
Semua sudah terbangun dari tidur nya masing-masing, mereka semua segera mandi dengan bergantian, sekarang giliran Fano yang akan membersihkan dirinya,
” Sayang kesini sebentar, panggil Fano pada
Dina
” Ada apa sayang? Tanya Dina
Fano menuntuk istrinya ke kamar mandi
” Kenapa? tanya Dina
” Kasih tau aku bagaimana aku harus mandi disini, caranya gimana aki ga ngerti, tanya Fano
” Apa kamu benar-benar ga ngerti, jawab Dina, Fano menutup mulut istrinya karena bicara terlalu keras,
” Apa kamu mau membuatku malu, pelankan suara kamu, Disini aku yang terlihat norak, atau jaman di sini yang belum modern, kata Fano dengan nada bicara yang di tekan
” Hahah sayang, di kampung ini kebanyakan kamar mandi nya kaya gini, pake kran bukan pake shower, nak tuh bak mandinya pake ember, kalau kamu mau berendam nyemplung aja ke situ kalau muat itu juga, jawab Dina
” ih kenapa disini kamu ngeselin, awas nanti aku balas kalau pulang, kata Fano
” wlee baru kali ini tuan Fano baperan, kata Dina
Fano masuk ke kamar mandi tidak menghiraukan Dina,
” Tunggu di depan pintu,jangan pergi sebelum aku ke luar, kata Fano
” Apa kamu tega membiarkan aku berdiri terus, jawab Dina
” Suruh Tio mengambilkan kursi, kata Fano
Dina pergi mengambil kursi plastik yang ada di dekat kamar mandi, Dia duduk disana sambil memainkan ponsel
”Nona sedang apa anda disitu? tanya Tio
”Aku menunggu suamiku sedang mandi, jawab Dina
”Hah, Tuan apa di kamar mandi itu ada hantu? tanya Tio berteriak pada Fano
” Diam saja kau, biarkan istriku pergi dan kami mengguku sekarang, kata Fano
Dina pergi dari sana dan Tio pun malah ikut pergi tidak menunggu Tuan nya, Fano yang sedari tadi ngobrol sendiri,tanpa dia sadari di luar tidak ada yang menunggu nya
” Ah ayo saya sudah selesai, Fano keluar dari kamar mandi
*Kurang ajar Tio sumartio binti sumanto, kau tidak menunggu ku awas saja, hukuman mu akan ku tambah menjadi seminggu harus segera menikah* Batin fano
Fano masuk ke kamar nya, disana ada Dina sedang memakan sesuatu,
” Sayang apa kau tau Tio tidak menungguku? Tanya Fano
” Tidak sayang, aku duluan kesini tadi, mungkin sekretaris Tio ada perlu makan nya dia tidak menunggu mu, kata Dina
” Awas saja kau Tio!, Kata Fano
” Kenapa sayang? tanya Dina
” Tidak,
” Apa semalaman kamu bergadang bersama yang lain? Tanya Dina
” Ya aku main catur, dan Tio kalah, dia dapat hukuman, jawab Fano
__ADS_1
” hukuman apa? Tanya Dina
” Hukuman nya dia harus segera menikah, jawab Fano
” memang nya sekretaris Tio punya pacar? tanya Dina
” Tidak, biar itu jadi urusan dia, nama nya juga hukuman, jawab Fano
” Bagaimana kalau dia tidak bisa memenuhi hukuman nya, kata Dina
” Aku yakin dia akan menjalankan hukuman ini , karena dia sendiripun sudah mau menikah tapi tidak tau dia harus menikah dengan siapa, jawab Fano
★
★
★
Di luar, Rini sedang berjalan di tepi pinggiran sawah, Dia memotret pemandangan yang sangat menyegarkan mata nya, dia juga sedang berfoto sendiri di ponsel nya,
” Sedang apa kamu? Tanya Tio yang tiba-tiba muncul di tepi sawah bagian atas,
*Sumpah kaget banget gue* Batin Rini
” Kenapa kamu kaget? Tanya Tio yang paham dengan ekspresi wajah Rini
Rini tidak menjawab dia hanya tersenyum dan mengangguk saja
Tio ikut gabung disana menikmati pemandangan hari ini,
” Apa anda baik-baik saja? Tanya Rini yang melihat boss nya seperti sedang memikirkan sesuatu
” Tidak, Saya sedang memikirkan sesuatu, jawab Tio
” Oh gitu,, jawab Rini singkat
” Ya saya kan ga tau apa yang bapa pikirkan, Kata Rini
” Harusnya kamu nanya, saya kenapa? mikirin apa? gitu harusnya, kata Tio
