ANAK PUNGUT YANG MALANG

ANAK PUNGUT YANG MALANG
MUAL MUAL


__ADS_3

Pagi hari Dina terbangun dari tidur nya, dia merasakan kram perut dan mau yang luar biasa, hingga dia terduduk lemas di lantai kamar mandi, Fano yang melihat itu lantas saja sangat membuat sedih, dia langsung menelpon dokter khusus kandungan dan di panggil ke rumah nya,


Tio pun ikut panik dan khawatir karena melihat wajah Fano terlihat sendu dan sedih saat melihat istrinya seperti orang yang kesakitan dan menderita


* Ya tuhan kenapa harus seperti ini, istriku sudah cukup menderita,dan baru saja dia mendapat kebahagiaan seutuh nya, sekarang harus seperti ini, kenapa ibu hamil harus separah ini* Batin Fano


” Tuan tenangkan dirimu, sebentar lagi dokter nya tiba,


Setelah menunggu akhirnya dokter kandungan sudah sampai di tempat Fano


dokter langsung memeriksa Dina yang sedang terbaring lemas di atas tempat tidur,


Fano terus saja mengelus lembut pangkal kepala istri nya, dia melihat wajah istrinya yang memucat semakin membuat nya khawatir


” Gimana dok, kenapa istri saya bisa begini, Tanya Fano


” tidak apa-apa, ini sudah lumrah, istri anda punya anemia, seperti nya dia sering pusing, di tambah sekarang dia sedang hamil muda dan di pase inilah dia akan merasakan sangat tidak nyaman,


” Tapi tidak apa-apa, saya akan memberi vitamin dan obat penambah darah, dan untuk penguat kandungnya, anda harus extra menjaga istri anda, kandungan nya lemah jadi dia tidak boleh kecapean,


mendengar itu sontak membuat Fano semakin khawatir di buat nya, dia sangat khawatir pada istri dan calon anak nya nanti


Dokter menyarankan agar Dina tidak terlalu kecapean, setelah selesai, dokter pamit untuk segera melanjutkan pekerjaan nya


” Sayang apa lagi yang kamu rasakan saat ini? tanya Fano


Dina hanya menggelengkan kepalanya, untuk bicara saja dia masih tidak kuat karena banyak nya cairan yang keluar dari tubuh nya, yang dia rasakan ketika bicara hanya mual dan mual, makan nya dari itu dia memilih untuk diam


Fano bingung dan bertanya, apa istrinya itu sedang marah padanya, lagi-lagi Dina menggelengkan kepalanya ,


” Kamu diam dan tinggalkan aku sendirian disini, kata Dina


Fano yang mendengar itu sangat kaget dan membuat dia marah, kenapa istrinya itu malah mengusir nya dari hadapan nya,


Bi Ida menenangkan Tuan nya dan memohon pada Fano untuk keluar sebentar,


Akhirnya Fano ke luar kamar dengan wajah yang tidak bisa di jelaskan, antara marah dan merasa heran dengan sikap istrinya saat itu


” Sudah Tuan tenang saja, Nona sedang butuh waktu sendirian,


” Tapi saya salah apa bi , kenapa dia tidak mau melihat ku di hadapan nya, Tanya Fano

__ADS_1


” .maaf Tuan sebelum nya, kalau hamil muda mood nya emang suka aneh-aneh dan berbeda-beda, Mungkin itu pengaruh dari hamil nya saat ini, dan Tuan harus memahami nya nanti akan sembuh denga sendiri nya


” Berapa lama dia seperti itu?Tanya Fano


” Mmmmm tidak tentu Tuan tergantung kenyamanan dan mood baik si ibu hamil, Jawab Bi Ida


Fano pergi ke ruang kerja nya di susul oleh Tio, di ruang kerja Fano hanya mondar mandir tidak jelas, Tio yang melihat itu berusaha menenangkan Tuan nya yang sedang gelisah


” Tuan apa anda butuh sesuatu? Tanya Tio


” Kenapa wanita hamil harus seperti itu sikap nya, aku sangat tersinggung, istriku sendiri mengusir ku dari hadapan nya, kata Fano


