
setengah hari Ini Dina menemani fano di tempat kerja nya, fano yang tidak bisa serius saat di temani dina, Dia terus saja nempel dan bersandar di pundak dina, dan tidak mau melepaskan pelukan nya,
* Tuan tolong hentikan kemesraan kalian depan saya, kalian tidak kasian apa sama jiwa jomblo saya ini* batin Fano
" kenapa kamu? tanya fano
" Tidak tuan saya tidak kenapa-napa
" makannya cari pasangan,
" saya akan cari secepatnya Tuan, karna sudah dapat lampu hijau dari Tuan
" waktu nya pulang ayo istri ku kita pulang,
mereka segera turun, fano tidak melepaskan genggaman tangan nya, Dia selalu merasa ada kehangatan dalam diri Dina yang tidak bisa membuat dia menjauh
semua karyawan melihat ke arah mereka, Dina merasa malu karena di saksikan banyak orang. berbeda dengan fano, dari mengandeng tangan beralih memegang pundak Dina
Tio menyuruh para karyawan untuk tidak melihat ke arah fano,
*kenapa anda seperti ini Tuan, ** batin fano
Tio membuka pintu mobil,untuk fano dan Dina,
Di dalam mobil
" Nona apa ini punya anda? tanya tio sambil memperlihatkan lipbalm
" ah bukan, itu punya Rini,mmmm biar besok saya antarkan ke rumah nya, jawab Dina
" jangan, antarkan saja sekarang, suruh fano
" Baik Tuan,
" Terimakasih suamiku,
Tio menjalankan mobilnya ke arah rumah Rini,
" mana lipbalm nya,biar saya yang antarkan saja , kata dina meminta lipbalm nya
" kamu jangan turun, biar Tio saja yang turun, fano melarang dina turun karena Dia tidak mau berjauhan dengan Dina
" baik tuan saya akan mengantarkan nya
Tok,,Tok,,tok,,.
" ya sebentar,tunggu jawab ibunya Rini
Ceklek, ibunya rini membuka pintu
" siapa yah ?
" maaf bu mengganggu sebentar, apa Rini nya ada, Tanya Tio
" sebentar ibu panggilkan dulu, duduk dulu yah nak.
Tio duduk dan menunggu ibunya Rini
Rini keluar dari kamarnya menemui Tio
__ADS_1
" ada apa?.
" ah kamu itu, jangan galak-galak, kata ibunya Rini
" ini saya cuma mau mengantarkan ini, dan saya kesini bukan atas kemauan saya, tapi Tuan yang menyuruh
" ga peduli tuh, jawab rini cuek
" bukan Terimakasih,dasar cewe galak
" apa kamu bilang, galak,haha bukan nya situ yang galak, so coll, dan dingin kalau bicara sama orang lain
" kalian kenapa, baru ketemu ko malah bertengkar, ibunya Rini merasa heran
" maaf bu permisi, Tio segera pergi karena malas bicara lagi dengan Rini
** sepertinya dia wanita jadi'an, apa maksudnya tiba" marah dan so jutek kaya gitu, dan kenapa barang nya dia pake ketinggalan segala, males banget ** Tio nyerocos sendiri karena kesel sama sikap Rini, Dia masuk ke dalam mobil
" sekretaris Tio, Rini lagi apa barusan? tanya Dina
" kamu tidak boleh menanyakan siapapun di depanku, cukup pandangi aku saja,fano mulai posesif
Tio mengemudikan mobilnya. di jalan Dia ingat dulu ada perempuan yang tiba" berenti di jalan, Tio kepikiran karena malam ini cukup rame dan melewati jalan tersebut
" Nona apa dulu anda pernah tiba+tiba berhenti di tengah jalan saat sedang mengendarai motor? tanya Tio
" bagaimana anda Tau sekretaris Tio?
