ANAK PUNGUT YANG MALANG

ANAK PUNGUT YANG MALANG
KETULUSAN


__ADS_3

” Tio cepatlah menikah dan cari wanita mu, Kata Fano


Tio yang merasa kaget atas perintah Tuan nya tidak menjawab karena dia bingung harus menjawab seperti apa


” Apa Tuan mau saya menikah secepatnya? Tanya Tio


” Ya, kamu harus menikah,


” Kenapa Tuan?


” Apa kamu akan menjomblo terus sampai Tua, lihatlah rambut mu sudah sedikit beruban, kata Fano sambil menunjuk rambut Tio yang sama sekali belum beruban


” Tapi saya belum tau harus menikah dengan siapa, jawab Tio


” Cih apa kamu tidak selaku itu hah? Tanya Fano


Tio tidak menjawab lagi, dia hanya menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal sama sekali


” Saya akan segera mencari nya Tuan, karena ini perintah dari Tuan, jawab Tio


” Menikahlah bukan karena ku, tapi karena kamu bersungguh-sungguh pada wanita itu, ingatlah kamu harus menikahi wanita yang tepat, yang menurut kamu wanita itu layak untuk kamu bahagiakan, dan satu poin penting, kamu harus mencintai nya, meskipun nanti kamu tidak mencintai nya, Kamu harus bisa membuat nya mencintai kamu, Kata Fano


* Kenapa Tuan Fano jadi seperti pakar cinta gini, ya Tuhan Tuan, apa kau sedang menyesali dan memarahi dirimu sendiri melaluiku, *Batin Tio


” Cepatlah cari calon istri, agar istriku ada teman nya nanti, kata Fano


” Maksud Tuan? saya harus menikah dengan teman nya Tuan?


” bukan, eh tapi boleh juga., ya terserah kamu, pokoknya nikah nya sama cewe, jawab Fano


*maaf Tuan saya normal* Batin Tio






DI TOSERBA


Rini sedang membatu merapihkan barang sambil mengecek semua barang dagangan yang ada disana


Dia terkejut karena kedatangan teman nya yang tiba-tiba saja ada di belakang nya


” Diiiin ih kenapa kesini, kalau suami kamu marah gimana? Tanya Rini


” Kenapa harus marah, aku kan kesini mau belanja, jawab Dina

__ADS_1


” eheheh iya lupa, ini kan tempat belanja ya hehhe. Rini tertawa mesem


” ya meskipun aku mau memberitahu sesuatu sama kamu, kata Dina


Mereka mengobrol sepanjang bertemu disana, sambil berkeliling memutari semua barang dagangan, Dina menceritakan kalau dia sekarang sudah menjadi calon ibu,


Sontak saja perkataan itu membuat Rini sangat senang dan kaget, Rini bahagia karena teman dekat nya itu sebentar lagi akan menjadi seorang ibu yang seutuh nya


Dina yang terus-terusan meledek Rini kapan dia akan menikah, namun Rini selalu membantah nya karena tujuan dia saat ini hanyalah membahagiakan ibu nya terlebih dahulu


Setelah cukup lama berbincang Dina pamit, dia ingin mengecek sebentar ke Restoran milik dia dan suami nya


sesampai nya di Restoran dia melihat suaminya sedang ngobrol dengan seseorang yang sangat dia kenal,


* Ibu, Ayah,* Batin Dina


orangtua angkat nya yang selama ini dia ridukan kini dia bisa melihat nya ada di hadapan suami nya,


Dina berjalan ke arah mereka dengan langkah nya yang kecil namun sedikit berlari


” Ibu, Ayah, panggil Dina


Kedua orang tersebut sangat terkejut dengan kedatangan anak pungut nya yang selama ini selalu mereka sakiti, yang selama ini selalu di anggap tidak pernah ada bahkan untuk melihat nya mereka sangat membenci nya


Tapi sejak kepergian Dina yang benar-benar pergi tanpa ada kabar apapun membuat mereka sadar dan merasa kehilangan bahwa selama ini mereka sangat menyia-nyiakan seorang putri yang baik dan penurut


mereka masih tidak percaya akan bertemu putri nya lagi sampai saat ini, tidak ada kata apapun dari mereka yang terus menerus melontarkan kata MAAF pada anak pungut yang selalu mereka sakiti itu


” Sudahlah kalian jangan menangis terus,aku sudah memaafkan kalian, maafkan aku juga kalau aku ini bukan anak yang selalu kalian harapkan, kata Dina


