Antara Aku Kamu Dan Dia

Antara Aku Kamu Dan Dia
Kedekatan Daniel


__ADS_3

pagi ini Ita telah siap untuk berangkat, kakak ita hari ini berangkat lebih awal dan akhirnya ita pun berangkat berjalan kaki kesekolah seperti biasa.


"bu.. aku berangkat ya"


"iya hati hati nak"


ita pun bergegas keluar rumah dan tanpa ia sadari ada Daniel yang menunggunya didepan rumah yang sontak keberadaannya membuat Ita terkaget.


"Daniel.."


"haii Meit..."


"kok kamu disini?"


"ya aku jemput kamu lah.. yuk berangkat keburu siang"


"harusnya kamu nggak usah repot repot jemput aku lah Niel.."


"hehee emang nggak boleh ya Ta?"


"ya boleh aja sih tapi tak harus jempit aku juga kan aku sudah biasa berangkat sendiri"


Mereka berangkat dan bercanca disepanjang jalan.


tanpa disadari Ita daniel tetap melajukan motornya hingga didepan gerbang sekolah.


" ya ampun Niel..kan kamu bisa parkir motor kamu dulu dan kita bisa jalan bareng dari parkiran ke sekolah kok kamu malah antar aku sampai depan gerbang"


"iya sengaja Meit biar kamu nggak cape jalan"


"hahhh... aku kan uda biasa jalan.. kasian kamunya kan jadi balik lagi dan jalan kesini nanti"


" sudahlah nggak papa aku keparkiran dulu ya meit.."


Daniel pun pergi untuk memarkirkan motornya. Diparkiran ada Adnan yang menyambutnya dengan sinis dan menanyakan sesuatu pada Daniel.


"wahh hebat juga kamu bisa dekat dengan Ita dengan begitu cepat dan mudah"


"santai aja bro.. kalau iri bilang, nggak usah nyindir nyindir segala"


"siapa juga yang iri sama lu, gue jauh lebih mengenal Ita daripada kamu!"


"ohh iya gue lupa bro,, Ita pernah cerita kalau luh tu mantanya haha" ucap daniel tertawa dan meninggalkan Adnan.


sial.. ternyata dia sudah tau kalau aku mantanya Ita. Ita juga ngapain sih cerita cerita sama dia. apa mereka sudah jadian hingga dia tau semuanya. gerutu Adnan yang semakin emosi.


digerbang sekolah.


"cie cie.. kamu uda jadian sama Daniel ya Ta?" tanya ima sambil memengan pipi temannya dengan jari telunjuknya


"nggak kok kita nggak pacaran"


"halaa.. jawab jujur aja sama kita.. kita liat kamu dianter duluan sama Daniel kesini padahal parkiran motor kan disana agak jauh. kalau belum jadian ngapain juga daniael antar kamu dulu sampai sini Ta ya kan Ma?" saut ayu


"kalau itu aku juga nggak tau Ma, Yu.. tanya aja sama Daniel langsung, tapi emang beneran kita nggak pacaran."


"kihatannya Daniel diam diam ingin dekat sama kamu deh Ta secara dia perhatian banget sama kamu, sering beliin kamu makanan ringan dan minuman, ngajak kamu pulang bareng, dan sekarang malah ngantar kamu sampai depan gerbang yang secara tidak langsung dia perhatian sama kamu, dia nggak ingin kamu berjalan biar kamu nggak capek"


"apa iya yaa Ma... tadi saat aku tanya dia jyga jawabnya biar aku nggak capek jalan kaki"

__ADS_1


"Tuh kan iya.. sana kamu jadian aja sama dia.. secara siapa sih yang nggak mau sama dia uda ganteng tajir pula.. kalau aku jadi kamu aku pasti pepet dia tuu" saut Ayu


"yee itu mah mau mauan kamu Yu" ejek Ima sambil memukul pelan tangan ayu


"sudah sudah kita masuk kelas yuk, kasian tu si Daniel pasti telinganya panas karna kalian omongin dari tadi"


Dina dan Sisil yang sempat melihat temannya di depan parkiran tadi pun tercengang menyaksikan Ita yang diantar oleh Daniel menuju ke arah sekolah. dan sisil yang melihat kejadian itu berniat untuk memanfaatkan keadaan itu untuk membuat adnan berfikir buruk dan membenci Ita.


Saat dikelas Sisil menunggu Adnan masuk kedalam kelas, sisil sudah tidak sabar ingin membuat Adnan membenci sisil.


