
Di dalam rumah dina sudah sangat siap dan sangat anggun terlihat cantik menggunakan gaun berwarna merah maroon pemberian Fano yang sebenarnya bukan fano yang memilih tapi pemilik butiknya..
Tio pun memasuki halaman rumah pa jaya dan menekan bel rumah nya.
Ting nong,,,ting nong,,,
Bu nining yang mendengar suara bel rumah berbunyi sudah mengetahui siapa yang datang ke rumahnya, siapa lagi kalau bukan fano. bu nining sangat antusias untuk membukakan pintu
" Iyah sebentar,,jawab bu nining
" eh sekretaris tio . kemana tuan Fano ko bukan dia yang menjemput Dina
" Tuan menunggu di mobil nyonya ,apa nona Dina sudah siap? tanya Tio
" oh tidak usah nyonya biar saya nunggu di sini aja
" ah baiklah .. tunggu yah ..
Kemudian nining menyuruh Dina untuk segera turun, Dan dina pun turun dengan sangat anggun nya Dina turun dan segera menemui Tio .
" mari nona saya antar ke mobil,tuan sudah menunggu nona di mobil. perintah Tio
" Terimakasih, Dina tersenyum dan berjalan. Dina tidak menanyakan kemana fano dan kenapa fano tidak menjemput dia ke dalam malam menunggu di mobil. Dina tidak mau menanyakan apapun, yang dia mau kencan malam ini cepat pergi dan berlalu.
__ADS_1
***Bagaimana dia tidak menanyakan tuan fano kemana? Dimana? dan kenapa tidak menjemput ke dalam? . hah sudahlah mungkin nona malu menanyakannya** Batin Tio**
Dina pun menuju mobil, Di dalam mobil dari kejauhan fano memperhatikan Dina yang menuju mobil. .Tio membukakan pintu dan menyuruh Dina masuk .
Di dalam mobil tampak canggung karena memang ini pertama kalinya Fano Dan Dina berkencan . Tio yang merasa sepi memulai bicara,
" Nona apa nona suka dengan gaun yang di berikan tuan? tanya Tio
" iyah suka , dina menjawab singkat
**cih bagaimana dia terlihat sangat dingin dan tidak berterimakasih sedikit pun** batin Fano**.
" cepat jalankan mobilnya dan segera pergi,saya tidak mau berlama" di dekat dia .fano memerintahkan Tio dia dengan tatapan dingin..
**siapa juga yang mau berlama" dengan orang galak seperti anda** batin dina,,
Kini mereka sampai di Restoran mewah dan masuk ke dalamnya mereka pun memasuki ruangan VIP fano dan Dina menikmati makanan tanpa berbicara keduanya. Fano yang ingin memulai pembicaraan enggan karna melihat dina makan dengan lahap membuat Fano merasa aneh.
" heuh dasar kampungan makan kaya gitu doang sampe lahap seperti itu bahkan tidak perduli dengan orang di depannya* batin Fano
Dina baru pertama kali makan di restoran dan memakan makanan yang enak seperti sekarang, karena memang dina tidak pernah di ajak keluar apalagi makan di restoran. sebenarnya bukan karna alasan itu saja . Dina melakukan semua itu agar Fano ilfeel terhadapnya Dan tidak mau menikahinya .
.
*******
__ADS_1
HALLO SEMUANYA, SAMPAI BERJUMPA DI EPISODE BERIKUTNYA