
setelah selesai makan bersama kakaknya dan juga teman kakaknya meita bergegas membereskan piring piring kotor dan melanjutkan santainya didepan tv sama seperti sebelum daniel datang.
saat ita sudah bersantai san asik aris pun datang menghampirinya.
"siapa cowok tadi Ta?"
ita pun langsung melihat ke arah sumber suara yang melontarkan pertanyaan pada ita. saat ia tau bahwa itu aris dia hanya memanggapi dengan cuek dan santai sembari menatap tv.
"oh.. yang tadi.. Daniel namanya"
"dia siapamu? kok kelihatanya dekat banget?"
"temanku sekolah, iya emang kita dekat"
"tapi sebelumnya aku tak pernah melihat dia kerumah ini"
" emang kalau dia kesini harus laporan dulu sama kamu yaa mas aris ini..mas biar kamu bisa tau kapan dan jam berapa dia kesini." jawab ita yang sedikit tak nyaman dengan pertanyaan aris.
ita pun akhirnya memilih untuk pindah kekamar jarna dia tak mau semakin ditanya tanya oleh aris.
Aris yang merasa diacuhkan itapun kembali ketempat kakak ita dan teman temannya berada.
keadaan rumah semakin rame karna teman teman kakak ita mulai datang.
hufttt hari ini kenapa yaa.. tiba tiba daniel datang dan keliatanya abang juga tidak mempermasalahkan kedatangannya kemari.. daniel orangnya baik sih tapii aku masih ragu akan rasa ini apa mungkin aku benar suka dengan daniel.. ahhh mikir apasih aku...
"ta ita.." panggil ibu yang baru datang.
teriakan ibu ita membuyarkan semua lamunannya tentang daniel.
"ya bu" sambil berjalan menghampiri ibunya didapur.
"roti siapa ini ta? dari mana?"
"dari Daniel buk teman sekolahku tadi dia main kesini dan bawa roti itu katanya buat ibuk dan kita malah bawain aku jajan juga."
__ADS_1
"temanmu yang mana? kok ibuk baru denger kalau kamu punya temen yang namanya daniel?"
"iya buk teman sekelasku. aku belum pernah menceritakannya. tapi kan ibuk uda tau dia. dia kan yang antar jemut aku sampe rumah akhir akhir ini."
"ohh iya ibu ingat.. yang pake motor bagus itu kan. apa jangan jangan itu pacarmu?"
"apaan aih buk..aku nggak pacaran sama dia buk.. cuma temen biasa"
ita pun kembali kekamar saat ita menuju kamar ada kakaknya yang berada diruang tv sembari memakan makanan ringan ita yang dibawakan oleh daniel. karna letak kamar ita melewati ruang tv akhirnya pun ita duduk disamping kakaknya sembari merebut makanan ringan dari tangan kakaknya.
"ini punyaku.. main makan aja sih bangg"
"heh bagi dikit napa.. tu kan masih banyak.." sembari merebut kembali dari tangan ita.
"ya udah dehh makan aja.. biar aku makan yang ini aja."
"ehh dekk.. tadi pacar barumu ya"
"hahh pacar? pacar dari mana orang aku sama dia cuma temen biasa. kita sekelas dan dia yang akhir akhir ini sering jemput aku kesekolah dan yang antar aku juga sampai rumah bang.. kan kemaren kemaren abang pernah tegur sapa sama dia di depan rumah."
"iya makanya aku tadi sempet nggak enak.. mana dia bawa dua box ukuran besar loh bang."
"ya kemungkinan besar dia suka sama kamu."
"pernah sih dia bilang suka tapi aku hanya anggap candaan waktu itu, suka nggak beneran atau tidak tau dehh... tapi kata ima sama ayu dia memang suka sama aku bang."
"hemmm... boleh pacaran tapi ingat sekolah. aku nggak ngelarang tapi ya kamu nggak boleh nyepelein mentang mentang boleh pacaran bisa suka suka kamu."
"eishh abang inii... aku sama dia cuma temen aja bang.. entahlah nanti gimananya.. aku sendiri juga nggak tau.."
"kata via tadi dia jago main gitar dan suaranya juga bagus dek.. emang tadi dia ngapain aja pas aku belum datang"
"tadi dia datang. belum ada 10menit temenmu datang bang. terus daniel liat gitar dan ku kasih dehh jadi dia mainin. habis tu abang datang."
kakak beradik itu asik membicarakan daniel sembari melahap makanan ringan dan juga roti dari daniel.
__ADS_1
*************
setelah selesai belajar ita merebahkan badannya diatas kasur dan melihat hpnya yang sejak sore hanya tergeletak diatas meja. tertera ada beberapa chat yang masuk..
ita melihat siapa saja yang mengirimkan wa padanya tertera ada nama ima, daniel, aris, dina, ayu dan yang mengejutkannya dari Adnan. belum ada pesan yang ia buka karna dia malas dengan begitu banyak chat yang masuk.
semua hanya ia lihat nama nama yang mengirimkan dia chat tapi tak ada satu pun yang dibuka karna sudah jam 20.35 akhirnya ita memilih untuk tidur.
kringgg kringgggg..... suara hp ita berbunyi.. tertera nama Daniel. tapi ita tak melihatnya dan langsung mengangkat
ita pun menjawab pangilan itu dengan suara sedikit serak seperti orang yang terbangun dari tidur...
"yaa....hallo siapa?"
"apa kamu sudah tidur?"
"hoammm...iya ini siapa ya? " sembari menguap
"aku Meit.. Daniel."
itapun langsung bangun dan duduk bersandar pada sandaran tempat tidurnya...
"oh kamu niel .. ada apa? oh iya kata ibuku bilang makasih buat rotinya tadi.."
"nggak ada apa apa sih meit cuma mastiin aja kamu baik baik.. karna aku chat dari sore nggak ada satu balasan pun dari kamu. oh iya syukur deh kalau ibu suka sama yang ku bawakan."
hmmm aku baru ingat tadi memang banyak sekali chat masuk dan membuatku malas...gumam ita
"oh iya maaf dari sore aku memang nggak sempet pegang hp.. dan selesai belajar aku langsung tidur niel."
hati ini merasa ada kenyamanan dan entah rasa nyaman apa yang terasa.
memang daniel orang yang sangat baik, penuh perhatian, penuh dengan talenta, ditambah lagi dengan ketampanan yang dia miliki dan didukung pula dengan keadaan sosialnya yang jauh amat mampu bahkan bisa dikatakan dia berada di kelas atas dibandingkan aku yang tak jauh dari posisi bawah. memang daniel tidak pernah memandang orang dari segi sosialnya namun aku merasa sebagai sendal jepit baginya yang membuat aku seolah memiliki rasa yang bimbang antara bahagia dan minder.
aku yang terlihat sebagai bunga jalanan tak ternilai sama sekali dan yang tidak istimewa dimata orang orang dibandingkan dengan bunga mawar merah yang melambangkan cinta membara didalam sebuah toko bunga yang memilki harga.
__ADS_1
🌹🌹🌹haiii sobat sobat... jangan lupa untuk memberikan dukunga kalian melalui like, komen dan juga vote yaa... agar author bisa belajar lebih baik lagi dan bisa membuat kalian menikmati cerita yang author buat. ... salam semangat untuk kita semua... 😊