
Di pagi hari, kedua pasangan itu sudah duduk di meja makan untuk segera sarapan, Fano memanjakan istrinya dengan menyuapi makanan nya,
” sepagi ini kamu sudah mengeluarkan tenaga kamu karena mual-mual, kamu pasti kuat istriku, Fano menyemangati istrinya itu
” Aku sudah enakan karena tadi kamu memijat punggung ku, itu sangat nyaman, jawab Dina
” Sayang, sebelum perutku membesar apa boleh aku menemui keluarga ku di kampung, tanya Dina
” Apa kamu yakin, aku sangat khawatir dengan keadaan kamu dan bayi kita, aku tidak mau bertindak gegabah, jawab Fano
” Tenanglah sayang, aku akan baik-baik saja,kan ada kamu yang jaga aku, aku sangat ingin bertemu dengan mereka, kalau menunggu nanti melahirkan, itu sangat lama, rengek Dina
Fano sangat bingung saat ini, di sisi lain dia tidak ingin membuat istrinya kepikiran karena ingin bertemu dengan keluarga nya, tapi disisi lain, dia sangat khawatir dengan keadaan sekarang karena istrinya itu sedang hamil muda
Dia belum memberi jawaban karena harus benar-benar memikirkan itu dengan baik, dia tidak ingin membuat istrinya sedih saat ini,
” aku lihat keadaan nanti ya sayang, kita pasti berangkat menemui keluarga kamu disana, jawab Tio sambil mengelus lembut pangkal kepala istrinya
Dina sangat paham apa yang suaminya pikirkan sekarang, dia pun tidak memaksa jawaban Fano saat ini, karena dia tau, Suaminya itu pasti sangat mengkhawatirkan keadaan nya sekarang yang sedang hamil muda, meskipun Dina sangat berharap Fano bisa mengijinkan nya
Fano segera berangkat kerja, di luar sudah ada Tio yang menunggu nya
” Selamat pagi Tuan, Selamat pagi Nona, sapa Tio dan di balas dengan anggukan oleh pasangan itu
*Apa Tuan dan Nona sedang berantem, mereka terlihat sangat canggung* Batin Tio
Fano masuk ke dalam mobil nya, mereka segera pergi kerja,
Di dalam mobil, Fano terlihat sangat sedang berpikir keras saat ini, sangat terlihat dari raut wajah nya yang sedang kebingungan
” Tuan maaf, apa anda baik-baik saja? Tanya Tio yang merasa khawatir
” hmmm, saya bingung, Dina meminta ijin pada saya untuk menemui keluarga nya di kampung, saya bingung dengan keadaan dia yang sedang hamil muda,
__ADS_1
” Maaf Tuan sebelumnya, lebih baik periksa lagi keadaan kandungan Nona, kalau memungkinkan kan kandungan nya kuat, Tuan bisa pergi kesana bersama Nona, saya akan menemani Tuan, ajak keluarga Tuan juga dan diskusikan, Jawab Tio
Ternyata saran darj Tio itu sangat membatu untuk nya saat ini
” Baiklah saya akan membicarakan ini pada orangtua saya
”Bagaimana perkembangan Toserba kamu? Tanya Fano
” Berjalan baik Tuan,
Setelah percakapan di dalam mobil akhirnya mereka sampai di tempat kerja Fano, seperti biasa para karyawan disana menyapa dengan sopan pada Tuan nya
kali ini ada yang berbeda dari sikap Fano, dia kembali dingin seperti biasanya, mungkin karena saat ini dia sedang memikirkan keinginan istrinya itu
Hari ini Fano sedikit sibuk karena ada meeting dengan perusahaan lain, Tio yang selalu menyiapkan semuanya terlihat sudah siap untuk menemani Tuan nya meeting
” Ayo Tuan sudah waktunya kita berangkat, kata Tio
” Hmmm ,,
meskipun pikiran nya sedang kacau, Fano tetap harus profesional dalam urusan kerjaan, apalagi dia seorang Direktur perusahaan yang terbilang sangat terkenal di kalangan para pembisnis
Setelah beres dengan meeting nya Fano kembali ke kantor nya, dia berniat ingin makan siang di kantor nya saja, karena saat ini dia benar-benar butuh ketenangan
Sesampai nya di kantor ternyata sudah ada yang menunggu nya disana
