
hari telah berganti.. setelah munculnya arta yang tiba tiba membuat bimbang ita, ita mulai mempertimbangkan semuanya.
kemarin aku belum sempat membuka dan membalas chat daniel. hemmm... hari ini akan jadi hari bersejarah aku akan menjawab rasa mu niel.. aku akan mencoba membuka hati ini untuk mu...
"niel.. ada yang mau aku bicarakan nanti sepulang sekolah" isi pesan yang ku kirimkan
"soal apa ta? hari ini aku tidak jadi hanya antar jemput kamu, aku mau masuk sekolah saja"
"soal yang kamu lakukan kemarin.. aku mau memberikan jawaban itu"
tak ada balasan lagi dari daniel. ita pun bersiap untuk sekolah. dan ita sudah menunggu daniel diteras rumah.
tak lama kemudian daniel tiba.. ita pun langsung berjalan menghampiri daniel dan berangkat. selama perjalanan tidak ada obrolan sama sekali. namun ita mulai membuka obrolan dengan daniel..
"niel nanti gk usah nurunin aku depan gerbang, aku turun diparkiran saja kita jalan ke sekolahnya ya.."
"nggak.. aku akan mengantar kamu terlebih dulu biar aku saja yang jalan"
"tapi niel.. aku sudah lama nggak jalan pengen dehh jalan bareng bareng kan enak jalan rame rame sama banyak orang"
"hmmm... yaudah kali ini aku turuti"
yaa...memang sejak daniel sering menjemputku untuk berangkat sekolah dia selalu mengantarku hingga depan gerbang, waktu pulang pun dia selalu lebih cepat untuk mengambil motornya dan tak mau membuatku menunggu atau jalan sampai parkiran.. alasannya tak mau melihatku capekk.. padahal jarak gerbang dan parkiran hanya 100 meter, bukan jarak yang jauh untukku..
sesampainya diparkiran aku bertemu rio, tio, dina, sisil, dan juga ada teman teman kami lainnya.. kita berjalan sama sama.. dan ada ima dan ayu yang minta untuk berhenti dan memilih berjalan dengan kami bersama.
"eh gimana ta aku dengar kemarin daniel nembak kamu didepan umum setelah memenangkan lomba.. gimana nihh kamu terima nggak?"
"eh yang bener.. kamu tau dari siapa yu?"
"gue kok.. emang elu ma anak kuper" ledek ayu pada ima.
"gimana ta?"
aku tak menjawab apapun.. dan hanya menjawab dengan senyuman saja. tiba tiba daniel muncul diantara kita dan langsung disorak oleh ayu dan ima"
eh daniel tuh.. ucap ima dan berbisik pada ayu.
__ADS_1
cie cie.. yang jadin... pJ pJ jangan lupa..
"hust ngomong apa sih, ngawur"
"apaan tuh pJ?" saut daniel
"pajak jadian dan masak gitu ae nggak paham? ya yu yaaa.. masak hari bahagia nggak mau bagi bagi"
"oh tenang.. kalau meita bilang iya langsung deh tak ajak".
"lho lho lho maksudmu apa dan? emang kemarin gimana?" cerocos ayu
"udah udah kalian ini kepo aja" aku mempercepat jalanku dan meninggalkan daniel, ima dan ayu.
entah apa yang mereka bicarakan karna mereka tidak ada yang menyusulku untuk jalan sedikit cepat malah terlihat santai.
semua berjalan seperti biasa, dan saat istirahat masih sama saja.. daniel lebih sering membeli banyak makanan ringan dan tak lupa juga susu kotak mesukaan meita.
"kamu ini beruntung tau meit.. liat dia ta dia royal banget loh.. andai aku yang ditembak tanpa pikir panjang ida kutrima dia... hemmm" cerocos ayu
"heii ngomongin aku ya??" kata daniel sambil memyodorkan bungkusan kresek ditangannya
"jelas lah ma.. harus itu..."
"eh ini buat ita doank ya dan?? nggak asik banget loh"
"nggak buat semua asal cukup dan pastinya nggak kamu doank yang makan yu" canda daniel
mereka pun makan makanan ringan yang diberikan oleh Daniel. bercanda dan saling ledek..
sedaritadi sesekali ita menatap dan melihat kearah daniel. Daniel sebenarnya menyadari pandangan ita yang mengarah padanya. namun daniel hanya diam dan tak ingin membuat ita jadi salah tingkah karna ita melihat daniel dengan senyuman tipis.
kamu memang baik niel, dan semoga saja keputusanku nanti tidak salah dan sudah benar, aku berharap kali ini tidak ada hal membuat rumit dan tidak ada penghianatan yang akan ku alami lagii...
sementara daniel pun juga asyik dengan pikirannya sendiri melihat senyumanmu seolah aku mendapatkan sebuah harapan, semoga aa yang akan kamu bicarakan nanti adalah kata iya bahwa kamu menerimaku meit...
