
Fano segera berangkat ke Restoran yang sudah di janjikan oleh Tuan Elordi, mereka bertemu disana dan saling berjabat tangan,Kharisma Fano yang tidak pernah luntur, semakin hari semakin membuat orang yang melihat nya di buat terkagum dan tidak ingin melepaskan pandangan nya dari nya
” Good afternoon Mr. Fano, nice to meet you, kata Tuan Elordi
”I'm glad to meet you too Mr.Elordi, Kata Fano
” Let's sit down, Tn Elordi mengajak nya duduk
” Thanks, Kata Fano sambil duduk di kursi nya, Tio hanya berdiri di samping nya menyimak semua yang mereka bicarakan, sesekali Fano meminta saran dari sekretaris nya agar tidak salah dalam mengambil keputusan, setelah berbincang masalah pekerjaan dengan Fano, akhirnya mereka bicara yang menjurus ke kehidupan sehari-hari
”What's your hobby now, Mr. Fano, Kata Elordi
” Sport, jawab Fano singkat karena memang dua tidak terlalu suka membahas kehidupan nya sehari-hari dengan orang lain
” What's your hobby now, Mr. Fano, Kata Elordi, dan Fani hanya membalas nya dengan anggukan dan senyuman
”My daughter was also very interested in sports, she was a doctor,
(putriku juga sangat menyukai olahraga, dia seorang dokter)
” Hmmm,jawaban Fano
”I will introduce my daughter to you, she will come here now
(Saya akan memperkenalkan anak saya kepada anda, dia akan datang ke sini sekarang) Kata Elordi
Fano tidak menggubrisnya, dia merasa tidak nyaman karena Elordi sengaja mengundang putri nya untuk di perkenalkan padanya,setelah tidak lama menunggu kedatangan putrinya, akhirnya anaknya Elordi datang menghampiri nya,
” Hello dady good afternoon, Sapa Jasmin pada Ayah nya
” Meet honey, this is Mr. Fano, dady's co-worker, he's from Indonesia and very respected there.
(Kenalkan sayang, ini adalah mr Fano, rekan kerja dady, dia dari Indonesia dan sangat dihormati di sana.) Kata Elordi
” Hello Mr.Fano, I'm jasmin, nice to meet you,
(Hallo Tuan Fano, saya jasmin, senang bertemu dengan mu)
” Hallo, Balasan dari Fano
Jasmin bergabung dengan mereka, dia berbagi cerita tentang menjadi dokter dan perjuangan nya selama ini, Fano menyukai cara bicara Jasmin, Bukan berarti cinta Ya guys, Fano menyukai Jasmin karena memang anaknya terlihat pintar dan sopan, Cukup lama mereka berbagi cerita, tapi tetap saja Fano tidak menceritakan kehidupan nya pada siapapun
” Tuan ini sudah sore, kita harus segera kembali ke hotel, kata Tio
__ADS_1
” Oh iya, jawab Fano
Fano pamit pada Jasmin dan Elordi, Nampak nya Fano memang menyukai wanita yang smart seperti Jasmin, dan sebaliknya dengan Jasmin yang menyukai kepribadian Fano yang berwibawa dan smart juga tentunya, Jasmin meminta Fano untuk menemaninya jalan-jalan di malam kota Jerman dan Fano tidak menolak karena memang dia merasa nyambung dengan Jasmin,
” I hope you didn't refuse my invitation tonight,, kata Jasmin,
(saya harap anda tidak menolak ajakan saya malam ini)
” Oke, balasan dari Fano sambil pergi dan berpamitan
Fano dan Tio segera pergi menuju hotel nya, Sampai di hotel Fano merebahkan tubuh nya,
” Tuan apa anda yakin akan menerima ajakan Jasmin malam ini? Kata Tio
“ Ya, aku mau mencari sesuatu yang terbaik di kota ini untuk di bawa pulang
” Apa anda ingat nona disana? tanya Tio
” Apa maksud kamu, Dina tetap yang terbaik buat saya,
