Antara Aku Kamu Dan Dia

Antara Aku Kamu Dan Dia
Hari Bahagia


__ADS_3

Kemarin aku sudah sangat bahagia melihat senyuman Daniel walau dari kejauhan saja. Ingin ku lihat senyum itu lebih dekat dan menatapnya, ingin kurasakan apa yang dulu pernah kurasakan tapi aku tak mau jika aku mendekat senyum itu justru akan sirna begitu saja. Biarlah hari ini aku hanya melihat dari kejauhan seenggaknya rindu ini sedikit terobati. Akankah ku lihat kembali senyumanmu itu Niel... Jujur aku benar benar merindu akan semua hal yang pernah kita lewati bersama sama, semuanya Niel, tawamu, candamu, senyummu, caramu membawa tawa dan tingkahmu yang begitu peduli dan tak bisa ditebak.


"yok ta ke kantin haus aku..


"yokk aku ikut Yu" potong Ima.


"ya udah yukkk... ajakku menyela


Selama jalan menuju ke kantin kita banyak becanda dan saling ejek seperti hari hari yang selalu kita lewati biasanya, tapi tanpa Daniel. Rasanya ada yang berbeda tapi bisa apa aku kali ini .. aku tak mau Daniel semakin berlarut. Di kantin kami memilih apa yang kami mau dan disana ternyata ada mas Arta yang menyapaku, jujur aku takut jika Daniel melihat ini semua aku takut dia kembali seperti kemarin dan tak masuk sekolah lagi. Ingin mengabaikan mas Arta tapi apa iya aku bisa selama ini dia yang membantuku untuk menghadapi Arin. Bahkan kemarin saat Daniel masih mengurung dirinya sendiri mas Arta lah yang menolongku dari serangan Arin. Arin yang sangat nekat bahkan tanganku masih ada goresan luka dari Arin.


Aku tak menyadari ada Daniel disekitar tempat aku mengobrol dengan mas Arta. Sama sekali tak ku sadari, tapi aku masih beruntung karna ada Ayu juga yang ikut nimbrung dengan kami. Semua topik obrolan kami hanya mengenai aku dan Arin, dan yang dibahas adalah luka ditanganku. Ya mas Arta menegurku dan ingin ngobrol denganku hanya karna luka hari itu.


"Gimana lukamu? sudah kering belum? apa masih sakit?


"hah luka? potong Ayu dengan ekspresinya yang heran dan sedikit melotot kaget, dan lalu memastikan padaku dengan pandangan dari bawah hingga atas.


"kamu terluka kenapa Ta? mana yang luka? terusnya lagi


"aku nggak papa kok Yu nggak usah kyak gitu kali liatnya...


"uda mendingan kok mas.. nggak sesakit kemarin itu.. dan makasih ya mas untung ada mas disana.

__ADS_1


"iya. jawab mas Arta singkat dan berlalu begitu saja


"eh aneh banget sih tu si Arta. tadi aja ngajak ngobrol eh jawab.e iya doang trus pergi.


"udahlah Yu biarin aja... ngapain sih kamu repot hehe


"ya nggak gitu juga lah Ta...


Dan saat ku menoleh ternyata ada Daniel disitu.. pantas mas Arta langsung berlalu, ternyata dia tak mau memperkeruh suasana yang terjadi antara aku dan Daniel saat ini.


"Tuh Yu ada Daniel, makanya mas Arta langsung pergi


"ya ampun Ta... untung tadi Arta tau kalau nggak tambah gimana


Aku dan Ayu beranjak pergi dari kantin sekolah dan melewati Daniel dan teman temannya. Jujur aku sebenarnya tak ingin hanya sekedar melewati tanpa menyapanya. Aku hanya berjalan berlahan dan melihat arah bawah saja tanpa melihat keberadaannya. Aku rasa dia memang sudah tak peduli lagi. Ah tidak aku mikir apa sih.. kalau dia tak peduli lagi denganku nggak mungkin tadi dia nangkis bola yang hampir membuatku terjatuh juga. Ah sudahlah Ta biarkan amarahnya reda dulu.. jangan memaksanya yang ada akan semakin terluka akan rindumu sendiri.


