ANAK PUNGUT YANG MALANG

ANAK PUNGUT YANG MALANG
DI IJINKAN


__ADS_3

Malampun sudah larut, Fano dan Dina segera pulang, Fano mengajak istrinya untuk mampir ke rumah Orangtua Fano, dia berencana untuk meminta ijin pada kedua orangtuanya menemui keluarga Dina


Tio mengantar Tuan dan Nona nya,Mereka sudah sampai di depan rumah orangtua Fano, penjaga membuka pintu dan mempersilahkan mereka untuk masuk, Rumah yang terlihat besar dan mewah namun sangat asri dengan tanaman hijau dan bunga di setiap sudut ruangan,


Ini pertama kalinya untuk Dina mengunjungi rumah orangtua nya Fano, Dia terlihat senang dan nyaman, karena banyak tanaman dan bunga yang dia sukai,


” Sayang ayo masuk, kenapa berdiam diri di sana? Tanya Fano


” Ah iya sayang, aku sangat nyaman disini karena banyak jenis bunga, aku sangat menyukai bunga, jawab Dina


” Apa kamu mau aku membelikan mu taman bunga? Tanya Fano


” Tidak, jangan seperti itu, itu sangat berlebihan, aku memang sangat menyukai bunga,tapi aku tidak kepikiran untuk membeli taman bunga,


” hmmmm pantas saja, setelah aku menikah dengan mu, rumah ku terlihat indah dan harum, karena banyak bunga yang kamu tanam sendiri disana, termasuk di kamar kita, setiap hari bunga di pot selalu berubah-ubah, kata Fano


” Heheh, apa kamu tidak keberatan sekarang di rumah kita banyak bunga, tanya Dina


” Tidak lakukan lah sebanyak yang kamu mau, jawab Fano


Mereka segera masuk ke dalam rumah dan di sapa oleh penjaga disana, mereka dia antar ke dalam rumah oleh ART yang bekerja disana,Tio memilih untuk menunggu di luar saja


” Kemana ibu dan ayah, Kata Fano sambil memutar tubuh nya melihat sekeliling rumah


” Maaf Tuan, saya akan panggil Tuan dan Nyonya, Kata kepala ART disana


Orangtua Fano sedang di panggil oleh kepala ART disana,


” Maaf Tuan dan Nyonya saya menganggu waktunya, Di bawah ada Tuan Fano dan istrinya sedang menunggu anda berdua, Kata Art itu memberitahu orangtua Fano yang sedang bersantai di ruangan mereka


” Hah ada Fano, sebentar, suruh mereka untuk menungguku, kata Ibu Fano


” Baiklah Nyonya


Ibu nya Fano pergi ke kamar nya sebentar untuk mengganti bajunya, sedangkan Ayah nya Fano lebih dulu turun ke bawah menemui anak nya


” Ayah, apa kabar, sapa Fano sambil memeluk ayah nya


” Ayah baik, bagaimana kabar kalian berdua, Tanya Ayah Fano


” Kita baik ayah,


” mana ibu, kenapa tidak turun, tanya Fano


” Tunggulah sebentar, dia sedang mengganti bajunya, jawab Ayah Fano

__ADS_1


Ibunya Fano segera keluar dari kamar nya dan turun untuk menemui Fano, Dia terlihat senang karena anaknya itu mengunjungi rumah nya setelah sekian abad tidak pernah datang lagi ke rumah nya


” Sayaang apa kabar kalian, Sapa Ibu Fano sambil memeluk dan mencium kening anak dan menantu nya itu


” Baik bu, kan baru saja kemarin ibu ke rumah Fano, kata Fano


” Hehe, Bagaimana keadaan cucu ibu dan kamu Din, apa mual-mual nya itu masih sangat mengganggu, Tanya ibu Fano


” ya begitulah bu, jawab Dina karena tidak menjelaskan


Ibu Fano mengajak anak nya untuk makan malam bersama di rumah nya


” Apa kamu bisa makan masakan ini, Tanya Ibu Fano pada Dina


” Tenang saja bu, aku bisa memakan nya,jawab Dina yang sebenarnya dia tidak bisa mencium bau makanan, karena dia sangat menghargai ibunya Fano dan tidak enak kalau harus menolak makanan nya


” Ayo kita makan dulu, kalian pasti lapar, ajak Ayah Fano


Mereka segera makan malam dengan tertib tanpa mengelurkan suara,


Setelah selesai menikmati makan malam nya, mereka melanjutkan obrolan nya tadi yang sempat mereka tunda karena harus makan malam


” Oh iya, Kamu bareng Fano dari tempat kerja nya langsung atau di jemput Fano, Tanya Ibu Fano pada Dina


