
satu bulan telah berlalu.. hubunganku dan daniel baik baik saja sampai saat ini dan semoga saja kedepannya juga baik baik saja.. aku sangat bersyukur bisa kenal dan bisa jadian dengan daniel yang super duper memanjakannku dan perhatian padaku sama seperti kakakku yang selalu memanjakanku. selama satu bulan ini tidak pernah ada permasalahan yang tak bisa kita atasi, sikapku yang masih kekanak kanakan mampu diimbanhi dengan sikap daniel yang dewasa dan merendah, tak pernah ada pertengkaran besar malah daniel selalu memahamiku dan hal itu yang membuatku semakin menyayanginya dan selalu berharap akan kebaikan hubungan kita.
semenjak aku menjadi orang yang spesial untuk daniel memang tak sedikit pula yang tak menyukaiku karna daniel salah satu cowok familiar dan idola di sekolahan. namun daniel selalu berusaha melindungiku dan menyuruhku tuk mengabaikan apapun cacian yang mereka lontarkan padaku. ya daniel benar jika aku terhasut yang ada hubungan ini akan berantakan.. dan akan terjadi pertengkaran yang terus menerus tak ada henti..
hari ini daniel tidak ke sekolah karna ada pertandingan yang ia ikuti di tempat lain. dan hari ini aku ke sekolah diantar kakakku. seperti biasa ayu dan ima selalu menunggu kedatanganku di pintu gerbang sekolah, hari ini cuacanya sangat cerah dan hangatnya mentari menyapa dengan lembut.
"haii ima ayu..." teriakku setelah turun dari motor kakakku sembari berjalan kearah mereka
"hai ta.. lhoh kok kamu dianter masmu?" ima
"iya daniel mana? biasanya kalian udah berduaan aja " ayu
"hari ini daniel ada pertandingan basket di tempat lain.. kenapa kangen ya iri ya sama kita yang selalu beeduaan?" hehe goda ita
"yee apaan iri, toh kita uda ada pasangan juga, kagen? pede banget sih teman kita ini yu"
mereka berjalan berdampingan menuju kelas, dan bercanda gurau bersama saling ejek satu sama lain. seperti biasa mereka saling curhat biasalah anak gadis apa apa pasti lebay dan terkesan alay tapi masih wajarlah mereka lebih suka curhat satu sama lain daripada ngegosip prinsip mereka. namun disela sela obrolan mereka ima tiba tiba membahas soal Arin adik dari Arta. ayu pun hanya merasa heran dengan temannya karna tak biasanya dia membawa orang lain dalam obrolan mereka.
"oh iya ta gimana kabar si Arin yang dulu teman dekatmu itu loo adiknya kakak kelas kita si mas Arta"
"Arin. ... aku nggak tau ma.. sudah lama nggak kontek sama dia. memang kenapa tumben kamu tanya dia?"
"nggak papa sih ta.. pengen tau aja.. aku denger dari ulfa anak A itu lo katanya dia rencana pindah lagi kesini."
"oh aku nggak tau juga sih ma.. dia chat aku pas ada yang penting aja."
aku kok jadi heran sama Arin dulu katanya pengen disana aja nah ini si ima denger dia mau balik lagi kesini yang bener yang mana sih. oh iya aku kok baru ingat dia pernah nanyain anak seangkatan waktu itu yang dimaksud siapa ya.. apa dia mau balik hanya karna cowok yang ia taksir itu... hmmm ntahlah lebih baik nanti sepulang sekolah aku chat dia deh buat pastiin siapa tau aku kenal sama cowok yang dimaksud aku kan udah janji mau bantu dia.
"eh ma ngapain sih bahas si arin itu males deh dia kan sok manis sok banget lahh" ayu
__ADS_1
"eh ehh bentar deh yu, ma.. apa mungkin dia balik sini karna dia cowok yang ingin dia kenal.."
"wah wah konyol banget luh ta.. masak gara gara pengen kenal cowok aja sampai pindah sekolah"
"ya nggak tau juga sih yu.. ahh udahlah nanti pulang sekolah tak nyari info"
"heh jangan bilang kamu nyari info ke mas Arta ya ta.. inget tu si daniel" sambar ayu
aku tak menjawab apapun pada mereka.. namun ada benarnya juga kata ayu jika nanti aku ketemuan dengan mas arta yang ada daniel marah. tapi nggak dehh.. daniel tidak mungkin marah tanpa mendengar penjelasanku. coba deh aku cari mas arta.
****pulang sekolah
ayu dan ima sudah ada yang menjemput, dan ita berjalan sendiri berharap bertemu arta dan bisa menanyakan soal arin. yang ia temui bukan arta melainkan adnan yang tiba tiba sudah berjalan disampingnya.
"mana cowok kamu kok jalan?"
"yaudah bareng sama aku aja"
"nggak usah aku jalan ae lah sudah lama juga aku nggak jalan"
dan saat diparkiran benar dugaan ita bahwa arta pasti masih nongkrong dengan teman temannya. ita pun mendekati arta dan hendak mengajaknya ngobrol
"mas Art.. punya waktu nggak ada yang mau aku obrolin sama mas"
"oh ok" arta meninggalkan ita dan mengambil motornya.
"yuk.. ngobrol ditempat biasa"
akhirnya ita ikut dengan arta, dan ita memilih ngobrol diperjalanan, karna mereka naik motor ita pun duduk lebih lekat dengan arta agar apa yang dia tanyakan terdengar dengan jelas oleh arta. namun tanpa ita sadari saat itu daniel berpas pasan dengan ita yang d bonceng oleh arta, daniel bermaksud menjemput pujaan hati numun yang dia dapat adalah ita dibonceng oleh arta.
__ADS_1
saat putar balik daniel disambut oleh adnan dengan omongan yang tak enak.
"wahhh telat luh, pacar lu dah pulang noh sama kakak kelas.. tadi juga ngobrol lama sama yang ono"
daniel tak menjawab dan langsung menancap gas.. tanpa disadari oleh ita lagi bahwa daniel telah menyalip mereka. daniel memilih menunggu ita dirumah daripada harus menghentikan mereka. 15 menit daniel menunggu tapi mereka belum juga muncul.
tak lama kemudian ita sampai didepan rumah diantar oleh arta, arta langsung pulang.
"kemana aja meit?tadi disekolah kamu uda pulang, tapi aku nunggu kok baru sampai?" sambut daniel saat ita baru turun dari motor arta.
sebenarnya arta tau saat daniel menyalipnya namun arta hanya diam tak memberitahu ita bahkan mereka tetap mampir ngobrol ditempat biasa mereka dulu ngobrol. arta tidak mau terlibat pertengkaran mereka dan memilih untuk langsung pulang.
"daniel.. aku kira kamu nggak jemput aku tadi. " jawab ita santai karna ita tidak mengira bahwa kejadian ini mampuenyulut amarah daniel.
"kamu dari mana?"
"oh aku tadi nggak dari mana mana kok niel, cuma ngobrol aja sama mas arta"
"ngapain aja? kemana aja?"
"nggak ngapa ngapain niel, tadi cuma mampir bentar di tempat dekat sekolah kok, itu pun cuma ngobrol bentar. ohniya gimana tadi pertandingannya?"
daniel tak menjawab apapun dan langsung pamit dan berlalu.
"aku pulang dulu, capek"
"niel kamu kenapa sih? nggak biasanya gini"
"kamu yang kenapa!" daniel pun berlalu meninggalkan ita..
__ADS_1