
Hari hari yang terlewati buatku semakin merasa penuh dengan warna, warna yang sangat indah dan sangat bermakna yang tak ingin berakhir begitu saja, tak ingin aku hancurkan keindahan warna warnanya dengan tinta tinta warna gelap yang ingin menutup cerahnya. Semua yang terjadi serasa tak kan kubiarkan berlalu begitu saja. Warna warna yang ingin ku pertahankan dan ingin kulihat dan kurasa untuk setiap saat saat waktu yang akan kulalui. Waktu yang mungkin terus berjalan tanpa ada henti, waktu yang mungkin saja bisa menambah warna warnanya semakin indah bersahaja atau justru waktu yang akan membuat buruk warnaku yang cerah ini. Aku tak bisa mengendalikan diriku sendiri antara mas Arta atau Daniel. cepat atau lambat semua ini akan semakin parah dan tak terkendalikan lagi arah arusnya . bukan lagi sungai yang mengalir tapi bagaikan di ujung air terjun yang dalam.. entah didalam ada bebatuan atau mulus mulus saja semua tak dapat terlihat. semua tertutup rapi dan indah oleh kesejukan dan percikan airnya yang mengalir. Kadang kala aku merasa bahagia yang luar biasa karna aku bisa merasakan kedatangan mas Arta yang selalu aku impikan kala itu, walau terlambat walau sudah jauh dari semua yang kuharap tapi tetap saja semua tak seharusnya datang kepadaku disaat ini. Semua hal indah yang pernah menjadi harapanku semua hal yang amat aku impikan dari dulu sudah kututup, sudah kulenyapkan berlahan hingga aku benar benar melupakannya dan tak menganggapnya ada.. sirna sudah cahayanya . redup sudah.... lambat laun terkikis hingga tak lagi tersisa. kini malah hadir lagi dengan rasa yang lebih berat dan seolah membuatku harus terhanyut kembali. Mas Arta yang amat aku inginkan diwaktu lampau.. yang aku sangat idolakan, sangat sangat membuatku gila ingin bersanding dengannya kini hadir dengan sejuta harapan yang pernah ku inginkan. Terlambat memang tapi aku juga tak mau menyia nyiakan momen ini. Dimana semua seolah berpihak padaku, seolah aku tak mau melewatkan pelangi yang datang tepat didepan mata ku... Kini aku dan mas Arta diam diam menjalin rasa, diam diam kami memang menjalin kedekatan mungkin belum untuk kata kekasih tapi kita seperti membuat perjanjian akan hubungan yang kita jalani. Tak ada yang tahu jika kita dekat... Sahabatku pun tak ada yang tahu. Begitu sebaliknya... ya ..kita sama sama tau akan resiko atas semua ini tapi entah aku tetap saja mengiyakan untuk masuk kedalam jurang. Yang nantinya cepat atau lambat akan terbongkar. Cepat atau lambat aku bisa terperosok dalam jurang yang kubuat dan kugali sendiri. Tak kami pedulikan apa yang memang sebenarnya salah. Kita hanya terjebak oleh rasa... rasa nyaman yang hadir begitu saja... Aku dan mas Arta memang jauh... tapi kita tak pernah lepas komunikasi setiap hari.. Disela sela kelasnya disela sela kegiatan dan kesibukannya pasti ada waktu untuk menyapaku... Sehari hari aku memang dengan Daniel, kita selalu bersama, selepas sekolah kita serasa tak ada komunikasi. Entahh sedikit menjauh atau ya karna memang tiap tiap waktu sering kita lewati bersama dan dekat jadii seusai bertemu pun kita jarang sekali berkomunikasi lewat telepon seluler.
"haiii konyol... (pesan singkat dari mas Arta) ya kita selalu ada saja tingkah untuk saling memancing glagak tawa diantara kita. buakan sapa hai manis atau haiii apalah itu yang enak didengar. kuabaikan pesannya karna masih ada Daniel 😅 sudah sama sama ngerti dan paham satu sama lain atas resiko yang akan terjadi ya beginilah akhirnya...
seusai Daniel pulang dari rumah aku baru menyempatkan untuk membalas pesan singkat mas Arta...
"hoii sok cool...
"cie lagi pacaran ya
__ADS_1
"ahh sotong luhh
"aman nggak?? ... ini nihhh yang selalu ada diantara kita. saat seperti ini atau pertanyaan ini selalu muncul tanda ingin menelfonku, memastikan tak ada Daniel, Ima maupun Ayu
setiap hari selain kabar lewat ketikan dia selalu menelfonku kadang sehari dua kali. itu yang selalu rutin. Pernah aku dapat komplain dari ima dan ayu karna kita punya grup rempong. aku tak pernah hadir dikala ada obrolan yang selalu tak penting namun selalu buat kita sibuk dan menjadi keseruan kita. Aku tak pernah lagi hadir ditengah mereka, bukan tak pernah sih tapi memang jarang sekalii aku ikut nimbrung. Hal ini yang membuatku takut tapi sering aku abaikan.
Tak ada yang mustahil bukan jika memang semua serasa mengedipkan mata. Rasa yang seharusnya mati, rasa yang seharusnya lenyap, yaa serasa mudah untuk mengatakan semua hal itu .. Tapii rasa ini begitu kuat. Salah ataupun benar tak lagi kupikirkan lagi... semua seolah hanya tentang keegoisan belaka, keegoisan yang terdukung seolah semua sudah terencana dan tersusun rapi untuk dilakukan.
Aku yang telah menyalakan percikan api kecil ini... Api yang mungkin akan membesar dan akan menghancurkan segalanya... Api yang tenang namun membawa duka. Api yang akan semakin tinggi dan membesar tak peduli dengan keadaan, semua mampu ia terjang... Berharga ataupun tidak semua terlahap. Api ini masih kecil dan harus dipadamkan, namun api ini tetap menyala seolah ingin bertahan dan menguasai segala...
__ADS_1
Api yang menyala... Api yang membara bukan hanya sekedar menyapa tapi mungkin dia ingin berkuasa. Haii apii kuharap kau bersahabat denganku bukan malah memakanku habis. Bagaii kayu habis terbakar dilalap api yang terus menyambar tak mau padam.
Oh Tuhan bagaimana aku harus menghadapi semua ini... Salah ya aku salahh aku tak sanggup menolak rasakuuu.... aku tak sanggup mengabaikan semua inii serasa tersiksa oleh rasa sendiri.
Kehadirannya yang aku rindukan dari dulu, yang kini hadir tak mampu ku hindari dan kuelak kembalii... Dunia yang seolah serasa kejam mempertemukan rasa yang dulu sangat ku inginkan disaat aku dengan yang lain...
Salah yang tetap aku terjang, salah yang tetap aku lanjutkan.. salah yang sudah membuatku jatuhhh...
Mungkinkah semua ini akan bertahan dan berakhir dengan keadaan baik baik saja .. mungkinkah happy ending seperti yang aku bayangkan bagai di negeri dongeng. Ingin rasanya kutulis dan ku rangkai alur cerita kehidupan ku ini.. berjalan dengan baik dan berakhir dengan baik pula...
__ADS_1
Akhir yang membahagiakan.. akhir yang sangat menyenangkan berakhir dengan senyuman... seolah aku ingin mengaturnya begitu......
andaiiii..... andaiii saja.....