Antara Aku Kamu Dan Dia

Antara Aku Kamu Dan Dia
Aneh


__ADS_3

kini semua baik baik saja. tidak ada amarah, tidak ada emosi, tidak ada kata sedih.. diam dan membisu sudah lenyap. semoga ini awal yang lebih baik lagi untuk persahabatan mereka. Hari ini hari terakhir Arin di rumah Ita. Dan semua kembali normal kembalii.. Arin sebenarnya masih ingin tinggal namun belum saatnya dia menetap.


pagi menyapa dan hari ceria. aktivitas sudah berjalan seperti biasa.... sekolah pun tak ada yang istimewa semua sama, ada ima dan ayu yang selalu bercanda dikala jam istirahat. tak ada rasa kepo diantara mereka karna Ita menutup rapat dari mereka. Tak ada obrolan serius diantara mereka.


"eh nantii mampir yuk.. ucap ima


"kemana? jawabku singkat


"nongkrong ditempat biasa maksn bakso atau mie ayam.. gmana Dan...


"aku ngikut Meitha lah... gimana gimananya...


"sebenernya aku males... jawabku melemas


"yah Ta kita dah lama nggak nongkrong sambil makan lo.. ayu pasti juga setuju.. si Daniel ngikut apa kata lu.. ayolahh...


"gimana yaaa ma.... jujur males aku tu...


"kamu mikir apa sih meit? biasnya kamu paling gk bisa nolak pinta orang disekitarmu... sini sini cerita sama aku... kata daniel sambil menjulurkan tangan mengajak meitha


"kamu ada masalah ya Ta? saut ayu


"nggak ada yu... cuma males aja aku...


"yok ikut aku.. ucap daniel sambil mengandeng ita

__ADS_1


"kemana sih niel? nggak ah sebentar lagi sudah bel masuk tau


"uda cepat. daniel mengambil tasnya dan tas meita


"ayokk...


"ayok kemana


tanpa basa basi daniel mengandeng tangan ita dan membawanya keluar lewat belakang sekolah. daniel menyuruh ita menunggunya disitu tanpa bantahan. Daniel berjalan menuju parkiran dan mengambil motornya. saat diparkiran tidak ada yang menghalangi daniel mengambil motor karna memang jadwal daniel tidak pasti dan sering diluar sekolah karna perlombaan. setelah mengambil motor daniel langsung menghampiri ita dan menyuruhnya naik motor dan membawa ita pergi. sepanjang perjalanan ita yang bertanya tak digubris oleh daniel. bahkan daniel melajukan kecepatan motornya diatas rata rata tak seperti biasanya.


sumpah deh ni orang kenapa sih... biasanya nggak gini gini amat. dan baru kali ini dia naik dengan kecepatan tinggi pas lagi sama aku, biasanya juga nggak pernah kecuali diburu waktu. Kalau gini bener bener buat aku takut mati hahaa. Loh lhohh kok arahnya kesini mau dibawa kemana lagii... dari tadi ngomong triak nggak digubris.


tibalah Daniel dan Ita didepan sebuah gerbang rumah. ya rumah Daniel. Daniel membawa Ita ke rumahnya. Mereka masuk kedalam rumah itu dan tanpa kata Daniel langsung masuk menuju kamarnya. Disitu ada seorang wanita paruh baya yang mempersilahkan Ita duduk memberikan minum dan camilan dihadapan Ita. Setelah menaruh minuman dan camilan wanita itu permisi meninggalkan Ita sendiri. Ita masih menunggu dan keheranan dengan tingkah Daniel. Menunggu hingga akhirnya Daniel kembali dan sudah memakai baju santai.


"Niel.. kenapa kita kesini? kenapa ngajari aku bolos coba? bukannya kamu paling nggak suka jika aku terlambat datang ke sekolah.


"apaan sih maksud kamu ini.


"ya udah kalau nggak mau cerita. aku nggak akan antar kamu pulang.


