
sore telah tiba dan sore ini adalah jadwal daniel latihan basket. saat disekolah daniel dan ita sudah bersepakat untuk bersama. karna ita tak ingin daniel masuk ke dalam jebakan bella ita menjadi sosok yang sedikit over.
aku tak akan membiarkan siapa pun untuk menghancurkan hubunganku dan daniel dengan mudah, jujur saja aku sudah telalu nyaman dalam rasa yang sudah tertanam jauh bersama daniel.. andai aku bisa menepis segala badai yang menghancurkan dan mampu bertahan untuk kelangsungan hubungan ini.. tak ada seorang wanita yang rela melepaskan tawa bahagianya dengan mudah dan begitu saja.. semua wanita menginginkan kebahagiaannya menginginkan kenyamanan dan sosok pahlawannya yang selalu ada dan melindungi.
daniel datang menjemput ita dan mereka langsung berangkat. disana tidak tampak keberadaan bella, dan ita pun merasa lega karna tidak ada penganggu di tempat latihan daniel. ita menunggu daniel yang berlatih dengan memainkan ponselnya, mengirim chat pada temannya yaitu ayu dan ima.. saling memberi kabar dan saling bercerita satu sama lain tentang cerita mereka masing masing. saling bercanda dan ledek dalam grup yang mereka buat. tidak ada kata marah dan ngambek hanya karna ledekan satu sama lain.. tiba tiba ada pesan lain masuk di ponsel ita.
arin... tumben dia chat aku ada apa ya, jarang sekali dia chat kalau nggak aku duluan. hmm..apa ada hal penting ya, apa jangan jangan dia lagi ada masalah..
ita membuka chat dari arin dan ternyata hanya pesan kabar saja bahwa lusa arin akan kesini dan ingin menginap dirumah ita. arin memang jarang sekali kembali setelah dia pindah bahkan waktu liburan pun dia hampir tak pernah kembali kesini.
latihan selesai dan semua berjalan biasa saja tanpa ada gangguan dari bella. ita sangat riang dengan hal ini, tidak ada lagi bella yang mengusik ketenangan hubungan mereka walau hanya sesaat saja. seusai latian ita dan daniel mampir untuk makan dan berbincang bersama. hari yang begitu menenangkan bagi mereka berdua menikmati suasana sore yang mulai meredup mentari yang beranjak senja.. senja yang membawa ketenangan dan kenyamanan begitu dalam dan menghanyutkan mereka dalam obrolan tanpa mereka menyadari bahwa hari sudah larut mereka pun pulang. sesampainya di depan rumah ita daniel langsung pulang karna hari semakin larut.
"meit aku langsung pulang ya..."
"iya, kamu hati hati ya niel..daa..."
ita segera masuk ke dalam rumah dan membersihkan diri karna seharian menemani daniel latihan. seusai membersihkan diri ita berbaring santai dengan memainkan ponselnya dan teringat oleh pesan arin yang dikirim sore tadi yang belum sempat ia balas dan terabaikan.
oh iya aku hampir saja lupa membalas pesan arin, dia kan mau menginap disini besok.. ah besok sekalian aku kenalin arin sama daniel aja deh.. arin kan sudah seperti saudara masak iya dia nggak tau pacar aku hehe...
[iya rin.. kamu nginep sini aja nggak papa.. sekalian nanti aku kenalin kamu sama pacar aku ya... tapi jangan kamu taksir pacar aku hehe] isi balasan ita kepada arin
[wahhh ku kira kamu belum bisa lupain mas Arta... eh ternyata sudah ada yang lain nih... kok aku baru tau sihh... dan jika pacar kamu ganteng dan tertarik sama aku yaa jangan salain aku dong hehe]
[yeee enak aja kamuu... aku sudah anggap mas Arta sebagai kakakku lah rin.. sudah cukup capek aku dapat serangan dari mantan mantanya haha... kamu kan yang selalu bela aku uda jauhh jadi lepas aja sekalian...]
[whahahaaa nggak kamu buang saja sekalian ta.. iya yaa kasian kamu dari dulu jadi kelincinya mas arta haha... becanda ta...]
__ADS_1
mereka saling mengirimkan pesan hingga larut malam dan tak disadari mereka saling terlelap.. hingga pagi menyapa dengan sinar dan hangatnya lembut menyinari...
pagi ini seperti hari hari biasanya daniel menjemput ita dan berangkat ke sekolah bersama. hari ini berjalan dengan awal yang berseri seri.. indah bagaikan disambut sejuknya embun pagi yang membasahi. ita masuk kedalam kelas dengan senyuman lebar dan mata yang berseri. ayu dan ima yang melihat kedatangan ita merasakan ada hal yang membuat ita bagai menari nari di atas awan dengan diiringi hembusan angin yang lembut....
"cie cie... ada yang kesambet pagi pagi uda senyum senyum tuh yu.."
