ANAK PUNGUT YANG MALANG

ANAK PUNGUT YANG MALANG
ORANG BARU


__ADS_3

Sudah menjelang pagi, Tio terbangun dengan muka tegang dan perasaan yang campur aduk, ternyata dia belum menyadari nya bahwa semalam itu hanya mimpi, dia sangat ketakutan karena takut benar-benar nyata yang dia alami tadi malam


” Hah ternyata cuma mimpi, huh haaaaaah kurang ajar, awas saja tuh nenek lampir kalau berani membentak dan membantu seperti itu memang nya dia siapa berani membentak ku, dan apa itu, kenapa di mimpi itu aku sangat tunduk dan patuh padanya, hahahhaha mimpi yang memalukan, lihat saja, kalau benar terjadi seperti itu, akan ku tendang kamu dari muka bumi ini NENEK LAMPIIIIRR!!! Tio berteriak kesal


Waaah sepagi ini sudah di buat kesal ya dengan kejadian itu, padahal baru mimpi loh, gimana kalau kenyataan hahha kasian nasib Tio,


Tio berendam cukup lama di kamar mandi, dia menghilangkan rasa emosi yang menggebu-gebu dengan mimpi yang terjadi tadi malam, rasanya dia ingin segera bertemu Rini lalu mengangkat nya dengan kedua tangan dan di lemparkan sejauh mungkin


Sabar ya Tio, itu kan cuma mimpi, ✌


Rumah Fano


Seperti biasa, Fano sedang bersiap-siap untuk segera berangkat kerja, Dina yang selalu menyiapkan semua keperluan suami nya untuk di gunakan bekerja, Tidak ada alasan untuk dia bermalas-malasan saat sedang hamil, justru kehamilan ini membuat dia selalu bersemangat melakukan apapun, malah Fano yang selalu memberitahu nya agar tidak kecapean,


” Sayang kamu tidak perlu menyiapkan semuanya, aku bisa sendiri, lihat perutmu sudah mulai membesar, jangan terlalu cape, Kata Fano


” Tidak apa-apa sayang, justru kalau banyak bergerak akan membantu aku mempermudah persalinan nanti, aku kan ga cape, cuma gerak menyiapkan buat kamu saja, aku tidak mau kamu yang menyiapkan nya sendiri, karena aku senang melakukan ini


Fano tersenyum dan memeluk istrinya dan mengecup perut istrinya


” Kau dengar sayang, papih sangat beruntung mempunyai seorang istri seperti mamih kamu ini, pastinya mamih kamu ini akan menjadi ibu yang baik untuk kamu nanti, papih sangat percaya itu, Fano mengajak calon bayi nya ngobrol perlahan namun masih bisa di dengar oleh Dina


Mereka turun ke bawah, Fano memegangi istrinya secara perlahan untuk menuruni tangga, sampai ke tangga terakhir


Dina mengambilkan menu sarapan Fano dan meletakan nya di piring, lalu dia juga duduk dan sarapan menemani Fano,


Dengan cepat Fano menghabiskan nya, dan segera pergi untuk bekerja, tidak lupa dia mencium kening istrinya dan mengelus lembut perut istrinya yang sudah mulai buncit begitupun Dina, dia tidak lupa mencium kening suami nya juga,


Di luar sudah ada Tio ternyata yang menunggu tuan nya, seperti biasa dia menyapa sopan pada Tuan dan Nona nya,

__ADS_1


” Sebentar sayang kamu tunggu saja disini, Fano berjalan masuk ke dalam rumah nya menghampiri bi Ida disana


” Ada yang bisa saya bantu Tuan,


” Suruh salah satu pelayan wanita,untuk selalu melihat dan mengecek aktifitas Nona, temani Nona saat dia sedang naik turun tangga, jangan lakukan kesalahan, kata Fano


” Baik Tuan, bi Ida sudah sangat paham bahwa ini perintah serius demi kebaikan Nona nya


