
Hari sudah malam, Rini masih saja di sibuk kan dengan pekerjaan nya yang menumpuk di depan mata nya, meskipun sudah merasa ngantuk namun dia berusaha menahan nya,
Setelah kedatangan nya ke Toserba, Tio kembali lagi ke kantor karena harus bekerja kembali dan tidak ingin membua Tuan nya menunggu dan mencarinya bisa habis dia kalau itu benar-benar terjadi,
Jam kantor sudah waktunya pulang, semua karyawan bersiap-siap untuk segera pulang, merapihkan kembali meja kerja milik masing-masing, setelah itu mereka segera keluar gedung menghirup segar udaranya setelah lelah seharian bekerja, padahal baru saja weekend dan baru mulai kerja, mereka sudah merasa bosan lagi di dalam gedung seharian, mungkin karena pekerjaan nya yang menguras otak dan tenaga, Otak mereka harus berpikir keras, karena karyawan di tempat kerja Fano semuanya memiliki otak cerdas, tenaga mereka harus kuat karena seharian menahan sikap dan tidak boleh ada kesalahan, sedikit saja kesalahan maka pekerjaan mereka akan terncam
Semua karyawan keluar gedung dan membuat kendaraan di depan gedung macet karena padatnya kendaraan karyawan yang ke luar di jam kerja, namun tidak membuat jalanan macet karena aturan tertib di perusahaan Fano,
Fano sudah menuju perjalanan menuju rumah nya di antar oleh Sekretaris Tio yang selalu menemani kemanapun Fano pergi,
” Tio kapan pernikahan nya akan kamu laksanakan? Tanya Fano
Deg!!! Tio merasa sedang di tagih janji nya
” Saya akan menepati janji itu Tuan, tapi saya belum menemukan calon wanita yang harus saya nikahi, Jawab Tio
” Apa kamu tidak selaku itu? Fano malah mengira kalau Tio tidak laku dan tidak ada yang mau
Tio hanya mengangguk saja biar Tuan nya itu tidak bicara panjang lebar lagi, mana mungkin Tuan nya bisa mengira kalau Tio tidak laku, jelas_jelas banyak wanita yang ingin jadi kekasih nya, para karyawan di kantor Fano pun selalu mengidolakan seorang Tio meskipun terlihat selalu bersikap cuek dan dingin
Fano sudah memasuki gerbang, Pintu gerbang terbuka lebar seperti sudah tau kalau sang pemilik rumah utama akan masuk kedalam nya, para penjaga sudah bersiap menyambut kedatangan Tuan nya, menunduk sopan melihat mobil yang melewati mereka
Penjaga pintu rumah membuka pintu mobil mempersilahkan Tuan nya untuk turun dan menutup kembali dengan hati-hati,
hmmmmm Fano menghirup udara di sekeliling rumah nya yang terasa segar, disana terlihat Dina yang menghampiri nya menyambut kedatangan suaminya,
__ADS_1
” Kenapa kamu menunduk, jangan lakukan itu di depan orang lain, cukup di depan ku saja, kata Fano pada Dina
Dina mengangguk memahami apa yang di maksud suami nya itu,
” Pulanglah kamu sudah bekerja keras, kabari saya kalau sudah menemukan calon istri mu, kata Fano
Tio menundukan kepala dan mengangguk, dia senang karena akhir-akhir ini Fano seperti orang biasanya, perduli dengan kehidupan nya bahkan sikap nya sudah mencair tidak sekaku dulu, namun tetap saja saat Tuan nya sedang marah semua akan menjadi tegang dan gelap gulita seperti siap menghancurkan apapun yang mencoba mengusik nya
Tio segera pergi dan membawa mobil milik nya yang sering terparkir di garasi rumah Fano,
” Kenapa rumah ku sangat harum dan terasa segar akhir-ini, tanya Fano
Dina hanya tersenyum dengan pertanyaan suaminya barusan
Fano menyusuri setiap halaman rumah nya, matanya berbinar karena banyak nya bunga cantik di dalam pot kecil dan pot berukuran besar di taman milik nya
” Ya, aku senang karena di saat bunga itu mekar mereka seperti membawa kebahagiaan dan aku mengurus nya tanpa ada campur tangan dari orang lain, bunga itu akan terlihat indah dan memberi aroma yang sangat harum membuat orang di sekitar nya akan terhipnotis dengan keindahan nya
Seperti aku merawat mu suamiku, kini kamu sudah mekar seperti bunga itu, terlihat indah dan membuat aku terasa nyaman, aku akan terus merawat mu dan tidak akan membiarkan kamu layu lagi, Dina
Apa bunga ini seperti diriku, kamu merawat nya dengan baik agar mereka tumbuh menjadi bunga yang indah, Fano berpikir kalau bunga itu adalah dirinya yang selalu dirawat dengan kasih sayang oleh istrinya
Dina hanya tersenyum, Fano mengerti kalau istrinya itu merawat nya seperti bunga itu
Cukup!!
