
Masalahku seakan beruntun. Untung dengan sigap ku genggam tangan Daniel hingga dia masih tinggal dan percaya bahwa memang aku tak mengetahui akan kedatangan mas Arta hari ini. Pertama hanya saling diam dan seperti orang baru bertemu saja, mau nanya atau mau ngajak ngobrol rasanya aneh.
"Oh iya maaf Ta aku kesini nggak ngasih kabar, dan maaf Dan aku tidak bermaksud apa apa. kedatanganku kemari hanya ingin pamit saja dengan ita. Sekalian juga ada kamu disini aku mau berpesan jaga ita baik baik, dia menyayangimu, dia pergi denganku hanya untuk sekedar bercerita akan dirimu jadi kamu jangan salah paham apalagi hingga ada pertengkaran diantara kalian. Dan maaf aku hanya bisa membantu kalian untuk menghindari Arin hanya sampai saat ini saja. mulai besok aku sudah tidak disini lagi..
"iya mas makasih ya . udah mau bantu hubunganku dan Daniel, dan maksih karna mas selalu bisa jadi temanku bercerita pas Daniel nggak ada. makasih ya mass...
"iya Ta... jawabnya singkat dengan senyuman tulus
"ya uda aku pamit dulu... kalian baik baik jangan ada amarah..
Saat mas Arta pamit dan beranjak dari tempat duduk aku tu kesel banget sama Daniel. Dia hanya diam dan nggak bilang makasih atau apalah untuk basa basi kan jadi keliatan seolah Daniel nggak suka kalau mas Arta datang kesini. huhh kesel banget aku tu.. kok ada ya orang ke Daniel... padahal dia bukan tipe seperti ini setauku... apa ini memang aslinya dia begini dan aku baru tau gitu...
"hati hati mas.. baik baik disana....
tanpa ada jawaban yang kudapati hanya senyumanya yang mengatakan dan seolah memastikan dengan jawaban iya aku pasti baik baik saja....
"hati hati bro,, semoga sukses disana
nahhh kenapa coba kata itu baru diucap saat mas arta sudah berada didekat motornya. tapi tak apa seenggaknya dia mau ngomong dehhh...
"thanks ya bro... ucapnya dengan berjabat tangan ala mereka
"kok kamu baru ngucapin makasih sih.. kan dari awal dia udah ngomong loo
"ya nggak papakan meit daripada nggak sama sekali yang ada kamu makin jutek sama aku
"oh jadii kamu ngomong karna ada udangnya nih
"ya nggak dong sayang... maaf...
"iya nggak papa...
__ADS_1
"yauda aku pulang dulu.. asem asem lengket sudah badanku haha
"ihhhh kamuu... yauda sana pulang hati hati...
Malam yang menghampiri ku dengan sunyi dan hawa dingin yang mencoba menerpa... Hari yang entah bagaimana aku menggambarkanya. aneh... iya aneh... ternyata biasa aja.. kukira ada konflik yang akan muncul. atau pertengkaran, cek cok mulut gitu antara mereka haha ehhh harusnya gue kan seneng kalau mereka baik baik aja.. ngapain mikirin kalau akan ada cek cok.
Ayu dan Ima uda tau belum ya kalau mas Arta hari ini sudah pergi ke kota untuk ngelanjutin pendidikan disana. Kok mereka nggak heboh sihh.. biasanya kalau ada perpisahan pasti pada bingung ngasi kenang kenangan atau apalah itu biar sama sama diingat...
...esok hari...
Hari ini cuacanya cerah sekali. Seperti rutinitasku sebelumnya Daniel yang selalu menjemputku untuk berangkat ke sekolah dan Ayu Ima yang setia menungguku digerbang pintu masuk sekolah.
"hayyy gimana gimana...
