Antara Aku Kamu Dan Dia

Antara Aku Kamu Dan Dia
pengakuan ita pada arta


__ADS_3

hari ini seperti hari biasanya.. masih sama saja.. daniel menjemput ita, namun kini bukan lagi teman teman dekat tapi sepasang kekasih.


mereka begiti dekat, ita pun tak pernah ragu lagi jika harus memegang pingang daniel dengan tangan yang melingkar.


ya benar yang banyak orang katakan bahwa jika ada dua sejoli pasti lupa dan asyik dengan dunia mereka dan yang lain tak terlihat hehe...


begitu banyak mata yang tertuju pada mereka namun seolah tak ada yang menganggu mereka.. mereka tetap saja asyik dan bercanda penuh tawa, ada adnan yang kala itu melihat daniel dan ita karna hari ini ita tak mau berjalan dari parkiran hingga gerbang. ada pandangan tak enak dari adnan, dan bahkan arta pun juga melihat mereka. arta ingin rasanya memisahkan ita dan daniel tapi saat itu tidk memungkinkan entah kenapa arta memilih berjalan terlebih dahulu dan bermaksud menunggu ita digerbang.


ita berjalan beriringan dengan daniel menuju ke sekolah, belum lama mereka berjalan ita dikagetkan dengan suara teriakan yang memanggil namanya...


"taa... ita.. bareng dong"


ita menoleh kebelakang dan mendapati temannya dulu yaa dina.. yang sedang nerlari kearahnya..


"dina.. lha mana sisil kok sendirian?" kutoleh sekeliling dan belakang mencari keberadaan sisil.


"hari ini dia nggak masuk lagi ta.. lagi sakit dari kemarin"


"sakit apa din? kok tumben ampe nggak masuk sekola sih?"


"katanya sih tifus tapi aku belum tau juga,rencana sih nanti sore aku kesana"


"aku ikut dong din..."


"niel nanti aku ikut dina ketmpat sisil ya?"


"iya baik... tapi sama aku ya.. biar aku yang antar kamu"


"iya siapp... makasih ya"


dina yang melihat meita yang seolah meminta ijin pada daniel pun berfikir dan merasa keheranan..


"kamu.. eh kalian ini pacaran ya? kok kamu kayk minta ijin sih ta?"


"hehe iya din..kenalin deh biasanya kan kamu tau nggak langsung. ini daniel.."


"daniel" "dina" mereka pun berjabatangan


"oh iya din.. gimana.. sekarang sisil sama adnan?" tanya ita menyelidiki hubungan temannya.


"yahh kamu gimana sih ta.. masak kamu gk tau sih.. semenjak kejadian itu pas kamu kena gamparan dari sisil si adnan makin marah besar sama sisil ya jadi mereka tambah jauh dan malah hanya teman biasa karna adnan sudah tak mau lagi ada urusan dengan sisil ta.."

__ADS_1


"segitunya ya din.. ahh tapi masak iya sih dia dingin banget.. apa adnan benar benar marah banget ya sama sisil, padahal waktu itu aku minta ke dia agar tidak menyalahkan sisil.."


"parah banget ta.. si adnan itu nggak mau tau malah tiap sisil nyapa dia aja nggak pernah dihirauin tau"


"ok dehh... nanti aku ajak adnan juga buat ketempat sisil siapa tau sisil seneng kalau adnan jenguk dia"


"ya pastinya senang banget tu ta."


mereka bertiga sampai didepan gerbang. karna di sebrang ada p.abi yang memanggil daniel. akhirnya daniel meninggalkan mereka berdua, tapi dina lagi lagi teringat kalau piket dan meninggalkan ita. saat itu juga ada arta yang menunggu ita. tiba tiba menarik pergelangan tangan ita dengan kasar dan membawa ita. banyak uang melihat kejadian itu bahkan ada ima dan ayu yang bukanya menolong malah keheranan, daniel yang melihat pacarnya diperlakukan kasar dan kesakitan merasa tak terima dengan apa yang telah dilakukan arta, apalagi kejadian ini bukan kali pertamanya disaksikan oleh daniel.


"auuu sakit art.. lepasin tanganku.. sakittt!"


arta tak menghiraukannya ia terus membawa ita sedikit menjauh namun daniel telah berlari mendekat untuk menolong pacarnya.


