ANAK PUNGUT YANG MALANG

ANAK PUNGUT YANG MALANG
BAKWAN


__ADS_3

Setelah makan siang, keluarga Fano keliling kampung, mereka menikmati pemandangan disana dan menyapa semua warga Desam Sauyunan, Desa yang sangat bersih dan masih sangat asri, orang-orang yang sangat ramah selalu memberikan senyuman temanis mereka saat menyapa orang baru yang datang ke sana


Fano mengabadikan moment nya hari ini di dalam Camera milik nya, Dia memotret keluarga dan istrinya, dia juga memotret anak-anak disana yang sedang bermain air di dalam sungai,dan memotret para petani yang sedang menanam padi dan sayuran


Fano meminta istrinya untuk memegang tangan nya dan memotret nya,


” Lihatlah bayi kecil, pemandangan disini sangat indah, kata Fano sambil mengusap perut istri nya


mereka kembali melanjutkan perjalan nya, Tio pun sama sia memotret moment Tuan nya dan keluarga nya, menggunakan camera milik nya


” Kamu mau aku foto? tanya Tio pada Rini


” hah, mmm saya tidak PD malu pak, kata Rini


” berdiri disana aku akan memotret nu, suruh Tio pada Rini


Rini berjalan ke arah tempat yang di tunjuk Tio yaitu bunga liar yang tumbuh di setiap pinggir jalan,


” Coba kamu petik bunga itu, suruh Tio dan Rini pun memetik nya,


” Sekarang lihat pemandagan di belakang ku, tanpa melihat camera supaya kamu tidak gugup, kata Tio dan Rinipun mengikuti nya


*Cantik* Batin Tio


” Hmmmmm ngapain nih akrab banget, goda Dina


” Apaan sih aku cuma di foto aja tau, kata Rini


” Ahh sekretaris Tio, tolong Foto kami berdua, pinta Dina dan Tio pun langsung menuruti nya


Setelah berjalan cukup lama mereka berhenti di sebuah batu besar, disana nampak terlihat sangat jelas pemandangan yang begitu indah dan pekarangan yang sangat luas,


” Wow indah nya negriku, Sayang kamu berhenti disana jangan kesini, bahaya nanti licin, Kata Fano

__ADS_1


Dina menuruti apa kata suami nya, dia tidak berani menginjakkan kaki nya ke atas batu tersebut,


Sedangkan Tio dan Rini sedang asik menikmati pemandangan tersebut sambil terus memotret nya


Setelah cukup lama menikmati pemandangan di sore hari, mereka segera pulang ke rumah dimana tempat mereka tinggal selama di desa,


” Kapan kita akan pulang? tanya Rini pada Tio


” Kenapa? kamu merindukan pacar mu itu yang di tempat kerja, kata Tio


*Mulai nih so tau dan menyebalkan nya*batin Rini


” Saya ga enak aja sama karyawan lain, masa saya enak-enakan liburan sedangkan mereka kerja, nanti gimana kalau kerjaan saya numpuk pas masuk jawab Rini


” Tenang saja kan saya yang punya toserba itu, dan jangan lupa, pas masuk bereskan semua pekerjaan mu dalam sehari, kalau perlu bawa ke rumah kalau belum beres, awas! kata Tio


” Hah,ko jadi gini, kata Rini


” Ga ada tawar menawar, itu tanggung jawab kamu, kata Tio


mereka sudah sampai di rumah, disana mereka di suguhkan makanan dan cemilan, sangat cocok memang, di sore hari cuaca menjelang malam dan terlihat sudah agak mendung terasa dingin


” Apa ini sayang? tanya Tio


” Itu namanya gorengan, bakwan, terbuat dari kol dan wortol, kata Dina


” Hmmmm aku belum pernah mencoba nya, bagaiman proses masak nya? kata Fano


” hanya di goreng saja, cobalah, kata Dina


” tidak mau itu pasti mengandung minyak banyak, kami tidak boleh makan itu, kamu makan itu saja, Fano menunjuk buah pisan disana pada Dina