” Sayang kamu ngapain kesini? Tanya Fano
” Aku mau ngantar makan siang buat kamu, sudah lama aku ga masakin buat suamiku, jawab Dina
” Aduh sayang aku bisa pesan sendiri, lagian kan dekat ke Restoran kita juga, kata Fano
” Apa kamu tidak senang di bawakan makan siang oleh ku, Tanya Dina dengan wajah nya yang murung
__ADS_1
” Ah tidak sayang, bukan gitu maksudku, maaf ya maaf, aku seneng ko kamu datang kesini, perhatian sekali istriku ini, jawab Fano yang menenangkan hati istrinya takut mood nya berubah seketika
Fano segera duduk dan tidak sabar ingin menikmati masakan istrinya itu,masakan istrinya yang tidak pernah gagal rasanya saat dia menyantapnya, tidak ingin pada satu orangpun dia membaginya
” Sekretaris Tio, ayo makan bareng, saya bawa banyak makanan nya, ajak Dina
” jangan, dia bisa makan di Restoran kita, cepat kamu pergi kesana, teriak Tio
*Tuan kenapa anda seprti anak Tk yang takut permen nya di ambil oleh teman nya* Batin Tio
” Sayang kamu tidak boleh seperti itu, kamu harus berbagi, kata Dina
” Tapi sayang aku tidak mau ada satu orangpun menikmati masakan kamu ini, jawab Tio
” Sudah jangan kaya anak kecil, Ayo sekretaris Tio makan ini sudah saya siapkan,
Tio serba salah, dia bingung antara harus nurut pada nona nya yang sedang hamil muda, atau sama Tuan nya,
” Yasudah cepatlah makan, mumpung saya belum berubah pikiran, cepatlah punya istri agar ada yang mengantarmu makanan dan tidak memakan masakan istriku,kata Fano
Tio segera mengambil makanan nya yang di tawarkan oleh nona nya, dia membawa ke ruang kerja nya karena takut Tuan tiba-tiba berubah pikiran
” pelan-pelan sayang makan nya nanti kamu keselek, kata Dina
” Hmmm aku tidak bisa kalau harus menyisakan sedikitpun masakan yang kamu buat, ini benar-benar enak dan membuat tenagaku kembali semua,
Ada kebahagiaan tersendiri bagi seorang istri yang selalu di puji masakan nya oleh suami nya, memang itulah kebahagiaan, dengan pujianpun cukup membuat seorang istri selalu merasa di hargai, dan untuk para suami, jangan lupa untuk selalu memuji apapun yang istri kalian lakukan, maka istrimu akan selalu merasa di cintai,
” Semangat untuk para istri yang selalu berusaha membuat suami kalian selalu memuji kalian dan semangat buat para suami, pujilah selalu istri kalian😁, PESAN INI DI SAMPAIKAN UNTUK YANG SUDAH MENIKAH, JOMBLO** NYIMAK AJA DI POJOKAN😂***
Setelah beres dengan makan siang nya, Fano memijat kaki istrinya, dia takut kalau istrinya kelelahan karena sudah melakukan aktifitas nya hari ini, Fano benar-benar belajar menjadi suami yang baik, dia berusaha membuat istrinya selalu nyaman ketika sedang bersamanya, akhir-akhir ini Fano lebih menyembunyikan rasa gengsi nya, membantu istri itu tidak menurunkan harkat derajat dia sebagai suami, sekaligus sebagai pengusaha terkaya di kota nya, itu semua malah membuat dia semakin merasa mudah dalam melakukan apapun,
Dina yang tau kesibukan suaminya seperti apa, di tambah sekarang sedang hamil muda dan berada di fase yang tidak nyaman karena harus setiap hari dia mengeluarkan energi nya, tapi semua itu tidak ada alasan untuk tidak melayani suaminya dengan baik, Dina juga selalu berusaha menjadi istri yang baik untuk suaminya, "Seneng bangat ya, suami istri saling melengkapi, sama-sama belajar untuk memberikan yang terbaik untuk pasangan nya,mmmm sosweet😍
__ADS_1
**TERIMAKASIH YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA NOVEL SAYA, AUTHOR CINTA KALIAN💜**