
Ita teebangun dari tidur nyenyaknya, Ia melihat ponselnya untuk mematikan alarm hpnya dan tak ia sadari bahwa ada beberapa chat masuk , Ita melihat ada chat dari sahabatnya Arin yang memberikan kabar bahwa siang ini dia akan datang. Setelah Ita meembalas chat dari Arin ia langsung beranjak dari kasurnya dan membersihkan diri bersiap untuk kesekolah.
Hari ini tidak ada yang istimewa, daniel menjemput ita untuk ke sekolah dan meninggalkan ita karena hari ini daniel harus mengikuti pertemuan untuk pembahasan pertandingan besok.
Ita masuk ke dalam kelas berjalan sendiri tanpa ima dan ayu, hari ini ita berangkat sedikit kesiangan hingga teman temannya sudah berada di kelas terlebih dahulu. Ayu dan Ima sudah berada di kelas mereka mencari keberadaan Ita yang tak kunjung mereka lihat.
"kemana sih ita Yu? Tumben banget dia belum muncul."
"ngapain juga kalian nungguin si Ita. si Ita pasti nggak masuk hari ini." saut Bella
"eh hama main nyaut aja kamu, emang kamu siapa sok tau banget!" jawab Ayu ketus
"jelaslah aku tau paling paling dia lagi mewek karna habis berantem sama daniel.. liat aja kalau dia masuk pasti sebam tuh matanya."
"heh kamu Bella jangan sok tau kamu, jangan ngomong sembarangan, ayo Yu kita tunggu Ita di luar kelas aja, males deh aku ada si hama ini."
"iya aku juga maless.... bayyy!"
"ya udah sana sana gue juga males sama kalian!"
Ayu dan Ima beranjak keluar dan mereka sudah mendapati Ita masuk dalam ruang kelas, tidak seperti apa yang dikatakan oleh Bella yang menganggap Ita sedang bersedih justru Ita tampak baik baik saja dan berseri seri terpancar dari wajahnya yang merona dengan senyuman tipis.
"Ita.." teriak kedua teman Ita saat melihat kedatangan Ita
Ita berjalan kearah Ima dan juga Ayu sembari menjawab teriakan mereka. "heh.. punya mulut sendiri apa kalian ini main teriak aja ku nggak budek tau.. pendengaranku masih berfungsi dengan baik dan jelas ini."
__ADS_1
Ita langsung menuju bangkunya dan menaruh tas. Ita duduk dibangkunya dengan santai dan diikuti oleh kedua temannya yang merasa kepo pada Ita dan juga ucapan Bella pada mereka sebelum Ita datang.
"Ta kamu nggak papa kan..? hubunganmu dengan Daniel?" tanya Ayu menyelidik
"iya aku nggak papa kok, dan aku sama Daniel ya masih baik baik saja dan baik baik saja.. memang kenapa.." jawab Ita yang merasa ada keanehan dalam pertanyaan Ayu
hhmmm tumben Ayu tanyanya soal hubungan aku dan Daniel kenapa ya.. apa Ayu juga tau soal kemarin aku pulang dengan mas Arta dan dia juga mengira aku berantem dengan Daniel karna itu ya.. ahh.. sepertinya nggak mungkin deh Ayu dan Ima tau mereka kan sudah pulang terlebih dulu karna jemputan mereka datang lebih awal, lalu kenapa Ayu tanya hal ini.. apa ada hal lain yang tidak aku ketahui soal Daniel..
"oh ya syukur deh Ta.. ku kira kamu lagi cekcok sama Daniel." terang Ayu
"hah cekcok memangnya ada hal apa yang tidak aku ketahui Yu kok kamu sampai mikirnya aku lagi ada masalah sama Daniel?" Ita yang makin heran
"itu tih Ta si hama tadi yakin banget kalau kamu dan Daniel itu berantem dan kamu nangis bombay" terang Ima dengan memandang ke arah Bella.
"wooo karena itu to.. hahaaa nggak lah.." jawab Ita dengan lantang dan berjalan menuju arah bangku Bella.
