Antara Aku Kamu Dan Dia

Antara Aku Kamu Dan Dia
kecemasan Meita


__ADS_3

Tiba saatnya hari yang ditunggu oleh Daniel dan timnya.. hari dimana pertandingan basket yang cukup bergengsi untuk diikuti oleh sekolah mereka. Sebelum Daniel berangkat Daniel sempat mengirimkan pesan pada Ita jika hari ini tidak bisa menjemputnya untuk mengantar ke sekolah tapi Daniel berjanji jika nanti usai pertandingan dan waktu memungkinkan untuk menjemput Ita pulang sekolah Daniel akan menjemputnya.


Ita yang baru saja bangun dari tidurnya bergegas mengambil ponselnya hendak mengirimkan pesan pada Daniel dan memberikan semangat untuk kekasihnya yang akan mengikuti pertandingan. Saat hendak mengirimkan chat Ita sudah terkejut dengan notif yang ada dilayar ponselnya tertera kapten kesayanganku ya nama Daniel diponselnya telah berubah sejak Daniel selalu memberikan tropi kemenangannya pada Ita.


ya ampun baru saja aku ingin chat eh udah nongol dulu aja kamu Niel, oh Tuhan terimakasih karena telah menghadirkan Daniel dihari hariku.


📥 pagi sayangku semangatku.. hari ini aku nggak bisa jemput buat antar kamu, kamu berangkat sama mas Dana ya.. aku harus berangkat lebih awal nanti kalau pertandingan selesai sebelum jam sekolah berakhir aku jemput kamu tapi aku nggak janji.. maaf ya sayang...


kira kira begitu isi pesan Daniel. Arin yang terbangun mendapati aku tengah tersenyum dengan ponselku, bukan Arin jika tidak kepo..


"wah wah kesambet kamu Ta, masih pagi sudah senyum senyum sendiri sama hp. siapa emang pacarmu ya hayo cerita.." tanya Arin yang mengejutkanku


"hehe kamu kan sudah tau tanpa ku jawab Rin.. ini nih pacarku baru aja aku ingin ngirim chat biar dia semangat eh malah dia uda chat aku dari subuh kan ya gimana gituu hahaa"


"eh ehh kok aku jadi penasaran sama cowokmu, dan tropi tropi didepan itu semua tertera juara basket emang itu juga dari cowokmu?" tanya Arin yang kepo


"oh iya semua memang dari pacarku Rin.. banyak ya.." jawabku singkat dengan senyuman.


"lhoh kok bisa sih? bukannya tropi itu biasanya ditaruh sekolah atau kalau tidak salah setauku yang bisa bawa itu ya ketua timnya si kaptennya gitu loh Ta nah ini nih kok bisa bisanya pacar kamu yang dapat malah kok ditaruh rumahmu.." pertanyaan Arin ini nih yang buat aku sedikit tersinggung entah kenapa aku merasa tak nyaman saja, baru kali ini aku merasa tersinggung dengan Arin.

__ADS_1


"yahh emangnya nggak boleh ya Rin kalau dikasih ke aku? toh pelatihnya iya iya aja tanpa mempermasalahkan." jawabku sedikit ngegas dan disadari oleh Arin jika aku tidak menerima dengan pertanyaannya.


"e..e.. nggak gitu Ta maksudku.. maksudku itu kan biasanya yang lebih berkuasa dengan tropi itu si kaptennya gitu loh."


hahhhh.... aku makin heram aja sama si Arin ini seolah olah aku memang sedikit tenang oleh usikan si Bella eh malah ini sahabatku sendiri ganti menganggu kenyamananku. aku tak menjawabnya dan berniat tak menjawab tapi Arin meneruskan ucapannya..


"eh apa kaptennya jangan jangan pacar kamu ya Ta? wah kalau iya berarti pacarmu malah bener bener cowok keren Ta.. pasti cakep...


"hmm iya pacarku kaptennya, iya dia ganteng kayaknya jauh lebih keren dari cowok yang kamu incar deh, tapii cowokku bukan tipe cowok yang tebar pesona." potongku saat Arin belum berhenti dengan ocehannya.