” Tio merasa lega mendengar ucapan Fano,tapi dia meminta untuk menemani Fano malam ini karena takut terjadi sesuatu
Malam semakin larut, namun Dina tidak mendapat lagi telpon dari suaminya itu, padahal dia berharap malam ini Fano menghubunginya, ternyata eh ternyata si Fano ini kenapa ya guys
” Tuan, sepertinya anda kedatangan tamu, Jasmin sudah menunggu anda untuk jalan-jalan malam ini
Fano mengangguk dan segera pergi menemui Jasmin, disusul Tio di belakang nya
Jasmin tidak memperdulikan keberadaan Tio, Dia terus ngobrol dengan Fano dan sesekali seperti menggoda nya
★ Wanita licik, saya tau apa yang ada di pikiran kamu★ batin Tio
mereka segera pergi keliling kota Jerman, pandangan Fano tertuju pada sebuah toko berlian disan, Dia membeli sesuatu disana dan menitipkan nya pada Tio
”What did u buy? Tanya Jasmin
” Something, jawab Fano
” What 's so secret? Kata Jasmin
” Yes, jawab Fano,
Jasmin tidak kepo lagi soal apa yang di beli Fano, mereka turun dari mobil dan menggandeng tangan Fano, nampaknya ada seseorang yang memotret dari kejauhan,
__ADS_1
”Are you happy living here?tanya Jasmin
” Yes,
Jasmin senang mendengar Fano yang senang tinggal di Jerman, Dia berharap Fano bisa selamanya,
” i like you, kata Jasmin pada Fano
” What? Tanya Fano
” Yes, i like you, and i love you kata Jasmin
” Mm, sorry. did you say something wrong?Kata Fano
” No, seriously, you like me too? kata Jasmin
” I'm sorry, I can't, because I consider you just a friend, I like you because you're smart,,jawab Fano
jadi disini Jasmin bilang kalau dia menyukai Fano, tapi Fano tidak mau karena dia hanya menganggap Jasmin teman, dia menyukai Jasmin karena Jasmin pintar, sekedar itu saja
” Do you have a girlfriend? Tanya Jasmin
” No, jawab Fano
” Then why don't you plan on having a partner,Tanya Jasmin
” ,I have a very loving partner, she is Dina, she is my very mature little wife, jawaban Fano
” - seriously? I'm sorry to be so forward, I didn't realize you had a wife, so I was eager to meet your little wife, Kata Jasmin
Di atas tuh Jasmin bertanya pada Fano,apa dia mempunyai pacar,dan Fano menjawab tidak, Jasmin bertanya, apa Fano tidak berecana mempunyai pasangan, Fano menjawab kalau dia sudah mempunyai pasangan bernama Dina dan dia itu adalah istri kecilnya Fano,
Jasmin meminta maaf atas sikap nya yang berlebihan menyatakan perasaannya, Dia tidak tau kalau Fano sudah mempunyai istri, Dia berharap bisa bertemu dengan Dina istri kecil kesayangan Fano
Setelah cukup lama mereka berbincang, Mereka segera pulang, Jasmin di jemput supirnya, dan Fano pulang menuju hotel nya bersama Tio,
” Tuan saya sarankan untuk tidak terlalu dekat dengan Jasmin, karena itu bisa saha berbahaya buat anda nanti nya terutama buat rumah tangga anda, apalagi dia sudah berani menyatakan perasaan nya pada anda, pinta Tio
” Kita lihat apa mereka memanfaatkan situasi ini, kalau benar jangan kasih jalan sedikitpun, jawab Fano
Fano memang menyukai Jasmin yang pintar dan sopan, Tapi semenjak Jasmin mengajak nya menemani jalan-jalan, Fano merasa ada yang aneh, dan ternyata memang benar, Jasmin menyukai nya, Fano hanya ingin tau kedepannya akan seperti apa,dia hanya mengikuti apa yang sebenernya mereka rencana kan untuk menjatuhkan nama baik nya
LANJUUUUT 👁👁
__ADS_1