
Pagi hari Dina terbangun dari tidurnya,karena tidak ada suaminya dia sedikit santai melakukan segala sesuatu untuknya, dia duduk di sofa kamarnya sambil meminum satu gelas susu yang sudah di siapkan oleh bi Ida, karena merasa bosan dia menyalakan Televisi
β hmmmm kenapa Fano tidak menghubungi ku, ah sudahlah yang penting dia baik-baik saja disana, mungkin dia sibuk dan kecapean,
kata Dina sambil memegangi kakinya yang yang sedikit bengkak akibat keseleo pas ada panggilan telpon dari Fano
π₯Putri kedua dari Elordi james pengusaha kaya di Jerman yang bernama Jasmin James, di kabarkan kepergok kencan dengan seorang pengusaha kaya berasal dari negara Indonesia bernama Stefano, berita di Tv ,
Lantas berita tersebut mengejutkan Dina yang sedang memijit kakinya,
β Wihh keren ya, mereka sama-sama berasal dari keluarga kaya, pantes saha heboh, kata Dina yang tidak menyadari maksud dari isi berita tersebut
Namun ketika siaran Tv memperlihatkan Foto mereka yang sedang berkencan, disana nampak jelas wajah Jasmin dan Fano, sedangkan Jasmin sedang menggandeng tangan kiri Fano
β Deg,, jantung Dina terasa berhenti seketika, bagaikan terseret ombak tubuh nya seketika lunglai melihat suaminya sendiri di gandeng wanita lain, Dina tidak mengeluarkan kata-kata apapun, Dia hanya meneteskan air matanya, tubuh nya terasa panas dingin dan gemetar seperti amarah yang akan meledak namun dia menahan nya sekuat tenaga
Dina mencoba untuk tidak percaya dengan berita di Tv, namun Foto mereka nampak jelas terpampang disana, dia yang tidak bisa menyalahkan siapapun, dia hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri dan merasa sangat di rendahkan bahkan tidak di hargai,
β Aku cukup menyadari siapa aku, dari mana aku berasal, aku seperti ini karena siapa? aku sangat marah tapi aku tidak bisa berbuat apapun, akankah semua ini berakhir,
wanita yang bernama Jasmin, dia sangat serasi, terlihat dari keluarga terhormat dan kaya raya, derajatnya sama tinggi, sedangkan aku hanya seorang anak yang terlantar entah dimana keluarga ku berada, Apa hidupku akan tersakiti terus menerus, apa aku tidak berhak bahagia
Dina terus meratapi nasibnya tidak habis pikir dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini, sungguh kasian kamu dinπ
DI HOTEL BINTANG LIMA TEMPAT FANO MENGINAP
β Tuan bangunlah, Tio membangunkan Fano yang sedang tertidur pulas di jam tiga pagi,
β kenapa kau menganggu istirahat ku, tanya Fano.
β Sebaiknya kita pulang sekarang, keadaan di Indonesia sedang tidak baik akibat rumor yang menyebar luas tentang anda dan Jasmin, mereka mengabarkan bahwa anda berkencan dengan wanita itu, kata Tio
.Fano terperanjak kaget mendengar berita tersebut, dia langsung mencari ponsel nya segera menghubungi istrinya.
