
Aku tak tahu mau memberi jawaban apa pada mas Arta, sudah dua hari aku tak memberikan jawaban dan benar dia tidak menghubungiku untuk terus bertanya, di sekolah pun dia hanya menatapku dari kejauhan saja. Aku ingin sekali menemuinya tapi aku takut Daniel marah. Tapi aku benar benar penasaran dengan apa yang hendak di bicarakan oleh mas Arta.
Oh iya besok Daniel ada tanding basket apa besok aja ya aku ketemu sama mas Arta...
ahh karna kemarin semua pada sibuk aku sampe lupa ingin bertanya pada Ayu tentang ini. Gara gara si Ima juga yang nggak pisah pisah.. ahh tau ah .. mungkin besok kesempatan yang baik untukku dan mas Arta ketemu.
mas Arta iya besok aku ada waktu untuk ngobrol sama mas Arta. tapi jangan sampai Daniel tahu ya mas... aku tidak memberitahunya.
pesan singkatku yang ku kirimkan ke mas Arta
oke Ta besok aku jemput kamu jam 3 ya. balasan dari mas Arta, yang tak butuh waktu lama. entah apa dia memang sedang menunggu pesan dariku atau tidak aku tak paham.
hari esok...****
Hari ini Daniel hanya mengantarku saja karna hari ini dia tidak masuk untuk ikut pelajaran. Walau Daniel tak masuk dia tak pernah tidak menjemputku disekolah selama dia masih ada waktu. Hari ini pun dia juga berkata bahwa dia akan menjemputku lagi..
Selama si sekolah aku hanya bersama Ayu dan Ima dan karna hari ini tak ada Daniel jadi aku kekantin pun sendiri.
"he.. aku mau kekantin nih kalian nitip apa... tanyaku pada Ayu dan Ima
"aku kayak biasanya aja.. nggak ada yang spesial..
"ok.. Ma.. yang sepesial memang hanya si doi aja hahah... kalau kamu apa Yu?
"aku ikut kamu kekantin aja.. lu ikut nggak Ma?
"nggak...
__ADS_1
Akhirnya aku dan Ayu ke kantin berdua. Di kantin aku langsung menuju lemari pendingin mengambil susu kotak dan langsung menuju rak makanan ringan saat hendak membayar aku tak sadar bahwa ada mas Arta disitu.
"udah Ta? apa ada lagi? tanya mas Arta yang membuatku terkejut
"Uda kok mas.. cuma mau beli ini aja.
"buk sekalian ini ya dihitung.. sambil menunjuk barang barang yang kubawa
"nggak usah mas... jawabku sepontan lantaran terkaget melihat mas Arta
"sudah nggak papa lagi pula pacramu nggak adakan.
tanpa aku menjawab sepatah kata dan si Ayu hanya menyaksikan saja karna ayu tak mengambil apapun. kulihat ibu kantin memasukkan sekotak makanan entah apa itu dan beberapa snack box rumahan juga. padahal aku tak memesanya. Saat ibu kantin menyerahkan sekantung kresek itu aku bertanya tanya.. dan memberanikan diri bertanya
"lho buk saya nggak minta ini dan nggak ambil ini.. ku tunjukkan apa yang kumaksudkan pada si ibuk kantin.
"oh... ya uda buk.. terimakasih. aku heran dengan mas Arta bisa bisanya dia menambahkan makanan yang rumayan banyak ini.
"Ta.. nggak salahkan yang kuliat dan ku dengar tadi..? tanya Ayu
"em... nggak kok Yu semua sesuai dengan apa yang kamu lihat fan kamu dengar.
Ayu hanya diam... dan aku ingin memulai obrolanku.
