
hari ini sungguh hari yang penuh dengan kekaguman dan hari yang sedikit melelahkan untuk Ita. kekaguman akan hal yang ia tahu tentang Daniel yang ternyata berbakat memainkan gitar dan bernyanyi, yang membuat ita memjadi senyum senyum sendiri membayangkan kelebihan dan perhatian Daniel pada ita. dan hari yang melelahkan karna kejadian yang telah terjadi antara Ita dan sisil tadi..
ohh iyaaa aku kan ingin tanya Dina tentang apa yang membuat Sisil sampai marah seperti itu.
ita pun mengambil hp nya dan mengirimkan pesan singkat melalu WA pada Dina
[Din aku mau tanya kejadian tadi, sebenarnya Sisil kenapa marah.]
dreeeddd dreeddd... getaran hp Dina
Dinapun mengambil hpnya dan melihat oesan singkat dari Ita
[sisil sendiri yang membuat Adnan marah dan dia tidak trima karna dimarahi adnan gara gara kamu Ta.]
klunting... notif WA ita berbunyi
[Emang Adnan marah sama sisil kenapa? kok sampai sisil semarah itu sama aku din]
[ceritanya panjang Ta]
karna Ita sangat ingin tau kejadian tadi akhirnya ita memutuskan untuk menelfon Dina.
tak butuh waktu lama akhirnya mereka saling ngobrol hingga semua rasa penasaran ita pun terjawab. mereka pun ngobrol santai sembari bercanda hingga banyak hal yang mereka keluh kesahkan. maklum setelah kejadian yang mempertemukan sisil dan adnan itu ita memilih menjauh dari mereka semua agar sisil dan adnan memiliki kesempatan mengenal satu lain tanpa mengingat ita.
hari pun berganti. dan masih sama seperti hari hari biasanya..
disekolah..
Dina pun memberanikan diri berbicara pada sisil tentang pengorbanan Ita yang telah dilakukan untuk sisil. walau kemarin malam ita meminta tetap merahasiakannya dari sisil. dina pun tetap tidak peduli karna dina tak ingin jika ita disalahkan tanpa adanya kesalahan yang dilakukan.
"Sill..."
"eh kamu Din.. kebetulan aku mau tanya sesuatu sama kamu.."
__ADS_1
"tanya apa ya Sil? sebenarnya aku mau ngobrol sama kamu"
"kemarin Adnan marah sama aku Din.. dan dia bilang kamu tau semuanya"
"iya aku tau semuannya, tapi aku harap kamu tidak lagi menyimpan dendam untuk Ita dan lebih baik kamu lupakan semua"
"maksud kamu apa? kamu itu nggak tau rasanya sakit hati aku Din!"
"aku paham Sil.. tapi disini aku tak ingin membela siapapun.. tapi menurutku semua yang terjadi karna kamu sendiri, tanpa kamu ketahui Ita lah yang tertindas karna keegoisan kamu, karna kamu yang selalu bwrfikir negatif."
"apa.. maksudkamu aku yang salah! kamu itu tak tau apa apa Din.. dari pada kamu menyalahkan aku lebih baik kamu itu diam!" kata sisil yang sedikit berteriak marah pada Dina
dan disaat itu juga pun adnan mendengarnya dengan jelas karna adnan menuju kebangkunya yang tak jauh dari tempat mereka ngobrol.
Adnan pun mendekat... dan mencoba menenangkan egonya dan langsung menyaut berbicara pada Sisil.
"harusnya kamu itu sadar diri sil. andai Ita tak menyuruhku menghampirimu ditaman waktu itu mungkin kita tak bisa ngobrol dan bertemu, dan tanpa kamu sadari semua rencana Ita dan meminta bantuan pada Dina juga. apa kamu yakin jika Dina hnaya sekedar membeli minuman hingga 2jam lebih lamanya? apa kamu tak merasa anehh jika temanmu tak kembali kembali."
sisilpun terdiam dan seolah memikirkan apa yang telah adnan ucapkan..
