
setelah seharian penuh akhirnya ibu Fano dan Albinca pamit pulang,
” Ibu pulang ya, kamu harus sabar ngadepin istri kamu yang sedang hamil muda, ibu dulu juga seperti itu pas ngidam sama kamu, memang disitulah kesabaran kamu akan di uji, oke semangat ya demi calon anak kamu juga kan, kata Ibu Fano
” Iya bu makasih ya, Fano pasti paham ko, jawab Fano
” Nak ibu pulang dulu ya, jaga kondisi kamu dan cucu ibu, ibu Fano pamit pada Dina
Dina mengangguk sambil memeluk ibunya Fano,lalu di balasnya pelukan dia
” Bu kenapa ga nginep aja sih, aku kan masih kangen sama kaka ipar, rengek Binca
” Udah jangan ganggu kaka kamu, dia lagi hamil dan mood nya suka berubah tiba-tiba saja, kamu mau nanti di cuekin tiba-tiba, kata Ibu Fano sambil tersenyum
Binca pun mengikuti apa kata ibunya, dia tidak mau kalau kaka ipar nya itu tiba-tiba cuek, lebih baik dia menunda rasa kangen nya itu,
Akhirnya merekapun sudah pergi dari rumah Fano, sepi sekali rasanya setelah kepergian Ibu Fano dan Binca, bari saja Fano merasakan kehangatan itu lagi, nampak nya Fano sangat merindukan moment dimana dia dan keluarga nya kumpul,
*setelah bayiku lahir, aku akan liburan bersama mereka* Batin Fano
” Sayang aku menyayangi mu, peluk Dina dari belakang ,
perlakuan itu sangat membuat Fano luluh dia tidak bisa marah sama sekali pada istrinya yang tadi sempat mengusir nya dari hadapan nya, untuk saat ini Fano sudah siap dengan sikap istrinya yang tiba-tiba saja akan berubah lagi pada nya
” Ayo naik, Fano menggendong istrinya ke dalam kamar
Sudah lama ternyata Fano melupakan King nya yang tidak pernah bersatu lagi dengan queen nya, malam ini gairah nya tiba-tiba saja terpancing, tapi dia sangat takut akan melukai istrinya
” Sayang? panggil Fano
” hmmm
” Apa aku boleh menjenguk bayiku, sepertinya sudah lama aku tidak menaklukan king ku ini,
Dinapun sudah paham apa yang di maksud suaminya,
” Hmmm Dina mengangguk tanda dia setuju melayani suami nya
__ADS_1
Peperangan di mulai dengan saling membalas ciuman di bibir, Fano mengelus seluruh badan istrinya dengan sangat perlahan lembut agar istrinya merasa nyaman , Dia membuka semua pakaian nya, kini mereka tidak mengenakan pakaian sehelaipun,
Fano menciumi perut istrinya, dan mengelus nya,dia tidak mau berlama-lama karena takut tiba-tiba mood istrinya kembali tidak baik, dengan perlahan dan hati-hati, Dia mulai menyatukan King nya dengan si queen, skip,
Akhirnya sekian lama rindu si King yang terpendam sudah tersalurkan juga dengan pada si Queen , 😂
★
★
★
★
Pagi sudah kembali lagi, matahari mulai menyorot ke dalam kamar dua pasangan yang baru saja terbangun
seperti biasa,Dina mengalami mual-mual lagi di pagi hari, namun tidak separah hari kemarin yang sangat membuat suaminya itu khawatir dan harus meninggalkan pekerjaan nya untuk menemani istrinya
” Sayang minumlah, Fano memberi air hangat pada istrinya itu
Setelah merasa cukup lega dan tidak mual lagi, Dina mengantar suami nya ke lantai bawah untuk sarapan, walaupun dia merasa pusing tetap saja dia melayani suaminya, hanya semua itu dia sembunyikan agar Fano tidak merasa khawatir lagi
” Sayang kamu duduk saja, aku bisa ngambil sendiri,Jangan banyak gerak dulu dan jangan kecapean, kata Fano