"hei Nan..sini dehh" panggil sisil yang menyuruh Adnan untuk menghampirinya.


dengan muka malasnya adnan menghampiri sisil "kenapa?"


"Eh kamu tau tidak sih kalu Ita tu ternyata gimana gitu, bisa bisanya dia diantar sama anak cowok pulang, dan yang lebih parahnya kamu tau nggak sih kalau dia itu dijemput didepan rumahnya sama cowok itu dan diantar sampai depan sekolah.. bayangin deh bagaiman tu kelakuan si it..


belum selesai sisil berkata Adnan sudah memotong pembicaraan Sisil dengan raut muka yang kesal dan marah seolah adnan tau kalau sisil ingin menjelek jelekkan ita.


"Stop! berhenti ya kamu menjelek jelekkan Ita, aku kenal dia dan aku lebih paham dia dari kamu!" triak Adnan yang sontak membuat sisil kaget dan juga terdengar oleh beberapa anak di dalam ruang kelas. Adnan pun berjalan meninggalkan sisil tanpa menghiraukan teriakan sisil yang memanggilnya terus untuk berhenti.


"tu kan Din kamu liat sendiri reaksi si Adnan. dari sikapnya yang marah sudah terlihat jelas bahwa dia masih mencintai si Ita." ucap sisil yang merasa semakin kesal dengan ita


"udalah Sil.. ngapain juga kamu komporin si Adnan. dengan sikap mu tadi yang ada adnan bukan malah suka sama kamu tapi malah ilfil iya." ucap Dina dengan menekan setiap kata agar sisil mengakiri kebenciannya pada Ita. karna dina tau kalau ita sangat menghargai sisil dan mau berkorban untuk sisil yang tanpa sisil ketahui tentang kejadian ditaman waktu itu


pelajaran pun dimulai dan semua berjalan seperti biasanya. dikelas C sedang berlangsung pelajaran mengenai bakat. disitu satu persatu siswa siswi unjuk kebolehannya masing masing.


ada Ayu yang pandai menulis Arab dan membuat kaligrafi, ada Ima yang unjuk kebolehanya dibidang biologi, ada sandi yang pawai dalam bahasa inggris, ada Tio yang menyanyi ada Rio yang membaca puisi dan banyak lagii yang telah ditunjukkan oleh siswa siswi. dan saat giliran ita, ita menunjukan dua bakat yang sebenarnya ia ragu.. ia melakukan pidato singkat dan melukis saat ita maju pun Daniel memperhatikannya dan sesekali tersenyum tipis. dan dikala saatnya Daniel yang maju Ima dan ayu pun mengoda Ita..


"cie cie pangeran siapa tu yang maju kedepan" goda ayu pada ita


Daniel pun maju sembari membawa gitarnya. dia memainkan gitr dengan piawai dan beryanyi.


"aduhh yu meleleh deh aku jika dinyanyiin lagu uang so sweat abis sepeeti itu.."


"*iya Ma sayangnya pangeran itu menu*jukan lagu itu pada upik abu dibelakang kita inii Ma"


"hussttt apaan sih kalian.." dengan suara lirih dan penuh dengan senyuman.


Daniel yang menyanyikan lagu itupun sesekali melihat ke arah ita sembari menyanyi dan memainkan gitarnya. setelah selesai daniel menunjukkan bakatnya.. para siswi yang ada dikelas pun bertepuk tangan riuh untuk daniel. namun tidak dengan ita. ita hanya tersenyum tipis walau sebenarnya ia merasa kagum dan takjub pada daniel. namun ita tak mau goda oleh teman temannya jika dia ikut bertepuk tangan.


jam istirahat pun berbunyi.. kali ini daniel tidak beranjak ke kantin. ia hanya duduk dan melihat ke arah ita. daniel ingin menghampiri tapi masih ada ima dan ayu yang belum keluar hingga daniel menunggu.


"ta kekantin yuk.." ucap ayu


"nggak ahh... aku nitip minum aja ya sama kalian"


"ihh kamu ini di ajak nggak mau malah nitip! yauda kamu nitip apa? gerutu ima namun ia tak tega untuk menolak.


"aku mau susu kotak dingin rasa coklat ya Ma kalau nggak ada rasa apa aja deh asal jangan yang putih ya.."


"hee uda nitip banyak pula riquestnya.. ya kalau kita nggak lupa" saut ayu sambil berlalu keluar kelas dengan Ima


saat mereka keluar kelas Daniel pun menghampiri ita dengan membawa kotak makan ditangannya.