"jujur Yu sebenarnya ada yang aku sembunyikan. Bahwa nanti aku janjian keluar sama mas Arta.. stop Yu dengerin aja dulu ya... ayu hanya mengangguk tanda mengiyakan. Kemaren saat Daniel jotos mas Arta itu aku tak tahu aku harus diposisi mana. Memang mas Arta juga salah sudah tau aku lagi sama Daniel malah main tarik aja. Saat itu Daniel hanya diam sih.. tapi saat mas Arta bilang bahwa dia masih berharap denganku disitulah mulai ada hantaman demi hantaman Daniel ke mas Arta. Mas Arta hanya diam tak membalas dan karna mas Arta diam aku tak tega dan aku menarik Daniel pergi. Dan kemarinnya mas Arta ingin .embicarakan sesuatu dan yang membuatku semakin ingin menemuinya karna dia bilang Dia tau semuanya dan tak mau aku kenapa napa.. coba bayangin aja.. siapa yang nggak penasaran coba...
"bentar deh Ta... aku sendiri juga bingung jika kamu tanya seperti itu
__ADS_1
"aku tak tahu Yu kali ini aku mengambil keputusan yang salah atau benar. Tapi jika aku bicara dengan Daniel aku kira dia tidak akan mengijinkanku. Namun aku benar benar ingin tahu apa yang akan dibahas mas Arta Yu.. sebelum pukulan itu mendarat pada muka mas Arta, mas Arta bilang bahwa dia tau semuanya dan dia juga menyebut nama Arin. Dan kamu sendiri tau Yu apa yang sedang terjadi padaku dan Arin... selama ini aku terus mendapatkan pesan teror dari Arin yang masih kututup rapat dari Daniel. Jadi jika mas Arta menyebut nama Arin aku serasa entahlah Yu kuyakin kamu paham kondisiku ini.
"Ta maksudmu apa Arin teror kamu.. jadi selama ini kamu menutup rapat dariku juga? kenapa kamu nggak cerita?
"ah sudahlah Yu... jawabku yang seakan tiada daya dan ayu mengerti dengan dia memegang tanganku erat.
Hari ini ini saat pulang sekolah Daniel sudah ada di depan gerbang menungguku leluar. Tatapannya yang melihatku baru keluar gerbang penuh dengan senyuman.
Dia hari ini ada pertandingan dan dia hanya menjemputku dan langsung pulang.
"Doakan aku biar aku bisa bawa tropi kemenangan buatmu Meit...
kubalas dengan senyuman penuh dan mengiyakannya.. "Pasti Niel.. kamu pasti bisa... banyak yang menarih harapan padamu. Semangat ya sayangnya aku..
"I love you Meitha..."
"Love you too Daniel"
pukul 3 sore****
Mas Arta sudah ada di depan rumahku, dan kita pun langsung pergi entah kemana mas Arta membawaku aku ngikut saja asal tempatnya bukan daerah sini. Akhirnya aku dan mas Arta sampai disebuat tempat nongkrong di dalam kota. Aku tak pernah kesini dan ya mas Arta juga tak mau aku ketahuan Daniel jika keluar dengannya makanya dia membawaku ketempat yang agak jauh..
Tanpa kusadari mas Arta memang tau semuanya tentang Arin, tentang Arin yang memang sengaja menerorku dengan pesan yang dia kirimkan setiap hari. Dia tau semua rencana Arin, tapi aku yang jadi semakin bimbang ini perangkap atau perlindungannku. aku tak tahu karna mas Arta tau semuanya dan sangat detail.. aku mendengarkannya saja dan tanpa kusadari air mata ini membasahi pipi.
Mas Arta menyarankan aku untuk pura pura putus dengan Daniel agar aku aman, karna Arin satu bulan kembali akan pindah kesini. Mas Arta tak mau melihatku hancur karna tingkah Arin tapi apa iya aku ikuti sarannya.
Bagaimana dengan Daniel jika aku mengatakan putus yang memang sebenarnya hanya untuk sementara ini. Hubungan seperti apa aku nanti dengannya.. Dari cerita mas Arta sudah terlihat jelas memang semua sasaran Arin padaku. Dan aku harus lebih licik dari dia. tapi ini sebuah hubungan tak mungkin aku lakukan ini tanpa aku memberitahu Daniel. Tapi jika banyak yang tau jika aku hanya bersandiwara Arin jauh lebih ganas seperti yang mas Arta gambarkan.
__ADS_1
aku harus maju atau mundur... aku terus dengan hubungan ini atau sudah berakhir walau hanya untuk sebuah sandiwara....