Antara Aku Kamu Dan Dia

Antara Aku Kamu Dan Dia
Ego


__ADS_3

Banyak hal yang telah kulalui dengan mas Arta hari ini, dan aku sangat merasa hari inii adalah hari yang luar biasa untuk kebersamaanku dan mas Arta, tanpa Daniel...


Hari ini memang sangat membuatku bahagia. Bagai taman yang penuh dengan bunga bermekaran indah nan menawan. Tapi itu hanya sebuah rasa yang mungkin hanya hadir sekilas lantaran akan kepergian mas Arta saja, bagai seorang anak kecil yang merengek manja tak ingin dan berat jika ditinggalkan oleh sosok yang menjaganya. Rasa nyaman yang mungkin timbul karna perhatian dan sikap dewasa yang melindungi dari ancaman bahaya yang datang tiba tiba. Mas Arta memang baik, baik teramat baik untukku dan tak pernah membuatku merasa kesal atau tak nyaman bila didekatnya, sikapnya hangat bersahaja membuat siapa saja yang ada didekatnya merasa selalu dalam dekapan keamanan dan damai rasannya. Dia juga tak pernah memaksa atau menuntutku, walau sakit pasti jadi dia yang mencintai dalam diam. Jika saja aku bisa merasakan semuanya jauh lebih awal dan paham akan ketulusannya dari dulu mungkin tak kan ada cerita antara aku dan Daniel. Dulu mas Arta pacar dari mbak mbak yang sekelas dengannya entah siapa namanya tapi dia memang pernah berkata sudah tak memiliki hubungan dengannya tapi mbaknya masih ngotot kalau tidak ada kata putus darinya. Ya jika mengingat dulu saat aku mengenalnya memang lucu, dari hal yang ia takuti karna sebuah trauma dimasa kecilnya hingga ada kelemahan yang aku ketahui. Dulu mungki dia hanya sebatas baik denganku, sering mengantarku pulang entah sampai depan rumah atau hanya sebatas didepan gang masuk rumahku, dia juga pernah membuatku baper sekilas tapi aku sudah paham dan sadar diri karna dulu dia mengunakan aku sebagai sebuah alasan untuk menghindari mantannya saja. Dia sebenarnya sukanya bukan denganku tapi dengan dia yang dulu sebangku denganku, aku dulu pernah memang pernah ada rasa untuk mas Arta tapi kurasa rasaku keliru hanya karna aku sebagai alasan belaka. Dan hal yang sangat bodoh lagi yang pernah kulakukan adalah saat aku tak berani mengakui siapa diriku sebenarnya. Dia tau aku orang lain, dia juga jago main musik dan pernah membawakannya untukku lewat telfon biasa ya karna dulu masih jarang yang punya bebembem.. hanya via semeses dan telpun saja. Tanpa ia sadari siapa aku yang sebenarnya bodoh memang tapi entah kenapa bisa aku melakukan itu. Hingga memang akhirnya ketahuan dan membuatnya jauh dariku. Dan kini saat dia datang kembali dan memang dengan rasa yang benar benar ada aku masih meragukannya, entahlah aku ragu karna apa. Tapi memang aku tak yakin apakah dia memang menyukaiku atau hanya sekedar sebuah permainan. Mungkin masih ada rasa yang tertinggal untuknya tapi kurasa rasa ini hanya sekedar persahabatan saja. Jujur aku tak paham dengan suasana hatiku sendiri, disatu sisi aku senang karna aku bisa merasakan apa yang dulu pernah aku bayangkan, tapi disatu sisi lain aku takut jika Daniel tahu akan ini. Dunia ini memang penuh sekali dengan kejutannya, kejutan yang selalu datang tiba tiba, banyak hal yang tak bisa ku ukuir dengan detail mengenai ceritaku, kisah kisahku dan semua kehidupanku yang begitu rumit. Ada Arin, Daniel dan mas Arta bahkan ada Adnan.