” Tidak apa-apa sayang, aku bisa ko tenang aja, kalau aku berbaring terus rasanya mau dan pusing itu terus saja datang, kalau aku sedikit beraktifitas, itu bisa membuat ku merasa lebih baik, jawab Dina
Ya meskipun dia sedang hamil bukan berarti dia harus terus berbaring, itu membuat dia akan semakin memburuk nantinya, dia akan melakukan aktifitas nya sedikit saja agar nanti otot-otot nya tidak tegang, tetap saja dia melakukan nya dengan hati-hati
Setelah selesai sarapan Fano langsung berangkat kerja ke kantor nya, Dia pamit pada istri dan calon anak nya, Fano terus-terusan berpesan agar istrinya itu tidak terlalu kecapean,
” Daah sayang aku berangkat ya, Sambil mencium kedua pipi istrinya, dan disana ada Tio yang menyaksikan nya hanya bisa menutup mata nya, ” Jomblo mana paham ” 😂
Setelah kepergian suaminya, Dina melakukan olahraga ringan di halaman samping rumah nya, untuk membuat dia relax
Ternyata setelah melakukan olahraga ringan, kini dia merasa tubuh nya sangat ringan, dia pergi ke kamar nya untuk segera mandi dan berendam di bathup,
” Nona tunggu, cegah Bi Ida
__ADS_1
” Ada apa bi? tanya Dina
” Biar saya bantu, jangan lakukan apapun sendirian, ini perintah Tuan, kata Bi Ida
Lagi-lagi Dina merasa tidak nyaman karena harus di perlakuan seperti ratu, dia adalah orang yang tidak bisa selalu merepotkan orang lain, dia selalu ingin melakukan apapun yang dia bisa tanpa bantuan orang lain selagi dia bisa melakukan nya sendirian,karena semua ini suami nya yang meminta ya mau tidak mau dia harus mau di perlakuan seperti ratu, Namun tetap saja dia meminta bi Ida agar tidak berlebihan karena semua itu malah membuat dia tidak enak dan tidak nyaman
” Apa ada yang perlu saya bantu lagi non? Tanya Bi Ida
” Tidak bi, sudah cukup, bi Ida lanjutkan saja pekerjaan nya, saya mau istirahat dulu, jawab Dina
” ya udah non, kalau perlu apa-apa, telpon saya saja dari sini, tekan tombol satu nanti akan tersambung ke ruangan saya, kata Bi Ida
Dina hanya mengangguk dan tidak berkata apapun lagi, sepertinya mood nya kembali buruk karena dia tidak terlalu suka harus di perlakuan seperti ini, dia menonton sebuah drama korea yang kemungkinan bisa mengembalikan mood nya saat ini
” Ibu, mmmmm oh iya aku mau telpon ibu saja, Di sela-sela menonton drama korea, Dina teringat pada ibu angkat nya dan ingin menelpon nya
” Aku masih menyimpan baik nomor nya,
percakapan di Telpon
📲,, Hallo dengan siapa? Tanya Nining dari ujung sana
📲, Apa ibu sudah lupa dengan ku? tanya Dina
📲,Ah sejak kapan kamu mengganti nomor hp mu? Nining
📲, Sudah lama, ibu lagi ngapain? Dina
📲, Ibu sedang membuat kue, apa kamu mau? Nining
📲,hmmmmm, Dina
...📲, Baiklah ibu akan mengirimkan nya kesana, kamu tidak boleh kesini karena sedang hamil muda, Nining...
Cukup lama mereka berbincang di telpon, nampak nya kedekatan itu sudah benar-benar terjalin dengan baik, Dinapun sudah merasakan ketulusan hati seorang Ibu yang sedang menyayangi anak nya, sampai-sampai Nining melupakan PR nya hari ini membuat kue karena keasikan ngobrol sama anak nya itu,
Hingga akhirnya Nining meminta Dina untuk mengakhiri telpon nya dulu karena dia harus membereskan adonan nya saat itu
__ADS_1