__ADS_1
Hah apanya yang cukup, Batin Dina sudah tidak enak
” Kenapa kamu menyamakan ku dengan bunga itu, dan apa itu,? kamu merawat ku seperti bunga itu, buang bunga itu semua, aku tidak mau melihat kamu merawat bunga itu lagi, kamu cukup merawat ku saja, aku tidak mau kamu merawat siapapun selain aku
Apa!, apa dia sedang cemburu pada bunga itu, suamiku kenapa sikap anda seperti itu, Dina
Fano pergi ke kamar nya, merasa marah karena istrinya menyayangi bunga itu sama seperti nya, sedangkan dia hanya ingin kasih sayang istrinya itu untuk dia saja
Dina hanya menggelengkan kepalanya nya saja dengan sikap suaminya yang akhir-akhir ini seperti anak ABG baru mengenal cinta, sangat labil begitu pikirnya
Karena tidak ingin mood suaminya semakin tidak baik, Dina berusaha membujuk Fano agar dia paham apa yang dimaksud oleh nya antara bunga dan Fano
” Sayang apa kamu tau apa maksudku dari perkataan tadi? Dina sedang berusaha membujuk suaminya
” Jelas aku tau, buang sekarang juga bunga itu, atau akan ku bakar, Pinta Fano dengan dengan suara seperti bocah mengumpat di balik bantal, terasa geli bukan seorang Fano bersikap kekanak-kanakan
” Aku tidak akan membuang buang itu karena aku sangat menyukainya, aku menyukai bunga itu karena terlihat indah saat bermekaran, Aku menyukai kamu karena dengan mendapat kasih sayang dari kamu seketika itu juga hidup ku terasa indah seperti bunga yang sedang bermekaran, jelas kamu tidak ada saingan nya di hidupku, bahkan bungapun tidak bisa mengambil kamu dari hidupku hanya aku yang boleh memiliki kamu
Maafkan ibu nak ibu sangat berlebihan dan lebay, ini semua demi ayah kamu, agar dia tidak marah lagi, begitu batin Dina
Seketika wajah Fano merona merah mata nya terpejam dan bibirnya tersenyum lebar di balik bantal itu, dia tidak ingin istrinya melihat kalau saat ini wajah nya sangat merah, Fano berlari cepat ke dalam kamar mandi mencuci wajah nya di bak mandi,
” Kenapa sangat pintar membuat kata-kata, dan apa ini kenapa aku sangat malu di buat nya sekaligus senang, apa tadi? dia berkata hanya dia yang boleh memilikiku, hahahha aku ingin terbang saat ini juga, Fano masih tersipu malu membenamkan wajah nya di bak mandi, kemudian dia keluar setelah memang wajah nya dengan secool mungkin agar terlihat tidak terjadi apa-apa di dalam kamar mandi
” Sayang kenapa kamu berlari, ada apa? Tanya Dina, Fano hanya menjawab dengan mengangkat kedua bahu nya, berusaha menyembunyikan rasa senang nya, Dia duduk di sofa memainkan ponsel nya
__ADS_1
Dina menghampiri nya dan memeluk erat tubuh suaminya,lagi-lagi Fano di buat senang dengan perlakuan istrinya hari ini, Dia benar-benar membuatku tidak bisa marah, begitu pikir Fano