
aku benar benar tak paham dengan Daniel. ya mungkin aku yang salah tapi aku tidak sepenuhnya berada pada kesalahan. Jangan semua menyalahkan dan memojokkanku dong. Daniel kamu juga salahkan kenapa coba harus dibuat panjang begini. gerutuku
klunting.... suara ponselku berbunyi...
[Ta... nanti sore aku berangkat ke kota.. semoga kamu baik baik saja, dan untuk kejadian kemarin aku minta maaf tidak bisa membantumu memberikan penjelasan pada kekasihmu. ]
isi pesan mas Arta yang ternyata sudah mau pergi... dan pasti aku kesepian apalagi disaat Daniel sedang marah seperti ini.
[ baik baik disana mas... iya mas Arta nggak salah nggak seharusnya meminta maaf padaku.. ]
mas Arta malah merasa nggak enak hati sendiri. Harusnya Daniel tak seenaknya sendiri. Apa dia nggak ingat bahwa yang membantu mempertahankan hubungan kita adalah mas Arta. apa dia lupa... ahh yak mungkin jika dia melupakan itu... Dan yaa... apa dia lupa bahwa mas Arta yang selalu membantu menjagaku dan melindungiku dari Arin. Padahal dia sendiri tau seberapa bahayanya si Arin dan senekat apa dia denganku. Coba kalau mas Arta nggak ada pasti aku sudah terluka. Demua dibuatnya salah, dengan mas Aris pun dia juga begitu... padahal dulu dia selalu bersikap dan mengambil keputusan dengan menilai dari dua sudut pandang. Tapi kini kenapa tidak???? Ahh Daniell kamu kenapa....
kluntingggg.....
Danielku
[ Meit... kamu masih marah kah?]
Hahhhh.... masih bisanya dia mengirim pesan dengan semudah itu.. ahhh.. kenapa sihhh kamu Niel...
[tidak, untuk apa aku harus marah? bukankah memang semua salahku?]
[jangan begitu, aku tak bermaksud menuduhmu ataupun membuatmu merasa marah, aku hanya kesal.]
[iya.. maaf]
[aku kesana ya .. ?]
Ngapain sih Niel... sumpa aku tu masih bener bener nggak mood dengan kedatanganmu nanti. Aku masih jengkel. Suasana hatiku masih berkecamuk tak menentu.
[meit... nanti aku kesana ya.. jangan marah lagi.. kita ngobrol baik baik... aku sayang kamu... ]
__ADS_1
Rasanya aku tak mau membalas semua pesan pesannya .. aku ingin menyendiri dulu... aku ingin sejenak melupakan semua dalam kesunyian ini. Aku ingin semua larut dengan sendirinya biarkan aku tenang sejenak saja.
Waktu yang terus berputar dan seolah tak mau berhenti sejenak saja membuatku semakin tak menentu. Hari mulai sore dan seakan matahari sudah enggan untuk menampakkan sinarnya... senja mulai menyapa dengan suasana yang membawaku terlarut dalam cahayanya yang sangat membuatku jatuh cinta... Hingga membuatku terperosok masuk dalam hayal... andai semuai akan berakhir indah dan bersahaja. Aku hampir saja lupa akan waktu...
Entah hari ini Daniel jadi kesini atau tidak.. aku tak mau terus menerus membuat pemikiran yang membuatku semakin memiliki ego tinggi. Cepat atau lambat harus bisa membuat hati ini lapang dan mengerti. Aku tak ingin semakin memanas dan membuat hati ini semakin penuh dengan benci dan hanya mengingat luka saja. Harus bisa berdamai dengan diri dan keadaan yang terjadi. Siap atau tidak semua sudah berjalan dan harus ada pengakiran untuk semua permasalahan yang terjadi. Mungkin sulit dan sangat sukar untukku, karna berdamai dengan diri sendiri tak semudah kata memaafkan. Sekedar memberi maaf aku bisa tapi untuk mengikhlaskan dan melenyapkan rasa yang menjangal ini masih butuh proses dan waktu. Lambat laun semua pasti berakhir dan berjalan seperti sediakala, kembali beraktifitas dan kembali kerutinitas biasanya. Berharap semua yang akan terjadi sesuai dengan apa yang aku bayangkan. Tak ada keganjalan tak ada beban dan semua akan indah. Ya..indah seperti bayangan yang selalu datang menghampiri. Ku berharap seperti datangnya sang mentari dia datang dengan penuh kehangatan dan berakhir dengan keindahan senja diujung sana..
