Antara Aku Kamu Dan Dia

Antara Aku Kamu Dan Dia
Tak telupakan


__ADS_3

setelah teman teman kakaknya masuk mereka langsung duduk di ruang tamu sebelah barat dan pling pojok selatan. dari situ terlihat jelas jika aris melihat ita dan daniel. ita dan daniel duduk d kursi dekat jendela yang tak jauh dari pintu disebelah timur menghadap barat.


seperti biasa ita mengambilkan minum untuk teman teman kakaknya dan juga sepiring roti yang sama yaitu pemberian daniel.


"nih mas mbak diminum sama dimakan ya.." ucap ita sembari menaruh ke meja.


"wihhh... ada tumben ada roti.. ibu yang buat ya?" tanya mas dodo sambil mengambil 1 potong roti


"ohh nggak mas ini yang bawain tuhhh" sambil melirik daniel


"oh kirain yang buat kamu sama ibu kayak dulu hehe" saut dodo dengan mulut yng masih memgunyah roti


"ahh kalau aku sih banyak malessnya masss.. ibu juga belum sempet"


ita pun berlalu meninggalkan dodo via dan aris menuju tempat duduknya tadi didekat daniel. daniel yang melihat ada gitar di pojok samping meja bertanya pada ita..


"kamu punya gitar juga meit??"


"bukan ini punya kakak sepupu.." sambil mengambil gitar dan menyerahkan pada daniel.


daniel pun sempat bingung dan berfikir mungkin maksud ita ia ingin aku menyanyi lagii nih.. daniel tersenyum tipis melihat ita lalu memainkan gitar itu dan bernyanyii...


sontak ita pun tak menyangka bahwa daniel paham akan maksudnya menyodorkan gitar itu. apa lagi daniel menyanyikan lagu romantis yang membuat ita tersenyum sembari melihat daniel.


daniel pun memanfaatkan kesempatan ini untuk meluluhkan hati ita. tanpa disadari satu pasangan tadi pun memuji kebolehan suara dan petikan gitar daniel. berbeda dengan aris yang hanya diam dan memainkan hpnya seolah tak suka.


"liat dehh do.. cowok dengan nilai + ya seperti itu jago main gitar suaranya juga bagus"


"jadii kamuu bandingin aku nih vi?"


"ya nggak gitu yangg kamu juga bisa seperti cowoknya ita tapi jagoan dia hehe"


aris yang mendengar vio berkata bahwa itu cowok ita pun langsung kaget dan bertanya pada vio dengan nada yang berbisik.


"tau dari mana kamu vi kalau dia itu cowoknya ita?"


"nebak aja ris.. tu liat cowok itu aja natap ita dalam banget dan ita serasa menikmati lagu sengan memandang cowok itu apa lagi ita terus terusan tersenyum malu"


"ya belum tentu juga kalau dia cowoknya" jawab aris yng cemburu dan memandang sinis Daniel


daniel yang menyadari tatapan tak suka aris pun bertanya oada ita namun lewat WA

__ADS_1


[meit cowok yang paling pinggir itu sepertinya tak suka jika aku dekat dengan kamu]


ita pun mengambil hp yang ada di meja depannya karna ada WA. belum membuka chat ita pun melihat ke arah daniel dan tertawa..


"haha.. kamu inii apaan sihh lucu bangett"


"sstttt... baca dulu kenapa!"


Ita membaca chat daniel yang ada disampingnya.. ia pun langsung mlongo. namun ita tak membalas lewat chat dia berbicara pelan dengan daniel sembari daniel memetik pelan gitar agar tak terdengar jelas oleh orang disekitarnya.


"ya mungkin bisa jadi Niel.. tapi udahlah ngapain sih kamu pikirkan"


"aku nggak mikirin kok.. cuma heran aja.. dari pada mikirin dia ya mikirin kamu saja lah meit.."


"ahh kamuu selalu saja begitu" sembari memukul pelan tangan daniel.


"setiap aku bicara serius dan jujur kenapa sih kamu selalu anggap aku becanda meit?"


"lho kamu serius? ya uda kalau begitu biar aku nggak salah kamu tu kasih kode atau cara biar aku anggapnya tu kamu bicara serius."


Daniel pun memegang salah satu telapak tangan Ita dan membuat ita salting dan glagepan sendiri.


"apaan sih Niel...kok pegang tanganku segala.. emang mau nyebrang" canda ita


"kamu tadi yang minta.. dan ini berarti aku serius"


aduhhh mati akuu.. kenapa aku jadi terperangkap beginii...


tak lama kemudian kakak ita pulang.. ita pun yang melihat kakaknya masuk langsung memangil dan mengenalkan daniel.


"bangg sini bentar.."


menuju ke arah ita


daniel pun langsung menjulurkan tangannya dan mengenalkan diri..


"Daniel..mas.."


"Dana" sambil menyalami Daniel.


Dana pun langsung duduk bersama aris dan temannya. saat melihat Roti yang ada didepannya Dana pun mengambil dan memakanya sambil berbicara..

__ADS_1


"wahh tumben ada yang bawa makanan. siapa yang bawa nih ta apa mereka..."


"tadi dibawain daniel bang.. ini ada jajan jugaa.."


"oh dari kamu Niel.. makasih ya harusnya nggak usah repot repot.."


"iya mas.. nggak repot kok mas." sembari senyum tipis


waktu menunjukkan jam 12:30 daniel sebenarnya ingin pamit pulang tapi ita mengajak daniel keluar karna disuruh kakaknya membeli makanan buat mereka semua.


"Niel antar aku dulu yukk"


"kemana Meit?"


"uda ayokk" ita pun langsung menarik tangan daniel untuk keluar.


dijalan mereka ngobrol membahas aris yang ternyata suka dengan ita. Daniel pun merasa tertantang karna ada saingan.


setelah ita dan daniel pulang mereka pun langsung makan bersama. namun daniel menolak dan pamit karna sungkan sudah cukup lama disitu


"eh kamu nggak makan dulu?" tanya kakak ita


"oh nggak usah mas nggak papa lagian uda terlalu siang saya pamit aja dulu."


"ya udah ati ati kamu.. dan makasih"


"iya mas..sama sama.. mari mas mbak.."


daniel pun keluar diikuti ita.. ita mengantar sampai depan.


"aku pulang ya meit.."


"siap ..hati hati ya.."


hari ini adalah awal yang sangat baik untuk daniel karna ia bisa mengenal ita lebih dekat dan mengenal kakak ita juga. banyak hal yang daniel tau tentang kepribadian ita yang memang benar benar menyenangkan. tak heran jika banyak kaum adam yang jatuh hati karna kepribadian ita yang sangat baik.


ita merasa bahagia.. entah kenapa ia tersenyum setelah daniel pulang. serasa ada yang beda tapi entahlah... ita masih belum menyadari tentang perasaannya yang aneh. karna tak mau menyimpulkan terlalu dini. buatnya ini masih terlalu cepat dan belum sepenuhnya tahu dari semua segi.


perhatian dan cara daniel terhadapnya memang mampu membuat ita merasa sangat beruntung tapi ada rasa kawatir akan hal yang ia rasakan. ita takut jika ternyata sikao daniel memang seperti itu pada siapa saja dan ita takut jika ia berharap lebih dan salah memgartikan rasanya. ita tak mau hal yang dulu menyakiti hatinya terulang lagi walau sikap dan perhatian daniel jauh dari sikap Adnan.


tak akan kulupakan hari ini meit.. karna hari ini terasa berat tuk ku tinggalkan.. serasa aku tak ingin hari ini berganti dengan begitu cepatnya...

__ADS_1


__ADS_2