Antara Aku Kamu Dan Dia

Antara Aku Kamu Dan Dia
Cemburu


__ADS_3

Hari yang masih penuh dengan sandiwara. Sandiwara yang diperankan layaknya hal nyata untuk mengelabuhi musuh hehe.. masih kita perankan dengan apik dan sedemikian rapinya kisah cerita setingan ini. Semua berjalan dengan apik dan mulus tanpa ada kendala, bak pemeran handal saja kita semua. Untuk mengelabuhi Arin ternyata masih ada yang peduli denganku, ada Ima dan Ayu yang mau membantu dan bahkan mas Arta dan teman temannya juga bersedia membantu. Bersyukurnya diri ini dikelilingi oleh orang orang yang menyayangiku. Tak ada kata lelah, bosan dan males lagi. Kita bagai tim yang solit dalam berbagai kesempatan yang terlalui bersama. Sandiwara ini semakin memanas dan membuat kita tak tahu skenario mana yabg harus kita ambil. semua berjalan diluar dugaan dan rencana awal. Semua memang sudah tertata rapi dan apik, namun siapa sangka bahwa sandiwara ini akan menimbulakan efek lain dan berdampak panjang beruntun. Gelagapan ya kita jadi glagapan sendiri karna Arin, tampaknya sandiwara ini mulai tercium olehnya hingga rencana semuanya korat karit tak terkendalikan. kita kebingungan dengan semua pertanyaan dan sikap Arin yang semakin detail.


"sejak kapan kamu jadian sama si Arta itu Ta?" pertanyaan yang tiba tiba mendarat dari Arin


"sudah lumayan lama Rin, sejak kesalahpahaman yang terjadi diantara kita dan membuatku tak tahu lagi dengan hubunganku."


"memangnya secepat itu kamu bisa move on?


"lambat laun sikap mas Arta yang membuatku hanyut, begitulah Rin.. hanya sebuah rasa yang bisa memahami dirinya dan terhanyut dalam buaian.


"memangnya kamu sudah benar benar putus dengan Daniel?


"sebenarnya belum ada kata putus sih Rin, tapi dia uda jalan sama cewe lain jadi tak ada salahnya aku juga seperti itu dan malah sekarang aku sudah terlanjur nyaman dengan mas Arta"


sebelum pertanyaan Arin menyelidik aku sudah diam diam mengirimkan pesan di grup sandiwara bahwa aku sedang dengan Arin.


"oh jadi kalian belum putus? emang siapa wanita yang jalan sama Daniel?


"entah apa ya hubunganku dan dia aku tak tahu, aku nggak paham betul siapa dan anak mana tapi sepertinya anak sekolahan lain karna aku tak pernah tau cewek itu


"bagaimana kamu tahu kalau dia itu dekat dengan Daniel? sedangkan kamu sendiri sebegitu cintanya dengan dia bukan


"ahh aku katamu? bukankah kamu yang sangat ingin miliki Daniel Rin? hingga kamu tega melukai aku dengan cara kotormu


"apa kamu bilang Ta? kamu itu yang egois! kalau kamu sahabatku jelasnya kamu akan merelakan dia denganku, dan sekarang kamu taurasa bukan bahwa ada yang berhasil merebut Daniel darimu

__ADS_1


"ya setidaknya aku tahu siapa Daniel Rin dan lebih baik dia bersama orang lain daripada kamu. maaf ya Rin kamu itu sudah terlalu jauh melangkah dalam permainan tak masuk diakal, kamu harusnya sadar


"kamu ngomong apa! bisa bisanya ya kamu ngomong seperti itu denganku Ta


suasana disini semakin panas hingga aku beradu mulut dengan Arin, aku mulai terbawa emosi dan mulai menyuruh mas Arta datang untuk mengalihkan perdebatan yang terjadi diantara kami. Dengan sigapnya mas Arta menghampiriku dan mengajakku pergi.


"rupanya kamu disini Ta? aku mencarimu dari tadi


"iya mas kenapa?


"hari ini aku ada tanding bola aku mau kamu ikut aku


"se...sekarang kah mas?


"nggak deh. jawab Arin dengan cuek dan ketus


"oh yaudah Rin aku pergi dulu sama mas Arta ya. maaf aku tinggal.