Sampai di depan kelas aku dan Ayu sudah disambut oleh omelan si Ima yang tak berhenti nyerocos tanpa ada tanda kutip ataupun koma dan jeda hahaaa... hari ini tu Ima yang seeing jadi alasan tertawa karna mulutnya yang suka nyerocos dan selalu saja protes akan hal hal kecil dan sepele yang kita bahas. Saat bubar usai sekolah pun Ima masih saja nyerocos. Di depan gerbang mereka berdua sudah dijemput dan aku... kali ini aku jalan sendirian walau Daniel masuk sekolah. Rasanya aku seperti berjalan sendirian didalam hutan tanpa ada satu pun teman padahal aku berjalan di keramaian aku tetap merasa sendiri berjalan bagai orang hilang arah dan putus harapan, lesu dan lemas tak ada semangat hanya bayangan yang terus membayangi mengingatkan saat saat bersama Daniel yang tak pernah membiarkan aku sendiri.


Seperti ada yang mengikutiku tapi mungkin hanya perasaanku saja. Lama kelamaan ya memang seperti ada yang mengikutiku dari belakang tapi aku tak berani menolehnya, takut jika memang hanya perasaanku saja yang halu akan bayangan Daniel. Berharap dia yang mengikutiku. Terus berjalan dan serasa tak ada lagi yang berjalan dibelakangku, hanya ada suara motor dibelakang sedikit jauh, tapi bukan suara motor Daniel. Entah siapa, karna bukan juga mas Arta, apa Adnan.. ahh pikiranku jadi tak karuan kemana mana apa apaan sih aku ini. Sudahlah Ta fokus jalan bentar lagi juga sampai rumah.


Sesampainya di rumah aku langsung masuk ke kamarku dan berbaring sejenak melepas penat hari ini. Ku ambil ponselku dan memainkanya, tak ada pesan ataupun chat, serasa menunggu sebuah kabar yang tak pasti.

__ADS_1


kluntinggg.... suara ponselku berbunyi ada chat masuk


(Apa luka ditanganmu sudah sembuh?)


hahhh Daniel?? ahh pikiranku lagi kacau deh ini.. dia kan nggak tau mana mungkin dia chat tanya luka. apaan sih Ta bangun dongg jangan ngayal ngehalu terus...


Ku lihat kembali ponselku... dan kubaca kbali siapa yang mengirimkan chat itu. Dan ternyata memang Daniel. Aku harus mbalas apa dan bagaimana dia tahu juga. Sehari ini Ayu dengan ku tak mungkin dia yang cerita, toh Ayu juga baru tahu tadi saat jam istirahat.


Ah bodo amat ngapain akuikirin itu, dia chat saja aku sudah girangnya, ehh tapi beneran nggak sih ini Daniel.. Rasanya aku tak percaya...


(aku baik baik saja)


balasku singkat, bingung harus membalas bagaimana juga karna sudah hampir 2 minggu dia tak ada kabar dan tak ada kata.


(hati hati ya.. jaga diri baik baik)


apaan sih Daniel kenapa coba dia balasnya juga singkat gitu, gimana kek biar aku seneng malah itu aja. Ahhh malaskan jadinya. Sudahlah ngapain juga aku balas paling paling dia hanya sok care aja, toh selama aku kerumahnya aku tak pernah ia anggap. Lagi pula luka ini juga terjadi setelah pulang dari rumahnya.


(jangan ambil keputusan sendiri lagi ya... aku masih kekasihmu dan tak ada kata putus diantara kita, jadi kamu masih kekasihku)


appaaaaaa yang bener kah inii oh Tuhan ternyata Daniel sudah lupain amarahnya. ahhh girangnya hati ini... Danielll i love you... hahahaaaa aku kayak anak kecil aja... ahhh tahan dulu ahh biarin aja dia chat tak kubalas.. hehe

__ADS_1


**hari bahagia bagai dapat selarung berlian tak terhingga, bahagia tiada tara karna sang pujaan hati sudah kembali. Dia yang menghilang ditengah keramaian yang tak bisa dicari dia yang lenyap diantara sepi dan sunyi, dia yang kini sudah kembali dengan rasa yang dulu sebelum pergi...


mawar yang sudah layu dan hampir mati kini tersiram kembali dan mulai merekah lagi**....


__ADS_2