"yaa..siapa yang tau memang kenyataannya lagi antri panjang" ucap sisil yang sudah merasa tak mau disalahkan.
"ya terserah kamu mau berfikir bagaimana pun.. yang jelas yang perlu kamu ketahui bahwa aku kesana karna permintaan Ita. dan aku pun disanan bersama ita, tentang aku ke toko jam itu aku berbohong juga karna permintaan Ita. harusnya kamu itu sadar tanpa ita semua tidak akan terjadi begitu saja." sambil berjalan berlalu meninggalkan sisil dan dina.
hanya ada diam tanpa kata antara sisil dan dina. dina pun lega akhirnya bukan dia yang menyampaikan pada sisil dan ia berfikir bukan dia yang mengingkari janjinya pada ita untuk tidak memberitahu sisil.
hemmmm syukurlah... batin dina sembari mengelus dadanya.
"din.....apa yang dibilang Adnan itu benar?"
tanya sisil sembari menatap dina.
tak butuh waktu lama dina pun menjawabnya dengan singkat. "iya semua itu benar"
__ADS_1
sisil pun hanya merenung namun batinnya tetap merasa tak mau berbaik hati dengan Ita. sisiltetap merasa iri dengam ita dan walaupun dia tau untuk kejadian kemarin sepenuhnya kesalahannya. ia pun tetap angkuh tak mau meminta maaf pada Ita.
dikelas C
ita dan daniel semakin dekat.. jari ini Daniel menjemput ita kembali dirumahnya seperti hari kemarin. daniel bercanda dan tertawa lepas bersama ita, ima dan juga ayu. hingga ada ledekan dan godaan dari ima dan ayu yang tertuju pada daniel dan ita...
"sudah sudahhh tertawanya.. perutku sampai sakitt karna kalian semua" kata ayu sembari memegang perutnya dengan kedua tangannya.
"kenapa kalian nggak jadian aja sih, kurasa kalian cocok" celoteh ima menatap ke arah daniel dan ita
"kalau Meita menyimpan sedikit rasa untukku sih aku akan nembak meita" saut Daniel dengan cepat
Ita yang mendengar jawaban Daniel pun melonggo dan tak mengedipkan matanya sama sekali melihat lontaran kata yang keluar dari mulut Daniel.
goda ayu "ayoo dan langsung aja tembak.. biar aku dan ima yang menyaksikan kisah kalian"
"husttt apaan sih kalian kok makin ngawur aja arah pembicaraan kalian" saut ita dengan nada sedikit tinggi
"kalau aku sih serius Meit" jawab daniel yang lagi lagi membuat ita kaget dan tak percaya.
"tukan Ta.. tinggal kamunya aja yang gimana" saut Ima
"sudah ahhh jangan bahas lagii.. mending kamu ambil gitar kamu tu Niel sambil nyanyi memghibur kita" ita mengalihkan pembicaraan sambil melihat ke arah tempat gitar daniel.
tapi lagi lagii temannya mengartikan dengan hal lain..
"ohhh maksud kamu, kamu mau daniel menyanyikan lagu romantis buat kamu dan setelah itu nyataain sinta ke kamu ya Ta.." ima yang sambil tersenyulelihat ita
"wahhh so sweet banget donggg" kata ayu sambil memegangi kedua pipinya
"ihhh apaan sih kalian berdua kok malah seperti itu pemikirannya." sambil merasa kesal
"apa sih yang nggak aku lakuin buat kamu senang Meit.." sembari bergegas mengambil gitarnya yang tak jauh dari tempat duduk mereka.
__ADS_1
ahhh..si daniel ini kok malah dibuat serius sih kata kata mereka... tapi nggak papa juga sih kamu nyanyi sambil main gitar hehe nilai + buat kamu niel.. gumam ita
tak lama daniel pun bernyanyi sembari memetik gitarnya.. ima dan ayu menikmati pwrtunjukan geratis itu dengan senang dan ita pun sesekali tersenyum melihat daniel dan lebih banyak tertunduk malu karna daniel selalu menanggapi perkataannya dengan serius.