
*Hallo SELAMAT MEMBACA dan Semoga kalian suka yah**
Sehabis pulang dari rumah keluarga Jaya Saputra Fano dan keluarga pun langsung menuju rumah nya untuk segera beristirahat,
Di dalam mobil Tio pun mengingat wanita yang tiba" berenti di tengah jalan itu .kemudian Tio pun memberitahu Fano tentang itu
" Tuan sepertinya saya mengenal nona Dina π€,,,Tio memulai pembicaraan
" kapan dan dimana kamu melihat wanita itu,,tanya fano pada sekretaris nya
" Nona dina itu adalah pengendara motor yang waktu sore" melamun di tengah jalan dan berenti tiba"π€,,jawab Tio
" hemmm..Fano menjawab dingin
" antarkan saya ke rumah saya saja, perintah fano
" Baiklah tuan ..
mereka pun sampai di rumah fano di depan gerbang rumah fano sudah ada dua penjaga yang membuka gerbang dengan cepat dan menundukan kepala..
Tio mengantar fano sampai ke dalam rumah .fano pun menyuruh tio untuk pulang dan beristirahat karena besok harus mulai bekerja kembali.
" Pulang dan istirahatlah .perintah fano pada sekretaris nya
" Baiklah tuan Selamat malam dan Selamat beristirahat
Fano masuk ke kamar untuk mandi dan mengganti pakaian nya dengan baju tidur, sekilas dia memikirkan wanita karena sikapnya yang begitu dingin dan jutek .Dia heran baru pertama kali dia melihat wanita yang bersikap dingin, sedangkan di luar sana banyak wanita yang menggoda dan ingin sekali menjadi istrinya Fano
__ADS_1
" π fano menyeringai ,,bisa"nya aku memikirkan wanita aneh itu ,sudahlah mending aku istirahat saja untuk kembali bekerja besok
Di kediaman jaya .nining merasa bahagia karena bisa mendapatkan hati anaknya keluarga hermawan nining pun tiba" bersikap baik terhadap dina. tapi semua itu hanyalah akal bulus nya nining untung membua dina nurut dan mengikuti apapun keinginan dia
" waaah anak kita ini hebat yah pah bisa bertunangan sama fano yang tampan .. nining memuji dina..
" Dina hanya diam senyum sambil menundukan kepala,sebenarnya nining mengetahui bahwa fano dan Dina tidak ingin saling memiliki apalagi melihat ekspresi Fano yang suka melihat dina,mengajak ngobrol pun enggan .
" hmmmm kamu pikir setelah kamu nikah nanti kamu bakalan bahagia apa heuh,bahkan kamu akan lebih menderita oleh sikap nya fano yang dingin dan tidak ingin memiliki kamu itu,sungguh sikap Fano tadi itu membuat saya sangat perihatin pada anak pungut itu,dia benar" di takdirkan untuk menderita sekalipun dia menikah dengan orang kaya heuh" Batin bu nining yang berkata kejam pada Dina*
Pa jaya yang semakin hari semakin menuruti kemauan istrinya sama sekali tidak merasa kasihan sama Dina. yang dulu nya sangat perhatian dan sayang sama Dina kini menjadi berubah sikapnya karena terus menerus di racuni pikirannya oleh bu nining Da sekarang pa jaya pun ikut dalam permainan ini karena dia tau, dengan menikahkan Dina dan Fano akan membuat usahanya semakin lancar
" Mah bagaimana kalau kita kasih tau besok keluarga Hermawan supaya Berkencan dengan Dina,,Pa Jaya berkata demikian
" waah ide bagus tuh pah,papah ko pinter sih tau aja apa maunya mamah, bu nining menjawab sambil mencubit kecil pipi pa jaya
" hallo Selamat pagi Pa Hermawan,maaf pagi" seperti ini saya sudah menelpon, saya cuma mau mengusulkan bagaimana kalau hari ini adalah kencan pertama Fano dan Dina untuk saling mengenal menuju pernikahan yang secepatnya akan di laksanakan"kata pa jaya di ujung telpon"
" Aduh pa jaya padahal saya mau memberitahukan itu hari ini,ternyata saya udah keduluan,kata hermawan menjawab"
" Yasudah kalau begitu saya akan beritahu pada Fano agar nanti malam menjemput Dina kerumah untuk berkencan, Selamat pagi dan Selamat beraktifitas ya pa jaya. *Hermawan pun menutup telpon **
______________
Di kantor Fano dan tio sedang sibuk mengerjakan laporan untuk meeting nanti siang.. Fano yang dari tadi Menatap layar komputer dan Tio sibuk di meja kerjanya ,keduanya terlihat sangat serius terutama Tio yang sangat disiplin dengan pekerjaannya karena tidak mau mengecewakan Tuannya. tiba" keonsetrasi fano terganggu karena ada yang menelpon
" hallo Fano maaf ayah menganggu kamu sepagi ini. apa malam ini kamu ada meeting?
__ADS_1
tanya Hermawan di ujung sana
" tidak hari ini Fano tidak begitu sibuk hanya ada meeting sekali nanti siang, ada apa ayah
" baiklah kalau begitu pulang kerja nanti kamu jemput Dina dan ajak Dia berkencan yah ,yasudah kalau gitu lanjutkan pekerjaan kamu"
" Tapi..belum sempat Fano menjawab Hermawan sudah menutup telpon nya duluan
Sial kalau tau begini mending meeting saja nanti malam. tpi gapapa demi ibu dan ayah fano siap untuk berkorban
__________
Di kediaman pa Jaya Dina sedang merapihkan kamar nya sendiri Dina merasa bosan karena kesehariannya tidak seperti biasanya yang di sibukkan dengan pekerjaan rumah bahkan untuk bersantai ataupun main keluar layaknya remaja sekarang dina tidak bisa.
" tok..tok..tok..dina kamu lagi ngapain? tanya ** nining di balik pintu
" lagi beresin kamar mah kenapa?.
" oh Yasudah kamu nanti malam bakalan di jemput sama Fano untuk berkencan jadi jangan kecewakan mamah dan papah yah harus tampil secantik mungkin.
Di dalam kamar dina tidak menjawab apa" Dina hanya diam karena memang kalau menolak pun dina tidak akan bisa.. Dina berbaring sambil meratapi kehidupannya. bagaimanapun sikap pa jaya dan bu nining Dina selalu menyayangi orangtua angkat nya itu karena dengan merekalah dina bisa sekolah dan di besarkan.meskipun dina selalu berusaha untuk kabur tapi semua itu tidak bisa dina lakukan karena belum membalas semua kebaikan pa jaya dan nining..___
____
HAI SEMUANYA SEMOGA KALIAN SUKA YAH.
*SAMPAI JUMPA DI EPISODE BERIKUTNYA **ππ
__ADS_1