Fano berjalan lagi ke depan rumah nya,


” Kenapa sayang, apa kamu ketinggalan sesuatu, tanya Dina


” Hmmmm, baik-baik di rumah ya, jangan terlalu naik turun tangga, kamu boleh beristirahat di kamar bawah saja, kata Fano


Dina tersenyum dan mengangguk saja, karena dia sangat tau suaminya itu sangat mengkhawatirkan nya jadi dia harus menuruti nya, agar tidak terjadi kesalahan


Dimobil sangat terlihat jelas wajah prustasi Tio oleh Fano


” Ada apa, kenapa wajah mu kusut seperti itu? Tanya Fano


” Maaf Tuan, padahal Tio bersikap seperti biasanya menyembunyikan apa yang dia alami saat ini tapi Fano bisa menebak nya


” Ceritakan, apa kamu butuh istirahat? Tanya Fano


” Tidak Tuan, saya hanya sedang membayangkan bagaimana nanti kalau saya menikah dan istri saya itu sangat galak seperti amukan nenek lampir, jawab Tio


” Haah, aneh sekali jawaban mu, kamu sudah menemukan calon istri mu itu? apa kamu merasa keberatan dengan hukuman kekalahan mu? Tanya Fano


” Tidak tuan, saya tidak keberatan, masalah nya wanita yang harus saya nikahi itu teman nya Nona, jawab Tio

__ADS_1


” Ooow jadi kamu sudah menemukan nya, baguslah nanti istriku punya teman dan tidak kesepian lagi,tinggal kamu lamar saja, jawab Fano enteng


Masalah nya dia galak kalau jadi istri saya, mimpi itu masih menghantui nya


” Apa saya harus segera melamar nya? Tanya Tio


” lebih cepat lebih baik, Jawab Fano


Gawat, kacaulah hidup ku bersama nenek lampir itu, batin Tio yang sudah merasa takut duluan


Eh tunggu, kenapa aku takut padanya, cih hahhahha enaks aja dia bisa menindasku, lihat saja takan ku biarkan, Tio


Tio melupakan semua kejadian mimpi nya tadi malam, dia tidak ingin merasa kacau hari ini, dia harus tetap bersikap tegas, masa baru mimpi saja sudah ketakutan, bukan Tio namanya kalau segitu saja sudah takut,


Mereka sudah sampai di tempat kerja Fano, hari ini ada meeting bersama para petinggi perusahaan penting, maka dari itu Tio berusaha bersikap profesional dalam bekerja karena tida ingin mengecewakan Tuan nya apalagi menimbulkan masalah baru, Sebagai sekretaris terbaik dan di hormati banyak orang Tio selalu ingin melakukan yang terbaik dan selalu berjalan dengan sempurna apapun yang dia kerjakan nya


Meeting baru saja di mulai, di ruangan aula yang besar tepat nya di gedung perusahaan milik Fano, para petinggi perusahaan sudah mulai berdatangan dan nampak sangat antusias menghadiri meeting kali ini,


Ada yang menyita perhatian hari ini, seorang wanita dengan jass berwarna putih mengunakan heels senada menghampiri ke arah Fano


” Selamat siang Tuan Fano, perkenalan saya anak nya Pak Indrawan di minta datang mewakili nya karena beliau tidak bisa hadir untuk meeting kali ini, Seorang wanita dengan berani memperkenalkan dirinya


” Hmmmmm baik, jawab Fano singkat


Cih bahkan dia tidak menanyakan kenapa ayah ku tidak bisa hadir meeting kali ini, Batin Silvi


Meeting sudah di mulai, semua nampak serius membahas pekerjaan yang akan mereka sepakati, Semua kesepakatan ini pastinya hanya Fano saja yang berkata setuju atau tidak dengan pembahasan hari ini,


Suasana tegang masih tercipta disana, hanya Silvi saja yang terlihat sangat santai, dia sesekali mengambil kaca bedak nya di dalam tas dan menepuk-nepuk nya ke wajah nya, bahkan pandangan nya pun selalu mengarah ke arah Fano, nampak nya dia sedang mencari perhatian untuk di jadikan mangsa yah!

__ADS_1


__ADS_2