
Mentari pagi sudah menunjukkan sinarnya dan sudah menghangatkan bumi... semua orang sudah disibukkan dengan aktifitasnya masing masing begitu pula dengan meita dan juga keluarganya.
sudah semalam ita membiarkan hpnya tanpa membuka chat yang masuk ia hanya melihat dari notif yang berjalan dan chat danil tak ia buka namun sudah sempat terlihat sebagian chat yang mengatakan bahwa daniel tak dapat menjemputnya. ita keluar dari kamar dan menuju meja makan hendak menikmati sarapan dengan kakaknya.
"bang..hari ini aku nebeng abang ya.. ehh anterin deh ya bang. .. ya bang.."
"ngapain minta anter kan biasanya kamu uda ada yang jemput dan malah abang uda nggak perlu lagii buat nganter kamu"
"hari ini nggak bang.. pleasee... anter ita yaa..."
aku memohon pada kakakku agar dia bisa mengantarku. dan akhirnya kakak mau mengantarku sampai sekolah...
saat dijalan seperti biasa banyak hal yang kita jadikan bahan candaan hingga sampailah aku didepan gerbang sekolah. tak sengaja ada dina.. yaa..si dina temanku saat dikelas A sahabat sisil. karna sudah lama kita tidak bersama secara langsung hanya sebatas chat dan lambaian tangan.. ku ingin berjalan bersamanya dan ku panggil dia dan berjalan beriringan.
"heii din.. tumben jalan sendirian mana sisil?"
"iya nih.. sisil tadi sama cello diparkiran, kayaknya mereka lagi deket Ta.. ya biar sih daripada seperti dulu.."
"waww iya juga sih betull hehe...."
"lho kamu sendiri tumben diantar lagi sama kakakmu, kemana cowokmu yang tajir dan ganteng ituu..." goda dina
"apaan sih kamu din.. orang aku nggak pacaran sama dia"
"hahh serius kamu nggak pacaran? please deh ta jangan bohong sama aku"
__ADS_1
"dua rius din.. beneran aku sama dia cuma teman aja"
"yakin luh.. tar gue naksir malah luh marah hahahhaa"
dan disela sela obrolanku dan dina si adnan muncul dan ikut sama keponya dengan si dina.. mereka hanya menanyakan si daniel..bukan malah tanya kabarku atau apalah tentang aku.. hemmm sudahlahhh entah setan apa yang merasuki mereka hingga seperti itu.. yang dibahas malah daniel sama dengan kakaku tadii bukanya adiknya tapi juga daniel.. semua selalu daniel.. huh apa istimewanya dia sih...
"eh ta daniel mana aku liat kamu dianter abangmu hari ini"
"iya, emang gue sapanya kamu tanya dia dimana sama aku"
"em nanti pulang sekolah aku antar aja ta kan kamu nggak sama daniel daripada kamu jalan kaki"
"nggak usah nan, makasih."
ku percepat langkahku dan meninggalkan mereka. hu..sebenarnya aku males banget ngomong sama adnan ya tapi masa iya aku mau membisu tar dikira aku masih ada rasa lagi dan belum bisa move on dari dia.. hahh bisa bisa ke geeran si adnan.
tetttt....tetttt...tettttt..... bel masuk pun berbunyi semua anak berhamburan dari tempat nongkrong masuk ke kelas sebelum terdahului oleh guru.
aku melihat sekeliling..nampak ada yang berbeda.. ya bangku daniel kosong lagi.. dan entah anak itu kemana.. seolah olah semakin hari semakin ada yang terlihat jelas tentang sikapnya yang tidak baik.. mungkin juga rasa ini belum bisa sepenuhnya karna hati ini ragu dan ingin menguji dan mengetahui lebih dalam lagi tentang baik buruknya daniel.
*******di tempat lain..
"daniel, hari ini hari terakhir untuk kamu dan teman teman berlatih, dan saya harap kamu sebagai kapten bisa mendobrak semangat tim agar sekolah kita bisa mendapat nama, dan itu poin penting untuk sekolah kita agar kita bisa menunjukkan bahwa sekolah kita sekolah yang layak dan berprestasi"
"baik pak.."
__ADS_1
Daniel bersama beberapa kakak kelas sedang berlatih untuk ajang pertandingan yang besar besok, dan daniel sudah dinobatkan menjadi kapten tim walaupun banyak anggota tim itu adalah kakak kelasnya. daniel tidak merasa minder ataupun tak percaya dengan dirinya, dia malah terlihat optimis karna dia bisa terpilih sebagai kapten tim itu..
namun daniel masih saja memikirkan meita. ia melihat hpnya tapi masih sama..
centang dua tapi kenapa belum juga kamu baca meit.. apa kamu marah atau apa meit.. jangan buat aku semakin gundah karnamu.. apalagi hari ini aku tak bisa antar dan jemput kamu.. aku takut adnan mendekatimu dan mengantarmu pulang, jujur aku cemburu meit, bukan hanya dengan adnan saja tapi juga dengan si aris teman kakakmu yang kamu bilang punya rasa denganmu...
****** di sekolah
"eh ta daniel mana?" tanya ayu yang merasa heran atas ketidak hadiran si daniel
"aku tak tau"
"lho gimana sih kamu emang dia nggak jemput kamu hari ini"
"enggak yu... dan aku benar benar nggak tau.. please tanya langsung ke orangnya aja ya...
hufttt sudahhhlahh teman please jangan ada lagi yang menanyakan tentang dia.. jujur aku tak tau dan aku tak mau tau.. kenapa kalian selalu mengintrogasiku.. kenapa tidak dengannya saja..
"ahh...tau ah... emang gue pikir apa..."
semua yang terasa hari ini bagaikan diserang oleh panah panah tajam, tajam dengan pertanyaan pertanyaan teman teman yqng mengiraku sebagai kekasih daniel sehingga aku seolah orang yang akan selalu tau keberadaan daniel. aku memang dekat dengan daniel tapi semua kedekatan kami tidak lebih dari seorang teman, ya memang dulu daniel pernah menyatakan perasaannya padaku tapi aku belum mampu tuk menjawabnya dengan kata iya. perhatian daniel yang bisa dikatakan over atau melebihi batas yanh terkadang disalah artikan oleh teman teman kami. memang aku sempat tersipu malu oleh perhatian yang dia berikan padaku, tapi kini aku seolah meragu lagi dengn semua rasa yang ada. entah apa dan bagaimana aku pun tak tahu, jika kalian bertanya mengenai rasa ini jujur aku sendiri belum mengerti dan belum memahami apalagi dapat mengartikan rasa ini. aku bingung dengan perasaan yang brubah ubah, takut dengan hal al lampau terulang kembali... iyaa.. aku takut.. takut semua terulang dan takut semua kedekatan menjadi rasa yang membuat risih nantiny, rasa yang membuat renggang hubungan yng sebelumnya baik baik saja menjadi sedikit retak dan memiliki batas.
hari ini daniel tidak ada dikelas lagi dan semua ini membuat hatiku meragu.
aku meragu dengan hatiku yang gundah gulana, yang terkadang tersepona malu oleh perhatiannya yang luar biasa.
__ADS_1
aku yang memang benar baru saja memiliki secuil rasa lebih untuknya namun kini seolah hancur terkikis oleh satu kesalahannya..