"stop! lepasin tangan meita"


"apa urusannya sama lu, ini urusanku dengan ita, lebih baik kamu pergi"


"apa kamu bilang,,, urusan kamu dan meita.. asal kamu tau apa pun urusan dan masalah yang ada sangkut pautnya dengan meita semua jelas aku harus ikut campur


"apa maksudmu mau jadi sok pahlawan kamu" potong arta


"jangan pernah anda kasar dengan pacar saya, segala urusannya juga urusan saya" daniel menyahut tangan ita dan mengajak ita pergi


"maaf mas Arta, daniel benar dia pacar saya, permisi"


ima dan ayu yang melihat kejadian itu pun bergegas menuju arah ita dan daniel, ima yang penasaran dengan hubungan yang diakui ingin bertanya namun ayu sudah kepo terlebih dulu dengan cerocosnya yang tak ada hentinya.


"ehh kalian ini gimana sih kemaren kita minta PJ kata kalian nggak pacaran, nah tuh tadi kalian saling mengakui kalau pacaran. gimana sih.. kenapa coba bohang sama kita? kitakan teman dekat, jahat kalian ini."


"ya maaf yu.. kita juga butuh waktu, nggak seenak udelmu tau!"


"sudah sudah nanti kita ke taman kota deh.. terserah kamu ayu dan ima mau ajak siapa" saut daniel


"bener nih niel?" saut ayu


"lhoh niel nanti kan kita ke tempat sisil? kamu lupa kalau mau ikut aku?"


"nggak kok meita manja.. aku nggak lupa.. ya kita atur jadwal saja.. mana mungkin ayu sama ima bisa setelah pulang sekolah kan nggak mungkin"


"yee... enak aja kamu ini niel.. mentang mentang kita dijemput kamu bisa seenaknya " gerutu ima

__ADS_1


"lho aku kan bicara yang sebenarnya kenapa protes?"


perdebatan mereka terhenti karna ita yang berlari mengejar adnan. ima ayu dan juga daniel hanya memandang


"lho kok kamu biarin ita sama adnan sih dan? " tanya ima


"aku percaya kok ma sama meita, dia cuma mau ngajak adnan ikut jenguk sisil yang lagi sakit."


"nan..adnan.!" triak ita


adnan membalikkan badan dan melihat ita. adnan pun berjalan ke arah ita yang sedang berlari kearahnya. ita menghela nafasnya yang sedikit ngos ngosan.


"kamu kenapa harus pake lari sih ta.. panggil aja aku pasti denger"


"nan... nanti pulang sekolah ikut jenguk sisil yuk, kan dia lagi sakit"


"males ah ta.. kamu saja.. aku nggak ikut"


"ayolah nan.. aku loh yang ngajak kamu ini"


"huftt... oke dehh ini karna kamu yang minta loh ya.. kalau nggak malas banget aku"


"iya nan... makasih ya.." ucap ita berjalan menjauhi adnan dan menuju ke kelas.


*** rumah sisil


daniel, ita, adnan, dan juga dina sampai dirumah sisil. mereka langsung masuk kedalam dipersilahkan oleh ibu sisil.


"haii sil.. gimana kondisi kamu?" sapa ita saat melihat sisil yang sedang berbaring ditempat tidur.


sisil yang melihat ke arah sumber suara itupun terkaget karna yang dia lihat adalah ita dan adnan.


ita adnan apa mereka balikan? kenapa kamu tega sih ta kesini berdua dengan dia aa kamu mau nunjukin ke aku kalau cuma kamu yang bisa sama adnan. hahhh aku benci kamu ta. batin sisil


"eh kamu ta.. masuk ta.. aku uda baikan kok.. besok juga ida kesekolah."


dan setelah sisil menjawab barulah mereka semua mendekat. mereka hanya berdiam di pintu karna takut jika tidak diijinkan masuk oleh sisil. setelah mereka masuk sisil baru menyadari jika yang datang tidak hanya ita dan adnan tapi juga ada daniel dan dina.


"lho kok ada kamu juga?" sisil menunjuk ke arah daniel


"oh iya maaf ya sil aku yang mengajak daniel kesini nggak papakan?"

__ADS_1


"yee kamu ini bagaimana sih sil.. ini kan pacar ita ya pasti ngikutlah"


akhirnya meraka ngobrol banyak hal dan saling bercanda satu sama lain.


__ADS_2