Antara Aku Kamu Dan Dia

Antara Aku Kamu Dan Dia
kekawatiran yang semakin terbukti


__ADS_3

hari ini Daniel datang kerumah meita setelah hari kemarin yang menyibukannya dengan pertandingan basket. Arin yang ternyata juga sudah pulang kemarin sore membiat suatu ketenangan bagi Ita karena akhirnya Ita tidak dapat mempertemukan Daniel dengan Arin yang mungkin dapat menyebabkan kekawatiran yang tidak tidak bagi Ita.


"gimana pertandingannya Niel?"


"sesuai yang diharapkan dan sesuai yang kamu mau?"


"hahh apaan aku?"


"ya kan kamu yang memintaku untuk semangat selalu meit dan ini hasilnya timku sudah masuk babak semi final dan 3 hari lagi aku tanding, dan jika bisa lolos kembali kebabak final aku akan mengajak kamu ikut supaya aku bisa makin semangat.hehe"


"halah kamu ini.. tanpa aku pun aku yakin kamu bisa kan emang kamu sudah yang terbaik."


"iya dan makin super karna kamu"


Daniel dan Ita saling bercanda dan Ita lupa akan hal yang sempat membuatnya khawatir. Hari ini mereka menghabiskan waktu untuk pergi berdua sekedar ke taman.Daniel mengajak meita ke taman dan tanpa disadari Daniel bertemu dengan teman teman nongkrongnya di cafe dimana cafe itu adalah tempat yang didatangi Ita dan Arin beberapa waktu lalu. Ita dikenalkan oleh Daniel sebagai pacarnya dihadapan teman temannya.


"he Dan..!" teeiak salah satu teman Daniel


"hai bro," balas daniel sembari berjabat tangan ala mereka dengan semua teman teman yang ada disitu.


"wah bawa cewek lo.. kenalin dong kita juga pengen kenalan kali." ucap salah satu temannya


"enak aja pacar gue ni. namanya meita, Meit kenalin ini temam teman nongkrongku di cafe yang kamu pernah datangi dengan temen kamu beberapa hari lalu itu, nggak usah jabat tangan mereka ini garangan."

__ADS_1


"wah lo Dan enak aja, kita nggak mungkin lah goda cewek lu."


"iya sekarang tar kalau gue nggak ada jiwa buaya lo lo pada kumat. haha" merekapun bercanda hingga habis tidak ada bahan candaan lagi


Tiba tiba Ita teringat dengan apa yang dikatakan daniel saat mengenalkannya pada teman temannya.


lhoh apa apa Daniel tadi bilang ini teman teman nongkrongnya d cafe yang aku datangi buat nganter Arin itu. Jadi bisa saja yang ditaksir Arin salah satu diantara mereka atau atau jangan jangan itu tidak menutup kemungkinan jika dia adalah Daniel???? ah nggak nggak.. nggak mungkin jika Daniel dan jangan Daniel. ahhh kenapa dunia ini berputar dengan diameter yang terbatas sih.. kenapa coba harus begini dan aku nggak mau jika memang benar yang di taksir Arin ada diantara mereka. ahh lebih baik nanti aku tanya Daniel deh. daripada aku terus penasaran dengan semua ini.


Ita dan Daniel makan bersama teman temannya dan saling bercerita. Mereka menceritakan Daniel yang sudah lama tidak nongkrong kembali karna selain kesibukannya dengan tim basket juga karena Daniel sudah memiliki pacar.


"oh ya Dan apa karena cewek kamu ini kamu jadi nggak pernah lagi mau nongkrong dengan kita kita."


"apa iya mbak? apa kenapa nih? masak sudah lama nggak muncul kita hubungi juga lo nggak mau kesini."


"eh kalian ini sukanya main serang, kasiankan pacarku.. dan Meita aku nggak nongkrong bukan karna tanpa alasan aku cuma nggak mau aja jika aku lebih sering keluar tanpa kamu dan jika aku ajak kamu aku takut jika kamu digodain sama buaya buaya macam mereka sayang." jawab daniel dengan memegangbtangan Ita.


ahhh kamu Niel perlakuanmu yang seperti ini yang membuatku makin sayang dan tak ingin semua berakhir sia sia begitu saja.


senja mulai menyapa dan merekapun pulang, hari ini adalah hari yang cukup bahagia hari dimana Daniel mengakui bahwa ita adalah kekasihnya dihadapan teman temannya. tiba tiba ponsel ita berdering ada telfon dari Arin sahabatnya.


