Antara Aku Kamu Dan Dia

Antara Aku Kamu Dan Dia
jadian


__ADS_3

setelah ita meninggalkan arta begitu saja. ita melihat kedua temannya dan daniel, mereka menatap heran dan penuh tanya pada ita.


pandangan yang seolah ingin mengintrogasi ita dengan pertanyaan pertanyaan yang tak akan ada habisnya.


"eh ta itu kan kakak kelas kita, kok kamu bisa kenal?" tanya ayu


"iya selama ini kita selalu sama kmu tapi nggak pernah tau soal kakak kelas itu?" saut ima


"bukankah dia yang kemarin ngobrol sama kamu meit?" tanya daniel memastikan


"iya semua jawaban atas pertanyaan kalian benar.. iya dia kakak kelas kita, dan iya niel dia yang beesamaku kemarin pas kamu ngambil motor.. hemmm tatapan kalian masih banyak pertanyaan.. tanya aja biar kalian mikirnya itu bukan jadi gosip"


mereka pun heran dengan jawaban ita dan saling pandang


maksud jawaban meita apa sih kenapa dia bisa bisanya menhawab begitu..


ita menyadari lamunan daniel dan memcoba menbuyarkan lamunan daniel.


"niel.. kamu nggak papa kan? biar kamu nggak kepikiran kamu tanya saja sama aku niel"


"jika aku bertanya apa kamu tidak akan marah meit?"


"yee emang lu mau tanya apa dan.. kan ita uda nyuruh kita untuk tanya biar nggak salah arti, gitu kan maksudmu ta" potong ima disela pertanyaaan daniel pada ita


"iya benar Ma.. emang tanya apa sih niel.. aku nggak akan marah jika aku bisa menjawabnya kenapa tidak"


"eh Ta.. emang kamu ada hubungan apa sih sama kakak kelas itu, kayaknya dia itu yang terkenal itu kan yang waktu kita pertama jadi siswa disini pas upacara dia dapat penghargaan apa gitu bener nggak sih?" cerocos ayu pada ita


"ohh...kok kamu masih ingat sih yu masa kita masuk sekolah aku sihh lupa lupa ingat hehe... iya sih bener dia ketua ekstra sepak bola sekaligus kapten kesebelasan tim inti seingatku.. tapi sekarang entahlah aku tak mau tau"


"lhoo berarti kamu dulu serba tau ya kok bilangnya sekarang nggak mau tau?" tanya ima yang heran


Daniel hanya menyimak pertanyaan pertanyaan temannya dan hanya mendengar jawaban ita, karna rasa penasaranya serasa sudah terwakili oleh kekepoan ayu dan ima.

__ADS_1


terus yu terus saja tanya dan pancing ita dengan rasa penasaranmu yang sangat ingin tau jadi aku tak perlu bertanya dan tidak membuat meita merasa aku membuatnya tak nyaman dengan pertanyaan pertanyaanku nantinya...


"ya nggak gitu juga sih yuu... ceritanya itu panjang bangettt"


"cerita dong ta aku pengen denger tau" saut ima yang jadi ikut penasaran dengan ita


"bingung aku harus cerita dari mananya...


"heleee uda nggak usah bingung ta.. cerita aja semua dari awal ampe akhir biar aku jelas dan paham.. dia kan ganteng juga sapa tau aku dapat info dari kamu kan rumayan bisa dapat kakak kelas hahah..." cerocos ayu


"ye kamu yu mau kamu taruh mana tu si Bayu" saut ima


tanpa pikir panjang ita pun menceritakan inti inti dari pokok pertanyaan ayu tentang dirinya dan kakak kelasnya.


"gini loh Ma, Yu....aku dulu sih kenal pun nggak sengaja dan dia juga sering antar aku pulang, tapi entah hubungan kita apa aku tak paham hanya dekat saja lantaran aku hanya dia jadikan bahan alasan untukenghindari mantannya itu sih kata dia, tapi pas aku dilabrak cewek itu sih masih bilang kalau si Arta masih cowoknya.. entah siapa yang benar aku tak tau yu...


