Antara Aku Kamu Dan Dia

Antara Aku Kamu Dan Dia
Perhatian Daniel


__ADS_3

haripun berganti.. kicauan burung yang terdengar merdu membuat suasana pagi yang cerah semakin menyenangkan.


Ita bergegas mengambil tasnya dan memakai sepatu dan hendak berangkat ke sekolah.


"bu.. aku berangkat dulu ya.." pamit ita sembari mencium punggung tangan ibunya


"kamu hati hati, belajar yang serius ya Ta.."


"iya bu.. daa..."


hari ini ita tidak di antar oleh kakaknya dan ita berangkat dengan berjalan kaki.


saat dijalan Ita pun di hampiri oleh Daniel.


"heii Meit..berangkat bareng aku yuk"


"eh kamu niel..lhoh mana temen yang sering kamu ajak berangkat bareng kok tumben sendirian?"


"oh dia.. emang tadi aku bilang ke dia biar nebeng yang lain meit" jawab Daniel sambil tertawa


"ih kok kamu tertawa sih niel.. kan kasian teman kamu"


"hahaa... biarina aja meit sekali kali biaelah... yik naik emang kamu mau diem disitu sampai kapan"


"iya iya... ehh beneran ini?"


"iya meit yuk keburu telat loh"


akhirnya ita pun berangakat dengan Daniel, tanpa disadari Adnan ada dibelakang mereka.Adnan yang melihat ita dibonceng oleh Daniel pun merasa kesal.


Ita dan Daniel pun tiba diparkiran dan mereka pun berjalan menuju sekolah. dijalan Ita dan Daniel bergurau bersama hingga akhirnya mereka tiba dikelas. Ima yang melihat Ita dan Daniel masuk kedalam ruang kelas bersamaan pun mulai mengejek Ita.


"ehemmm.... roman romannya ada yang lagi dimabuk asmara nih.."


"apaan sih kamu Ma.. masih pagi uda kepo aja" ledek ita yang tak mau temannya terus membahas antara Ia dan Daniel


"aku tu ngomong beneran kali Ta.. yang aku lihat itu sudah lebih dari cukup"

__ADS_1


"oh ya... emang kamu liat apa sih?" goda ita pada ima


Ita pun langsung duduk dibangkunya tanpa mendengarkan ocean Ima sedikitpun. hingga jam pertama pun dimulai dan pembelajaran dimulai.


Tettt tetttt bel istirahat pun berbunyi


ita masih tetap diam dibangkunya sedangka ima dan ayu pergi kekantin. Daniel yang berada dikantin melihat bahwa ita tidak ikut dengan ima kekantin. dan pada akhirnya daniel membeli beberapa makanan ringan dan minuman untuk Ita. sebelum Ima dan ayu sampai dikelas Daniel sudah duduk di depan meja ita berhadapan dengan ita dan bercanda sembari memakan makanan ringan yang dibawa oleh daniel.


"oh iya meit.. nanti kamu jadi kan pulang bareng sama aku"


"tentu lah niel aku kan sudah janji sama kamu dan aku akan menepati janji itu. oh iya aku boleh tanya nggak?"


"tanya aja Miet tanyalah sesuka hatimu pasti aku akan menjawabnya"


"kenapa kamu selalu memanggilku dengan kata Meit bukannya lebih enak panggil dengan sebutan Ita saja sama seperti yang lain?"


"ya karna kamu tu beda Meit dan kamu itu spesial dimataku jadii aku ingin yang berbeda dari yang lainnya"


"hahahha kamu ini bisa saja sih niel"


" oh iya ta.. kamu kemaren jadi pergi sama si siapa itu nama teman kamu anak kelas A?" tanya daniel yang ingin mendengar cerita Ita walaupun dia sudah mengetahui semuanya


ternyata kamu bicara jujur meit...maaf jika aku ingin mendengarkan langsung dari mulutmu


"ketaman???"