beberapa kali panggilan di tolak oleh Dina, Fano mengirimkan pesan agar Dina segera menjawab telpon nya, sedangkan Tio menghubungi orang rumah yang berada di rumah Fano
β Hallo Selamat pagi, jawaban telpon dari bi Ida
β Bi Ida ini saya Tio, apa bi Ida sudah membaca berita di Tv,
β Sudah sekretaris Tio, saya sedang khawatir dengan keadaan nona, Dia pergi sebelum saya membaca berita di Tv, dia bilang harus keluar ada sesuatu yang sangat penting
β Baik, Tio menutup panggilan telpon nya
Tio segera menuju kamar Fano lagi untuk memberi kabar keadaan di rumah
β Maaf Tuan Nona tidak ada dirumah, sepertinya nona sudah mengetahui beritanya, Kata Tio
β apa becus nya para penjaga di rumah, kenapa membiarkan dia pergi hah, suruh Cari Dina sekarang sampai ketemu, kata Fano
β Apa pekerjaan sudah beres? tanya Fano
β Sudah Tuan, tinggal mengurus perjanjian dengan Tuan Elordi
β Kita pulang sekarang, kamu urus perjanjian itu nanti setelah kita sampai di Indonesia, kata Fano
β Baik Tuan, Tio segera bersiap di pagi buta untuk segera pulang ke Indonesia membereskan masalah baru Tuan nya,
Satu jam bersiap, mereka segera menuju pesawat pribadinya untuk segera pulang, di perjalanan Fano sudah sabar ingin segera menemui istri nya karena merasa khawatir
INDONESIA
β Dina berjalan di tepi danau melihat pantulan dirinya di atas permukaan air, dia melihat dirinya yang begitu malang sedang terpuruk hari ini,Dia membayangkan kenapa harus terjebak dalam kenyamanan seperti ini, kenapa harus mencintai jika harus saling menyakiti, Bukankah pernikahan itu bukan main-main, kalau masih ingin bermain-main, untuk apa menikahi seorang wanita dan menyakiti nya, pikiran dina terbang dia berteriak melepaskan kekeselannya yang sudah tidak terbendung
Ya dia kecewa melihat suami yang di cintainya bisa berprilaku seperti itu, dia merasa sangat tidak di hargai,
β apakah selama ini dia mencintaiku hanya sebatas kebutuhan saja, apa setelah ini dia akan membuangku,ciiih sepertinya aku harus bisa menerimanya karena memang aku tidak ada apa-apa nya di bandingkan wanita itu, Dia cantik dan dari keluarga yang terpandang, sangat jauh berbeda dengan aku, Dina menebak nebak isi pikiran nya yang sudah merasa kecewa,
β Akankah Dina mempercayai penjelasan Fanoβ ππ
Seharian penuh dia terdiam di tepi danau, dia membaringkan tubuhnya di atas rumput, bertumpu dengan kedua tangan nya di kepala sebagai bantal, matanya terpejam berusaha melapangkan hatinya saat untuk pertama kalinya dia merasakan sakit karena cinta,
β Tenyata sesakit ini ya kalau sudah jatuh cinta, dina menyinggungkan senyum tipis di bibirnya
__ADS_1
β Bangunlah dan jangan biarkan dirimu terpuruk karena cinta, kata seseorang yang tiba-tiba datang dan duduk di samping nya Dina
β Ada alasan yang sangat membuat ku terpuruk, karena dia bukan hanya sekedar pacar, tapi dia sudah menjadi satu dengan hatiku, dia suamiku yang sudah menyelamatkan ku dari hidupku yang kelam dulu, tapi sekarang kini dia malah membuat hatiku hancur , jawab Dina yang tidak sadar dengan kedatangan seseorang
β Itu artinya kamu belum terlalu jauh mengenal apa itu cinta, hidup ini tidak ada yang sempurna, tidak selama nya bisa bahagia, banyak rintangan dan tantangan yang harus kita hadapi untuk mencapai kebahagiaan, selama apapun kamu menjalani hidup, tatap saja akan selalu rintangan nya,Cinta ya, kamu harus menetukan nya sendiri untuk bisa bertahan atau pergi,
β hmmmmm,aku akan bertahan selama aku bisa, aku tidak mau menjadi janda muda, heuuu hikss, Dina terduduk dan menangis layak nya anak kecil
β Hahahah kamu itu sangat polos, kamu harus mendengar semua penjelasan darinya, jangan pernah bertindak hal bodoh untuk pergi apalagi dia tidak mengetahui kemana kamu pergi saat ini, Kata pria tersebut
Dina melihat ke arah pria itu
β Kamu siapa? tanya Dina
β Aku memperhatikan mu dari tadi, dan kamu baru bertanya aku siapa? ciiih dasar
β Aku Willy dan kamu?
β Aku istri kecilnya dia,
β Hahahah namamu siapa?
