
Akankah aku tetap bertahan dengan rasa ini. Apa iya aku akan memilih Daniel kekasihku dan memilih tuk korbankan persahabatanku dengan Arin? Apa aku egois jika aku memilih Daniel? dan terlalu munafik bagiku jika aku benar benar melepaskan Daniel. Aku tak mungkin melepaskannya, bukan karena ehois atau mau menang sendiri. Tapi rasa ini rasanya sudah berlabuh pada Daniel. Andai semua tak seperti ini alurnya, pasti semua akan baik baik saja sampai detik ini. Akan tetap bahagia dengan Daniel, dan persahabatanku tetap baik baik saja tanpa adanya ancaman dari sahabatku sendiri, Arin. Aku tak ingin ada perdebatan dan permusuhan baik dengan sahabatku sendiri ataupun dengan teman teman yang lainnya. Semua seakan menjadi momok dalam hidupku. semua bagai mimpi buruk yang terus menghantuiku.
'Stop... stop!!!!! teriakku yang terbayang akan ancaman Arin dan semua permasalahan ini.
"sudah.. aku tak ingin.. aku tak mau untuk memilih... aku ingin semua baik baik saja."
Berandai andai, berharap dan ingin semua berjalan mulus mulus saja. Jangan lagi ada drama perpisahan, kehancuran, dan keretakan lagi. Cukup sudah untuk semuanya. Terlalu perih untuk dilalui, namun terlalu sakit tuk kulepas.
Daniel sosok yang sempurna untukku bahkan terlalu sempurna bagiku. Dia mampu hadir ditengah semua persoalan dalam hidupku, dia jauh mampu memahami dan mengertiku, dia selalu mengutamakan yang terbaik untuk ku. Tanpa ia sadari terkadang dia merelakakan apa yang ada dihadapannya hanya karna aku. Aku adalah wanita yang sangat beruntung diantara mereka semua yang mengidolakan Daniel. Sangat mujur nasipku mendapatkan Daniel yang tampangnya ganteng keren, idola sekolah, kapten basket, baik dan kaya pula.. hemmm bukan matre sih tapi dia memang paket komplit bagi ku hehe.... entah berawal darimana rasa ini tumbuh dan akhirnya kita menjalin kisah asmara ini. Dulu aku pernah menolaknya tapi dia tak pantang menyerah dan akhirnyapun aku luluh padanya. Dulu banyak sekali hujatan datang padaku karna Daniel lebih memilihku menjadi kekasihnya. Namun Daniel mamou meyakinkanku bahwa aku tak kalah pabtas dari mereka semua. Tapi kini begitu berat cobaan yang datang menerpa hubungan ini. Antara sahabatku sendiri dan juga kekasihku Daniel. Memilih itu bukan suatu pilihan yang mudah. Mereka sama sama hal yang luar biasa dalam hari hariku. Oh Tuhan aku harus bagaimana lagi apa aku sanggup dengan pilihanku ini. Mereka sama sama yang terkuat dalam hidupku.
Bimbang atau Dilema diri ini .. ahhh aku tak tahu harus apa dan bagaimana lagi ..
"meit...meitha.... panggil Daniel lirih membuyarkan anganku dan lamunanku.
"ehh iya Niel...
"kamu kenapa? Arin lagi?? jangan kamu diam saja... aku juga terlibat dalam hal ini, jadi ceritakanlah yang terjadi dan menjadi bebanmu...
__ADS_1
"tak ada apa apa Niel.... aku..aku hanya masih bingung saja
"bingung? bingung kenapa? potong Daniel
"entahlah Niel... kamu dan Arin sama sama berperan dalam hariku... aku tak mungkin bisa jika harus memilih satu diantara kalian...
"kamu dan aku tidak pada jalur yang salah.. kita saling ada rasa dan kita ada ikatan. kita tetap harus seperti ini. dan Arin aku akan selalu jadi tamengmu. harusnya dia memahami dan mengerti perasaanmu apalagi kita sudah ada ikatan. bukankah dia sahabatmu .. harusnya dia paham dan mau melepas rasanya untukku.. karna bagaimanapun juga aku tak ada rasa dengannya.