"ya elah Ta gitu aja kamu ngegas.. nggak deh nggak akan aku suka sama cowokmu jika kamu kenalin ke aku dan aku nggak akan deh rebut cowokmu itu beneran deh aku janji sama kamu."


"iya iya Meita ih kamu ini kayak nggak percaya aja sama aku, emang se keren apa sih pacarmu jadi penasaran aku kok kamu sampai segitunya pegang janjiku."


"bukankah janji itu memang untuk dipegang dan dibuktikan tanpa dinodai dengan pengingkaran."


"ih kamu Ta kok jadii gini sih.. ok ok aku janji sama kamu, kok kamu seolah tak percaya sama aku Ta.. kita udah lama loh bersahabat."


tanpa aku menjawab aku pun pergi bergegas ke kamar mandi dan bersiap untuk ke sekolah. Sarapan rutin bersama dengan keluarga dan ditambah Arin untuk hari ini. Sebelum aku berangkat aku menyempatkan untuk mengirimkan chat pada Daniel karna tadi aku hanya membacanya saja sampai belum membalas karna perdebatan dengan Arin.

__ADS_1


📤 iya Niel.. hari ini kamu nggak antar jemput nggak papa kok... jangan lupa sarapan ya... semangat buat pertandingannya ya kapten tersayangku... aku berangkat dulu.. kamu baik baik ya.


setelah mengirimkan pesan untuk Daniel aku langsung ke kamar ingin menaruh ponselku tapi niatku ku urungkan kembali dan aku memilih untuk membawa ponselku ke sekolah. entah kenapa sejak kejadian pagi tadi dengan Arin aku sedikit was was dan berfikir yang tidak tidak hingga aku merasa khawatir jika meninggalkan ponselku dirumah.


Sampai di sekolah seperti hari biasanya semua berjalan dengan biasa dan masih sama kebiasaan saat jam istirahat yaitu ngobrol dan saling ledek dengan Ima dan Ayu. Hari ini Daniel tidak kembali ke sekolah, Ita memang merasakan kelegaan karna hari ini dia tidak berurusan dengan Bella namun pikirannya melayang teringat dengan ucapan ucapan Arin, entah Ita mulai meragu dan merasakan sebuah kecemasan akan janji janji Arin yang membuat Ita malah berfikir yang tidak tidak.


entah kenapa hati ini rasanya gundah,pikiranku kacau entah kemana, bayang bayang buruk serasa menyelimuti hati ini, ketakutan mulai mencekam, risau dan entah lah bagaimana ini rasanya aku tak tahu, baru kali ini aku merasa tidak mempercayai Arin, dari dulu aku tak pernah seperti ini dan tidak pernah meragukannya, aku benar benar takut,, takut akan kehilangan Danielku.. Arin yang selalu berkata pasti keren, pasti banyak yang suka dan pasti pasti banyak sekali ucapanya yang tiba tiba semua berputar dalam pikiranku apalagi soal perdebatannya denganku pagi tadi.


"Ta kamu tumben diem aja?" tanya ayu yang melihatku dengan tatapan heran


"nggak papa yu aku baik baik saja."


"kamu itu nggak pandai bohong Ta.."


"beneran aku nggak papa kok yu," jawab ita dengan senyuman tipis agar terlihat baik baik saja didepan yeman temannya.


"ya udah kapanpun kamu mau cerita aku siap kok Ta.."


iya yu sebenarnya aku memang tidak baik baik saja, andai aku bisa menceritakan kecemasan ku yang tanpa alasan ini padamu hahhh..pada daniel saja aku belum bisa menceritakannya yu.. entah ini kecemasan karna apa yu aku sendiri tak bisa mengetahui rasanya begitu membuatku tersiksa dengan ketidak tenangan, takut akan kehilangan kekasih yang entah alasanya apa padahal hubunganku sampai saat ini baik baik saja.. hanya rasa sakit menyiksa pada suatu keadaan yang belum tentu bisa terjadi. ahhhh aku yang terlalu lebay kali ya.. aku takut jika aku menceritakan kecemasan ini yang ada kalian akan menertawakanku..

__ADS_1


__ADS_2