” boleh dong sayang, aku udah lama banget ga makan gorengan semenjak menikah sama kamu, gimana kalau si bayi yang mau, kata Dina

__ADS_1


” hmmm Yasudah, tapi sebelah saja, sebelah lagi untuk ku, kata Fano


” mana bisa sayang, tidak akan kenyang, aku mau satu piring, kata Dina


” Tidak, apa kamu mau menimbun lemak di tubuhmu itu, kamu boleh memakan nya tapi, secukupnya, kata Fano


Dina senang karena suami nya itu mengijinkan dia memakan bakwan, melihat yang lain makan terlihat sangat lahap menikmati bakwan dengan cabai rawit di udara yang sedikit berembun itu, waaaah sangat enak bukan


Sedangkan Dina hanya memakan sedikit, entah kenapa dia hanya ingin saja, tapi setelah memakan nya dia malah merasa mual mencium bau kol dari bakwan itu, Dina segera menuju kamar mandi untuk memuntahkan rasa bau dari bakwan itu, sudah merasa lega dia kembali lagi bergabung


” Kenapa? tanya Fano


” mmmmm


” mmmmm mmmm jawab kenapa? tanya Fano


” barusan aku mual karena makan bakwan, dulu gorengan itu favorit ku, sekarang aku merasa mual mencium bau nya, padahal terlihat sangat enak, Kata Dina


” itu berarti bayiku tidak mau menerimanya, dia pasti sangat selevel denganku, kata Fano


*Kamu boleh selevel dengan ayahmu nanti nak, tapi tidak boleh menjadi pemarah seperti ayahmu itu* batin Dina,


Malam sudah larut , mereka semua segera tidur beristirahat, sebelumnya mereka sudah membicarakan bahwa akan kembali pulang besok pagi, Fano tidak bisa berlama-lama karena faktor kerjaan yang tidak bisa dia tinggal begitu saja


Dua hari di Desa Sauyunan ternyata cukup membuat mereka sangat betah disana, kalau saja mereka semua tidak sibuk dan tidak bekerja, mungkin mereka memilih akan sangat lama tinggal di Desa itu, Dua hari cukup untuk mereka mengenal banyak orang baik di sana, melihat pemandangan yang indah,


Pagi sudah datang,Suara ayam berkokok membangunkan semua orang yang masih terlelap tidur, warga Desa disana sudah bangun terlebih dahulu sebelum suara ayam membangunkan mereka, karena kehidupan sehari-hari mereka adalah dengan bertani dan hasil nya akan mereka kirim ke kota terdekat untuk di jual di pasaran


Nampak nya ini pertama kalinya bagi keluarga Fano terbangun sangat pagi seperti ini, Dua hari sudah membuat mereka seperti terbiasa harus bangun sepagi ini, tidak membuat mata mereka merasa kantuk, yang ada udara dingin disana mereka sangat menikmati nya, sungguh membuat pikiran mereka kembali segar


Pukul 07:00 Semua sudah bersiap untuk segera pulang ke kota, sarapan pagi sudah selesai, pertama kalinya juga untuk mereka menyantap sarapan pagi selarut itu, tapi itu benar-benar membuat mereka senang dan sangat mengikuti kebiasaan keluarga di Desa itu


Nenek nya Dina meminta agar Dina tidak cepat-cepat kembali ke kota, dia masih sangat merindukan nya, Namun Dina tidak bisa memenuhi keinginan nya itu, berat hati juga Dia harus berpisah kembali dengan nenek nya, karena keadaan sudah berbeda, dia harus tetap pulang ke kota bersama suaminya, karena kalau dia tidak pulang pasti Fano akan marah dan siapa yang mengurus nanti, meskipun Fano banyak pelayan dan mereka semua sanggup mengurus tuan nya, tapi karena dia sudah menjadi istri Fano itu menjadi kewajiban dia untuk mengurus suami nya

__ADS_1


NEXT ❤


__ADS_2