Antara Aku Kamu Dan Dia

Antara Aku Kamu Dan Dia
Mawar yang telah layu


__ADS_3

3 hari belalu sudah tanpa Daniel. Masih sama dia tak masuk sekolah selama 3 hari dan selama 3 hari pula kita tak ada saling kabar ataupun berjumpa. Entah bagaimana kabarnya saat ini. Aku benar benar khawatir dengannya karna ini baru kali pertama dia bersikap dan mengambil tindakan seperti ini. Dia yang selalu aktif dan selalu taat untuk sekolah kini menghilang secara tiba tiba. Sesal... ya hanya ada sesal yang membekas terasa dalam hati ini, Aku ingin menemuimu dan memastikan keadaanmu saat ini.


"heyy Ta... gimana? kamu sudah ada titik terang sama Daniel?"


"belum Yu..." hem... jawabku melemas tak berdaya, entah tak ada semangat yang hadir.


"apa nggak sebaiknya kamu temui Daniel saja Ta... sudah 3 hari loh Daniel nggak masuk, takutnya bukan karna masalah ini atau dia sedang nggak enak badan."


aku terdiam sesaat.. merenung dan mencoba berfikir jernih..


"yuk lah Ta .. nanti tak temenin deh kita kerumah Daniel, apa lo mau gini gini aja?" sambung Ayu ditengah lamunku


"iya Yu aku yang salah harusnya aku tak bersikap seperti ini. Tapi apa kamu bisa temeni aku nanti kamu gimana ngomongnya ke ortumu dan ditambah klau Ima tau pasti dia comber."


"ahh tenang aja... yang penting nanti kita berangkat. Nanti aku kabari kamu."


Ok hari ini aku harus memberanikan diri untuk menemui Daniel, aku takut dia kenapa napa, aku khawatir dengannya ya walaupun aku sedikit takut karna mungkin dia masih marah dan bisa jadi dia tak mau menemuiku nanti. Ahh tapi seenggaknya aku harus mencobanya aku harus memastikan keadaannya apalagi semua yang terjadi karna aku. Aku penyebab dari semua ini. Kali ini Arin juga pasti merasa senang jika dia mengetahui bagaimana keadaan hubunganku dan Daniel yang sedang kacau balau begini. Ku yakin dia pasti tau tak mungkin dia tak punya mata mata disini tuk mengawasi aku dan Daniel. Aku benar benar tak habis pikir denganmu Rin, kenapa kamu bisa setega ini denganku sudah berapa kali kamu begini denganku, harus berapa kali aku menuruti semua egomu Rin.. Jujur aku capek, aku tak sanggup, kenapa semua jarus beralur begini. Kenapa aku punya sahabat sepertimu, kenapa dulu aku harus kenal denganmu pula, kenapa pertemuan itu ada Rin... Andai kamu ada pada posisiku apa kamu yakin tetap berlaku demikian.. Apa kamu tak pernah berfikir sebaliknya Rin... arggg.... .kenapa semua harus serumit ini...


Tiba tiba mas Arta datang menghampiriku yang tengah duduk sendiri di taman depan kelas, dia duduk disisiku tanpa ada kata sama sama terdiam beberapa saat. Dan tak lama mas Arta mulai bertanya dengan keadaanku, jujur aku ingin menangis aku tak bisa menyimpan semua ini.

__ADS_1


"aku paham kok Ta dengan apa yang kamu rasa, aku tahu kamu pasti cemas dengan Daniel, apa kamu mau aku mengantarmu ketempatnya nanti?"


"nanti aku kesana sama Ayu mas.


"kamu yakin?


"iya mas ...


"yaudah semoga semua baik baik saja Ta.. jika kamu butuh aku aku akan ada buatmu.. selalu..." ucap mas Arta lalu beranjak pergi meninggalkanku.


Rasanya tak sanggup ku menahan air mata ini namun apa iya aku menangis disini tak lucu bukan... tapi memang aku rapuh, aku bukan seorang perempuan yang sempurna, selalu terdiam dalam tangisan.


