Antara Aku Kamu Dan Dia

Antara Aku Kamu Dan Dia
Masih sama


__ADS_3

Tanpa adanya respon dari Daniel.. akhirnya kupudarkan pelukanku dan beranjak pergi.. Aku tak bisa memaksanya untuk menanggapi keberadaanku. Aku tak bisa menyuruhnya tuk bersikap baik padaku, kutahu ini secuil resiko yang harus aku terima dari semua keputusanku. Terima atau tak terima ini semua sudah harus siap tuk ku terima, ini ulahku sendiri. Sedih memang tapi aku bisa apa, Daniel jauh lebih kacau balau keadaannya.


"Niel... aku pulang dulu ya... besok aku akan kesini lagi... kamu baik baik ya... aku sayang kamu..


Aku yang akhirnya beranjak pergi dan penuh rasa kecewa, kecewa dengan diri ini sendiri, kecewa karna bukan perasaanku saja yang aku buang tapi aku juga mengorbankan segalanya hingga Daniel yang menjadi korbannya. Aku ingin marah tapi marah pada siapa? Arin?? apa iya dia akan bertanggung jawab dengan semua yang telah terjadi ini. Sungguh dia bukan seseorang yang berperasaan manusia, tak ada habisnya aku berfikir dan sudah kukorbankan semua untuknya hingga kini Daniel yang harus merasakan imbasnya. Arin iya Arin aku harus menemuinya untuk membicarakan semua ini dia harus segera sadar, dia harus membuka mata hatinya, dia harus mengerti segala perbuatannya. Aku tak ingin semua semakin parah dan rumit, aku tak mau. Masalah ini harus segera selesai. Harus.


"Ta kamu sudah turun? gimana? Daniel baik baik saja kan?"


"Ta ... Ita .. aku tanya kamu loh kok malah bengong sih... kenapa? ada apa???


"Daniel Yu.... dia jauh lebih kacau... aku tak tega Yu ngeliat dia... jawab ku dengan suara serak basah sesengukan dengan air mata yang tak disangka jatuh membasahi pipiku... Ayu memelukku dan kita duduk di ruang tamu Daniel. Bibi yang melihatku menangis sendu pun akhirnya mendekatiku dan menenangkanku juga.


"sudahlah non, den Daniel pasti baik baik saja, mungkin sekarang belum waktu yang pas untuk semua bisa diterima, memang bibi nggak tahu apa yang terjadi tapi bibi paham sekali dengan den Daniel.. bibi yang merawatnya sedari kecil, den Daniel pasti baik baik saja, dia orang yang tak pantang menyerah, dia orang yang selalu punya semangat tinggi untuk bangkit, non yang sabar saja dulu..


"iii...iiiya bi... semua salah saya bi.. karna saya dia jadi kacau seperti itu...


"sudahlah Ta.. sekarang bukan waktu yang tepat tuk menyalahkan, jika ingin menyalahkan semua ini sudah jelas salah Arin... kamu bersikap begitu hanya untuk menjaga dan melindungi Daniel dari ancaman Arin saja.. kamu harus bangkit kamu bisa Ta.. Daniel pasti paham kok...


"rasanya aku tak ingin berada diposisi ini Yu... harusnya cerita dan kisah ini tak pernah ada,.. aku ini jahat, aku sudah membuat Daniel jadi seperti ini. Kamu tau kan Yu semarah apa pun dia denganku dia tak pernah menghindar, bahkan saat dia marah dia tetap menjemputku walau tanpa ada obrolan diantara kita, tapi kini dia benar benar kecewa denganku Yu... dia jadi korban dari semua keputusanku...

__ADS_1


"sudahlah Ta jangan nangis... aku jadi bingung, jangan nangis ya Ta... sudah...


Bibi hanya terdiam mendengarkan obrolanku dengan Ayu. dan Bibi pun menyemangati aku juga dan membantuku untuk membuat Daniel berhenti dengan kesendiriannya.


Hari sudah larut aku dan Ayu pun pulang. Dan besok aku ingin menemui Daniel lagi.


Sang surya sudah terbit dan memancarkan kehangatannya.. Aku segera bergegas untuk bersiap ke sekolah. Tak sabar aku ingin segera berlalu dan ke rumah Daniel untuk menemaninya hingga dia mengerti.


