
Waktu sudah menjelang sore,,mereka sedang menunggu orangtua nga datang ke tempat nya, Tio sudah berada disana bersama mereka
” Sayang tenanglah jangan jalan-jalan seperti itu, kamu duduk saja,suruh Fano pada istrinya
” Aku hanya jalan-jalan sedikit saja sayang, biar perutku tidak tegang, kalau aku duduk terus justru itu membuat ku mual, jawab Dina
Akhirnya yang mereka tunggu sudah tiba di tempat Fano, Jaya bersama istrinya, dan orangtua Fano, mereka semua turun dari mobil dan saling sapa
” Hai kaka ipar, sapa Albinca, pada Dina
” Hai, kamu juga ikut ternyata, kata Dina
” Iyah aku mau ikut karena ibu yang suruh, sekalian, siapa tau ada cogan di pedesaan kan lumayan tuh, jawab Albinca
” Ibu sengaja ajak Binca, dia kan paham soal kesehatan, jadi kalau nanti istri kamu kecapean Binca bisa memeriksa nya, dia sudah bawa alat"nya. kata Ibu Fano
” Duh aku jadi ga enak ngerepotin kalian semua, kata Dina
” Sudahlah kaka ipar jangan bicara seperti itu, ini demi kesehatan kaka ipar dan calon ponakan aku juga, iiiii gemes deh, kata Binca
” Ibu dan Ayah sudah siap, Tanya Dina
” Sudah dong, ibu dan ayah bawa makanan dan cemilan banyak buat kita nanti, kata Ninig
” Benarkah hahah aku terharu karena kalian semua sangat bersemangat mengantarku, Dina
” Oh iya, sekretaris Tio, Nanti jemput Rini dulu ya, Dia sudah ijin kan, kata Dina
” Iyah Nona, saya sudah mengijinkan dia dan boleh ikut, karena Nona yang meminta nya, jawab Tio
” Baiklah apa semua sudah siap? Tanya ayah Fano
” SIAP, mereka semua menjawab bersamaan
” Ayo kita berdo'a dulu dan setelah ini kita berangkat, kata Ayah Fano
* Mereka berdo'a agar Selamat sampai tujuan dan sampai di rumah masing-masing lagi Selamat, terutama lagi berdoa agar tidak terjadi apapun pada anak nya yang sedang hamil muda*
” Oh iya, Fano sudah menyewa hotel untuk nanti kita istirahat, kita harus bermalam dulu, setelah sudah pagi, kita akan melanjutkan perjalan lagi, kata Fano
* *semua pengawal sudah siap Tio menyambungkan ponsel nya ke alat pendengar yang tersambung pada pengawal yang ikut mengantarkan Tuan nya
*SIAP**, jawab mereka dengan tegas
” Tio, apa kamu sudah memberikan alamat nya pada pengawal kita, Tanya Fano
” Sudah Tuan, semuanya sudah siap,, Urutan mobilnya,
* mobil pengawal 1 paling depan,
* Kedua mobil yang saya bawa
* Ketiga mobil Kelurga Jaya
__ADS_1
* Ke empat mobil Tuan
* kelima Mobil Nyonya dan Tuan
* Terakhir Mobil pengawal kita yang kedua
Tio memberitahu urutan mobil yang akan mereka gunakan saat ini,
” Berapa semua jumlah pengawal nya, Tanya Fano pada Tio
” Semuanya ada enam orang Tuan, Tiga di mobil pertama, dan Tiga di mobil terakhir, jawab Tio
*Kenapa ini sangat berlebihan" Batin Dina
Setelah kembali mengecek ulang persiapan nya, akhirnya mereka segera berangkat, sekarang Tio lebih dulu karena harus Menjemput Rini,
★
★
★
★
Rini pamit pada ibunya,
” Apa ibu benar-benar tidak akan ikut, Tanya Rini
” Tidak sayang, ibu di rumah saja, sampaikan maaf ibu pada Dina,
” Iya nak, kamu hati-hati yah, ibu sudah membawa kan makanan untuk mu nanti di jalan, berbagilah pada boss kamu nanti,
Rini segera pergi, menghampiri mobil yang sudah menunggu di pinggir jalan sana, Dia masuk ke dalam mobil yang di supirin oleh Tio
” Maaf pak apa saya lama? Tanya Rini
” Sedikit, jawab Tio santai
” Mana Dina? Tanya Rini
” Nona bukan Dina, Di mobil belakang, jawab Tio
” Hah, apa kita cuma berdua saja di mobil ini, Rini