Kamipun pergi, ya memang kami pergi. Dan mas Arta mulai menanyaiku kenapa dan ada apa. Semua kejadian kuceritakan mulai dari obrolan biasa hingga perdebatan yang hampir menyulut emosiku tadi. Untunglah mas Arta segera datang kalau tidak mungkin sudah terjadi perkelahian antara aku dan Arin bahkan mungkin aku dan Arin sudah saling jambak rambut atau tampar menampar haha... syukurlah tak sampai terjadi hal itu, tentu saja jika memang benar terjadi sudah dipastikan aku tang akan kalah melawan Arin karna Arin adalah ratu tega, dia tak peduli lawanya.


[kalian dimana Arin masih stay disini dan mendekati Daniel, sepertinya Daniel kebingungan, memangnya tadi ada apa?…] pesan dari Ayu


oh tidak aku lupa bilang Daniel bahwa aku mengatakan dia dekat dengan wanita lain, aduh gimana ini. Bisa bisa semua berantakan duh bodohnya aku kok nggak bilang digrub sih. Gimana jawaban Daniel


"Ta kamu kenapa siapa yang chat kok bengong sih

__ADS_1


"ini nih mas... lupa aku nggak bilang Daniel kalau aku tadi ngomong ke Arin dia dekat sama cewe lain makanya aku sama mas Arta, duh gimana nih mas kalau jawaban Daniel bertolak belakang bisa bisa sandiwara ini terbongkar.


"sudah tenang sepertinya Daniel bisa mengatasi semuanya dengan baik, yok kita cari tempat makan aja, kamu pasti uda laparkan, kabari ayu dan ima biar nyusul juga. udah kamu tenang aja Daniel baik baik saja dia bisa kok ngeles ke Arin.


Makan di sebuah tempat makan yang rumayan jauh dari lokasi awal kita ya entahlah tadi kita bingung mau makan dimana karna situkang makan dan si ember ternyata nggak bisa nyusulin kita jadi kita putar putar aja nyari tempat makan dan taunya malah kejauhan hehe... aku sudah ngasi kabar Daniel, tapi dia bilang ada latihan basket jadi dia nggak nyusul kita dan ngijinin aku sama mas Arta makan bareng.


Makanan pun datang didepan kita, langsung santap karna aku sudah terlalu kelaparan. Tanpa aku sadari semua yang kulakukan menjadi sebuah pemandangan oleh orang disekitarku hehe maklum sangking laparnya diri ini makan pun lahap sekali dan cemot semua.


aku tak menyadari jika aku belepotan dengan makanan, dan mas Arta berniat membersihkan cemotku ini tanpa sebuah penakan kubiarkan saja tangannya membersihkan cemot ini dan mutku tak berhenti makan. Dan hal yang paling tak kusadari pula bahwa Daniel datang dengan membawakan ku makanan ringan kesukaanku dan minuman yang sering kubeli dengannya. Aku tak tahu itu dia atau bukan aku hanya melihatnya sekilas, setelah selesai kami langsung pulang dan aku semakin yakin itu daniel karna aku melihat kantong plastik yang berisi makanan dan minuman kesukaanku sudah tergeletak berantakan diparkiran dekat dengan motor mas Arta.


"apaan sih orang orang ini main buang sembarangan, buat apa pula beli kalau dibuang harusnya kasih orang saja" ocehan mas Arta melihat makanan yang masih utuh berserakan dekat motor.


apa tadi benar benar Daniel? lalu kenapa dia pergi begitu saja bukannya menghampiri kita, tapi bukannya dia tadi bilang mau latihan basket.. ucapku dalam benak


[ternyata kamu bicara begitu pada Arin karna kamu sendiri yang seperti itu Meit. Saat aku berkata aku lagi ada jadwal latihan kamu bisa seenaknya dibelakangku]


saat aku sampai rumah begitu terkejutnya aku dengan sebuah pesan yang masuk dari Daniel.


[maksud kamu apa sih Niel? aku tak paham.]


[sebenarnya ini semua sandiwara atau nyata sih Meit? kulihat dirimu sedang asik bermesraan dengan Arta tadi]


aku tak ingin membalas pesan daniel karna aku takut ini awal pertengkaran seperti kesalahpahaman dulu. tak lama dia menelfonku, dia marah marah belum sempat aku menjawab dan menjelaskan semuanya dia sudah mematikan telfonnya dan tak mengaktifkan ponselnya.


oh Tuhan masalah apalagi ini, aku rasa aku tidak melebihi batasanku dengan mas Arta, semua tak lebih dari sekedar teman.. kenapa semua jadi begini kalau ponselnya tak diaktifkan bagaimana aku bisa memberi penjelasan...

__ADS_1


__ADS_2