"apaan sih
"ah eluu... biasa
Waktu waktu yang sudah terlewati tak terasa hingga jam pulang sekolahpun usai.
aku menunggu Daniel mengambil motornya di gerbang sekolah, ima dan ayu yang sudah dijemput lebih awal hingga aku sendiri didepan gerbang. Tadinya aku ingin jalan tapi Daniel menyuruhku untuk tetap menunggunya saja.
"Ta... bisa ikut sebentar... ucap teman beda kelas denganku secara tiba tiba membuatku terkaget
"kenapa? ada apa? kamu anak kelas sebelahkan?
"iya.. bisa ikut aku sebentar deket kantin deh, disini rame
akupun ngikut entah kok aku mau aja ngikut, sesampai di tempat yang dimaksud dia langsung membuka tasnya dan memberikan sebuah kotak yang nggak terlalu besar tapi nggak terlalu kecil juga sih .. diberikannya kotak itu padaku. Kotak berwarna hitam dengan pita warna warni ditengah.
"nih ada titipan dari Arta. katanya kemarin nggak sempet ngasih ke lu langsung.
__ADS_1
"hahh... buat gue? sambil ku terima kotak itu
"iya. yaudah gue jalan dulu
"ehh makasih ya... siapa namamu gue lupa... teriakku sedikit kebcang karna dia langsung bergegas pergi
sebenarnya aku heran akan kotak ini tapi aku takut daniel keburu datang ya udahlah aku masukin tas nanti aja ku buka dirumah. Akupun segera bergegas kedepan.
"darimana meit?
"dari kamar mandi kebelet..
"kirain beli jajan
"ahh kamuu... kamu sih aku ngikut jalan ke parkiran nggak boleh, tau gitukan aku uda sampe rumah, nggak perlu ketoilet sekola
"apa hubungannya sih... yauda yok pulang... pulang nggak
"ya pulanglahhh
Setibanya dirumah aku bergegas berganti pakaian dan menuju tempat tidur, rebahan enak sekaliii... eh iya hampir aja lupa.. apa ya isi dari bingkisan tadi.. beneran nggak sih dari mas Arta. Bisa jadi emang bener dari mas Arta kan pas kesini ada Daniel kemarin.
hah ... boneka beruang... lucu amat kecil mungil lagii...kufoto ahh...
selesaiiii..... ucapku setelah mengirimkan foto boneka beruang disamping kotaknya yang kukirim ke mas Arta dengan ucapan terimakasih. Andai kemarin Daniel sudah pulang atau tidak kesini aku yakin selain ingin memberikan hadiah ini mas Arta pasti ingin ngomong ke aku. Yahh karna ada Daniel aku jadi nggak tau apa yang akan ia katakan saat memberi hadiah ini, eh tapi kenapa juga aku harus menyalahkan Daniel.. aneh aneh saja aku ini. Danielkan pacarku haha apa iya aku juga masih menyimpan harapan untuk mas Arta... ahh sepertinya memeng iya ada rasa yang masih tertinggal walau hanya secuil tapi rasa ini masih melekat dan belum sirna akan waktu bahkan hadirnya Daniel selama ini masih belum mampu membuatku untuk menetralkan rasaku terhadap mas Arta.
Akan ku simpan dan ku jaga boneka kecil ini lucu dan nggak ribet juga kalau mau dibawa kemana mana, tapi jika aku memperlakukan boneka ini yang kutakuti hanya soal rasa yang semakin tak mau pergi.. entah harus apa tapi aku benar benar tak tahu rasa ini rasa apa.. apa iya aku berharap... apa iya aku inginkan dia.. bahkan boneka ini malah membuatku melayang dengan anggan anggan yang tak berujung dan bertepi...
bingkisan kecil yang berarti.. bingkisan kecil yang penuh harapan, bingkisan kecil yang mampu menengelamkanku akan rasa...
rasa yang dulu pernah ada dan mulai ku pendam tapi kini seolah tergali lagi dan mulai tampak kembali.....
__ADS_1