
Sore hari tepatnya jam tiga sore, Dina berpamitan pada suaminya yang masih di kantor untuk bertemu dengan Rini teman nya, sebenarnya Fano tidak mengijinkan nya,
tapi karena Fano ingin membiarkan istrinya kebahagiaan sekecil apapun itu dan membiarkan istrinya mengenal dunia lebih jauh, Fano memberikan kepercayaan penuh pada istrinya namun dia tetap memantau nya,
Baru sekarang dina merasa kehidupan seperti perempuan di luar sana yang pada umumnya dan bisa pergi kemanapun yang dia mau, tapi dina tau, dia sudah menikah, meskipun dina di bebaskan oleh suaminya, dia tetap berpikir untuk tidak seenaknya pergi kemanapun yang dia inginkan selama itu tidak penting, karena semua itu bisa berpengaruh pada pernikahan nya sekarang dan harus membatasi diri dengan orang yang baru
” Haaai nona dina sebelah sini , teriak rini di area cafe sambil melambaikan tangan nya
Dina pergi menghampiri teman nya dan duduk bersama,
” Apaan sih rin, jangan gitu dong, masa panggil aku nona, malu tau, kata Dina pada teman nya itu
” Kan emang nona, bangga tau rasanya punya temen yang udah jadi nona terus nikah nya sama orang terkaya disini dan banyak di hormati, hahahha
” biasa aja sih,masih ada yang lebih dari ini ko, semua kan hanya titipan, jawab Dina
” iya iya aku tau, maaf deh, kamu itu emang temanku yang paling baik engga pernah sombong pula, kata rini
” jadi kamu maunya aku sombong atau engga nih? tanya Dina
” Kalau kamu sombong juga gapapa kan emang fakta hahah, jangan dong, tetaplah menjadi Dina temanku yang seperti ini,,
Kedua teman tersebut asik berbagi kisah mereka sekian lama baru bisa bertemu karena Rini sudah sibuk kerja dan Dina sibuk sebagai ibu rumah tangga,
” ih din kamu tau ga, aku kerja di toserba itu ternyata tu toserba punya Tio, sekretaris suami kamu, kata Rini
” ooooh ko bisw gitu, ya baguslah kalau itu punya dia, siapa tau kamu nanti jadian terus nikah terus kita bisa sering ketemu, kata Dina
” yakali aku harus nikah sama cowo so keren so cool kaya gitu, jawab Rini
” Yakin? ga boleh ngomong gitu loh, nanti jatuh cinta, buktinya aku juga sama Fano yang awalnya sama sekali ga saling syang, sekarang tidak mau saling terpisahka, kata Dina
” yee itu kan kamu bukan aku, jawab Rini
” aku do'ain kalian jodoh, cocok tau ga, sama-sama pemarah hahahah
” ih apaan sih, Rini kesal karena dina terus menggoda nya menjodohkan dia sama sekretaris Tio
__ADS_1
Pertemuan yang cukup lama untuk kedua teman tersebut,tapi menurut mereka waktu nya tidak terasa lama sama sekali, kini waktunya kedua teman tersebut saling meninggalkan lagi
” Din kapan-kapan kalau aku libur kita ketemu lagi ya, kata Rini
” oke, yang pasti kalau aku ga bisa ketemu berarti Fano ga ngijinin aku, jawab Dina
Di sela-sela mereka berpamitan ternyata ada Tio disana yang menjemput Dina
” permisi, Nona Ayo pulang, Tuan sudah menunggu di mobil, Kata Tio
” Eh Sekretaris Tio, sejak kapan disini, Tanya Dina
” sejak Tadi nona, saya memperhatikan nona di ujung sana, Nunujuk kursi di ujung Cafe yang ta jauh dari pintu ke luar
” Berarti Fano juga nungguin saya dong, tanya Dina
” iya nona, sebaiknya cepat temui Tuan yang sudah terlihat jenuh dalam mobil nungguin Nona, kata Tio
” kenapa ga nyamperin kesini aja? Tanya Dina
” Tuan tidak mau, dia lebih memilih dalam mobil,
” engga din,aku naik taksi aja, jawab Rini,
Karena Dina merasa tidak enak mendengar Fano yang menunggu di dalam mobil akhirnya dia segera pamit pada teman nya
” Hati-hati Din, rini melambaikan tangan nya
” Nona pergi sama suaminya bukan sama penjahat, jadi ga usah bilang hati-hati, satu lagi, panggil dia nona bukan Dina kata Tio
” Saya teman nya, dan Anda sekretaris nya,saya bukan pegawainya yang harus manggil dia nona, apa dia bakalan mau di panggil nona sama saya? Tanya Rini pada Tio
” bicara yang sopan pada nona kalau di depan Tuan, Kata Tio,
” iya tenang aja saya juga tau ko, ga usah di kasih Tau.