” tadi siang Dina menyusulku ke kantor, dia membawa makan siang, Fano tidak mengijinkan nya pulang duluan karena khawatir, jadi biar pulang bareng Fano saja, sekalian mengajak nya kesini, jawab Fano


” Dina juga perhatian nya persis seperti ibu kamu dulu, selalu membawakan makan siang untuk Ayah, Kata Ayah Fano


” Tapi kamu jangan terlalu kecapean yah, tetap harus di batasi, kata Ibu Fano


” Ah tidak apa-apa ko bu, aku senang kalau harus setiap hari mengantar makanan pada Fano, lagian kalau di di rumah terus aku jenuh, Jawab Dina


” hmmm ya sudah tapi tetap harus jaga kandungan kamu ya, kata Ibu Fano


” Baiklah bu, aku akan menjaga nya dengan baik jawab Dina


” Oh iya, ngomong-ngomong kalian tumben datang kesini, tanya ayah Fano


” Ah iya ada yang harus Fano bicarakan, Kata Fano


Fano mulai membicarakan permintaan istrinya,sebelum membicarakan itu Fano menyuruh istrinya untuk beristirahat sebentar di kamar dia dulu sambil menunggu nya selesai bicara,


Orangtua Fano mengijinkan nya, Dengan syarat mereka harus ikut juga, orangtua Fano baru mengetahui kalau istri anaknya itu adalah seorang gadis sebatang kara yang di angkat menjadi anak orang lain, mendengar itu hati mereka sangat kasian dan semakin menyayangi istri anak nya itu


Namun di sisi lain Fano tidak menceritakan sifat dan perlakuan orangtua angkat istrinya selama ini, karena dia rasa itu tidak penting, yang terpenting sekarang adalah orangtua angkat istrinya itu sudah benar-benar berubah

__ADS_1


” Jadi ibu dan Ayah benar-benar mau ikut ke kampung Dina? Tanya Fano


” Ya, Ayah dan ibu sangat ingin ikut, pasti disana menyenangkan bisa mengenal mereka, jawab Ibu Fano


” Kapan rencana nya kamu akan berangkat, Tanya Ayan Fano


” Rencana nya besok sore karena sudah mendekati weekend, jawab Fano


” Yes ibu seneng banget kita bakalan pergi ke pedesaan, Ibu Fano terlihat senang


” Kenapa jadi ibu yang semngat, Tanya Fano


Setelah selesai membicarakan semuanya, Fano melihat istrinya ke kamar dia dulu, Disana terlihat istrinya sedang duduk menyender ke ujung kasur,


” Sayang ayo kita pulang, ajak Fano


” Ku kira kita akan menginap, jawab Dina


” Lain kali saja, sekarang kita harus pulang, ajak Fano


Mereka pamit pulang dari rumah orangtua nya, Fano memberitahu orangtua nya untuk merahasiakan ini pada istrinya, karena biar dia sendiri saja yang memberitahu nya


” Kapan kalian akan menginap di rumah kami, tanya Ibu Fano


” nanti saja kalau anak kita sudah lahir, Jawab Fano sambil pamit dan masuk ke dalam mobil nya yang sudah di buka kan pintunya oleh Tio


” Hey Sekretaris Tio yang super cool, Teriak ibu Fano


” Iya Nyonya ada yang bisa saya bantu, jawab Tio


” kaku amat ngobrol nya, sama saya, dulu kan waktu sekolah kamu sering nginep disini, jawab ibu Fano


” Maaf Nyonya, sekarang sudah beda saya sudah menjadi sekretaris anak anda,jadi saya harus sangat menghormati anda juga, jawab Fano


” Oka baiklah, lalu kapan kamu akan menyusul sahabatmu dan mempunyai istri seperti nya, Tanya Ibu Fano


” Maaf Nyonya saya masih memikirkan nya


” kamu harus secepatnya memilki seorang istri agar tidak sendirian terus, atau nanti saya akan menjodohkan kamu ke teman tante, Ibu Fano mengerjai Tio


” Maaf mereka sudah Tua semua, saya akan mencari secepatnya, jawab Tio


” Ya sudah pulanglah, hati-hati dan jaga dirimu, kata Ayah Fano pada Tio


” Baiklah Tuan Dan nyonya, saya permisi dulu, Selamat malam dan Selamat beristirahat, kata Tio

__ADS_1


Tio segera masuk mobil karena tidak mau membuat Fano marah harus menunggu nya lama, Dia mengantarkan Tuan dan Nona nya ke rumah tempat mereka tinggal


__ADS_2