Bella yang mendengar apa yang diucapakan oleh Ita didepannya tak menjawab dan hanya terheran heran kenapa Ita begitu santai dan tak menunjukkan amarah ataupun luka. Ita pun kembali kebangkunya dan melancutkan cerita mengenai Arin yang hari ini akan tiba dan menginap dirumah Ita. Ayu sebenarnya masih heran dengan Ita dan juga Bella, namun Ayu tidak membahasnya dan nerniat menanyakannya nanti saat jam istirahat atau pulang sekolah.
disisi lain ada Bella yang semakin terbakar api keegoisannya yang semakin mengebu dan semakin membara bernyala..
awas aja kamu Ita akan ku balas semua ini, kamu kira kamu siapa sok kuat dan sok kokoh dihadapanku, cepat atau lambat aku akan menghancurkan perasaanmu, akan ku cabik cabikkan luka dihatimu dengan merebut Daniel dari tanganmu dan membuat Daniel jatuh kepelukanku kembali. Kamu boleh saja menang kali ini, dan mungkin apa yang telah aku rencanakan telah gagal dan sia sia tapi tidak untuk nantinya. hahhh sial kamu Ta.. dan Daniel segitu sayangnya ya kamu dengan Ita sampai sampai kamu tak bisa terkecokan dengan apa yang aku katakan padahal aku sudah menyertakan foto foto yang harusnya bisa membuatmu marah dengan Ita tapi kenapa kamu tidak terbawa amarah sih... arggghhhhhhh siall... aku benar benar sial hari ini. Lihat pembalasanku Ita.. aku tak kan tinggal diam. ingat ituu. .
Bella ingin menjebak Ita tapi Bella masih merasa bingung dengan apa yang akan dilakukannya.
seusai jam istirahat berlalu Daniel kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran seperti biasa. Bella yang mengetahui kedatangan Daniel seolah langsung mendapatkan sebuah ide. ya.. bella kali ini memang sedikit garang karna Daniel tidak bisa diataklukkan dengan kejadian kemarin kali ini dia mencoba membuat Ita marah dengan tindakan memeluk Daniel. Tapi kali ini justru Ita tak merasa kesal karna dia teringat dengan apa yang mereka sepakati kemarin malam.
__ADS_1
oh kali ini dia ingin menjebakku.. ok tenang Ita tenang walau hatimu panas kamu harus tenang supaya Bella tidak merasa menang dengan membuatmu marah. huft... sabar sabarr..
"eh Ta kok kamu diam aja sih. Dan lo gimana sih!" teriak ayu
Daniel yang tiba tiba reflek mendorong Bella hingga hampir terjatuh. Ita yang melihat tindakan Daniel tersenyum, Ita merasa Daniel ingin menjaga perasaannya padahal Ita inginengerjain Bella namun sudah terhempas oleh Daniel.
"aduh cuma sebentar ya bisa meluk pacar orang.. tapi uda cukup lah ya Bell buat rasa kagen kamu haha.. karna Danielnya kayaknya nggak nyaman kamu peluk makanya tuh kamu kedorong.. benar gitu kan Niel..?" ucap Ita yang mendekati Bella
Daniel mulai menyadari kata kata Ita bahwa Ita hendak memancing kekesalan Bella.
"maaf ya Bell aku reflek mendorongmu, karna pelukanmu membuatku tak nyaman.."
sementara disamping mereka ayu dan ima dan juga teman teman mereka yang meliht dan memdengar malah berkomentar dibelakang mereka.
"apaan sih Ita sama Daniel ini yu.."
"tau tuh mereka uda gila kali kok malah bisa bisanya si Ita santai melihat pacarnya dipeluk hama"
"eh kok bisa sih si ita nggak marah" ucap salah satu temannya
"iya ya daniel kok juga bisa santainya begitu" ucap temannya yang lain
Bella semakin mengerutu dan kesal dengan kejadian yang dia harapkan bisa membuat percekcokan tapi tidak membuahkan hasil sama sekali.
sialan, bisa bisanya ita ngomong begitu awas aja nanti. Kalau saja tadi Daniel tidak mendorongku aku takkan merasa malu dan dipermalukan seperti ini. hahhh liat saja kalian aku akan benar benar menghancurkan hubungan kalian dan benar benar hancur. aku tak kan diam diperlakukan seperti ini..
__ADS_1
Bella semakin kesal dan mulai merencanakan sesuatu untuk dia lakukan esok.