” Satu lagi, bicara yang sopan pada boss mu, karena kamu tidak sopan, besok kamu harus lembur kata Tio sambil meninggalkan rini sendiri
__ADS_1
” wooiii, teriak Rini yang kesal dengan Tio membawa urusan pribadi di luar pekerjaan
” 3 hari tambahan lembur kerja karena teriak pada boss nya, Kata Tio dari kejauhan, Rini yang mendengar itu membelalakan matanya dan semakin kesal dengan tindakan Tio yang tidak masuk akal
Rini segera pergi dari cafe tersebut dan memesan taksi untuk dia pulang malam ini
★
★
★
DI DALAM MOBIL
Dina masuk ke dalam mobil, disana ada Fano yang menyandarkan badan nya ke kursi yang sudah dia mundurkan, penampilan nya sudah acak-acakan, rambut nya seperti kesetrum, lengan kemeja di gulung serta tidak dia masukan, dasinya yang sudah longgar serta jass kerjanya yang tergeletak begitu saja di bawah kursi
” sayang kenapa ga ngabarin aku kalau kamu mau jemput, jadinya kan kamu nungguin aku lama, terus kenapa ga nyusul aku? Tanya Dina
Fano tidak menjawab sedikitpun dia hanya menyenderkan kepalanya ke kursi dengan tumpuan kedua tangan nya, Tio yang melihat itu hanya diam karena tau Tuan nya sedang kesak terhadap istrinya kesayangan nya
Kita Flashback dulu ya guys ke cerita Fano yang nyusul Dina ke Cafe
★ Tio, saya mau menjemputnya Dina ke cafe, kata Fano
★ Baik Tuan, jawab Tio yang sudah tau tempatnya dimana
mereka sampai di parkiran cafe yang sengaja parkirannya sangat jelas terlihat istrinya di dalam cafe, Fano kesal karena istrinya tidak menyadari sama sekali bahwa ada mobil suaminya datang menjemputnya,
★ Tuan apa anda mau turun nyusul nona? Tanya Tio
★ tidak, saya mau nunggu di sini, biarkan saja dia, saya mau tau apa dia sadar dengan keberadaanku saat ini, jawab Fano
Semakin lama Fano menunggu ternyata dina semakin tidak menyadarinya, Fano menyaksikan istrinya yang tertawa lepas bersama teman nya membuat darah nya memanas, apalagi melihat istrinya ngobrol dan terus memeluk teman nya beberapa kali,
Fano terus memperhatikan istrinya dari kejauhan, bahkan dia turun ke luar mobil supaya dina menyadari keberadaan nya dan memanggil nya, Dina tertawa lepas ngobrol di barengi dengan memeluk teman nya manja, Fano masuk lagi ke dalam mobil dan membuka kaca mobilnya sambil memperhatikan istrinya, Fano membuka jassnya karena frustasi melihat istrinya yang terus memeluk rini, dia kembali mengacak rambutnya karena kini istrinya memeluk temannya lagi, Fano terus merasa frustasi setiap dina memeluk teman nya itu,
Tio yang kaget melihat penampilan Tuan nya yang berantakan di dalam mobil langsung berlali menuju meja dina dan Rini, ,
__ADS_1
**Begitu ya ceritanya guys, Fano Fano, Lo yang ngijinin istri lo, tapi lo juga yang frustasi 😂
OKEY GUYS MAKASIH YANG SUDAH BACA DAN MAMPIR KESINI,THOR SAYANG KALIAN❤**