
Tangis yang tak bisa kuhentikan membuatku semakin rapuh di depan Daniel. Entah aku harus bagaimana lagi.. tak kulihat sedikit pun respon dan jawaban dari mulutnya. Aku tak menyangka Daniel membiarkanku menangis tanpa menenangkanku dulu setiap mataku mulai berkaca dia adalah orang yang tak ingin melihat air mata ini jatuh membasahi pipi.. namun kali ini semua berbanding terbalik dia biarkan aku bersedih menangis dihadapannya. Aku tak hanis pikir dengan sikapnya yang sekarang. Aku mengambil keputusan untuk dia, agar dia tak jadi sasaran kenekatan Arin tapi aku malah ada diposisi yang salah. Aku bagai orang yang tanpa arah, tak ada tujuan, tak ada harapan, Semua usahaku membuat Daniel bangkit justru membuatku yang ikut semakin hancur.
Oh Tuhan kenapa semua jadi separah ini.. kenapa harus terjadi, aku yang rindu akan sikap peduli dan perhatianya sikap yang selalu membuatku bahagia dan merasa paling beruntung dari yang lainnya. Kini semua hanya diam dan terdiam tak ada lagi kisah seperti kala itu... Aku masih berharap akan adanya harapan yang datang di waktu esok, sesikit warna saja Tuhan.. Mungkinkah itu bisa terjadi? Aku hanya mampu berharap dan aku takkan gentar untuk terus berusaha memperbaiki semuanya...
*keesokan hari
Hari ini hari pertama ujian kenaikan kelas ku berharap Daniel masuk, karna aku tak mau dia gagal hanya karna masalah pribadi saja. Aku akan merasa sangat bersalah jika memang itu harus terjadi. Sudah pukul 7 tapi aku belum melihat Daniel. Rasanya enggan tuk masuk ke kelas karna aku belum melihat Daniel. Kita berbeda ruangan tapi sedari tadi aku berada diluar tak melihatnya sama sekali. Bel masuk pun berbunyi, semua memasuki kelas dan menunggu guru datang, tak lama guru datang dan kita sudah menerima lembaran lembaran soal ujian. Disini aku merasa kekawatiran yang muncul tiba tiba, apakah Daniel masuk hari ini.. apa dia datang mengikuti ujian... Aku sangat kawatir dengannya, pikiranku tak tenang tapi aku harus tetap fokus dulu dalam mengerjakan soal soal ujian ini. Waktu demi waktu berjalan aku selalu melihat ke arah jam dinding merasa was was dan ingin segera berakhir dan ingin sekali aku menanyakan tentang Daniel. Bel berbunyi tanda selesainya waktu mengerjakan soal soal ujian. Ayu mengajakku beranjak meninggalkan kelas, dan aku segera bergesa ke tempat ruang kelas Daniel. Tapi tak kudapati seorang pun di dalam ruang kelas itu, mungkin semua sudah pulang..
"sudahlah Ta .. kita berdoa saja yang terbaik... siapa tau tadi Daniel sudah masuk..
"iya Yu... tapi aku masih tak tenang karna aku tak tau dia benar benar masuk ke sekolah atau tidak hari ini. Gimana Yu.. aku benar benar ngerasa bersalah dengannya.
"untuk kali ini kamu harus fokus pada ujian kita dulu Ta... masalah Daniel nanti aku bantu kamu, tapi kita harus fokus pada sekolah dulu, ingat Ta jangan sampai kita gagal..
"tapi Yu....
"tidak ada kata tapi Ta.. jawab Ayu memotong pembicaraanku yang belum selesai. tapi memang benar kata Ayu bahwa aku harus fokus dulu pada ujian ini.
esok esok dan esok hingga ujian usai....
Hari ini hari terakir ujian, setelah usai aku ingin mencari tahu tentang Daniel.
"Yu uda seminggu kita ujian.. tapi kenapa aku belum pernah melihat Daniel ya...
"sudah tenang saja dulu, lusa aku temani kamu kerumah Daniel untuk memastikannya.
"beneran ya Yu...
"eh iya tumben aku nggak ngeliat si Ima selama ujian ini Yu?