β Dina,jawabnya
Dina menceritakan semua apa yang dia alami saat ini, Wily hanya tersenyum mendengar nya,dia memberi saran layaknya seorang kaka yang menasehati adik perempuan nya, Dina merasa sangat lega karena ada yang mau mendengar ceritanya hari ini
β kemana kamu akan pulang? Tanya Willy
β Sebentar lagi aku akan pulang, jawab Dina
β ini sudah jam 6 sore, apa kamu mau tinggal di danau ini, danau ini banyak hantunya
β Tapi danau ini membuat pikiran dan hatiku lega saat ini, aku menyukai danau ini,mulai sekarang ini menjadi tempat favorit ku,kata Dina
β Kamu menyukai danau ini? Tanya Willy
β hmmm, jawab Dina
β kamu boleh mengunjungi danau ini kapanmu kamu mau, kata Willy
β tidak perlu, kamu sudah dapat ijin dari pemilik danau ini, dia itu adalah aku kata Willy
β Waaaaw jadi kamu pemilik danau ini?
β Ya,aku membuatnya untuk diriku sendiri saat pikiran ku tengah kalut, aku tidak membiarkan siapapun masuk kesini, kamu tidak lihat gerbang di depan sana, gerbang menuju danau ini selalu di kunci dan hanya aku yang akan membukanya, kamu bisa masuk kesini karena gerbang nya terbuka dan dari tadi aku disini
β hahahha aku merasa malu, pantas saja aku merasa aneh, aku masuk karena melihat gerbang terbuka dan di dalam nya terlihat ada danau kecil yang indah,jawab Dina
β Aku harus pulang dan kamu apa tidak akan pulang? tanya Willy.
β Aku akan segera pulang, karena pemilik danau ini akan pulang, aku tidak mau di kurung sendirian di danau ini kata Dina
β kamu bisa menginap disini kata Willy
β Apa harus tidur di atas air berapung dengan perahu itu kata Dina
βikuti aku, willy berjalan ke arah tembok di ikuti Dina du belakang nya
β Apa kamu mau memasukan aku ke dalam benteng batu ini, Tanya Dina
β hahha tidak, ini bukan batu, tapi ini pintu, willy membuka Pintu yang menyerupai batu disana, mereka masuk
β wooo kenapa ini sangat indah, aku tidak menyangka ada sebuah rumah kecil disini, mmmm aku senang melihat nya, kata Dina
β Disini tempat tinggalku kalau aku sedang ingin sendiri, aku akan merasa lebih baik jika sudah tinggal disini
β rasanya aku tidak ingin meninggalkan tempat ini, kata Dina
Dina meminta pada willy agar dia bisa tinggal disana semalam saja, tapi willy tidak mengijinkan nya karena willy menyarankan agar Dina pulang supaya tidak membuat orang terdekat nya merasa khawatir
β Kamu harus pulang, kamu boleh kesini kapanpun kamu mau, ini pegang satu kunci untukmu, aku tidak aka menemui disini hanya karena harus membuka gerbang ini untukmu, aku sibuk kata willy
β Sungguh? Terimakasih aku sangat senang kamu memberikan ku kunci ini, kata Dina
__ADS_1
Willy menyuruh Dina untuk segera pulang karena sudah larut malam, Dia mengantar Dina pulang meski Dina menolaknya, Willy hanya takut terjadi susuatu pada teman barunya itu
β Dimana rumah suamimu? tanya Willy
β sebentar lagi sampe, belok kanan dan disana ada Komplek perumahan,kata Dina
Willy sampai di tempat tujuan, Dina turun dari mobil nya dari kejauhan terlihat sekretaris Tio yang sedang berdiri tegap memperhatikan,
β sepertinya itu nona, eh tunggu,dengan siapa dia datang? dia di antar siapaβ Batin Tio
β Makasih ka willy sudah mau nganterin aku, kata Dina
β sama-sama masuklah, dan temui suamimu,
belum Willy pergi dari halaman rumah, tenyata Fano melihat nya dan berlari ke arah Dina
β Siapa anda? tanya Fano
β Saya hanya teman nya, jangan salah paham, permisi saya cuma mengantar saja, Willy pergi dan tidak menghiraukan Fano
β Suaminya orang kaya, Tapi terlihat sangat arogan dan pecemburuβ Kata Willy di dalam mobilnya
Dina masuk ke dalam rumah meninggalkan Fano, Tio hanya bisa .melihat dan memantau saja,
β Dari mana kamu, aku mencarimu kemana-mana seharian ini, dan kamu malah pergi bersama cowo barumu itu hah, siapa dia? Tanya Fano
Dina tidak menjawab sedikitpun perkataan Fano, dia pergi ke atas dan masuk ke kamar di susul oleh suaminya, Di dalam kamar Fano tidak berhenti bicara karena Dina tidak mau menjawab pertanyaan nya sama sekali
β Apa kau mau mati? jawab pertanyaan ku dengan benar? siapa cowo tadi?
