Antara Aku Kamu Dan Dia

Antara Aku Kamu Dan Dia
konflik ringan Adnan


__ADS_3

Malam ini sama seperti malam kemarin Daniel memberiku kabar mengenai kegiatannya selama mengikuti seleksi dikota X. Saling bertukar kabar dan becanda sesaat lalu kembali dalam keheningan lagi. Ku nyalakan radio yang biasa Ima ikuti. Ku dengarkan lagu lagu melow sambil tiduran santai di kasur. Terdiam sejenak karena pikiranku tiba tiba melayang lagi.


hmmm apa yang hari ini aku lewati dengan mas Arta tanpa persetujuan Daniel bahkan Daniel tak tahu sama sekali, mungkin aku salah tapi entah kenapa aku malah main api sendiri. Hari ini buatku berbeda, bagai seusai diguyur hujan penuh kesejukan dan bersahaja disambut oleh indahnya pelangi lalu disambut oleh senja...


[Ta.. makasih buat hari ini ]


[iya mas... nggak perlu kok bilang makasih... uda berapa kali coba mas bilangnya gitu aja]


[tapi memang aku ingin berterimakasih untuk hari ini]


[iya dehh... sama sama mas Arta]


[kamu kok belum tidur?]


[tadi abis chat.an sama Daniel mas... oh iya mas.. mas jangan bilang ke siapa siapa ya kalau hari ini kita keluar, dan jangan bilang juga kalau besok aku temenin mas tanding.]


[apa. jadi kamu nggak bilang sama Daniel. Bagaimana jika dia salah paham... mas kan uda bilang buat kamu kasi tau Daniel Ta]


[iya mas... tapi aku rasa tak semua hal dalam hidupku aku harus melibatkan dia dan harus meminta ijinnya mas...]


[maksudmu apa? iya mas tahu Ta memang nggak semua, tapi kamu keluar sama mas dia harus tahu, karna mas nggak mau ada kesalah pahaman, walau memang mas sangat menyayangimu tapi mas juga nggak mau kamu jadi korban ataupun sasaran kesalah pahaman.]


[besok saja aku jelaskan, aku tak mau bahas]


[yauda.. kamu tidur gih... besok mas antar jemput kamu lagi..]


[iya mas... nanti aku tidur]


[emang kamu lagi apa? apa masih mengerjakan tugas? ini sudah malam lo]


[lagi dengerin radio di 991,7 mas..]


Dan pesan ini berakhir begitu saja., tak lama aku dengarkan celotehan penyiar radio dan selalu ada pesan dari Ima yang disampaikannya, seolah tak pernah absen dari acara ini. Lagu yang diputar selalu melow mungkin pendengarnya adalah kalangan orang orang yang mencintai dalam diam, baperan, dan orang orang yang dilanda mabuk cinta. Tak ada lagu yang berirama keras dan membawa semangat hanya lagu lagu sedih, mewek, atau sebuah lagu yang mengisahkan cerita cinta. Lagunya lembut dan kalem, penuh dengan hayat.


Tanpa sadar aku terlarut dan terlelap dalam malam sunyi ini. Pulas tanpa sadar kantuk. Aku tersadar saat ku dengar suara kokokan ayam jago yang menandakan malam telah berakhir dan tanda pagi dimulai.


Seusai bersiap dan sarapan aku memainkan ponsel dengan tak jelas hingga mas Arta datang membuatku tersadar. Ya .hari ini aku dengan mas Arta lagi.. Hari ini akan banyak waktu yang kulewati dengan mas Arta, waktu yang mungkin akan aku rindukan saat ia benar benar pindah dan tak lagi ada didekatku.


Nanti aku jemput kamu dan antar kamu pulang dulu.. belum sempat mas Arta melanjutkan perkataannya sudah kupotong dengan protes

__ADS_1


katanya hari ini kamu tanding, aku kan uda bilang akan temenin mas..


iya Ta... mas belum selesai ngomong kamu main potong aja. jawabnya sambil mencubit kecil pipiku dan membuatku deg deg an dengan tak karuan. apa ini yang kurasakan jantungku seolah dipacu kencang.


ya uda aku masuk dulu ya mas.. keburu ayu dan ima tau. jawabku untuk menghindari tingkahku yang tak terkendali salah tingkah.


Tak ada yang tau jika aku diantar jemput oleh mas Arta kecuali si Adnan yang memang pernah memergokiku.