"ohh jadi namanya Arta... terus teruss..." potong ayu


"ya gitu lah yu.. awalnya aku maklum dengan labrakan tu cewek dan aku cerita ke arta katanya nggak usa ditanggepin, ehh dia labrak aku lagi dengan ancaman trus yang ke tiga aku uda nggak tahan dan sejak itu aku males diantar pulang....dan..


belum selesai menceritakan soal itu ayu dan ima sudah ada yang menjemput dan akhirnya mereka pulang semua..


""ya udah yuk meit kita pulang.."


selama perjalanan pulang daniel dan ita hanya saling diam.. daniel berkecamuk dengan pikirannya sendiri dan ita asyik menoleh kanan kiri..


"akhirnya sampai juga.. yuk niel kita masuk" sembari turun dari motor


"eh..iya meit.."


ita pamit menganti baju dan mengambil minuman untuk daniel.. mereka masih ngobrol biasa dan ita mengambil hp karna hp nya berdering. melihat siapa yang menelfonnya ita pun enggan untuk menjawab dan hanya membiarkan saja namun hpnya terus berdering


apaan sih arta ini.. nyebelin banget sih.. ngapain coba telfon terus. gerutu ita

__ADS_1


daniel hanya melihat ita yang terlihat kesal dan mencoba untuk memberanikan diri bertanya pada ita


"kenapa nggak kamu angkat meit.. takutnya penting sampe telfon berulang gitu loh. angkat aja dulu nggak apa kok"


tanpa menjawab pertanyaan daniel ita langsung mengangkat telfon dari arta.


"kenapa art ada apa?"


hahh jadi yang telfon kakak kelas tadi? ada hubungan apa sih antara mereka. sumpah meit aku merasa panas jika melihat kakak kelas tadi yang memegang tanganmu dan sekarang dia malah lagi telfon kamu.. andai aku berhak cemburu aku benar benar cemburu meit..


daniel sibuk berperang dengan pikirannya sendiri dan disela sela pemikirannya yang amat kacau dan hati yang porak poranda tanpa disengaja ia terdian dan sedikit bingung keheranan saat mendengar sekilas pembicaraan meita dengan arta.


"oh daniel..apa urusannya sama kamu kalau dia pacarku.. emang kamu siapa"


apa..apa semua yang kudengar ini nggak salah.. walau aku hanya sebagai alasan saja aku sudah bahagia apa lagi alasan itu kamu gunakan untuk menghindari cowok lain meit... sumpah mimpi apa gue semalam dengar seperti iti saja bagaikan dapat motor sport baru..


setelah selesai menjawab telfon dari arta, ita kembali duduk dan ngobrol kembali dengan daniel...


"oh ya niel.. tumben ada gitar kamu cuekin dari tadi."


"kamu mau dinyanyiin lagu apa meit?" sembari mengambil gitar


"nggak.. aku cuma heran aja sama kamu.. kan biasanya kamu tiap kesini pasti sambil mainin tu gitar" tanganku menunjuk gitar yabg dipegang daniel


yaa dari dulu tiap daniel main ketempat ita selalu memainkan gitar yang ada dipojok ruang tamu dan itu menjadi kebiasaan daniel tapi hari ini tidak...


"meit.. kemarin dan hari ini kamu bilang ada yang ingin kamu jawab soal apa yang terjadi setelah kemenanganku dalam lomba basket.. memangnya apa yang hendak kamu omongin" tanya daniel lirih dan dengan rasa sedikit ragu


"iya aku memang mau memberikan jawaban atas apa yang kamu utarakan waktu itu... dan aku kira tak ada salahnya kita jalani saja.."


"maksud kamu meit? kamu mau membuka hatimu untukku? jadi kita sekarang pacaran?" tanya daniel dengan tatapan dalam dan penuh tanya


"iya daniel.. aku mau jadi pacar kamuuu...."

__ADS_1


terimakasih Tuhan atas semua ini.. terimakasih karna rasaku tidak sia sia dan aku bisa memiliki meita.. walau aku masih penuh tanya tentang dia dan arta.. namun lebih baik aku tidak bertanya pada ita soal apa isi pikiranku yang penuh tanya karna aku tak mau hari bahagia ini jadi berantakan...


__ADS_2