__ADS_1
"selama masa ujian kita dijemput masing masing kan kita jadwalnya berbeda Ta.
"oh iya ya...
haiiiii.... suara teriakan dari ujung sebrang... siapa lagi kalau bukan si Ima... aku dan Ayu pun melambaikan tangan pada Ima.
"tuh Yu baru saja kita ngomongin dia hehe
"ehh enak ya kalian jadwalnya sama sedangkan aku nggak... baru hari terakhir ini aja bisa barengan.
"eleee emang kamu kangen apa? ledek Ayu
"yeee kalau sama kamu ogah kan rumahmu deket denganku, sama Ita lah aku rindunya hahaaaa
"oh iya hari ini kita praktek ya? tanyaku
Bel masuk berbunyi. kita semua menuju lapangan karna hari ini kita jadwal praktik..
"apa itu Daniel... apa aku nggak salah liat.. sambil ku pandang kearah sudut sesikit jauh dari tempatku dan Ayu
"apa sih Ta? siapa? tanya Ima
"itu tu.. yang didekat anak kelas B apa itu Daniel? aku salah liat nggak sih?
"mana sih mana Ta yang mana dimana? tanya Ayu sambil memandang kesekitar.
"itu tuhh.. yang pake baju olah raga..
"hehh lo juga pake baju olah raga Ta.. dan kita semua pakek. gimana sih kamu yang bener dong.
__ADS_1
"itu loh dipojok sana Yu itu tu... Daniel kan. sambil ku tunjuk kearah yang kumaksud
"iya kayaknya sih... ya kita tunggu aja kita liat nanti pasti giliran dia kita tau.
Tiba giliranku, jujur aku adalah orang yang payah dalam berolah raga, aku tak ada kemampuan bahkan sama bola aja aku tak pernah memegangnya. Dan "aaaaaaa" teriakkuelihat bola yang meluncur kearahku. aku sudah tak sanggup membayangkannya dan hap... bola itu di tangkap oleh Daniel.
"fokus dong!"
apa... benar kah yang kulihat ini. Daniel benarkah ini kamu. aku mlongo sejadi jadinya melihat dia yang ada didepan sampingku ini. Oh Tihan terimakasih. Aku tak sadar bahwa aku terdiam sedikit lama dan saat aku sadar Daniel sudah berlalu meninggalkanku, bodohnya aku tak menyadarinya kenapa aku tak berkata apa apa padanya.
hik... hik hikkk.... Ayuu kenapa aku bodoh sekali...
"sudah Ta yang penting kamu nggak papa, harusnya kamu bersyukur kan hikmahnya kamu tau kalau dia disini
"iya Yu tapi kan...
kulihat kearahnya, dan aku melihat dia sedang asik dengan teman teman basketnya dan juga ada pak Abi yang menanyainya. kulihat mereka ngobrol asik tapi tak kulihat senyuman Daniel. Hanya ada wajah datarnya saja.
Dan begitu lama aku perhatikan dia dari kejauhan berharap melihat senyumanya, tapi masih belummm... aku tetap melihatnya tanpa henti hingga ima dan Ayu ingin mengajakku untuk menghampirinya saja, tapi aku menolaknya aku tak mau dia berubah suasana hatinya..
Hahhh dan yaa... aku melihat dia tersenyum, senyum tipisnya walau hanya dari kejauhan tapi aku bahagia bisa melihat senyumanya itu.
Senyuman Daniel yang aku rindukan hampir 2pekan aku tak melihat senyuman itu dan kini aku melihatnya walau hanya dari kejauhan.
**aku merasakan hembusan angin spoi di teriknya matahari yang sangat menyengat, aku merasa ada rintik hujan membasahi diri ini dan membawaku pada kesejukan hati yang dalam jauh kurindukan.
aku merasa bagai mendapatkan sebuah harapan yang membawaku pada kebahagian hari esok yang akan datang.
senyum Daniel senyum yang membuatku berada pada kenyamanan dan ketenangan yang sangat aku rindukan.. ingin kulihat selalu senyuman itu bulan hari kemarin yang diam membisu hampa dan gersang**...
__ADS_1