Tanya Fano mengulangi nya, sepertinya Fano sangat marah guys
β lakukan saja jika kamu mau membuat ku mati, bukan kah dia sudah menjawab nya tadi, dia hanya teman ku, jawab Dina tidak di lebih-lebih kan,
Nyatanya jawaban Dina membuat Fano semakin tersulut emosi, Fano khawatir dengan keadaan istrinya seharian tidak pulang, dan dia melihat istrinya di antar orang lain
β Bicara dengan sopan terhadapku, Fano mencengkram dagu Dina
β Apa yang harus jelaskan? Tnya Dina dengan suara di tekan
β Beraninya kamu jalan dengan lelaki barumu, apa selama aku di Jerman kamu sudah mengenal nya? Tanya Fano
β Dina hanya menyunggingkan senyuman
β JAWAB! teriak Fano memenuhi ruangan, suaranya terdengar oleh penghuni rumah disana, Tio merasa khawatir tapi dia tidak bisa membiarkan nya
β kenapa kamu marah? Tanya Dina
β Karena kamu istriku dan perbuatanmu tadi sangat melakukan, teriak Fano
β Lalu maumu apa? Tanya Dina
β Beraninya kamu bicara seperti itu padaku! Fano semakin di penuhi dengan amarah nya
β Lalu aku harus berbicara seperti apa? Apa aku harus bersujud di hadapanmu
β Hahahaha lihat permpaun ini, nampak nya dia sangat berani dengan perkataan nya, Saya tekan kan anda berbicara dengan benar, saya tidak menyukai anda berdekatan dengan lelaki lain, kata Fano
β hahahha Apa bedanya dengan Anda Tuan Fano yang terhormat, Bergandengan tangan dengan seorang wanita saat jauh dari istrinya, hahahah aku sangat terkejut,Suamiku di kabarkan berkencan dengan wanita lain di Jerman, wanita bernama Jasmin dari kalangan keluarga terhormat dan kaya raya, sangat jauh dengan diriku yang hanya di tolong oleh mu, perkataan Dina semakin. membuat Fano emosi
β Jaga bicara mu, apa yang kamu lihat tidak seprti yang kamu pikirkan, Kata Fano
β Dan apapun yang kamu lihat tentang nu tadi bersama lelaki itu bukanlah seperti yang kamu pikiran, aku memutuskan untuk pergi dari rumah ini tapi lelaki itu yang memberiku saran untuk segera menemui, Aku menahan amarah ku karena sangat kecewa melihat tindakan mu yang seperti menganggap ku tidak ada di kehidupan mu, dan apa maumu sekarang? aku sudah siap kamu menendangku, Kata Dina
β Apa kamu yaakin dan siap kalau aku menendangmu? tanya Fano
β Lakukan sesukamu, Kata Dina
β dengar ini baik-baik Nona Dina, Sekali lagi kau memintaku untuk menendangmu maka akan aku tendang kau dengan sangat jauh, jadi jagalah ucapan mu,
Entah kenapa mendengar perkataan Fano tersebut membuat hati istrinya semakin sakit, Dina menangis tidak bisa lagi menahan sakit dan kesedihan yang dia tahan seharian ini, Nampaknya dia sangat tidak menginginkan Fano mengatakan itu,
Sama halnya seperti Fano, dia merasa hatinya teriris mengatakan hal itu, dia sangat menyayangi istri kecilnya mana mungkin dia bisa menendang istrinya dengan begitu saja, Fano memeluk erat tubuh istrinya, Dia meminta maaf atas apa yang sudah dia lalukan, begitpun dengan Dina, dia meminta maaf karena membuat Fano marah,
__ADS_1
LANJUUUUUT GUYS π§ββοΈ