ANAK PUNGUT YANG MALANG

ANAK PUNGUT YANG MALANG
SEMUA PANIK


__ADS_3

malam sudah larut, mereka sudah sampai di hotel tempat mereka untuk beristirahat malam ini,


” Huh akhirnya kita sampai di tempat istirahat, Kata Fano


Dina terbangun dari tidur nya, rasa mual kini sudah di ujung tenggorokan dan dia tidak bisa menahan nya lagi, Dia mengeluarkan cairan cukup banyak, perutnya terasa keram dan badan nya mulai lunglai


Fano yang melihat itu langsung panik dan segera membawa istrinya ke dalam hotel, semua orang yang berada disana ikut panik melihat Dina yang terlihat lunglai dan lemas,


Binca segera memeriksa kaka ipar nya, dia khawatir terjadi sesuatu pada kaka ipar kesayangan nya,


Semua keluarga ikut menolong Dina berusaha untuk memulihkan kembali tenaga nya,


Fano terus menerus mengelus kepala istrinya, Nining yang sedang mengompres kepala Dina dengan air hangat, Ibunya Fano sedang mengusap perut Dina menggunakan minyak Telon karena Binca yang meminta nya


Rini memijat jari-jari kaki teman nya itu, dia sangat khawatir dengan keadaan teman nya, Rini tau betul kalau teman nya itu tidak kuat naik mobil dalam perjalanan jauh, namun Rini hanya diam dan berdoa dan berharap semua itu hanya kecapean saja


Sedangkan Dina semakin di buat mual dan pusing karena banyak nya orang disana yang mengerubuni nya, Di saat sperti ini, Dina lebih suka menyukai kesendirian, dia lebih suka jika suasana nya tenang dan itu akan membuat dia pulih kembali


Rini yang sudah tau akan hal itu dia pergi ke luar dan masuk ke dalam kamar hotel nya tepat di samping kamar Tio


” kenapa kamu malah kesini? Tanya Tio yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Rini


” maaf pak kenapa anda masuk begitu saja ke kamar saya.,


” Kamu tidak menutup nya jadi saya masuk saja, kenapa malah meninggalkan Nona? Tanya Tio


” saya bukan nya meninggalkan, Tapi saya tau, teman saya lebih suka menyendiri dan sepi di saat dia lagi seperti itu, maka itu akan membuat dia merasa jadi lebih baik, jawab Rini


” kenapa kamu tidak memberitahu semua orang, Tanya Tio


” Mana saya berani, jawab Rini


” Yasudah permisi, Terimakasih sudah memberitahu, ada baik nya juga Nona mengajak kamu, kata Tio sambil pergi dari kamar Rini


*iiiiiih itu orang kenapa sangat menyebalkan aaaarrrggh* Batin Rini


Tio segera menemui Fano dan membisikan sesuatu ketelinga nya untuk mengajak nya ngobrol di luar

__ADS_1


” Ada apa? tanya Fano


” Maaf Tuan, Nona lebih suka sendirian di saat sperti ini, jawab Tio


” Tau darimana kamu? Tanya Fano


” Saya tau dari Rini teman nya Nona, dia bilang kalau Nona lebih suka sendirian saat keadaan sperti ini, dan itu akan membuat Nona merasa lebih baik,


” bagaimana bisa, saya kan tidak bisa kalau harus meninggalkan dia di saat sperti ini, bagaimana kalau terjadi sesuatu


” Maaf Tuan, apa anda ingat waktu itu Nona pernah menyuruh anda ke luar kamar saat Nona sedang mengalami hal yang sama seperti ini


” Ya saya ingat, jawab Fano


” Ya mungkin itu alasan Nona menyuruh Tuan keluar kamar agar di saat sendiri dia merasa semua baik-baik saja


Fano mulai mengerti apa yang di katakan oleh sekretaris nya itu, Dia segera memberitahu keluarga nya untuk keluar kamar, semuanya pun tidak keberatan kalau itu bisa membuat Dina merasa lebih baik, namun tetap saja,sesekali Fano mengecek keadaan istrinya dari balik pintu,


Semua orang sedang berkumpul di ruangan hotel yang luas, mereka semua menikmati makan malam nya,