Kali ini alu benar benar tak bisa menutupi semua jika memang mas Arta yang antar jemput aku. Semua karna Adnan. Jujur aku ingin marah pada Adnan tapi semua sudah terjadi, dia bertanya didepan ayu dan ima saat jam ustirahat sekolah tepat fikantin saat kami membeli camilan.


Ta ada yang mau aku tanyain. Dan ini serius


kata yang ku kira hanya bualan tak penting dan ku anggap biasa saja


tanya apa? tanya aja toh nggak ada yang penting juga apaan yang serius.


aku serius..


tanya tanya aja ngapain sih Nan.. kenapa masih kepo dengan diriku..


bukan kepo aku hanya ingin tahu saja.


jawabku yang terus ketus pada Adnan.


apa lagi yang perlu lamu ketahui. Semua sudah sangat jelas bukan?


ada apa kamu dengan Arta.


pertanyaan yang singkat namun membuat ayu dan juga ima melotot kearah adnan lalu ke aku. Gila apa dia main ceplos ceplos aja.


maksudmu?? tanpa sengaja ayu dan ima melontarkan kata sambil memandang tajam adnan.


kenapa kalian melihatku begitu, aku sedang bertanya pada temanmu dan dia yang jauh lebih paham jawaban dari pertanyaan yang ku ajukan padanya. bukankah begitu Ta???


sebenarnya apa sih yang kamu mau Nan... kenapa kamu masih mengusik masalah pribadiku, kita sudah tak ada hubungan apa apa dan itu sudah cukup lama, tapi kamu tetap saja mengusikku.


maaf jika aku mengusikmu, tapi memang rasa ini masih ada yang tertinggal


apa maksudmu ngomong gitu.

__ADS_1


jika Arta saja ada kesempatan dekat denganmu kenapa tidak denganku


maksudmu ini apa? jangan buat aku marah sama kamu Nan dan jangan salahkan aku jika aku sudah tak menganggap kamu ada.


Sungguh aku teramat emosi dan aku memilih pergi berlalu meninggalkan mereka semua. Sesampainya dikelas aku hanya terdiam.Merenung saja tiba tiba ayu datang dan duduk disampingku dan mencoba menanyaiku secara pelan.


maaf Ta.. sebenarnya apa sih yang terjadi?


emm.. sebenarnya memang ada hal yang tak kalian ketahui Yu...


maksudmu Ta... ada apa.... nada yang sebenarnya terkaget namun tetap dijaga dan tanyanya pelan.


Dari kemarin yg anatar jemput aku sekolah itu mas Arta Yu..


oh kirain ada apa... terus kenapa? kan untuk saat ini memang kita masih jaga jaga sama si Arin kan Ta.. toh Daniel juga lagi ukut seleksi. Lalu apa yang jadi masalah buat si Adnan?


kamu biasa biasa aja Yu denger ini.. ku kira kamu bakal marah...


marah kenapa Ta? kan kita teman..


iya Yu dan sebenarnya nanti aku keluar sama mas Arta, aku ikut dia tanding.. tapi..entah gimana pendapatmu apalagi Daniel sendiri disana lagi seleksi.


ya nggak papalah buatku, toh kita saling dukung Ta... oh iya aku dengar mas Arta di terima di univ.X ya Ta...


ho.o yu kata dia gitu...


hebat ya... nanti kalau lulus dan aku bisa lanjut pengen disana juga. kamu gimana Ta?


sama aja Yu siapa sih yang nggak mau disana.. kan itu favorit.


Leganya aku ada Ayu yang menangapi positif dan berdiri dibelakangku, walau memang yang salah ini rasa yang selalu aku rasakan saat dekat mas Arta.


Adnan yang masih saja ngeyel hingga sepulang sekolah membuatku semakin tak nyaman. Untung saja ada Ayu.


Hari yang membuatku kesal dan penuh amarah dengan tingkah Adnan. Apa yang ia inginkan sih.. kenapa dia masih saja ikut campur dengan masalah pribadiku. Kenapa dia tak fokus saja dengan hubungannya. Bukanya dia masih sama sisil..


Ta... kamu dijemput Arta lagi hah... apa apaan sih...


maksudmu apa, lebih baik urusi dirimu sendiri. ngapain masih kepo denganku.

__ADS_1


mas Arta yang mendengar nada kerasku mulai menghampiri tapi kuajak pergi berlalu meninggalkan Adnan yang terus saja ngomel keras.


__ADS_2