" heh kenapa kalian bengong?" ucap ima membuyarkan pandangan meita dan daniel yang tanpa disadari saling menatap.
__ADS_1
"apaan sih kamu ini ma.. siapa juga yang bengong?"
ucap ita yang sedikit kelabaan dengan pertanyaan temannya.
"sudah makan aja tu, kalian ini jangan banyak protes daripada ku ambil jajannya..." saut daniel sambil menunjuk kekantong kresek yang ada diantara mereka semua.
jam istirahat berlalu.. dan waktunya pulang pun tiba.. Mereka semua berhamburan keluar kelas,ita berjalan dengan ima dan ayu sedangkan daniel sudah keluar duluan mengambil motor di parkiran.
tak biasanya lagii ima dan ayu belum dijemput. akhirnya ita memutuskan untuk menemani temannya hingga dijemput. daniel pun tidak masalah walau sebenarnya dia benar benar tak sabar dengan jawaban ita.
ita memdekati daniel yang menunggu diatas motornya tak jauh dari tempat ita, ayu dan ima duduk. ita bermaksud ingin ngobrol sekaligis berbicara mengenai jawabannya untuk daniel.
"niel.. aku mau ngong soal jawabanku untuk apa yang kamu lakukan kemarin.." ucap ita lirih agar tidak terdengar oleh teman temannya yang bisa menganggu dan menyoraki mereka
daniel pun turun dari atas motornya dan mengajak ita duduk di bangku kecil dekat pohon diseberang yang tak jauh dari gerbang sekolah.
"kita duduk disana aja yuk meit.. daripada kita berdiri"
aku hanya menjawabnya dengan angukan saja.. tanda aku setuju. kita berjalan menuju kursi itu dan duduk dibawah pohon yang rindang. belum sempat aku memulai obrolan dengan daniel aku sudah dikejutkan dengan kedatangan Arta yang tiba tiba menarikku dan mengajakku sedikit menjauh dari daniel.
aku melihat wajah daniel yang sedikit merasa tak nyaman dengan perlakuan arta yang tiba tiba menarikku dengan sedikit kasar. ayu dan ima yang melihat pun sampai melongo dengan tatapan kesal dan heran.
"apaan sih kamu, sakit tau!" ku tarik tanganku dari gengaman arta dan arta pun melepaskannya
"ada hal yang ingin aku bicarakan, tapi tidak dengan teman temanmu itu.".
"kamu mau ngomong apa ngomong aja yak usah banyak alasan toh walau mereka dengar mereka tak tau kamu dan tak kenal kamu"
jawbku sedikit kesal
"apa kamu akan menerima dia" jawabnya to the point
"kalaupun iya itu bukan lagi irusan kamu. jika kamu hanya tanya hal tak penting seperti ini lebih baik tak usah repot repot menarikku" aku berlalu meninggalkan arta begitu saja dan kembali ketempat awal aku duduk dengan daniel.
aku tak ingin memahat luka dihati ini hanya karna kebodohanku sendiri. kini aku sudah yakin untuk melangkah dan memulai cerita bersama daniel, dan tak kan lagi aku mengingat kebodohanku dimasa itu. mencintai namun tak pernah dianggap itu sakit, sakit sekali, bukan mencintai dalam diam tapi mencintai dalam kesalahan.. dan aku harus merelakan rasa yang dulu sangat berarti mungkin rasa itu hanya rasa kagum yang salah kuartikan dan kukait kaitkan dengan kebodohanku sendiri.
meita putri apa yang sebenarnya ingin kau katakan.. aku sangat berharap akan jawaban iya darimu tapi aku mulai meragu kembali, aku mulai kawatir dan cemas akan jawaban yang sangat kuharapkan darimu setelah melihatmu berbicara dengan kakak kelas kita.. dia menarik paksa tanganmu seolah diantara kalian ada sebuah hubungan yang tak aku ketahui..
__ADS_1
andai aku bisa berkata dengan jujur padamu meit.. aku cemburu.. namun aku tak ada hak untuk cemburu denganmu karna aku tak tau aku ini siapa, dan aku bukan siapa siapamuu...
aku bimbang, aku meragu.. aku tak lagi bersemangat, aku takut.. oh Tuhan aku tak tau lagi harus berjuang seperti apa lagi untuk mendapatkan meita, sementara ada begitu banyak laki laki yang sangat memiliki kedekatan dengan meita tanpa ku tahu apa hubungan mereka...