"heii Ta.. gimana kemaren jadi kerumahnya Daniel?"


"jadi mas...


"nggak mas... yang mas Arta kira baik baik saja malah entahlah...


"apa aku saja yang menjelaskan ke Daniel? soal pertemuan kita... belum selesai mas Arta berbicara aku sudah memotongnya...


"nggak usah mas.. nggak perlu... takutnya jadi tambah panjang.


bel sekolah berbunyi menghentikan obrolanku dengan mas Arta. Kini mas Arta tinggal menunggu pengumuman kelulusannya saja, dia datang dan pergi ke sekolah hanya untuk menunggu hasil saja. Dan hari senin esok kita sudah ujian kenaikan kelas tapii Daniel masih belum juga masuk sekolah. Semua berdampak panjang dan nanti aku harus kesana untuk memberitahunya, tak lucu jika dia tak naik kelas sedangkan dia adalah anak yang berprestasi di sekolah kami.

__ADS_1


*Rumah Daniel


"eh non Ita.. masuk non.... sendirian aja hari ini?


"iya bi... nggak enak kalau minta temenin si Ayu terus.. Daniel adakan bi...


"ada non.. ada dikamarnya... langsung masuk saja bibi mau kebelakang dulu..


"iya bi.. terimakasih..


Hatiku rasa tak tenang, setiap ku naiki anak tangga aku selalu merasa ragu, tapi aku harus tetap bertemu dengan Daniel.. Setiba didepan pintu kamar Daniel aku memantapkan hatiku tuk mengetuk pintu saja rasanya sudah bergetar dan was was seperti mau disidang saja hahh lebai sekali aku... tapi aku benar benar tak karuan... Ku ketuk pintu kamarnya hingga ketukan ke tiga tak ada jawaban sama sekali sama seperti hari kemarin. Ku putuskan untuk langsung masuk kedalam kamarnya, pemandanagan yang masih sama terlihat jelas oleh mata ini, semua berserakan banyak barang yang bisa saja melukai kaki siapapun yang menginjaknya. Ku temui dia di sudut kamarnya dekat jendela masih sama terdiam entah apa yang sedang ia pikirkan ya..yang jelas itu semua berhubungan denganku.


"Daniel... aku datang kesini lagi tuk temui kamu... kamu baik baik saja kan.... dan masih tanpa ada jawaban yang keluar dari mulutnya, ok aku tak boleh menyerah...


"Niel... lusa kita ada ujian, kamu masuk ya.. bentar lagi kita akan naik kelas loh.. nggak terasa nanti tak sampai satu tahun kita akan lulus... oh iya mas Dana nanyain kamu kenapa kamu sudah lama nggak kerumah.. sepertinya mas Dana kangen juga sama kamu Niel..


hahhh masih tak ku dengar jawaban sepatah pun.. rasanya aku ingin menangis dan tanpa lu sadari air mataku sudah jatuh membasahi pipi ini.. aku terus mengoceh sambil penuh dengan derai air mata.. aku tak bisa lagi membendung tangis ini aku tak tahu harus seperti apa lagi...


"Niel... tolong jangan seperti ini .. kalau kamu marah denganku iya nggak papa tapi jangan hukum dirimu sendiri dan orang orang disekitarmu... cukup aku saja.. aku siap dengan semua amarahmu tapi jangan libatkan yang lain apalagi keadaanmu Niel... jangan seperti ini, jangan...

__ADS_1


"Aku akui aku yang salah aku yang keliru.... aku menyayangimu Niel... aku sayang sama kamu.. mungkin keputusanku salah... tapi..... belum selesai aku mengeluarkan semua yang kurasakan tangisku semakin deras dan aku sudah merasa tak sangup lagi tuk berbicara ku dekati daniel dan duduk disampingnya. aku tak berani menyentuhnya walah aku butuh bersandar. dan entah mataku yang salah atau bukan kurasa Daniel melihat kearahku... aku berharap memang dia melihatku dan berbicara sepatah kata tuk buatku merasa lega sedikit saja... tapi entahhhh apa itu bisa terjadi....


__ADS_2