Rasa ini memang masih ada jujur untuk Adnan pun masih ada sedikit rasa, rasa yang mungkin tak terlihat tak dapat diekspresikan kembali tapi tak dapat hilang atau dilupakan begitu saja. Aku kini memang milik Daniel tapi rasa rasa yang ada begitu penuh dengan kenangan. kenangan kenangan yang telah kulalui bersama. Daniel memang pandai memikatku dengan perhatiannya dan caranya menghadirkan tawa. Adnan yang begitu cuek tapi super memperhatikan. Mas Arta yang cuek cool bahkan terlihat angkuh tapi melindungi. Mas Aris yang tak pernah ketinggalan rasa memperhatikan dan pedulinya. ahhh....sudahlah apa yang membuatku berfikir sedemikian ini. semua sudah memiliki alurnya dan semua sudah berjalan sesuai waktunya. Tak ada lagi hal yang harus dilebihkan atau dikurangi semua ada pada porsinya. Lebih baik fokus saja. Daniel juga belum pulang, dan aku tak seharusnya begini tapi aku menikmati ini semua waktu yang sangat bebas waktu yang sangat menyenangkan untukku.


*********


Hari dimana Daniel kembali...


hari ini aku menghabiskan waktuku kembali dengan mas Arta. Yang tanpa kusadari ini awal dari sebuah bencana. Entah hubungan ini akan tetap bertahan atau tidak. kuakui ini kesalahanku, dan tak ku pungkiri akan semua ini. Daniel kembali....


aku bersama mas Arta berada pada sebuah kafe kita memang hanya makan dan ngobrol saja tapi tetap kita hanya berdua, dan daniel melihatnya.

__ADS_1


"kamu disini meit?" pertanyaan dengan panggilan dan suara yang tak asing buatku ku menoleh ke belakang samping dahh yaa Daniel. Daniel yang menanyaiku.


"kamu sudah pulang niel?"


"kok nggak ngabari?"


"jawab saja pertanyaanku!"


"iya aku disini dan ya seperti yang kamu lihat saat ini aku lagi makan dengan mas Arta, oh iya kamu kenapa nggak ngabari sih?"


"maksud kamu apa sih niel?"


"semua sudah jelas bahkan kamu masih berpura pura?"

__ADS_1


"cukup ya niel! aku disini memang dengan mas arta tapi kami hanya sekedar ngobrol dan makan, dan pemikiranmu itu sudah jauh dari batas"


"lebih dari batas katamu? batas yang mana meit? aku masih pacarmu dan kamu masih kekasihku, dan kamu justru pergi dengan arta saat aku tak ada. Masihkah aku terlalu melampaui batasanku?


"aku bisa jasin semuanya bro." saut mas Arta


"nggak usah mas.. biar saja dia berasumsi demikian. dia yang harusnya melihat dari sisi sisi yang lain pula tidak sekedar dari apa yang baru saja ia lihat."


yok mas.. kita pulang saja.. aku sudah nggak mood. maaf niel.. aku pulang dulu ..


"meit.... meitha.... teriakannya yang tak kuhiraukan dan terus kuberlalu meninggalkannya.


Benar benar membuatku kehilangan mood untuk makan. kenapa dia begitu, dan dia juga pulang nggak ngabari malah pergi ke kafe dulu lagii.. jelas mau nongkrong dengan teman temannya bukan .. dan begitu aku yang salah... lalu dia tak salahkah?? ahhhh semua tak bisa aku pikirkan.. semua seolah salahku, dia juga salah bukan aku saja yang salah.

__ADS_1


Tak peduli lagi aku entah dia mau marah seperti apa tapi yang jelas dia juga salah. kenapa hanya aku yang salah. ya mungkin memang aku salah karna aku memang pergi dengan mas Arta. tapi dia juga sudah pulang bahkan aku tak tahu kapan dan jam berapa dia sudah kembali.....


__ADS_2