Tio tidak bisa menjawab apapun karena memang dia tidak mengerti sama sekali dengan perubahan sikap seorang wanita yang sedang hamil


” Maaf Tuan, mungkin Nona butuh istirahat dan butuh sendirian saat ini, Nona tidak marah sama Tuan, Kata Tio


Fano mencoba duduk bersandar di kursi kerja nya, dia memandang langit-langit memikirkan cara untuk membuat istrinya kembali sperti biasanya, ternyata sifat seperti itu benar-benar membuat Fano tersiksa,” Ya disitulah sikap suami akan di uji kesabaran nya oleh istrinya yang sedang hamil muda ”


Setelah cukup lama Dina berbaring dan tidur di kamar nya, kini dia sudah tidak merasa mual lagi


” Tuan? panggil Bi Ida


” kayak nya Nona sudah baikan, kata Bi Ida


Fano langsung berlari menuju kamar nya ingin segera melihat istrinya disana


” Sayang kamu dari mana? Tanya Dina


” Aku mmmm aku dari luar, jawab Fano heran


” Ko aku di tinggalin sih, ga mau deket aku ya, apa aku bau karena suka muntah-minta, Tanya Dina


”Haah


Pertanyaan itu membuat Fano bingung sendiri dengan sikap istrinya itu,


* tadi ngusir, sekarang bilang kalau aku ini ga mau deket dia, ko hmmmm sabar* Batin Fano


karena tidak ingin membuat mood istrinya kembali buruk, Fano hanya minta maaf dan berusaha selalu bersikap baik pada istrinya


mereka segera makan siang, Dina yang tidak mau makan nasi sedikitpun dan hanya ingin makan mangga muda saja pada saat itu

__ADS_1


” Sayang kalau kamu tidak mau makan, nanti kamu ga ada tenaga, kasian bayi nya, rayu Fano


Bi Ida yang mendengar itu langsung pergi ke halaman belakang, untuk melihat pohon mangga berbuah atau tidak


Dan ternyata pohon mangga di belakang rumah itu sudah sangat lebat, alhasil bi Ida langsung memetik nya karena pohon nya yang tidak tinggi itu sangat mudah untuk di jangkau pake tangan


Bi ida pergi kedapur dan mengupas nya untuk di berikan pada Dina


” Nona silahkan, kata Bi ida


” Haah makasih banyak bi Ida mmmmm seneng banget, Dina langsung memakan nya tanpa ada ekspresi apapun dari wajah nya, yang terlihat hanya seperti orang yang sedang memakan mangga manis


Fano yang melihat nya datar saja, karena dia tidak ta rasa mangga muda itu seperti apa, lalu dia berinisiatip untuk mencoba nya


” Mmmmm enak sayang, kata Fano yang sebenarnya menahan rasa asem yang luar biasa di dalam mulut nya


Di sela waktu mereka yang sedang menikmati makan siang ternyata kedatangan orang tua Fano dan adik nya Albinca


” kakaaaa, teriak Albinca memeluk Dina


lantas saja dengan kedatangan mereka yang tiba-tiba itu membuat Fano dan Dina kaget


” Ibu kenapa ga ngasih tau Fano mau kesini? tanya Fano


” Ibu mau lihat menantu ibu, apa kabar sayang, memeluk Dina


” Aku baik ko bu, kabar ibu dan Albinca gimana? Tanya Dina


” Kabar kami baik, jawab ibu nya Fano


” apa kalian melupakan aku, tanya Fano


mereka hanya tertawa melihat ekspresi Fano yang kesal saat itu, tentu saja mereka sangat merindukan Fano karena sudah lama tidak bertemu


” punya siapa mangga muda ini? Tanya Ibu Fano


Fano yang melihat itu langsung salah tingkah karena lupa belum memberitahu ibu nya tentang kehamilan istrinya


Fano mengajak Albinca dan ibu nya ngobrol di ruang tamu, Fano menceritakan semuanya,


lantas saja kabar itu membuat ibu nya Fano seneng bukan main, begitupun dengan Albinca yang terlihat senang akan segera mempunyai keponakan baru

__ADS_1


__ADS_2