” Makanlah nak, Kamu harus makan, dan tidak boleh membiarkan perutmu kosong, kata Ibu Fano


” betul ka, Ayo makan, biar Binca yang ambilkan, suruh Binca sambil mengambilkan nasi dan menu makanan untuk kaka nya


Fano menuruti apa kata orangtua dan adiknya, Dia harus tetap sehat agar bisa menyemangati istrinya dan merawat nya saat ini


Rini duduk satu meja bersama Tio,sedangkan para supir dan pengawal mereka duduk berbarengan di meja mereka yang sudah di siapkan


” makanlah yang banyak,jangan sampai kamu nanti kamu sakit dan mabuk di perjalanan, bisa merepotkan saya nanti nya, kata Tio


” Tenang saja saya kuat perjalanan jauh, kalaupun nanti saya mabuk di dalam mobil, saya tidak mau merepotkan bapak, jawab Rini


” Cih sosoan tidak butuh bantuan, namanya manusia itu saling membutuhkan, jawab Tio


” Maaf pak saya tidak membutuhkan bapak, jawab Rini kesal


” Yakin? bicaralah dengan sopan, kamu yakin tidak membutuhkan saya, buktinya kamu bekerja di tempat saya, itu berarti kamu membutuhkan saya, jawab Tio

__ADS_1


” saya membutuhkan pekerjaan saja dan uang, kata Rini


” Apa uang itu akan ada dengan sendiri nya kalau saya tidak memberikan nya, Tanya Tio


” sudah cukup, saya kenyang, mau mandi dan mau istirahat, jawan Dina yang tidak mau banyak berdebat lagi dengan boss nya yang tidak mau kalah itu


* Dasar tidak sopan, bukan nya menyelesaikan nya malah kabur* Batin Tio


Setelah selesai dengan makan malam nya, Tio pun berniat masuk ke dalam kamar nya untuk mandi dan mengganti baju nya


” Astaga itu anak ceroboh banget, Tio melihat pintu kamar Rini yang terbuka sedikit, dia melihat Rini sedang berbaring di kasur nya sambil tersenyum melihat ke layar hp nya, dengan posisi tengkurep dan kedua kaki di ayun-ayunkan ke atas


” Kenapa kau sangat ceroboh, teriak Tio pada Rini yang membuat Rini kaget setengah mati


” Kenapa pak Tio ini sangat senang masuk ke kamar saya, apa anda mau tidur bersama saya, Kata Rini tidak sadar dengan ucapan nya


” Jika kau tidak keberatan makan saya akan tidur sekarang di kamar mu ini, jawab Tio sambil membaringkan tubuh nya di atas kasur


” Ah tidak-tidak jangan seperti itu, tadi saya hanya kesal, saya hanya bercanda pak, saya mohon, bangun dan pergi tidurlah di kamar bapak, kata Rini


Tio menarik badan Rini ke atas tempat tidur, sontak perlakuan itu membuat Rini sangat terkejut dan melotot


” Tidur dan tutup pintu kamar kamu lalu kamu kunci, dan jangan senyum-senyum sendiri pada ponsel kamu itu, itu terlihat seperti orang yang tidak waras, kata Fano sambil pergi dari kamar Rini


Rini masih terdiam merasa kaget, dia berjalan perlahan ke arah pintu sambil memanggil Tio


” Tunggu, kata Rini


” kenapa, jangan ingat kejadian ini, saya tidak ada maksud apa-apa, kata Tio


” bukan itu, jawab Rini


” Lalu? Tanya Tio


” Ini sepatu anda ketinggalan sebelah, Rini mengangkat tangan nya memperlihatkan sepatu Tio yang copot sebelah


* Ini sangat memalukan, kenapa aku tidak menyadari kalau sepatu ku terlepas dan berjalan menggunakan sepatu hanya sebelah, ciih, memalukan* Batin Tio

__ADS_1


” Dan apa tadi, kenapa aku menarik nya ke tempat tidur, aaarrggghh Tio menggerang mengacak rambut nya karena merasa malu dengan sikap nya sendiri hari ini


__ADS_2