” Kalau saya kepo memang nya bapa tidak apa-apa?, Ya saya takut aja, kalau saya banyak tanya nanti bapak ga nyaman, jawab Rini
” Kamu mau tau apa yang sedang saya pikirkan? kata Tio
” Kalau bapak mau bercerita sama saya, ya saya siap mendengar nya, jawab Rini
” Kenapa jadi saya yang ingin cerita, kan yang nanya duluan kamu, berarti kamu yang mau cerita saya, kata Tio
*Astaga ini orang ribet banget yah* Batin Rini
” Saya tidak mau tau karena takut itu rahasia bapa, dan nanti nya takut bapak tidak nyaman, Jawab Rini tidak mau di salahkan kalau dia ingin tau juga,
” Baiklah kalau kamu maksa saya akan ceritakan ini, kata Tio
*kenapa jadi gue, padahal gue ga maksa sama sekali* Batin Rini
Tio menceritakan apa yang sedang dia pikiran hari ini
” Saya di suruh menikah oleh Tuan, kata Tio
” Lalu? tanya Rini
” Ya sebenarnya tanpa di suruhpun saya ingin menikah, tapi saya bingung harus menikah dengan siapa, kata Tio
__ADS_1
” Ya sama perempuan lah pak, jawab Rini
Pletaak, Tio menyentil jidat Rini
Rini meringis dan cemberut karena jidat nya merasa sakit
” Saya juga tau kalau nikah itu sama perempuan, yang saya maksud disini, saya tidak punya perempuan yang harus saya nikahi, kata Tio
” Hah hahaha, masa sudah tua ga punya pacar, kata Rini yang keceplosan
” heh jaga ucapan mu, siapa yang sudah tua, aku belum tua, lihatlah aku masih tampan dan muda, Tio bicara fakta,
” maaf pak, berapa usia bapak sekarang, tanya Rini
” kamu tebak saja, jawab Tio
” 28tahun, jawab Rini
” hahaha berarti saya masih terlihat muda, buktinya kamu mengiraku 28tahun, kata Tio
” Sungguh usia anda lebih dari 28 tahun? tanya Rini
” hmmm , usia saya sekarang 38 tahun, saya sama Tuan usia nya sama hanya berbeda satu minggu saja, kata Tio
” hah apa usia tuan Fano sama dengan anda, saya kira kalian berdua itu masih muda karena kelakuan nya Terkadang seperti anak-anak, kata Rini
” Ga sopan, Berapa usiamu sekarang? tanya Tio
” Mmmm saya 23 tahun, jawab Rini
” Pantas saja tingkah mu seperti bocah, kata Tio
” Ya wajar kan saya masih muda, daripada yang sudah tua sikap nya kadang-kadang seperti bocah, jawab Rini
” Kamu membicarakan ku? Tanya Tio
” tidak saya hanya bicara apa yang saya liat akhir-akhir ini, kata Rini
” Kenapa jadi membahas usia, tadi kan saya sedang membahas harus dengan siapa saya menikah, kata Tio
” Kalau anda benar-benar tidak punya pasangan, anda bisa mencari secepatnya,Mungkin alasan Tuan Fano menyuruh anda secepatnya menikah karena memang usia anda yang sudah cukup menikah, kata Rini
” Saya akan mencari secepatnya, siapa tau saya bisa dapat wanita di kampung ini, saya akan membawa nanti ke kota, kata Tio
” Maen bawa-bawa aja anak orang, nikah dulu kali baru di bawa, kata Rini
” Kamu saja belum saya nikahin udah saya bawa-bawa dari kota ke sini, kata Tio sambil pergi meninggalkan Rini
*apaan sih kok gue salting dia ngomong gitu* batin Rini
” Cepat masuk ke rumah, temani Nona dia tidak ada teman, teriak Tio
Rini menuruti apa kata Tio, dia langsung nyusul Tio dari belakang nya, dan segera masuk rumah mencari keberadaan teman nya
Di dalam rumah cuman ada Fano dan Dina, Fano sedang memainkan ponsel nya tidur di atas pangkuan istrinya
” darimana kamu? Tanya Fano pada Tio
” Saya dari sawah Tuan, kata Tio
” Kenapa kamu tidak menungguku, apa kamu mau hukuman mu menikah jadi seminggu lagi, kata Fano
” Tidak tuan, saya tadi hanya menunggu anda, pas saya tau anda sudah berhenti mandi, saya langsung menuju ke luar, jawab Tio bohong
__ADS_1
” hmmmmm baik, saya maafkan
**LANJUT YA READER**