"Ta aku seneng banget hari ini, akhirnya aku punya foto cowok yang aku taksir itu, ya walaupun aku belum kenalan sama dia dapat fotonya aja udah seneng banget deh, nanti aku kirim ke kamu ya ta biar kamu tau kalau dia memang benar benar ganteng banget hahahhaaaa..." crocos Arin saat ita menjawab telfonnya


"iya Rin."

__ADS_1


ahh apaan sih si Arin ini orang lagi asik chat sama daniel malah ditelfon segala. kan bisa chat saja biasanya juga chat. hemm tapi ya udahlah yaa.. dan dia bilang mau kirim foto kok aku jadi ikut penasaran seperti apa sih cowok itu sampe sampe bisa buat Arin nekat ingin pindah sekolah kesini.


panjang umur juga ni anak baru juga dibatin udah ada chat.. eh ehhh dia kirim gambar apa ini cowok yang dimaksud itu. ok aku buka deh... biar aku tak curiga dan biar nggak penasaran juga..


Ita pun membuka chat berisi foto dari Arin, namun bukan kelegaan yang dia dapat melainkan air mata yang tetiba mengalir begitu saja, ya foto Daniel lah yang dia lihat, dan hatinya seolah tersayat amat dalam apalagi janji Ita bahwa jika dia mengenal vowok yang dimaksud Arin dia akan memgenalkannya dan membantunya untuk dekat, dan teringat juga janji arin yang tidak akan merebut pacar Ita, namun jika pacar Ita bisa suka dengannya tidak akan ada kesalahan bagi Arin.


kenapa kenapa harus Daniel Rin kenapa... semua ini seolah tidak ada yang kebetulan dari saat aku mulai ragu dan kawatir dengan janjimu Rin.. semua seolah benar dan apa yang kurasa adalah pertanda bagi hubunganku dengan Daniel. oh Tuhan aku harus bagaimana lagi harus apakah aku.. kenapa masalah semakin rumit, dari Bella mantan Daniel yang sampai saat ini belum juga menyerah untuk merebut Daniel dariku sekarang harus berurusan dengan sahabatku sendiri yang ternyata menyukai pacarku sendiri tanpa aku letahui. Arin.. andai kamu tau dia ini pacarku apa kamu akan mundur atau kamu tetap berjuang untuk dapatin Daniel dan pindah kesini.


arggghhhhh..... kenapa dari dulu kisah asmaraku selalu diuji dan selalu diterpa ombak yang tak kunjung diam sejenak, kenapa topan tak berhenti berputar dan menerjang.


Daniel aku tak mau.. aku rasa aku tak bisa jika semua berakhir begitu saja. apa kamu akan tetap bertahan buatku niel.. apa arin akan mundur demi aku.. apa hubungan ini akan baik baik saja niel..


Ita menangisi dirinya sendiri tanpa membalas cjat Arin dan kuga Daniel. ita tak bisa berhenti memikirkan kecemasan yang semakin menjadi dan membuatnya sulit tuk pejamkan mata


cemas iya..kecewa mungkin bisa terjadi.. semua menghantui pikiran ita dan menjadi kekacauan dalam hati ita. sakit dan perih terasa begitu mencekam. gelisah membuat ketidak tenangan diri semakin terjadi...


apa yang akan terjadi dengan meita..


apa meita akan menceritakan pada Daniel tentang siapa yang sesungguhnya ingin dimiliki oleh Arin sahabatnya.


apa meita akan terus terang pada Arin bahwa cowok yang telah ditaksir adalah pacarnya.


hemmmm entahlahh untuk saat ini ita hanya bisa menangis karna janjinya dan juga janji sahabatnya terus terputar dalam pikiran...

__ADS_1


__ADS_2