Antara Aku Kamu Dan Dia

Antara Aku Kamu Dan Dia
pertemuan sisil dan adnan


__ADS_3

Dina dan sisil pun pulang waktu istirat tadi dina sudah berhasil memgajak sisil untuk ketaman dengan alasan bahwa dina jenuh jika pulang lebih cepat. dan kini mereka sudah menuju ke taman.


"yuk pulang" ajak adnan sambil mengandeng tangan Ita


"ehh kok pulang sih Nan..kamu kan udah janji sama aku kemaren buat ketaman jelasin sama Sisil."


"iya iya aku akan lakuin yang kamu minta. yaudah yuk berangkat"


Adnan pun berangkat menuju taman bersama Ita. ditaman sisil dan dina sudah sampai duluan dan mereka ngobrol d bangku taman. setelah Ita sampai ditaman ia mencari keberadaan temannya saat ita melihat kedua temannya ita pun akhirnya membuat rencananya dengan dina kemarin.


Dina pun bergegas pergi mencari Ita dengan alasan hendak membeli minum untuk mereka.


"sil aku mau beli minuman dulu ya sekalian buat kamu juga. kamu tunggu sini bentar sil"


"oke tapi jangan lama lama ya Din"


dina pun mencari Ita dan akhirnya mereka bertemu. disitubmereka mengatur rencana.


"gini Nan.. Sisil kan lagi duduk disana tuh.. nah kamu lewat didepannya dan jatuhin tu kunci motormu secara tak sengaja didepan sisil. jadi seolah olah pertemuan ini tidak disengaja. disitu nanti usahakan kamu bisa duduk dan ngobrol apa ajalah sama sisil dan secara tidak langsung jelasin juga soal hubungan kita yang hanya sebatas teman."


"apa harus seperti itu?"


"please Nan aku mohon ya.. lakuin ini seenggaknya untuk pertemanan kita juga"


"iya iya aku kan lakuin ini karna ini kamu yang minta."


Adnan pun berjalan meninggalkan Ita dan Dina mendekati sisil..


klutik... suara kunci adnan yang jatuh didepan sisil.


tanpa memandang Sisil pun berniat mengambilkan kuncinya. tapi Adnan sudah dengan cepat meraih kuncinya dan sisil pun akhirnya menoleh kearah orang yang ada didepannya. seolah sisil pun kaget dan memangil nama Adnan..


"Adnan"


"eh kamu Sil, sama siapa kamu?"


"aku tadi sama Dina"

__ADS_1


"terus kemana sekarang temanmu? kok kamu duduk sendirian"


"oh Dina tadi pamit mau beli minuman tau deh kok lama banget. lhah kamu sama siapa Nan?atau mau kemana"


"aku sendiri sil.. mau ketoko jam disebrang kemarin aku habis benerin disitu ini mau ambil. oh iya boleh nggak aku duduk disini sampai teman mu datang daripada kamu sendirian takutnya ada yang ganggu kamu"


"oh iya boleh kok Nan.. sini"


Ita dan Dina yang melihat mereka pun kegirangan, akhirnya mereka bisa duduk bersama dan semoga kesalahpahaman antara Ita dan Sisil berlalu.


Sisil dan Adnan pun hanya diam satu sama lain tanpa ada pembicaraan diantaranya. akhirnya sisil pun menberanikan diri untuk bertanya pada Adnan.


"emmm...Nan aku mau tanya sesuatu sama kamu, tapi kalau kamu tak mau menjawab nggak papa sih.."


"tanya apa?" jawab Adnan dingin


"se..se..sebenarnya kamu kamu sama Ita itu ada hubungan apa?"


Adnan hanya diam dan belum sempat menjawab sisil pun berkata lagi..


"maaf ya jika kamu merasa pertanyaanku terlalu menganggu kamu nggak perlu menjawabnya kok.."


"em...jadi kamu sama ita nggak ada hubungan spesial gitu..?"