” Tidak nak, kamu itu anak yang paling baik, Ayah dan Ibu sangat menyesali ini semua, Kami berdua tidak akan bisa melupakan betapa jahat nya kami dulu terhadap kamu, kata Nining


” Tidak, sudahlah jangan di bahas lagi, aku hanya ingin hari ini dan seterusnya, aku tidak mau mengingat kejadian apapun dalam hidupku, kata Dina


Fano yang melihat ketulusan hati istrinya yang teramat luas itu tersenyum bangga, Dia mengusap pangkal kepala istrinya dan mencium nya


Mereka duduk dan mengobrol,


” Kenapa ibu dan ayah bisa disini? Tanya Dina


” Tadinya ibu dan ayah mau makan siang, kebetulan ibu melihat ada Restoran baru disini dan mampir, ternyata Restoran nya bersebrangan dengan kantor suami kamu, dalam hati ibu sangat berharap bisa melihat kamu sedang berdiri di depan kantor suami kamu, tapi trnyata ibu melihat suami kamu di Restoran ini, kata Nining


” iyah nak, Ayah pun sangat berharap bisa bertemu kamu walau nanti nya ayah dan ibu hanya bisa melihat kamu dari kejauhan, tapi tuhan berkata lain, Ayah dan Ibu bisa melihat kamu lagi dari dekat, ini sangat membuat ayah dan ibu bahagia, kata Jaya


” Aku juga bahagia bisa bertemu dengan kalian, jawab Dina


Fano hanya menyimak pembicaraan mereka, sebenernya Fano masih tidak rela dengan kehadiran orang tua Dina, dia takut istrinya tersakiti lagi, namun dia tidak egois dan menahan nya karena tidak ingin menyakiti hati istrinya itu


” Apa kamu belum punya anak? Tanya Nining pada Dina

__ADS_1


” Ah iya aku hampir lupa, aku sekarang lagi hamil bu, jawab Dina


” Syukurlah kita sangat senang mendengar nya, jawab Nining dan Jaya


” Jangan kecapean, kamu harus menjaga kandungan kamu dengan baik, Nining berkata


Nining mengusap lembut perut Dina, ini pertama kali nya dia begitu merasakan sangat bahagia, ternyata jika kita bisa menerima takdir dan menjadi orang yang lebih baik, itu membuat kita di cintai oleh orang terdekat kita,


” Kamu dari mana sayang? tanya Fano


” aku habis belanja, jawab Dina


” kenapa kamu sendirian, kamu kan bisa di temenin aku, kamu ga boleh kemana-mana sendirian, omel Fano


” gapapa kan ada supir yang anterin aku, Jawab Dina


” Cih memang nya suami kamu itu siapa,? tanya Fano


Dina hanya geleng-geleng saja melihat suaminya yang cemburu sama supir nya sendiri,


Setelah cukup lama mereka berbincang sambil makan siang bersama dan itu yang pertama kalinya, di hari itu pula Mereka merasakan kehangatan yang sungguh luar biasa,


Kasih sayang yang sekarang sudah terlihat sangat jelas dari raut wajah Nining dan Jaya, Lagi-lagi Dina sangat bersyukur kesabaran selama ini ternyata menghadirkan orang-orang yang baik di sekitar nya,


Namun masih ada yang kurang dalam dirinya, yaitu keinginan nya yang sangat besar bertemu dengan keluarga nya


” Nak apa kamu ingin bertemu dengan keluarga mu? Tanya Nining


” Apa ibu dan ayah akan mengantar ku? tanya Dina


Nining dan Jaya mengangguk, tandanya mereka akan mengantarkan Dina pada keluarga nya


” Apa aku boleh bertemu dengan keluarga ku? Tanya Dina pada suaminya


” Hmmm , Fano mengangguk


” Tapi ingat kau harus ikut pulang lagi,dengan ku, kata Fano


Hahahhah Nining,Jaya dan Dina menertawakan tingkah Fano


” Mana mungkin dia tinggal disana, sedangkan suami nya tinggal disini, Dina pasti ikut bersama anda lagi Tuan,kata Nining


”Jangan memanggilku Tuan,panggil saja Fano, Kata Fano pada Nining dan Jaya


Mereka Pamit pulang karena tidak terasa sudah sore dan menjelang malam,


” Pulanglah nak, Ibu yang sedang hamil tidak boleh di luar terlalu malam,kamu harus sudah masuk dalam rumah sebelum maghrib, kata Nining


Akhirnya mereka pulang ke rumah nya, Tio sudah menunggu di depan Restoran seperti biasa membuka pintu untuk Tuan dan Nona nya

__ADS_1


__ADS_2