
MASIH DI TOSERBA,
DI TEMPAT PARKIRAN
” Kamu kenapa sempoyogan seperti itu, buka matamu, Kata Tio
” Duuh pak, hari ini saya sangat ngantuk cape, Yaudah saya pulang duluan ya, kata Rini
” Tunggu, apa kau akan menyetir dalam keadaan ngantuk, dasar bodoh, kamu ini tidak takut terjadi apa-apa, ingat ibumu sendirian di rumah nunggu kamu, kata Tio
” kenapa jadi bawa-bawa ibu sih, iya saya kuat bawa motor nya, nih mata saya udah melek nih liat nih, Jawab Dina memperlihatkan kedua matanya dan mengangkat nya dengan kedua tangan nya
” Jaga ucapan mu yang mulai tidak sopan itu, kata Tio
” Mmm iya maaf pak saya kelepasan, maaf, mungkin ini efek dari tidur saya yang terganggu, jawab Dina
” ya sudah kamu tidur saja disini sendirian, memang nya apa peduli nya saya, kata Tio sambil masuk dalam mobil
Dina yang mendengar itu lantas saja dia langsung masuk lagi ke dalam ruangan nya untuk melanjutkan tidur,
” Apa anak ingusan itu benar-benar akan tidur disini, kata Tio di dalam mobil
Dina yang sudah ada dalam ruangan nya sudah kembali merebahkan dirinya di atas sofa di ruangan kerja nya, perkataan Tio yang menyuruh nya tidur disana ternyata ide cukup baik, karena dia sudah benar-benar merasa ngantuk dan lelah, mungkin dia akan menginap di tempat kerja nya saja
Brak,,brak,,braakk, sura Tio yang mengetuk pintu dengan kekuatan emosi nya
” Heh bocah ingusan dan keras kepala, apa kau benar-benar akan tidur disini,
Security penjaga toko itupun menghampiri karena mendengar suara keributan dari arah belakang
” Ada yang bisa saya bantu pak, Tanya Security,
” Tidak usah, lanjut kerja saja, perintah Tio
Security itu kembali bekerja dan meninggalkan nya,
” Buka atau saya dobrak, kata Tio
” Apaan sih punya boss ribet amat, berisik banget, kata Rini di dalam ruangan,
Rini menghampiri Tio yang sedang menggedor-gedor pintu meminta Rini membuka nya, yang jelas-jelas pintu itu belum di kunci oleh Rini
__ADS_1
*Ni orang kenapa sih, pintu ga di kunci juga di dobrak-dobrak gitu, tinggal ceklekin aja kali, * Batin Rini
Rini pun membuka pintu nya yang ternyata disana terdapat Tio yang berlari dari kejauhan untuk mendobrak pintu
Bruaaak Tio menabrak Rini dan tersungkur, Rini yang tersungkur sedangkan Tio yang masih berdiri tegak hanya melihat ke arah Rini tanpa rasa salah apapun
” Aduuh sakit, kata Rini
” Apa kamu tuli hah,kenapa kamu mengunci pintu nya, apa kamu akan benar-benar tidur disini, kata Tio
” Maaf pak, saya tidak mengunci nya, bapa nya aja yang tidak membuka pintunya malah mendobrak nya
” Cepat bawa tas kamu dan pulang, saya tidak akan mengijinkan karyawan tidur di tempat ini, kata Tio
” Tadi bapa yang menyuruh saya tidur disini, sekarang tidak menginginkan, saya ngantuk pak kalau harus bawa sendirian, ini siapa yang salah sih ko jadi saya yang ribet, perasaan wanita yang selalu benar sekarang berbalik jadi wanita yang selalu salah, kata Rini
” Naik ke dalam mobil saya, kata Tio
” Hah apa saya harus tidur di mobil bapak! Tanya Rini
” pikiranmu itu jorok perlu di bersihkan, jawab Tio
” Cepat masuk teriak Tio sambil terus membunyikan clakson mobil nya, lantas saja itu semakin membuat Rini panik dan terburu-buru