"nggak ada." jawab adnan singkat.


di tempat lain yang tak jayh dari keberadaan Ita ada Daniel yang sebenarnya mengikuti Ita dan Adnan. karna Daniel penasaran dengan penolakan ajakan dia untuk pulang bareng karna ada janji dengan Dina, daniel pun memutuskan untuk memgikuti Ita karna saat di parkiran daniel melihat Ita yang di bonceng oleh Adnan. Saniel pun merasa ragu dan seolah sedang dibohongi oleh Ita. karna alasan itulah Daniel membuntutinya.


oh ternyata ini toh.. kukira kamu membahongi aku Ta maafkan aku yang meragukan kata katamu. ternyata kamu mau mempertemukan adnan dan sisil itu rencana yang kamu susun secara rapi dengan Dina. maafkan aku Ta.. yang meragukan mu..mulai sekarang aku akan lebih percaya sama kamu. dan aku rasa perasaanku padamu ini tidak pernah salah. walaupun kamu belum mengetahui semuai rasa ini.


setelah Dina dan Ita melihat Adnan dan Sisil sudah mulai asik bercanda. Dina pun mulai kembali ketempat sisil. dan Ita masih menunggu Adnan ditempat tadi.


"Maaf ya sil tadi antri banget" ucap Dina yang menghentikan pembicaraan Adnan dan Sisil.


"ahh kamu ini Din.. tau lama ngapain sih masih saja ngantri"


"eh kalau gitu gue cabut dulu ya"

__ADS_1


"iya Nan makasih udah mau nemeni aku tadi."


adnan hanya menjawab dengan sebuah senyuman tanpa berkata apa pun dan mulai beranjak pergi ke tempat Ita.


"sudah puaskan kamu? yuk sekarang kita pulang saja"


"iyaa.. makasih ya Nan"


"makasih buat apa? aku ngelakuin itu buat kamu"


"ya makasih aja kamu uda mau bantu aku"


Akhirnya mereka pun pulang sebelum pulang Adnan pun mengajak Ita untuk makan bakso bareng.


"Kita makan bakso dulu ya Ta.."


"kita langsung pulang ajalah Nan.. uda kelamaan juga aku tar aku dicari sama ibu"


"tapi aku lapar" ucap Adnan lirih agar Ita menyetujui keinginannya


"ya uda dehh tapi bentar aja loh ya.."


"ya mau ngapain lagi kita kan cuma makan, habis makan baru aku antar kamu pulang"


tak lama meraka pun berhenti diwarung bakso. mereka pin langsung masuk dan Adnan memesan dua bakso, dan yang satu tanpa sayur dan tanpa bawang goreng ya itu adalah hal yang tidak disukai Ita dan adnan pun masih mengingatnya dengan jelas. saat makanan itu tiba di meja mereka Ita pun yang melihat mangkuk bakso miliknya pun hanya tersenyum..


ternyata kamu masih mengingat apa yang tak ku sukai saat makan bakso


saat mereka makan Daniel yang mengikuti Ita pun sebenarnya merasa cemburu saat melihat Adnan makan dengan Ita tapi daniel sudah membulatkan tekat bahwa ia kan percaya dengan ita dan ia yakin bahwa ita memang benar benar sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan Adnan.


setelah mereka selesai makan, mereka pun langsung pulang, dan adnan mengantarkan ita sampai didepan rumahnya.


"makasih udah nganter aku pulang sampai rumah"


"iya, aku juga mau bilang makasih kamu udah mau makan bareng, yaudah Ta aku pulang dulu sampai ketemu besok"


"iya hati hati ya Nan..?" sembari berjalan masuk kedalam rumah

__ADS_1


Adnan pun pulang dengan penuh senyuman karna kejadian hari ini membuat dia bisa makan bareng sama Ita, walau hanya sekedar makan dan waktu yang tak lama adnan pun merasa sudah bahagia.


__ADS_2