"meit..aku bawa Roti nih.. makan bareng yuk.." ucap daniel duduk didekat ita dan menaruh kotak matan dimeja depan mereka.


"nggak deh Niel makasih, kamu makan aja.. kan itu bekal kamu"


"aku sengaja minta dibuatin banyak nih Meit.. kkarna aku males jika makan sendiri."

__ADS_1


"tapi kan niel.. itu bekal kamu.. lebih baik kamu makan gih.. aku temenin kamu aja."


"ya udah meit aku nggak jadi makan deh.." ucap daniel melesu


"lhoh kenapa.. ? kasian loh yang uda nyiapin roti itu buat kamu kalau nggak kamu makan"


"makan sendiri itu nggak enak meit.. please kita makan bareng ya.."


"emmm iya dehh aku mau.."


daniel pun tersenyum senang karna dia bisa makan bersama ita, dan yang membuatnya senang adalah waktu untuk bersama ita.


"kamu mau yang isian apa Meit..? ada keju, coklat, sama stawbery nih"


"aku yang coklat aja niel.. aku nggak suka keju"


"oke nih.. buat kamu" sampil menyodorkan roti selauli coklat pada Ita


"Trimakasih Daniel..aku makan ya.."


daniel mengambil roti dengan full keju dan ia memakanya sembari melihat ita. dia sangat bahagia dan sedikit sedikit dia dapat tau bahwa ita lebih suka dengan yang berbau coklat.


dibalik jendela ada Adnan yang melihat kejadian itu. sebenarnya adnan ingin menghampiri ita untuk mengajak ita pulang bareng, namun adnan mengurungkan niatnya karna tak mau menganggu ita. akhirnya adnan nongkrong didepan kelas ita bersama anak anak kelas ita juga sembari sesekali melihat dari jendela kearah ita.


saat itu pula sisil menghampiri ita dengan keadaan marah karna ia merasa ita bukanlah teman yang baik. sisil merasa kecewa karna ita yang pernah bilang untuk menjauhi adnan dan membiarkan mereka dekat tapi karna ulah sisil sendiri yang memancing adnan marah membuatnya semakin benci dengan ita.


"he kamu Ita" teriak sisil sambil berjalan mendekati Daniel dan sisil yang tengah makan.


"kamu itu teman macam apa, bisa bisanya kamu bersikap manis didepanku tapi dibelakangku kamu menjelek jelekan aku pada adnan"


plakk... suara tangan sisil menampar pipi kanan ita. dan sisil berniat menamparnya lagi namun tangannya ditangkis oleh Daniel.


Adnan pun berlari bersama Tio dan Rio dan juga Dina yang tadinya melihat dari kejauan ikut berlari masuk kelas. Ima dan ayu yang smelihat anak anak lari menuju kelasnya pun ikut masuk ke kelas.


Daniel yang masih memegang tangan sisil pun marah sembari menghempaskan tangan sisil.


"apa apaan kamu, datang datang marah main tampar!" triak daniel pada sisil.


"kamu nggak usah ikut campur" triak balik sisil


"kamu kira kamu siapa melarang aku untuk tidak ikut campur, selagi itu mengancam keselamatan Meita aku tidak akan tinggal diam. camkan itu baik baik"


ita pun memegang tangan Daniel dan bermaksud untuk daniel diam. Daniel melihat ita dan mengerti maksud ita.


"maaf sisil aku tidak tau maksudmu, jika kamu bertanya baik baik aku akan menjawabnya."


"jangan sok polos deh kamu Ta! mentang mentang ada yang membelamu"


"ada ataupun tidak ada mereka tidak ada hubungannya dengan apa yang kamu lakukan."


"Munafik banget loh berkata sok manis"


"Stop! triak adnan yang tak disadari oleh sisil tentang keberadaannya.


"Adnan.." ucap sisil yang kaget melihat adnan marah.


"kamu itu harusnya introfeksi diri sebelum bertindak! harusnya kamu tanya pada Dina teman kamu, pengorbanan apa saja yang telah Ita lakukan biluat kamu" ucap adnan dihadapn sisil sembari meninggalkan kerumunan


sisil pun meninggalkan kelas ita dan menuju kelasnya mencari dina. tapi tak ditemukan. Dina yang mendengar perkataaan adnan pun memilih pergi dan sengaja tak kembali sebelum bel istirah selesai berbunyi.

__ADS_1


__ADS_2