Rini naik mobil tepat di pinggir nya Tio di depan, Dia sudah kembali memejamkan matanya,
Tio yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah satu wanita yang ada di hadapan nya saat ini
” Apa kau tida akan bertanya, aku akan membawa mu kemana? Tanya Tio
Sinta saja perkataan itu membuat Rini terkejut dan membuka mata nya
” pak tolong jangan berbuat aneh-aneh pada saya, saya masih perawan saya tidak mau, tolong pak buka pintu nya, saya bisa pulang sendirian, Kata Rini
” Cih pikiran itu sangat pendek dan jorok, jawab Tio
Tio terus melajukan mobil nya, dia tidak mendengar sedikitpun ocehan Rini sepanjang jalan yang meminta nya jangan menculik nya,
Setelah beberapa menit di perjalan akhirnya Tio sampai di depan rumah nya Rini, Dia melihat Rini yang sudah tertidur pulas bahkan di bangunkanpun dia tidak juga membuka mata nya
” Cih ni anak udah ngomel-ngomel takut di culik tapi malah nyenyak tidur nya,dasar bocah, Tio turun dari dalam mobil nya dan mengetuk pintu rumah Rini
__ADS_1
Akhirnya ibunya Rinipun keluar dan membuka pintu, dia kira anak nya tapi disana dia melihat Tio
” Saya kira Rini, ada apa na Tio malam-malam begini ke rumah saya? Tanya Ibu nya Rini
” Maaf bu sebelumnya saya menganggu istirahat ibu, saya mau ngantar Rini pulang pulang, tadi dia ketiduran di tempat kerja, karena saya khawatir dia pulang nya bawa motor sendiri jadi saya mengantar nya pulang , Rini nya masih tidur di dalam mobil, saya sudah membangunkan nya tapi tidak juga bangun, Tio menjelaskan
” Aduh maaf sekali nak Tio, anak saya jadi merepotkan anda, biar saya bangun kan
Ibu nya Rini membangunkan anak nya yang sedang tertidur pulas, namun Rini tidak nyaut sedikitpun, nampak mimpi dia sudah melayang jauh
Akhirnya ibu Rini berinisiatip untuk mencoba menggendong anaknya ke dalam rumah,
” Tunggu bu memang nya ibu kuat? tanya Tio
” Tidak, tapi saya tidak akan membirakn Rini tidur di dalam mobil ini, jawab nya
” Maaf bu biar saya saja yang bantu, apa tidak apa-apa? tanya Tio
” Terimakasih kalau nak Tio tidak keberatan,
Akhirnya Tio terpaksa menggendong Rini ke kamar nya sambil menahan nafas karena pertama kalinya menggendong seorang wanita dan sedekat itu
” Maaf Nak, lagi-lagi saya merepotkan, Terimakasih atas bantuan nya, ayo silahkan duduk dulu, ajak ibu nya Rini
” Terimakasih bu, saya harus segera pulang, lain kali saya akan mampir lebih lama, Tio pamit pergi dan segera menuju Apartemen nya,
Di dalam mobil dia mengutuki diri nya sendiri,
” Cih itu anak emang ribet, bisa-bisa nya bos nya sendiri di kerjain, seorang boss menggendong karyawan nya sendiri yang nyebelin, ngerepotin,
” Duuh nona kenapa anda bisa berteman dengan wanita seperti dia, sangat berbeda jauh dengan anda yang sopan dan anggun, bahkan Tuan muda pun sampai sejatuh Cinta itu pada anda,
Tio sudah sampai di Apartemen nya, dia segera membersihkan badan nya, dan melepas jass kerja nya,
” Apaan ini, benda kecil menusuk ke telunjuk nya,
nampak nya dia menemukan anting kecil menyangkut di lengan baju nya
” punya siapa ini, apa mungkin punya tu bocah, Tio bertanya-tanya
Waaah itu anting kenapa pake nyangkut segala, dulu lipblam jadi perkara, sekarang anting, Barang-barang Rini emang suka ketinggalan gitu ya dekat Tio😁
__ADS_1