Jalan ini mungkin begitu terjal untuk dilalui, begitu penuh dengan kerikil kerikil kecil yang dapat mengecoh dan membuat luka yang membekas. Tidak ada kata yang sulit jika semua bisa dilalui dengan hati yang lapang dan semangat untuk berkorban dengan semua yang akan terjadi. Yakin akan semua yang harus dilalui, tak ada hal yang tak bisa bukan? Yakin saja itu yang harus kutanamkan untuk saat ini.
"Ta... ada Daniel tu didepan!" teriak mas Dana kakakku
"iya mas.. bentar..."
huft .. tenang Ta.. tenang jangan sampai kamu emosi, ingat semua harus selesai dengan baik dan tanpa ada api yang menyala.
"haii Niel.... sapaku saat keluar dari rumah. Biasanya Daniel langsung masuk dan duduk diruang tamu, tapi kali ini dia hanya ada diteras saja, duduk didepan jendela.
"meit....
"yuk masuk ngapain sih masih diluar sini...
"hahhhh sejak kapan itu ada dikamusmu... biasanya sehabis latihan mampir pun tetap masuk.
"hehe... kali ini cari yang beda aja dulu... sini dong meit.. ngapain sih kamu berdiri bersandar dipintu gitu .. masak iya ada sandaran dianggurin nih ...
"apaan sih kamuu .. kuhampiri Daniel dan duduk dikursi samping meja.
"meit... jangan marah ya...
"lhoh aku marah ya?? aku atau kamuu nihh??? ledekku padanya
"iya iya aku yang marah maaf ya sayanggg...
__ADS_1
"hahah kamu ini... sok romantis banget...
"ya harusnya kan begitu... hehe.. besok aku traktir kamu dehhh..
"emangnya aku anak kecil yang bisa disogok gitu?? jajan aja sih aku juga bisa beli sendiri
"duhh kan masih ngambek.. udah dong... beneran besok aku ajak jalan. uda lama jugakan.. masak kamu nggak kangen sama aku.. uda beberapa minggu loh nggak liat aku... yakin nggak kangen nihh...
"ah kamuuu... oh iya kamu kan baru pulang kok hari ini uda latian sih?
"iya hari ini latihan sama tim luar, kan kamu juga uda tau jadwalku..
"ya sih tau.. tapi kan kamu habis ikut pelatian dan kamu cukup lama disana nggak bosen apa basket terus...
"kenapa bosan, apalagi ada kamu nggak akan bosan....
"hala kamu ini.... sudah sana pulang mandi udah sore banget nihh malah uda petang..
"ngusir???
"ya nggak lahhh kan kamu emang belum mandi kamu sendiri yang bilang kalau bau kan...
"iya iya aku pulang....
Dan wawww kejutan banget hari ini... Daniel pamit pulang, ehh mas Arta datang. duhhh api lagii kan.... oh Tuhan ini hidup kok penuh banget bara bara api yang siap menyala aja...
"oh jadi gini... kamu nyuruh aku pulang karna ada yang mau datang...
ucap Daniel saat mas Arta baru saja turun dari motornya.
Niel... panggilku dengan memegang tangannya yang masih berkeringat.
__ADS_1
"jangan pulang dulu aku nggak tau kalau mas Arta kesini" ucapku lirih berbisik pelan ditelinganya dan akhirnya diapun masih tetap disini dan tetap menggenggam tanganku erat....
kira kira apa ya yang terjadi selanjutnyaaa 🤠author masih mikir nihh untuk kelanjutannya .. kalian bisa komen kasih saran ya... biar author bisa kembangin lagii ceritanya dan bisa dapet keseruanya... terimakasihh 😊