"aku juga nggak minta kok kamu ajak kesini, dan aku juga bisa pulang sendiri


"ya terserah jika kamu bisa keluar dari sini


hahh... apa dia bilang kalau aku bisa keluar.. emang aku tahanan dia apa. sumpah niel kamu nggak lucu. gumam Ita.

__ADS_1


Mereka hanya berdiam diri tanpa ada obrolan yang terlintas. setiap ita bertanya daniel tak pernah mengubris pertanyaannya. Ita semakin kesal dengan tingkah Daniel. Dari dulu baru sekarang Daniel tak menghiraukan Ita. Ita terus saja mengoceh tiada henti namun tak ada respon sedikit pun dari Daniel. Hingga ita benar benaar merasa emosi pada Daniel.


"kamu tu nggak lucu tau Niel ... ngapain juga pintu dikunci, aku ini bukan tahanan dan kamu nggak bisa perlakuin aku seperti ini, aku nggak suka


tak ada jawaban sepatah pun yang keluar dari mulut daniel. Dan waktu sudah semakin siang, makanan sudah ada didepan meja mereka. tapi Ita tak mau makan dan Daniel tetap tak menghiraukannya, justru dia asik menikmati makananya sendiri.


sumpah ni orang kesambet apa sih.. dan aku salah apa lagi ampe dia nyuekin aku kayak gini. .


"makan cepat. nanti kamu sakit. ucap daniel singkat sambil meninggalkan ita.


"nggak.. aku nggak mau! teriak ita


"terserah. jawab daniel ketus dan singkat.


Daniel meninggalkan Ita beberapa saat dan kembali dengan membawa gitar. Daniel melihat makanan dan minuman masih utuh dimeja. sebenarnya Daniel tidak tega. Namun Daniel ingin Ita bercerita apa yang terjadi.


flast back sebentar ya....


jadi kemarin itu ceritanya si Daniel dichat oleh Arin dan Arin mengatakan bahwa Arin suka pada Daniel. awalnya Daniel hanya menanggapinya biasa namun ternyata Arin mengirimkan chat yang pada akhirnya tak dibalas oleh Daniel. chat terakhir itu isinya bahwa Arin tidak akan berhenti dan menyerah untuk bisa bersama Daniel. Inilah yang membuat Daniel khawatir bahwa Ita menyembunyikan sesuatu saat Daniel sudah tak dirumahnya hari itu. Daniel yakin bahwa ita pasti mengetahui semuanya itu.


ok.. flast back nya singkat saja ya hehe


Daniel akhirnya duduk tak jauh dari Ita. Daniel memainkan gitarnya dan menunggu ita mengatakan yang sesungguhnya terjadi. daniel sadar yang dia lakukan itu salah dan keliru. namun dia tak punya cara lain agar ita mau bercerita karna ita tak pernah memceritakan masalahnya pada siapapun itu baik ima maupun ayu. Ita begitu pandai menyimpan masalahnya rapat rapat dan Ita bukan tipe orang yang ingin orang lain khawatir padanya. Daniel sangat yakin bahwa Ita tidak dalam keadaan yang baik baik saja. karna Ita adalah orang yang sangat perasa dan tidak enakan namun hari ini dia menolak ajakan ima dan juga ayu.


Hari mulai sore namun masih tetap ita tak memakan apapun dan tak meminum minuman yang ada dimeja bahkan camilan yang ada dimejaoun tak tersentuh oleh ita yang biasanya tak bisa untuk mengabaikan makanan ringan. Daniel masih menunggu dengan kekhawatirannya tapi masih tak membuahkan hasil sama sekali.

__ADS_1


ahrg...kenapa sih Meit susah sekali untuk membuatmu jujur, aku yakin kamu tau sesuatu dan hatimu sedang tak baik baik saja Meit.


Ceritakan semua keluh kesahmu walau aku tak sepenuhnya bisa mengubah atau membuat semuanya selesai dengan baik aku masih nisa menjadi pendengarmu yang selalu ada untukmu. aku akan menjadi sosok yang terbaik dalam menemanimu melewati semua badai yang datang tiba tiba. aku akan membuatmu berdiri kokoh saat ombak menerjang dan menyapu kearah mu...


__ADS_2