ANAK PUNGUT YANG MALANG

ANAK PUNGUT YANG MALANG
TERLIHAT CANTIK


__ADS_3

Malam sudah larut, Fano baru saja sampai di rumah nya dan segera mencari istrinya di dalam rumah,


” Diamana Dina bi? Tanya Fano


” Nona ada di atas Tuan, jawab Bi Ida


Fano berlari langsung menunju kamar nya, Disana terdapat istrinya yang sedang berhias diri


” Selamat malam istriku, sapa Fano


” Malam sayang, jawab Dina


” Tunggu kenapa malam ini istriku sangat cantik, suamimu ini sampai tersihir, lihat jantung ku ini sampai berdegup kencang, gombal dari mulut seseorang Fano keluar


” kamu ini bisa aja, memang nya malam-malam sebelum nya aku engga cantik ya? Tanya Dina


” Cantiklah, setiap hari kamu selalu cantik, Tapi malam ini ada yang berbeda saja, kamu ini memang bisa membuat suamimu ini selalu tergila-tergila, kata Fano


” Sejak kapan seorang Tuan Fano segombal ini dan selebay ini? tanya Dina


” Sejak aku mengenal istriku ini, kamu sudah merubah segalanya termasuk aku yang selalu merasa jadi pria paling beruntung memiliki istri yang cantik dan baik seperti kamu ini


” Sudah sayang jangan berlebihan, ini minumlah dulu, Dina memberi segelas air putih pada Fano


” Sayang malam ini Ibu Nining mau ke sini, apa boleh? tanya Dina


” Hmmm boleh, aku sudah tau, jawab Fano


” Kamu tau dari mana? Dina.


” Tau karena bu Nining mints ijin tadi pas aku di kantor lewat Tio


Dina senang karena malam ini ibunya akan datang, tentu saja dia senang, ini adalah hari pertam dimana dia benar-benar merasa mempunyai seorang ibu, dengan kasih sayang yang tulus,


Sambil menunggu kedatangan ibunya, Dina duduk sebentar di sofa menunggu suaminya yang sedang membersihkan diri


Fano sudah beres dan keluar dari kamar mandi, sekarang mereka turun ke lantai bawah menunggu kedatangan Nining dan Jaya datang ke rumah nya


Setelah menunggu akhirnya orang yang di tunggu oleh Dina sudah sampai tempat, Dina menyambut mereka dengan hangat, sebaliknya pun sama, Nining sangat bahagia bisa datang ke rumah anak nya untuk pertama kalinya,


” ini kue nya sayang, ibu bawain buat kalian berdua, kata Nining


” Wah ibu terimakasih, aku sudah membayangkan nya dari tadi siang, Dina


Fano dan Dina mencicipi kue yang Nining bawa, Mereka mencicipi nya sama-sama,


setelah itu mereka lanjut makan malam bareng dengan menu yang sudah di siapkan


Dina menyiapkan menu makanan favorit Nining dan Jaya untuk makan malam ini,


* Nak ternyata kamu masih ingat masakan favorit ku,* ***Batin Nining



__ADS_1



★***


TOSERBA


Setelah mengantar Tuan nya pulang ke rumah, Tio langsung menuju Toserba miliknya,


Sudah lama ternyata dia berdiam di atas sofa sambil membaringkan badan nya,kini waktunya dia terbangun dan meminta tolong pada karyawan nya membuatkan kopi


Tio meminum kopi yang sudah di buatkan oleh karyawan nya,


satu gelas kopi kini sudah mengembalikan tenaga nya yang sempat lelah hari ini,


Dia ke luar dari ruangan nya dan masuk ke ruangan Setiawan


” Ah pak, kenapa anda kesini, anda bisa memanggil saya lewat telpon, ada yang bisa saya bantu? Tanya Setiawan


” Apa kiriman snack buat ke panti sudah kamu atur? Tanya Tio


” Sudah pak, semuanya sudah beres, saya di bantu Rini hari ini, jawab nya


Tio hanya mengangguk dan pergi ke dari ruangan Setiawan, Dia berjalan ke arah ruangan satunya lagi


*Kenapa aku berjalan ke sini ya, ini kan ruangan tuh bocah*Batin Tio


” Permisi pak ada yang bisa saya bantu? Tanya Rini yang berada tepat di belakang Tio


” Tidak ada, saya hanya ingin melihat-lihat saja ke ruangan kamu, jawab Tio


Tio masuk ke dalam ruang kerja Rini sangat terlihat bersih dan rapih, Tio melihat ke arah meja nya kerja Rini


” iissh apa-apaan ini, kamu jorok banget, banyak bekas makanan di bawah meja kerja kamu, kata Tio


” Maaf pak itu bekas makanan saya hari ini, saya belum membuang nya, biasanya saya membuang nya pas mau pulang saja


” Buang sampah nya sekarang juga, jangan meninggalkan kotoran disini, itu bisa mengundang binatang masuk ke dalam ruangan ini,Hiiiih cewe tapi jorok,


” Dasar suka makan tapi jorok, pantas saja badan mu itu berat, makanan mu segini banyak, kata Tio


*Hah ko dia tau aku berat ya, darimana taunya,* Batin Rini


” Naik apa kamu tadi berangkat kerja? Tanya Fano


” Saya barengan sama teman saya yang satu arah, sama kerja disini juga, jawab Rini


” Oh itu, apa kalian pacaran? disini tidak boleh ada yang pacaran, ini tempat kerja bukan tempat pacaran, kata Tio


” Tidak pak, saya hanya berteman, saya tidak pacaran sama dia, jawab Rini.