"iya tau tuh, kamu kenapa ta cerita dong masak seneng luh embat sendiri dan giliran susah kita luh ajak..."
ita duduk dibangkunya dan mulai bercerita pada kedua temannya mengenai sore kemarin tanpa adanya bella di tempat latian daniel.
"gue seneng banget tau... kemarin nggak ada bella di tempat latian daniel, jadi kita sepulang latian bisa ngobrol panjang dan lebar hingga membahas rasa satu sama lain." ucap ita sambil membayangkan kejadian kemarin sore..
tak lama kemudian bella yang lewat melintasi mereka mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh mereka bertiga. bella memang tak tahu bahwa kemarin daniel ada jadwal latihan. bella hanya terdiam dibangkunya dan memikirkan cara untuk membuat hubungan ita dan daniel kacau.
apalagi ya yang harus aku rencanakan untuk kedepannya. aku nggak mau jika kepindahanku kesini berakhir sia sia. aku harus mendapatkan cinta daniel kembali bagaimana pun caranya aku akan melakukannya tanpa terkecuali.
"kamu mau ngapain sih ta nyamperin dia?"
"aku nggak mau berselisih dengan siapapun itu yu apalagi hanya karna cowok."
"maksudmu memang baik ta tapi kamu yang nantinya tak akan baik baik saja, setiap kamu mendapatkan masalah selalu saja dengan cewek cewek yang ganas hahha."
"hus kamu ngomong apa sih yu.. kasian ita kok malah kamu ledek."
sepulang sekolah meita berjalan karna daniel belum juga terlihat,saat di jalan ita dihampiri oleh arta dan bella melihat kejadian itu langsung memfoto ita yang sedang berjalan berdampingan dengan ita. arta mengobrol dengan ita dan banyak hal yang mereka bicarakan. sampai di parkiran arta mengambil montornya dan mengantar ita pulang.
kesempatan bella mengambil keuntungan dalam situasi itu. bella yang sudah terbakar oleh rasa egois untuk menghancurkan hubungan ita dan daniel. bella begitu yakin jika ini akan membuat hubungan ita dan daniel memanas, memanas karna pertengkaran yang akan berujung pada retaknya hubungan mereka.
__ADS_1
daniel belum juga muncul, sesampainya di rumah ita tak ingin ada kesalah pahaman dengan daniel dan ita mencoba menghubungi daniel tapi tidak kunjung ada jawaban, dan akhirnya ita memilih untung mengirimkan pesan singkat pada daniel.
daniel kemana sih, apa dia lupa tak membawa ponselnya atau dia sedang latihan sehingga tak tahu jika aku menghubunginya, hmm lebih baik ku kirimkan pesan saja jadi dia pasti tahu dan semoga tidak salah paham..
"niel tadi aku telfon kamu tapi tak ada jawaban, aku cuma mau ngasi tau bahwa tadi waktu pulang sekolah aku diantar mas Arta dan mas Arta cuma nganter aku aja, aku nggak mau ada salah paham lagi diantara kita. kamu yang semangat ya latiannya." isi dari pesan ita kepada daniel
hampir 1 jam berlalu tapi tak kunjung ada jawaban taupun balasan dari daniel. dan akhirnya hp ita berbunyi ada notif pesan masuk dari daniel.
"iya sayang, maafya aku tadi nggak jemput. iya nggak papa aku percaya kok sama kamu. jangan lupa makan ya.. hehe"
ita membuka pesan dari daniel dengan senyuman tipis, ita begitu senang karna daniel tidak marah padanya. belum sempat ita membalas pesan daniel hp ita sudah berbunyi ada panggilan masuk dari daniel. ita langsung mengangkat telfon dari daniel dan mereka ngobrol lama dan tidak ada kesalah pahaman yang terjadi.
sore hari...
daniel yang memang suka tiba tiba muncul dirumah ita, sore ini dia datang tanpa disadari ita. karna saat ditelfon tadi siang daniel tidak berkata apapun jika dia mau datang kerumah ita. mereka hari ini ngobrol diteras depan rumah dan ditengah canda tawa mereka ada chat dari bella pada daniel dan bella juga mengirimkan beberapa foto pada daniel. ita yang melihat daniel memengang ponselnya pun merasa kepo karna daniel hanya tersenyum saat melihat pesan itu.
"siapa sih yang chat kamu kok senyum senyum, dari cewek ya..."
"iya dari cewek." jawab singkat daniel dan ita pun merasa kesal, daniel yang melihat raut muka ita yang tengah kesalpun tertawa dan memberikan ponselnya pada ita
"ada hama yang ingin menghancurkan hubingan kita.. nih..." ucap daniel sembari memberikan ponselnya
"dia kira aku tak tau mungkin.. padahal pacarku sudah terlebih dahulu ngomong jujur."
ita hanya tersenyum pada daniel,..
"terimakasih niel.. kamu sudah percaya."
__ADS_1
"kunci dari sebuah hubungan bukan hanya kesetiaan tapi juga sebuah kepercayaan."