"iya aku juga sempat berfikir begitu, tapi kamu tak tau Arin.. dia orang yang nekat Niel ....
"percayalah meit.. jika kita tetap bersama dan saling yakin semua akan baik baik saja
ah lebih baik aku chat ima dan ayu saja.. lama nggak becanda lewat chat. ku ambil ponselku diatas meja didepanku dan Daniel. kulihat Daniel tengah asik main game.
lhoh ada pesan masuk ternyata kok aku bisa nggak tau sih. padahal ponsel ini dari tadi ada didekatku. Siapa ya yang kirim pesan. hmm pasti si duo resek ima dan ayu nih.. bisa bisanya mereka chat saat aku juga mau chat mereka.
lhoh lhohhh Arin... pesan apa yang dia kirim ya.. kok lebih dari satu. Buka nggak ya.. kok aku jadi gemeter sendiri rasanya. ah kubiarkan saja lah .. daripada aku tambah stress ... eh tapi kalau dibiarkan tar aku malah penasaran lagi... buka aja deh...
__ADS_1
***ta...maaf jika aku egois tentang rasa ini. tapi jujur aku tak rela melihatmu dengan pacarmu. aku jatuh hati pada dia ta...
jika aku boleh meminta satu hal darimu aku ingin kamu merelakan dia untuk ku.. please ta.. kamu mau kan melihatku bahagia, kita sudah bersahabat sejak lama, tapi entah rasa ini benar benar berbeda dari yang lainnya.
aku harap kamu mau melepas Daniel untukku Ta.. Aku benar benar jatuh hati padanya, dan aku ingin memilikinya, ku yakin rasa ini tak salah***
Arghhhhhh apa apa an sih Arin... apa dia tak sadar bahwa pesannya ini melukai hati ini kenapa bisa bisanya dia minta aku melepaskan Daniel. kenapa tidak dia saja yang mengurungkan rasanya demi hubungan kita yang jelas jelas sudah saling cinta. Kenapa Rin kenapa....
tanpa ku sadari air mataku membasahi pipiku dan aku mulai sesenggukan menahan tangis, Daniel mulai menyadari jika aku menahan tangis, ia melihatku, mengusap air mataku dan memandangku cukup dalam. Aku tak mampu melihat tatapannya yang begitu dalam pada diriku ini.
"ada apa lagi? kenapa? jangan menyimpan luka dalam diam dan tangismu, aku ada disini...
aku tak mampu berkata dan hanyut dalam pelukannya.. entah harus bagaimana lagi aku saat ini. Begitu nyaman kurasakan dalam dekapannya dalam pelukan tanpa kata namun mampu membuatku mendapatkan sandaran dan topangan bagai mendapatkan perlindungan ditengah ancaman.
oh Tuhan aku semakin tak sanggup jika aku harus melepaskan Daniel... dekapannya ini membuatku sangat tenang, Aku telah jatuh dalam rasa yang dalam rasa yang tak mudah untuk diungkapkan dengan kata kata lagi. Ku ingin selalu asa dalam rasa nyaman ku ingin selalu merasakan kasih sayangnya. Aku tak mau, aku tak sanggup... kenapa kenapa semua terjadi saat rasa ini sudah begitu dalam.. kenapa tidak disaat aku tak ada rasa, kenapa tidak disaat aku masih menolaknya dulu.. kenapa harus sekarang, kenapa.... kenapa....
tangis ini semakin menjadi, aku semakin kalap dengan rasa tak karuan ini. Daniel membelai lembut rambut ini dan mencoba membuatku tenang. Namun aku tak bisa tenang aku semakin gundah, aku semakin bingung, aku semakin kacau, aku dilema...
__ADS_1
Dilema diantara rasa yang telah begitu dalam dan telah tumbuh kuat.... aku dilema pada rasa yang tak ingin ku lepas. antara bertahan atau mengiklaskan....
tangis dan tangisss hanya tangis tanpa kata... aku benar benar merasakan kehancuran.....