” Apa pedulinya saya, jawab Tio sambil pergi ke dari ruangan Rini


*Nona kenapa anda berteman sama orang seperti dia, udah jorok dan badan nya juga berat, * Batin Tio


” Dulu aku menggendong Nona dari tengah jalan ke pinggir jalan, semalam aku menggendong tuh anak dari mobil saya sendiri, apa hidupku ini di takdirkan untuk menggendong seorang perempuan saja, tapi tidak bisa memiliki seorang perempuan, ciih perempuan mana yang akan menyukaiku, "Tio tidak menyadari bahwa dirinya itu keren*

__ADS_1


Tio kembali ke ruangan nya dan menyalakan laptop milik nya,


” Melihat Tuan dan Nona, aku juga ingin secepatnya mempunyai istri agar bisa mencium istriku saat mau berangkat kerja, itu terlihat manis, Kata Tio


” Maaf pak apa anda mau menikah? Tanya Setiawan yang tiba-tiba muncul


” Aa, aaa hahahha tidak saya hanya sedang membayangkan kalau nanti saya akan menikah,jawab Tio


” Oh akhirnya pak Tio akan segera melepas masa lajang nya, saya ikut senang, kata Setiawan


*Nikah dari mana, bingung harus nyari cewe yang kaya gimana, hah aku akan menunggu saja sampai ada yang mau,* Batin Tio


Nampaknya malam semakin larut, Tio merasa matanya sudah sangat ngantuk,pada akhirnya dia membaringkan badan nya di ruangan tidur yang dia punya,Semua karyawan sudah pulang, termasuk kepala toko disana (Setiawan)


Seperti biasanya, Rini orang yang selalu terakhir pulang dari tempat kerja nya, Hingga akhirnya pekerjaan diapun sudah selesai dan waktunya pulang


Dia pulang lewat pintu belakang yang langsung arahnya ke tempat parkiran karyawan


” Hah, apa pak Tio belum pulang, atau dia menungguku pulang, atau mmmmm


Rini kembali ke dalam untuk melihat Tio di ruang kerja nya, dia tidak melihat Tio disana, namun pandangan nya melihat ke arah satu ruangan di pojok sana terhalang oleh rak buku, sebuah kamar yang pintunya terbuka dan lampu nya menyala, dan Rini pun berjalan ke arah sana


” Waw ternyata di ruangan ini ada kamar nya, katanya ini tempat kerja bukan tempat untuk tidur, tapi dia sendiri tidur disini, hmmm oh iya aku lupa, dia kan pemilik toko ini, jadi ya terserah dia, Yasudah aku akan membiarkan nya, lebih baik pulang


Rini kembali ke tempat perkiran nya, dia memberitahu penjaga di toko itu bahwa pintu belakang tidak dia kunci, karena ada pemilik toko nya,


” Tunggu dek, apa kamu yakin tidak akan membangunkan pak Tio, Tanya penjaga


” memang nya kenapa kalau tidak di bangunkan


” Dulu pak Tio pernah ketiduran disini dan tidak ada yang tau, semua karyawan kena marah karena tidak ada yang membangunkan nya,


” Hah perkara tidak di bangunkan tidur saja harus marah-marah, cih


Mendnegar itu Rini langsung menuju ke ruangan Tio untuk membangunkan bos nya itu


*ini sangat menyebalkan, kenapa harus aku, dan kenapa di tidur disana, hih* Batin Rini


” Pak bangun, bangun pak anda harus pulang, Suara Rini di buat selembut mungkin


berkali-kali Rini membangunkan Tio namun tidak ada jawaban juga darinya


” Pak Tio tolong bangun, saya harus pulang dan ini sudah malam, anda juga harus pulang , Teriak Rini karena merasa kesal pada boss nya itu


Tio terbangun merasa kaget mendegar suara Rini yang lantang di disana saat membangunkan nya, Dia benar-benar menahan emosi nya pada perempuan satu itu


” Apa kamu tidak punya sopan santun, bangunkan aku dengan sopan, teriak Tio


” maaf pak maafkan saya, Rini terus menunduk meminta maaf karna memang sikap dia yang tidak sopan itu


Tio pergi ke luar dengan matanya yang masih ngantuk, dia menyalakan mobilnya


Rini yang melihat itu sangat tau kalau boss nya itu marah karena dia membangunkan nya dengan tidak sopan, padahal bukan tidak sopan, lebih tepat nya,Tio yang tidak mau bangun hingga membuat Rini melantangkan suaranya,


Akhirnya mereka pulang ke tempat nya masing-masing,

__ADS_1


__ADS_2