Antara Aku Kamu Dan Dia

Antara Aku Kamu Dan Dia
klarifikasi


__ADS_3

Daniel belum mengaktifkan ponselnya lagi, apa aku harus chat ayu dan ima atau mas Arta juga biar mereka tahu dan memberikan bantuan untukku menjelaskan pada Daniel bahwa ini hanya kesalah pahamannya saja. Semoga besok semua baik baik saja, entah kenapa semenjak kejadian itu Daniel memang sering sekali salah paham atau kadang pemikirannya banyak dicuriganya tak seperti dulu, ya tapi aku harus memakluminya mungkin ada sedikit luka yang membawa trauma dalam hatinya, dia begitu juga karna aku, aku yang membuatnya menjadi sosok yang hampir tak kukenali lagi, dan aku tak mau jika kejadian itu terulang, dia sudah bangkit dan tak ingin kubuatnya mengurung diri dan mengorbankan semua masa depannya, dan aku terkadang merasa takut jika berdampak untuk kedepannya nanti.


Ayu kok kamu nggak balas pesanku sih, kamu kan yang selalu ada buatku yu, kamu yang selalu temani aku saat daniel dulu mengurung dirinya. Ah ayuu kamu kemana sih gue takut tau. kalau aku cerita ke Ima yang ada dia ember lagi. kadang aku ingin cerita ke Ima tapi mulutnya kadang ceplas ceplos, saat melibatkan dia dalam sandiwara ini saja aku sempat ragu dan tak mempercayainya.


[kenapa Ta? kok bisa begitu?] pesan mas Arta


[aku tak tahu mas yang jelas Daniel tadi datang dan melihat kita makan berdua]


[bukannya dia mengetahuinya? tadi dia kan yang mengiyakan juga]


[iya mas, tapi aku tak tahu kenapa dia begitu]


[yauda besok kita bicarakan sama sama]

__ADS_1


[aku takut yang dulu terulang mas]


[kamu yang tenang Ta.. nggak akan kok 😊 kamu nggak boleh mikir yang nggak nggak aku pasti bantu kamu]


ya.. mas Arta yang selalu mencoba membuat aku tenang dan dia selalu bisa mengendalikan semuanya walau aku tahu mencintai tanpa dianggap itu sakit, mencintai dalam diam itu adalah luka tapi dia tak pernah menunjukkan semua rasa kecewa atau sedihnya didepanku. Aku sangat bersyukur karna masih dikelilingi orang orang yang sayang dan baik denganku. Semua selalu menguatkanku dan memberiku canda agar aku tak berlarut dalam segala permasalahanku. Tak ingin rasanya berpisah dengan mereka semua. Mereka amat baik, mereka amat perhatian mereka lebih dari sekedar teman atau sahabat, mereka bagai keluarga.


jangan risau ada aku yang selalu ada untukmu dan akan berusaha ada selalu disaat kamu membutuhkan aku. itulah kata kata yang selalu kuingat dan terekam baik dalam pikiranku. kata kata mas Arta yang selalu membuatku tenang. Mungkin aku egois sangat egois dan tak adil untuk mas Arta, aku tahu bagaimana hancurnya perasaan itu, tapi dia selalu kuat didepanku bahkan dia yang selalu menolong hubunganku dengan Daniel. Dia malaikat tanpa sayap yang selalu hadir ditengah kabut kegelisahanku mulai meliputi hati.


dan...tibalah kita disuatu tempat yang rumayan jauh dari sekolah, dan ternyata Daniel sedang tanding basket ditempat itu. Mas Arta mengajak kita untuk memberi semangat pada Daniel. Dan dengan hati gembira dan suara lantang ku teriaki namanya agar dia semangat.


"Daniel... Daniel... Daniel.... teriakku bersama ayu dan juga ima


bahagianya Daniel mengetahui keberadaan kami dan dia tersenyum kearah kami. Ya aku yakin dia tak marah....

__ADS_1


"semangat Niel.... teriakku saat melihat senyumannya


saat istirahat aku hampiri daniel dan memberinya minum, ku gengam tangannya dengan erat dan kukatakan "semangat ya danielku" balasnya dengan senyuman dan jawaban yang membuatku bahagia "pasti sayang, aku akan memenangkan pertandingan ini." janjinya yang akan membawa kemenangan. saat dia beranjak menuju lapangan kembali kupegang tangannya dan jujur baru kali ini aku mengatakan "i love you Daniel" didepan teman temanya. dan aku benar benar tersipu bahagia karna dikecupnya tangan ini. Sungguh amat girang aku, dan aku yakin dia tak marah ataupun salah paham atas semua yang terjadi kemarin.


Detik detik menegangkan ditengah pertandingan, terus kusoraki namanya dan berharap dia mampu dan bisa. Hingga yaaa... tim Daniel menang... sorakan yang amat ramai pada kemenangan tim Daniel. Setelah usai pertandingan kita pun makan. Dan disini tak ku sangka ternyata Daniel masih membahas masalah kemarin. Ada perdebatan kecil diantara aku dan Daniel, aku sungguh tak mengira bahwa Daniel ingin mengungkitnya lagi..


aku hanya terdiam tak ingin berkata sepatahpun pada Daniel, aku tak mau dikira membela diri, karna aku tahu apapun yang aku katakan pasti salah. Ayu akirnya berbicara bahwa dia tak bisa hadir dengan ima. Dan Ayu memberi penjelasan pada Daniel bahwa semua hanya kesalah pahaman, Daniel masih membantah dengan kata "bagaimana kamu tahu Yu.. kamu kan juga tak ada disana? bisa seyakin itu kamu dengan mereka!" dan aku masih membisu hingga akhirnya mas Arta yang bicara pada Daniel


"ya mungkin aku salah dimatamu Dan, tapi memang yang kamu lihat itu hanya sebatas kesalah pahaman, kamu tak tahu betapa sedihnya pacarmu saat tahu kamu datang tapi kamu malah pergi lagi, kita memang tak tahu kamu datang, tapi Ita menyadari kedatanganmu tak lama setelah kamu pergi, Ita juga sudah menelfonmu bukan? tapi apa kamu justru menonaktifkan ponselmu begitukah caramu menyelesaikan masalah sebagai seorang laki laki? kamu tak tahu pacarmu penuh tangis kemarin malam dan kamu malah sibuk dengan satu sisi pemikiranmu yang belum tentu kebenarannya." sambil mas Arta mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan chat yang memang aku dengan mas Arta saat aku benar benar khawatir akan Daniel.


"kalau kamu laku laki harusnya kamu bisa berfikir jauh dengan rasionalmu, jika kamu tak mau mempertahankan hubunganmu seperti Ita yang sudah berkorban demi hubungan kalian tak masalah Dan, aku yang akan jaga Ita dan tak kan kubiarkan tangisnya membasahi pipinya lagi." ucap mas Arta tegas dan berlalu sambil berkata "selesaikan masalahmu dengan cara bijak"


Mas Arta.. aku benar benar tak menyangka bahwa mas Arta akan. erkata seperti itu pada Daniel. Maafkan aku mas Arta aku tahu kamu jauh lebih terluka. Entah kini memang aku serasa bimbang. Kata kata mas Arta memang benar...

__ADS_1


__ADS_2