” Kenapa? kalau keberatan bisa turun dan ga usah ikut, Jawab Tio
” Kalau aku benar-benar tidak ikut, apa yang akan terjadi, Tanya Rini
” Kamu akan mengecewakan Nona, karena ini permintaan Nona jadi kamu harus mewujudkan nya, sama teman sendiri ko banyak mikir, Kata Tio
*Ini orang kenapa ya sensi banget, kelamaan sendiri atau gimana sih, baperan amat jadi orang, kaku kaya kanebo kering* Batin Rini
” saya tau apa yang kamu pikiran, saya tidak kaku, saya hanya menjalankan tugas, Kata Tio
__ADS_1
*Apa kenapa dia tau apa yang gue pikirin ya* Batin Rini
Melihat ekspresi Rini yang terlihat kaget, Tio hanya bisa menyunggingkan senyum nya
Mobil Fano sudah menyusu di depan Tio,
Tio segera menyusul nya kembali sesuai dengan urutan yang sudah di tetapkan
” Sayang kalau kamu mual atau apapun yang kamu rasakan nanti, cepat bilang padaku, Fano
” Iyah sayang, tenang saja, aku sudah mempersiapkan semuanya, obat dan vitamin sudah aku bawa, jawab Dina
🌻Sedangkan di mobil urutan ke lima ( Keluarga Fano), Binca sedang memainkan game di ponsel milik nya di kursi depan, Ibu dan Ayah nya sedang Karaoke di kursi belakang,
🌻Dan di mobil Keluarga Jaya, mereka berdua sedang ngobrol di kursi belakang, sesekali mengajak supir nya untuk berbicara
🌻 Di mobil yang di bawa Tio, Rini sedang membaca Novel di aplikasi ponsel nya, sedangkan Tio asik mendengarkan musik yang dia nyalakan, Tio sedikit melirik ke arah Rini saat Rini sedang senyum-senyum sendiri pada ponsel nya
*Kenapa dia tidak pernah terlihat senyum seperti itu padaku,* BATIN Tio
Dan kedua mobil pengawal mereka di posisi depan dan paling akhir, mereka semua sedang focus melihat keadaan sekitar, dan selalu memperhatikan mobil milik Tuan nya,
👇
👇
👇
Fano membenarkan posisi duduk istrinya, dia memundurkan kuris nya agar kaki istri nya itu bisa selonjoran dan tidak kelamaan menekuk
” Terimakasih sayang, Dina
” Hmmm berbaringlah, aku akan memijat kakimu,
” Jangan seperti itu, aku tidak apa-apa sayang, aku hanya ingin berbaring saja, kamu istirahatlah, Dina menolak kakinya di pijat, karena dia tidak mau suaminya melakukan itu
” Sayang Terimakasih atas semuanya, aku sangat menyayangi mu, kata Dina
” Sudahlah jangan terus-terusan berterimaksih, ini sudah kewajiban ku membahagiakan istriku ini dan calon anak kita, kata Fano
” iiiiii aku sangat gemas sama suamiku ini, Dina mencubit kedua pipi Fano
Fano terlihat kesal dan kesakitan, namun ekspresi kesal nya itu malah memperlihatkan wajah nya yang sangat imut, Dina malah semakin gemas dan terus mengulangi mencubit pipi Fano
” Sayang sudah hentikan, pipiku sakit, nanti pipiku bisa lepas, tidak ada lagi yang mempunyai wajah tampan sepertiku, kata Fano
” Dih mulai deh pede nya keluar,
” Kenyataan, aku sudah membayangkan sekeren apa nanti anak kita, apa kamu mau mempunyai Anak kembar? Tanya Fano
” Aku sangat ingin, karena itu akan menyenangkan, dan aku tidak perlu hamil lagi, jawab Dina
” Tidak, kita akan mempunyai anak banyak, Aku ingin memproduksi bibit yang terbaik untuk meneruskan generasi seorang Fano dan sebanyak mungkin, Fano yang sedang berkhayal namun seperti nya itu memang keinginan nya mempunyai anak yang banyak
__ADS_1
Perjalanan sudah cukup lama, sudah dua jam di perjalanan, satu jam lagi mereka sampai di hotel tempat mereka beristirahat nanti, para penghuni mobil pun nampak nya sudah banyak terdiam karena sudah banyak bersuara,