" ah ternyata benar itu anda, sangat kebetulan
" jadi yang waktu itu menggendong saya lalu memindahkan saya ke pinggir jalan itu, anda orang nya sekretaris Tio
" apa yang kamu bilang barusan? Tio menggendong mu? Tio apa itu benar? tanya fano
" iya tuan benar
" berani-berani nya kamu menggendong istriku, fano kembali marah, Tio apa kamu mau saya habisi malam ini
" Maaf Tuan, waktu itu saya tidak tau kalau itu nona yang sekarang jadi istri Tuan
" iya suamiku jangan marah dulu, aku juga ga tau kalau yang menggendong aku itu Sekretaris Tio
" Diaaaam, kenapa kamu terus mengulang kata gendong itu,membuatku pusing saja, Cih fano menendang keras kursi Tio
** Tuan kalau pun hari itu anda tau bahwa wanita itu Nona, mungkin anda tidak akan mau menggendong nya, karena anda belum mencintai nya dan belum mengenal nya*" batin Tio
mereka sudah sampai Di rumah, Tio segera pamit pulang pada fano
" Tuan Selamat istirahat, Nona Selamat istirahat saya permisi pulang dulu
" jangan bicara pada istriku, fano sewot
Tio mengangguk dan segera pergi dari hadapan fano, dia tidak mau menghadapi kecemburuan nya fano yang seperti anak kecil
" suamiku, jangan marah-marah, kasian sekretaris Tio,dia kan tidak tau apa-apa,
" jangan membela nya, fano makin kesal karena Dina membela Tio
Fano pergi ke kamar mandi, dia berendam di bathup dengan air hangat, selama berndam Dia terus membayangkan bagaimana Tio menggendong Dina
__ADS_1
** aaaah Dia memegang istriku lebih dulu, Tio sialan, berani-berani nya menyentuh istriku, ** fano masih emosi karena terus membayangkan kejadian itu
" SIALAAAAN, fano teriak di kamar mandi,
Dina yang mendengar nya merasa kaget
** kenapa dia teriak" seperti itu sih, ah mungkin dia lagi menyanyi rock n roll di kamar mandi, sudahlah,, Dina tidak menghiraukan teriakan fano
setelah emosi ya mereda, fano keluar dari kamar mandi
kemudian giliran dina yang mandi sekarang,
Fano mengganti pakaian nya
" apa ini ponsel dia? Dih hp rusak ko di pake, fano melihat ponsel dina yang layarnya sedikit retak,
" Apa Dia berpelukan dengan teman nya, fano melihat wallpaper Dina dengan Rini yang sedang berpelukan
" Lihat saja, Fano melihat menu dan memilih camera, Dia berfoto di ponsel Dina,
" Nah gini kan bagus, fano mengganti wallpaper ponsel milik dina dengan fotonya sendiri
" Aku mau melihat ekspresi dia saat mengetahui wallpaper nya berubah jadi seorang Fano
Fano mengambil ponsel nya, Dia menelpon nomor Dina dari ponsel nya
" Apa Dia tidak menyimpan nomorku, wah berani"nya dia tidak menyimpan nomorku
lagi-lagi Fano di buat kesal, dia menaruh ponsel milik Dina, dan pergi menuju ruang kerja nya, Di ruang kerja fano menelpon Tio
" hallo Tuan, Apa terjadi sesuatu? tanya Tio di ujung sana
" besok carikan ponsel yang sama seperti ponsel ku,
" Baik Tuan, jawab Tio
" hemmm, fano menutup telpon nya
** Kamu sudah menjadi milikku dan tidak akan aku lepas, ingat itu** Batin fano sambil memainkan Laptop milik nya
Di kamar
" kemana Tuan fano, kenapa tidak ada di kamar.. Dina keluar kamar mencari Fano,
" Bi apa bi ida melihat Tuan
" Tuan ada di ruang kerja nya, apa mau saya panggilkan? tanya bi ida
" jangan bi, saya hanya bertanya saja, makasih ya bi, Dina kembali naik lagi ke atas
Dina mengambil ponsel nya dan duduk di sofa depan Tv,
" apa-apaan ini, kenapa walpaper hp ku jadi foto dia, aaaa dan apa ini kenapa galeri ku penuh dengan foto dia sendiri, kapan dia melakukan nya, demi apapun Tuan fano,anda kurang kerjaan seperti ini
Dina yang merasa heran dengan sikap suami nya hanya bisa geleng-geleng kepala
JANGAN LUPA
DUKUNG +VOTE AUTHOR YA
__ADS_1
DUKUNGA KALIAN ADALAH SEMANGAT NYA AUTHOR❤❤