"iya kita ketaman"


"emang ngapain kamu ketaman sama dina? apa cuma sama dina aja?


"ya nggak ngapa ngapain sih niel.. ada Sisil dan adnan juga sih. tapi kita ketemunya di taman"


"oh sama adnan juga? apa kamu berangkat dan pulang sama dia juga?"


"iya aku berangkat emang sama adnan karna sisil lagi marah sama aku dan aku minta bantuan sama adnan supaya kesalah pahamanku dengan sisil selesai."


"emang kamu sama sisil ada salah paham apa meit?"

__ADS_1


"eh ehhh kok kamu jadi nanyain aku kaya lagi introgasi aku aja sih niel.. emang aku tersangka apa"


iya meit kamu tersangka pencuri hatiku batin Daniel


"ya udah habisin tuh jajan kasian cuma bengong liatin kamu"


"cie cie.." canda Ima yang masuk kelas melihat ita dan daniel berduaan


"apaan sih Ma? kamu mau? nihh"


"ehh yu ternyata ada orang yang menolak ke kantin bareng sama kita taunya lagi asih kasmasan nih"


"ihhh apaan sih Ma kita kan cuma temen ya kan Niel?" sambil menoleh ke arah daniel. namun daniel tak menjawab dan hanya tersenyum.


"ahh gue pergi saja.. serangganya uda banyak" haha.. danil pun berdiri dan hendak meninggalkan ita, ima dan ayu


"apa luh bilang kita serangga? kurang ajar banget sih lih Dan!" jawab Ima sembari memukul lengan daniel yang berlalu


"kalian uda jadian ya?" tanya ayu sembari duduk didekat Ita.


"emang bener Ta?" saut ima


"kalian apaan sihh..kan aku uda pernah bilang kalau aku cumq temenan aja"


"eh taaa tapi sikap daniel itu care banget loh sama kamu, kelihatanya dia tu suka sama kamu" ucap ayu


"iya ta lebih baik kamu jadian saja deh sama daniel, dia orangnya baik kok.." ucap Ima


bel berakhirnya istirahat pun berbunyi. dan mereka memulai akifitas belajar nya dengan seksama dan hening hingga jam pelajaran pun selesai dan sudah saatnya pulang.


begitu banyak hal yang harus aku pikirkan dan pertimbagkan tidak hanya sekedar lewat ucaan yang bisa membuat buta dan menyingkirkan yang ada.


semua akan aku jalani debgan berjalannya waktu, waktu yang tak kan bisa berhenti berputar dari detik ke menit, menit ke jam, jam ke hari, hari ke minggu dan minggu ke bulan dan hingga tahun.


saat ini memang bayang bayang adnan masih ada dalam benakku entah kenapa rasanya memang sulit untuk kulupakan dan kutepis jauh cerita yang pernah ada dan hadir itu.. mungkin karna cinta pertama atau mungkin karna aku dulu baru mengerti apa itu rasa perhatian lebih dari pada teman yang membutakan aku akan yang lainnya. atau hanya karna keadaan yang baru dan suasana yang baru daam kehidupanku.


Hati iniasih menyimpan perih lebih perih dari luka oleh duri mawar, hati ini sudah tergores dalam oleh rasa kecewa dan masih sulit tuk ku sembuhkan dengan hal hal baru yang kini hadir..

__ADS_1


aku mencoba dan terus mencoba untuk bangkit dan membuka lembaran baru untuk perasaan ini agar aku jauh lebih bisa untuk tersenyum dengan keadaan yang telah mengoreskan luka.


berharap ada keajaiban yang dapat menghapus rasa kecewa dalam hati dan membuat keadaan baik baik saja seperti dahulu sebelum mengenal dan seperti dulu sebelum merasakan rasa kecewa. lebih tegas dan mampu menatap eajah yang sudah pernah mengukir senyuman dan yang telah tancapkan luka..


__ADS_2