Rumah Daniel...


tok...tok...tok... permisi


iya sebentar.... suara seseorang dari dalam rumah yang samar samar terdengar dari luar. tak lama kemudian pintu terbuka dan kami disambut oleh seorang paruh baya.


oh.. ada tamunya den Daniel.. mari masuk mbak... ucapnya ramah sambil mempersilahkan kami masuk kedalam rumah. kami berbincang bincang ringan dan aku baru ingat bahwa bibi ini adalah bibi yang mengurus rumah Daniel. Kita ngobrol dan membahas komdisi Daniel, ya ...setelah kejadian itu Daniel hampir tak pernah keluar kamar bahkan saat teman teman basketnya datang pun ia tak mau menemuinya. Bibi memperbolehkanku ke kamar Daniel dan Ayu menungguku di ruan tamu.

__ADS_1


"Yok Yu kita keatas..


"aku tunggu sini aja Ta.. kamu aja yang kesana selesain masalah kalian baik baik...


Aku pun naik ke ruang atas diantar oleh bibi. Setelah sampai di depan kamar Daniel bibi meninggalkanku dan mempersilahkan aku tuk masuk tapi tiba tiba aku ragu dan nyaliku ciut. tapi kalau aku tak masuk aku tak akan tai keadaan Daniel. Ku beranikan diri tuk mengetuk pintu kamarnya satu dua kali tak ada jawaban dan tak ada respon kucoba sekali lagi tapi tetap tak ada perubahan. Akhirnya kucoba membika pintu kamarnya dan masuk.


Astaga .... apa apaan ini Tuhan.... begitu terkejutnya diri ini saat membuka pintu kamar Daniel. Aku tak melihatnya yang tampak di pandanganku hanyalah ruang kamar yang berantakan dan penuh barang berserakan, tropi tropi dan mendali berserakan dilantai bahkan ada beberapa hiasan yang hancur pecah dan itu sangat berbahaya yang bisa melukai kaki yang menginjaknya. Kulangkahlan kakiku berlahan dan pelan tuk menghindari benda tajam dilantai.. setelah aku berjalan masuk aku melihat dia terduduk menghadap jendela, ya dia adalah Daniel.. ku panggil namanya tapi dia tak menjawab dan tak menoleh sedikit pun kearahku seolah dia tak mendengarku dan sepertinya dia melamun.


Niel... Daniel... haiii... apa kabar sayang... ucapku lembut didekat telinganya sambil ku peluk dia dari belakang.


ya saat aku memeluknya dia baru menyadari bahwa aku ada di dalam kamarnya, namun dia hanya diam tanpa ada gerakan dan suara yang keluar dari mulutnya.


Ku terus memeluknya erat dan kukatakan semua gundah yang kurasakan saat dia menghilang. Mungkin dia masih marah tapi tak apa seenggaknya aku tau keadaannya sedang tidak baik baik saja. Dia butuh aku, dia butuh perhatianku, dia amat kecewa dengan semua ini.


Daniel... apa kamu tahu selama 3 hari ini banyak sekali teman teman yang menanyakan kabarmu yang tak terlihat di sekolah, oh iya Niel kemarin itu ada Guru baru loh yang akan mengajar di kelas kita, orangnya humoris Niel... suka bikin ketawa kayak kamu yang selalu buat orang disekitarmu tersenyum..


oh iya Niel... kamu tau nggak sih si Ima yang suka kepo dia tu nyariin kamu terus, dia bilang kangen sama kamu sampai sampai aku berdebat dengannya, ya sapa suruh dia kangennya sama kamu.. hehe kan kamu punyaku yakan Niel...


aku berbicara panjang lebar dan tetap mendekapnya tapi tak ada respon sama sekali dari Daniel. aku seolah berbicara sendiri tanpa ada yang mendengar aku seolah lagi haluuu...

__ADS_1


ya semua salahku, aku yang memotong mawar mawar yang tumbuh bermekaran dan membiarkan dia layu tanpa siraman.. aku membuatnya tak ada semarak dan membuat kelopaknya tak tampak indah mempesona lagi... Mawarku sudah layu tanpa siraman dan itu karna kesalahanku....


__ADS_2